Deprecated: Using null as an array offset is deprecated, use an empty string instead in /var/www/vhosts/oaktree.id/blog.oaktree.id.oaktree.id/wp-includes/functions.php on line 1194
5 Manfaat Port of Discharge dalam Pengiriman Barang
Daftar Isi

Bagikan:

5 Manfaat Menentukan Port of Discharge yang Tepat dalam Pengiriman Barang

5 Manfaat Menentukan Port of Discharge yang Tepat dalam Pengiriman Barang
Jawaban singkat

Menentukan port of discharge yang tepat memiliki lima manfaat utama, yaitu membantu mengendalikan total biaya pengiriman, mendukung perencanaan waktu pengiriman, memudahkan koordinasi administrasi, menyesuaikan fasilitas penanganan dengan kebutuhan kargo, dan mendukung konektivitas pengiriman ke tujuan akhir.

Jawaban Singkat

  • Penentuan port of discharge perlu mempertimbangkan rute, kebutuhan kargo, dan lokasi penerima.
  • Pelabuhan bongkar yang sesuai dapat mendukung pengendalian biaya, perencanaan waktu, dan koordinasi administrasi.
  • Evaluasi fasilitas terminal serta konektivitas laut dan darat sebelum pengiriman.
  • Pencatatan jadwal, dokumen, vendor, dan biaya membantu informasi pengiriman lebih mudah ditelusuri.

 

Port of discharge adalah pelabuhan tempat barang dibongkar dari kapal. Dalam perencanaan pengiriman laut, pelabuhan ini menjadi salah satu pertimbangan karena berkaitan dengan biaya, jadwal, fasilitas penanganan, dan perjalanan barang selanjutnya.

Penentuan pelabuhan bongkar perlu disesuaikan dengan rute pelayaran, karakteristik kargo, serta lokasi penerima. Pilihan yang sesuai dapat membantu perusahaan menyusun pengiriman secara lebih terarah, meskipun hasilnya tetap dipengaruhi kondisi operasional dan kesiapan dokumen.

Berikut lima manfaat menentukan port of discharge yang tepat beserta dasar pertimbangannya.

1. Membantu Mengendalikan Total Biaya Pengiriman

Manfaat menentukan port of discharge yang sesuai adalah membantu perusahaan mengevaluasi total biaya perjalanan barang. Perhitungannya perlu mencakup ongkos pengiriman laut, pelayanan terminal, kebutuhan penyimpanan, dan transportasi lanjutan menuju penerima.

World Bank menjelaskan bahwa pelabuhan yang efisien dapat mengurangi keterlambatan, menekan biaya pengiriman, dan meningkatkan keandalan rantai pasok. Namun, manfaat tersebut tidak berarti setiap pengiriman akan memperoleh penghematan dengan jumlah yang sama.

Sebagai referensi lokal, berdasarkan informasi dari Pelindo: Terminal Petikemas Semarang menyediakan daftar tarif serta simulasi biaya pelayanan petikemas. Informasi seperti ini dapat menjadi salah satu bahan penyusunan estimasi biaya pada terminal yang digunakan.

Baca juga  Alur Sistem Freight Forwarding dari Quotation ke Invoice

Sebagai ilustrasi, pelabuhan dengan ongkos angkut laut lebih rendah belum tentu menghasilkan total biaya paling kecil apabila lokasinya jauh dari gudang penerima. Karena itu, perusahaan perlu membandingkan biaya sampai tujuan akhir berdasarkan penawaran dan kebutuhan pengiriman yang aktual.

2. Mendukung Perencanaan Waktu Pengiriman

Penentuan pelabuhan bongkar juga membantu perusahaan menyusun perkiraan jadwal. Informasi mengenai layanan pelayaran dan kinerja pelabuhan dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika merencanakan kedatangan serta pengambilan barang.

Container Port Performance Index atau CPPI, yang disusun World Bank bersama S&P Global Market Intelligence, menggunakan waktu kapal di pelabuhan sebagai ukuran kinerja. Pengukurannya mencakup waktu menunggu dan waktu kapal berada di tempat sandar.

Data tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan proses pelayanan kapal dalam perencanaan pengiriman. Meskipun demikian, waktu kapal di pelabuhan berbeda dari waktu yang dibutuhkan kontainer untuk keluar dari terminal.

Perusahaan tetap perlu memperhitungkan pembongkaran, kesiapan dokumen, proses kepabeanan, dan ketersediaan kendaraan. Dengan menggabungkan informasi tersebut, tim dapat menyusun jadwal yang lebih realistis serta menyiapkan penyesuaian apabila terjadi perubahan.

3. Memudahkan Koordinasi Administrasi Pengiriman

Pelabuhan bongkar yang telah ditentukan dengan jelas menjadi acuan bagi koordinasi antara pemilik barang, freight forwarder, pengangkut, pihak terminal, dan pihak yang mengurus kepabeanan.

Tim dapat mempersiapkan informasi tujuan, dokumen, prosedur layanan, serta rencana pengambilan barang berdasarkan terminal yang akan digunakan. Kesiapan ini membantu mengurangi kebutuhan klarifikasi ketika barang mendekati waktu kedatangan.

Dukungan sistem informasi juga relevan dalam proses tersebut. UNCTAD melalui Review of Maritime Transport 2025 menjelaskan bahwa trade single window, maritime single window, dan platform komunitas pelabuhan membantu mengurangi inefisiensi serta biaya.

