Jawaban Singkat
- Persyaratan pengiriman live animal berbeda menurut jenis hewan, rute, negara tujuan, dan maskapai.
- Dokumen pengangkutan, kesehatan, serta karantina perlu disiapkan sebelum keberangkatan.
- Kontainer, label, dan instruksi perawatan harus sesuai kebutuhan hewan serta ketentuan pengiriman.
- Oaktree membantu mengelola transaksi, Air Waybill, jadwal, dan laporan biaya operasional air freight.
Pengiriman hewan hidup melalui air freight membutuhkan persiapan khusus. Selain menentukan jadwal penerbangan, pengirim perlu memastikan kondisi hewan, kelengkapan dokumen, serta kesesuaian kontainer dengan persyaratan maskapai dan otoritas terkait.
Hewan hidup memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda dari kargo pada umumnya. Ventilasi, pemberian makan dan minum, hingga penanganan selama transit perlu diperhatikan agar kesejahteraan hewan tetap terjaga sepanjang perjalanan.
Bagi perusahaan freight forwarder, pengiriman ini juga membutuhkan koordinasi antara pengirim, maskapai, petugas karantina, dan penerima. Berikut syarat serta ketentuan yang perlu dipahami sebelum mengatur pengiriman live animal melalui udara.
Apa Itu Pengiriman Live Animal melalui Air Freight?
Pengiriman live animal melalui air freight adalah pengangkutan hewan hidup menggunakan layanan kargo udara. Pengiriman dapat mencakup hewan peliharaan, ternak, maupun jenis hewan lain yang diizinkan oleh otoritas dan diterima oleh maskapai.
Dalam pelaksanaannya, salah satu acuan utama adalah IATA Live Animals Regulations (LAR). International Air Transport Association menjelaskan bahwa LAR merupakan standar pengangkutan hewan hidup melalui maskapai komersial, dengan cakupan persyaratan dokumen, kontainer, pelabelan, dan penanganan.
Namun, penerapan standar tersebut tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan negara asal, negara tujuan, negara transit, serta kebijakan maskapai. Artinya, persyaratan untuk satu jenis hewan dan rute belum tentu sama dengan pengiriman lainnya.
Pengiriman sebagai kargo juga perlu dibedakan dari hewan yang dibawa sebagai bagasi penumpang. Untuk pembahasan ini, fokusnya adalah pengiriman melalui layanan kargo yang memerlukan pengaturan operasional dan dokumen pengangkutan tersendiri.
Syarat Hewan dan Dokumen yang Harus Dipersiapkan
Sebelum melakukan booking, pengirim perlu memastikan bahwa hewan dapat diterima pada layanan dan rute yang dipilih. Dokumen kesehatan saja belum cukup apabila maskapai tidak melayani jenis hewan tersebut.
Kondisi Hewan dan Persetujuan Maskapai
IATA menjelaskan bahwa maskapai perlu memeriksa kondisi kesehatan hewan yang tampak, kelengkapan dokumen, kesesuaian kontainer, serta pengaturan reservasi dan rute sebelum menerima pengiriman.
Konfirmasi kepada maskapai menjadi langkah penting karena tidak semua spesies dapat diangkut. Sebagai contoh, Garuda Indonesia Cargo menyebut lumba-lumba dan hiu sebagai jenis hewan yang tidak diterima dalam layanannya. Ketentuan ini perlu dipahami sebagai kebijakan operator tersebut, bukan larangan universal untuk seluruh maskapai.
Dokumen Pengiriman Domestik
Untuk pengiriman hewan antararea di Indonesia, Badan Karantina Indonesia menjelaskan bahwa pengirim atau kuasanya perlu mengajukan permohonan melalui PTK Online, menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan, serta melaporkan dan menyerahkan hewan kepada pejabat karantina di tempat pengeluaran.
Dokumen tersebut antara lain sertifikat veteriner dari otoritas daerah asal dan dokumen tambahan sesuai jenis hewan. Setelah tindakan karantina dilakukan dan persyaratan terpenuhi, petugas menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan. Persyaratan tambahan terkait vaksinasi dan pengujian juga perlu diperiksa, terutama untuk hewan pembawa rabies.
Selain dokumen kesehatan dan karantina, pengirim perlu menyiapkan dokumen pengangkutan. Garuda Cargo mencantumkan Air Waybill, Shipper’s Certification for Live Animal, serta dokumen CITES apabila diperlukan dalam persyaratan layanan Pet & Animals.
Dokumen Tambahan untuk Pengiriman Internasional
Pengiriman internasional membutuhkan pemeriksaan persyaratan negara tujuan dan transit. Dokumen yang relevan dapat mencakup sertifikat kesehatan veteriner, izin ekspor atau impor, serta izin CITES untuk spesies yang termasuk dalam pengaturannya. Kebutuhan karantina di tujuan juga perlu dipastikan sebelum keberangkatan.
Karena persyaratan dapat berbeda, pengirim sebaiknya memverifikasi masa berlaku dokumen, kebutuhan pengujian, dan jadwal penerbitannya untuk setiap shipment. Langkah ini membantu menghindari dokumen yang belum tersedia atau sudah tidak berlaku ketika hewan diserahkan.
Ketentuan Kontainer, Label, dan Perawatan Hewan
Kontainer merupakan bagian penting dalam pengiriman live animal. Pemilihannya perlu mengikuti kebutuhan spesies dan persyaratan pengangkutan, bukan sekadar menyesuaikan kandang yang tersedia.
Menurut IATA, konstruksi, ukuran, ventilasi, dan pengamanan kontainer memengaruhi keselamatan serta kesejahteraan hewan. Jenis hewan tertentu juga membutuhkan konstruksi khusus, sehingga satu desain kontainer tidak dapat digunakan untuk seluruh pengiriman.
Dalam Live Animal Acceptance Checklist, IATA mencantumkan pemeriksaan terhadap beberapa aspek berikut:
- Kesesuaian kontainer dengan persyaratan spesifik hewan.
- Kebersihan, pencegahan kebocoran, dan pengamanan agar hewan tidak lepas.
- Ketersediaan bahan penyerap yang sesuai.
- Fasilitas makan dan minum apabila diperlukan.
- Label “Live Animals” dan “This Way Up” sesuai ketentuan.
- Identitas penerima serta nomor kontak yang dapat dihubungi selama 24 jam.
Pengaturan perawatan juga perlu disepakati sebelum pengiriman. Apabila hewan membutuhkan makan atau minum selama perjalanan, pengirim perlu berkoordinasi dengan operator serta menyediakan instruksi dan persediaan yang diperlukan. Pakan maupun alas kontainer juga harus memenuhi ketentuan negara transit atau tujuan.
Sementara itu, obat penenang bukan persiapan rutin untuk perjalanan udara. IATA tidak menganjurkan penggunaannya karena potensi dampak yang merugikan selama transportasi. Jika diperlukan karena alasan medis, pemberiannya harus berada di bawah arahan dokter hewan dan didokumentasikan sesuai ketentuan.
Prosedur Pengiriman Live Animal dari Booking hingga Serah Terima
Setelah persyaratan dipahami, perusahaan freight forwarder perlu menyusun alur kerja yang jelas. Secara umum, prosesnya dapat dimulai dari identifikasi jenis dan jumlah hewan, rute, ukuran kontainer, serta kebutuhan penanganannya.
Berikutnya, tim mengonfirmasi penerimaan kepada maskapai dan mengatur booking. Pada tahap ini, jadwal pengiriman perlu diselaraskan dengan kesiapan dokumen, proses karantina, serta penerimaan di tujuan.
Sebelum keberangkatan, hewan dan dokumen diserahkan untuk pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Sebagai contoh, alur Garuda Cargo mencakup booking, pemeriksaan kargo dan dokumen, serta pemeriksaan menggunakan Live Animal Acceptance Checklist. Pengiriman yang belum memenuhi checklist dapat ditolak dan dikembalikan untuk dilengkapi atau diperbaiki.
Karena itu, pengecekan internal sebelum penyerahan kargo menjadi penting. Tim perlu memastikan informasi pada dokumen konsisten, kontainer sesuai, dan instruksi penanganan tersedia.
Koordinasi juga berlanjut hingga tujuan. Penerima perlu mengetahui perkiraan kedatangan dan mempersiapkan proses pengambilan serta pemeriksaan yang berlaku. Jika terjadi perubahan jadwal, informasi tersebut perlu segera diteruskan kepada pihak yang bertanggung jawab atas penanganan hewan.
Kelola Operasional Pengiriman Air Freight dengan Oaktree
Pengiriman live animal memperlihatkan pentingnya pengelolaan operasional yang tertata. Tim freight forwarder harus menghubungkan informasi penawaran, transaksi, Air Waybill, jadwal, dan biaya agar setiap pengiriman dapat ditangani secara konsisten.
Untuk membantu pekerjaan tersebut, perusahaan dapat menggunakan Oaktree sebagai software freight forwarder. Pada solusi air freight, Oaktree menyediakan dukungan pembuatan transaksi dari penawaran digital, pembuatan Air Waybill, serta pelaporan per proyek untuk memantau jadwal dan biaya.
Dukungan sistem tersebut dapat membantu tim mengelola sisi administrasi dan operasional pengiriman. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan hewan, persetujuan maskapai, dan pemenuhan persyaratan karantina tetap perlu dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang.
Jika perusahaan Anda membutuhkan pengelolaan pengiriman yang lebih terstruktur, konsultasikan kebutuhan operasional dengan tim Oaktree. Pelajari software air freight Oaktree untuk mengetahui bagaimana fiturnya dapat membantu pengelolaan transaksi, Air Waybill, serta laporan operasional perusahaan Anda.