Baca juga  Syarat dan Ketentuan Pengiriman Live Animal melalui Air Freight

Temuan tersebut mendukung pentingnya pertukaran informasi yang tertata. Namun, pemilihan pelabuhan tidak otomatis menjamin proses kepabeanan lebih cepat. Kelengkapan data, ketentuan barang, dan hasil pemeriksaan tetap memengaruhi proses yang dijalankan.

Karena itu, manfaat koordinasi akan lebih terasa apabila penentuan port of discharge diikuti persiapan dokumen dan pembagian tanggung jawab yang jelas.

POL dan POD: Memahami Perbedaan Dalam Pengiriman
POL dan POD adalah dua akronim yang sering kali menjadi perbincangan dalam dunia bisnis pengiriman dan perdagangan internasional. Tetapi, apa se...
Baca Panduan Lengkap
POL dan POD: Memahami Perbedaan Dalam Pengiriman

4. Menyesuaikan Fasilitas Penanganan dengan Kebutuhan Kargo

Setiap pengiriman memiliki kebutuhan penanganan yang dapat berbeda. Barang dengan persyaratan suhu, misalnya, membutuhkan perhatian terhadap fasilitas pendukung kontainer berpendingin.

IPC Terminal Petikemas mencantumkan layanan pendukung seperti plugging monitoring reefer, Container Freight Station atau CFS, serta stuffing dan stripping. BJTI Port juga mencantumkan layanan sambungan listrik untuk kontainer reefer.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas terminal merupakan bagian penting dari evaluasi pelabuhan bongkar. Perusahaan perlu menyesuaikan kebutuhan barang dengan layanan yang tersedia pada terminal tujuan.

Untuk pengiriman reefer, misalnya, tim perlu mengonfirmasi ketersediaan sambungan listrik, prosedur pemantauan, dan penanganan setelah pembongkaran. Sementara itu, kargo dengan ukuran atau karakteristik khusus membutuhkan pemeriksaan kemampuan penanganan yang sesuai.

Konfirmasi sebaiknya dilakukan sebelum pengiriman karena keberadaan suatu layanan belum menjamin kapasitasnya tersedia pada waktu kedatangan barang.

5. Mendukung Konektivitas Pengiriman ke Tujuan Akhir

Port of discharge menjadi penghubung antara perjalanan laut dan tahap distribusi berikutnya. Karena itu, kesesuaian layanan pelayaran dan akses menuju lokasi penerima perlu dipertimbangkan bersama.

Baca juga  Cargo Kereta Api: Cara Kerja, Kelebihan, dan Waktu Tepat

UNCTAD menyediakan Port Liner Shipping Connectivity Index atau PLSCI untuk mengukur keterhubungan pelabuhan dengan jaringan pelayaran petikemas. Menurut UNCTAD, konektivitas yang lebih baik mendukung perdagangan dengan biaya lebih rendah, waktu lebih cepat, dan pilihan layanan lebih banyak.

Bagi perusahaan, informasi konektivitas dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi pilihan layanan laut menuju pelabuhan bongkar. Namun, indeks tersebut tidak mengukur seluruh kondisi transportasi darat setelah barang dibongkar.

Untuk menilai distribusi menuju gudang, perusahaan perlu menambahkan informasi jarak, waktu tempuh, akses kendaraan, dan tarif trucking. Pelabuhan yang dekat secara geografis pun perlu dievaluasi berdasarkan kondisi perjalanan yang sebenarnya.

Dengan mempertimbangkan perjalanan laut dan darat secara bersama, perusahaan dapat menyusun rencana pengiriman yang lebih sesuai dengan kebutuhan penerima.

Kelola Informasi Pengiriman Bersama Oaktree

Manfaat menentukan port of discharge yang tepat mencakup pengendalian biaya, perencanaan waktu, koordinasi administrasi, kesesuaian fasilitas kargo, dan konektivitas perjalanan barang. Seluruh manfaat tersebut membutuhkan evaluasi berdasarkan rute serta kondisi pengiriman.

Agar informasi mudah ditelusuri, perusahaan dapat mencatat pelabuhan bongkar bersama jadwal, dokumen, vendor, dan biaya pada pekerjaan pengiriman yang bersangkutan.

Untuk mempermudah pengelolaan tersebut, software logistik seperti Oaktree dapat membantu perusahaan menata informasi operasional dan keuangan melalui pengelolaan jobfile, tracking shipment, buying dan selling, serta penagihan pelanggan. Dengan pencatatan yang terstruktur, tim dapat menelusuri perkembangan pekerjaan beserta biaya yang berkaitan.

Konsultasikan kebutuhan pengelolaan pengiriman perusahaan Anda bersama tim Oaktree untuk menemukan fitur dan alur kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Bagikan:

Demo gratis Oaktree

Butuh software untuk bisnis freight forwarding?

Lihat langsung bagaimana Oaktree membantu operasional jobfile, cost, dan tracking shipment Anda.

  • Manajemen jobfile dan tracking shipment
  • Cost-to-cost dan integrasi Accurate
  • Multi-branch dan tanda tangan digital surat jalan
Jadwalkan Demo Gratis Gratis, tanpa komitmen
Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Gratis

Demo Oaktree Gratis

Kelola jobfile, cost, dan tracking shipment dalam satu software.

Minta Demo Oaktree Freight Forwarding Software
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top