Jawaban Singkat
- Air freight rates per kilogram belum tentu mencakup seluruh biaya pengiriman.
- Dasar chargeable weight ditentukan dengan membandingkan berat aktual dan volumetrik, mengikuti ketentuan layanan.
- Biaya tambahan dapat mencakup surcharge, handling, dokumentasi, pickup-delivery, dan penyimpanan.
- Periksa cakupan quotation agar biaya tidak terlewat atau dihitung dua kali.
- Oaktree membantu mengelola penawaran, Air Waybill, dan laporan operasional air freight.
Menghitung biaya pengiriman udara tidak cukup hanya dengan mengalikan berat barang dan tarif per kilogram. Dalam praktiknya, air freight rates perlu dihitung berdasarkan berat yang ditagihkan, ketentuan tarif, serta layanan yang digunakan.
Itulah sebabnya barang yang ringan belum tentu memiliki biaya pengiriman rendah. Kemasan berukuran besar dapat menghasilkan berat volumetrik yang lebih tinggi daripada hasil penimbangan. Selain itu, penawaran dapat mencakup biaya tambahan yang berbeda antara satu layanan dan layanan lainnya.
Agar estimasi lebih akurat, berikut cara menghitung air freight rates beserta komponen biaya yang perlu diperiksa.
Apa Itu Air Freight Rates dan Apa yang Memengaruhinya?
Air freight rates adalah tarif pengangkutan kargo melalui udara. Menurut International Air Transport Association atau IATA, rate merupakan tarif yang dikenakan pengangkut berdasarkan satuan berat tertentu, seperti kilogram atau pound. Tarif transportasi antarabandara perlu dibedakan dari biaya layanan tambahan dalam keseluruhan pengiriman.
Dengan demikian, penawaran Rp40.000 per kilogram, misalnya, belum tentu merupakan harga pengiriman sampai alamat penerima. Pengirim perlu memastikan apakah tarif hanya mencakup angkutan udara atau juga meliputi penjemputan, penanganan, dan pengantaran.
Tarif juga tidak selalu sama untuk setiap shipment. IATA menjelaskan adanya tarif pasar, tarif kontrak, serta tarif spot atau ad hoc yang dinegosiasikan untuk pengiriman tertentu berdasarkan kapasitas yang tersedia.
Saat meminta penawaran, siapkan informasi mengenai bandara asal dan tujuan, jenis barang, jumlah kemasan, berat, dimensi, serta kebutuhan jadwal. Untuk kargo yang memerlukan penanganan khusus, kebutuhan tersebut perlu disampaikan sejak awal.
Periksa pula cakupan layanan dan masa berlaku quotation. Penawaran airport-to-airport tidak dapat langsung dibandingkan dengan door-to-door tanpa melihat rincian pekerjaan yang termasuk di dalamnya.
Cara Menentukan Chargeable Weight
Sebelum menghitung biaya angkut, pengirim perlu memahami chargeable weight, yaitu berat yang menjadi dasar penagihan sesuai ketentuan layanan.
Pada perhitungan dasarnya, berat aktual dibandingkan dengan berat volumetrik. DHL Global Forwarding menjelaskan bahwa angka yang lebih besar digunakan sebagai dasar chargeable weight.
Berat Aktual atau Gross Weight
Berat aktual merupakan hasil penimbangan keseluruhan kiriman. Menurut DHL Global Forwarding, berat ini mencakup barang, kemasan, dan palet yang digunakan. Karena itu, berat produk tanpa kemasan belum cukup untuk menghitung estimasi pengiriman.
Sebagai contoh, apabila produk memiliki berat 50 kg dan seluruh kemasannya 10 kg, berat aktual kiriman menjadi 60 kg.
Berat Volumetrik
Berat volumetrik merupakan konversi ruang yang digunakan barang menjadi satuan berat. Perhitungan ini penting karena pesawat memiliki keterbatasan kapasitas berat sekaligus ruang.
Dalam contoh perhitungan air freight, DHL Global Forwarding menggunakan rumus berikut:
Berat volumetrik (kg) = panjang × lebar × tinggi (cm) ÷ 6.000
Untuk beberapa kemasan dengan ukuran sama, hasil per kemasan dikalikan jumlah kemasan. Jika dimensinya berbeda, volume setiap kemasan perlu dihitung secara terpisah. Faktor pembagi yang berlaku tetap harus dikonfirmasi kepada penyedia layanan.
Gunakan dimensi luar kemasan akhir, termasuk palet apabila digunakan. Jangan menghitung berdasarkan ukuran produk saja karena ruang yang dibutuhkan saat pengangkutan dapat lebih besar.
Menetapkan Berat yang Ditagihkan
Setelah kedua berat diketahui, bandingkan hasilnya. Jika berat aktual 60 kg dan berat volumetrik 80 kg, dasar chargeable weight adalah 80 kg.
Namun, perhitungan akhir tetap perlu mengikuti aturan penyedia layanan, termasuk pembulatan berat, minimum charge, dan ketentuan tarif yang berlaku. Dengan demikian, hasil kalkulasi awal sebaiknya dikonfirmasi melalui quotation.
Contoh Menghitung Air Freight Rates
Dalam handbook program kargonya, IATA menjelaskan bahwa weight charge dihitung dengan mengalikan tarif yang berlaku dan chargeable weight.
Untuk memahami penerapannya, perhatikan simulasi berikut.
| Data pengiriman | Nilai ilustrasi |
|---|---|
| Jumlah kemasan | 4 karton |
| Ukuran luar setiap karton | 60 × 50 × 40 cm |
| Berat aktual seluruh karton | 60 kg |
| Faktor pembagi volumetrik | 6.000 |
| Tarif angkut | Rp40.000/kg |
Langkah pertama, hitung berat volumetrik per karton.
60 × 50 × 40 ÷ 6.000 = 20 kg
Langkah kedua, hitung total berat volumetrik.
20 kg × 4 karton = 80 kg
Langkah ketiga, bandingkan dengan berat aktual.
Berat aktual kiriman adalah 60 kg, sedangkan berat volumetriknya 80 kg. Karena berat volumetrik lebih besar, dasar chargeable weight menjadi 80 kg.
Langkah keempat, hitung biaya angkut dasar.
80 kg × Rp40.000 = Rp3.200.000
Seluruh angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan tarif pasar atau penawaran rute tertentu. Perhitungan juga mengasumsikan tidak ada penyesuaian minimum charge maupun ketentuan tarif lain.
Biaya Rp3.200.000 tersebut baru mencerminkan biaya angkut dasar. Untuk mendapatkan estimasi total, pengirim masih perlu memeriksa komponen tambahan yang berlaku.
Komponen Biaya di Luar Tarif Angkut Dasar
IATA menjelaskan bahwa pengiriman kargo udara dapat melibatkan biaya tambahan, seperti pickup dan delivery, penyimpanan, asuransi, pengurusan kepabeanan, serta bea dan pajak. Artinya, biaya angkut antarabandara tidak otomatis mencakup seluruh kebutuhan pengiriman.
Berikut komponen yang perlu ditanyakan saat memeriksa quotation.
| Komponen biaya | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Fuel surcharge | Apakah biaya terkait bahan bakar sudah termasuk tarif atau ditagihkan terpisah? |
| Security atau screening charge | Apakah terdapat biaya pengamanan atau pemeriksaan kargo? |
| Terminal dan handling | Penanganan apa saja yang tercakup di bandara asal dan tujuan? |
| Dokumentasi atau AWB | Apakah biaya administrasi dan dokumen ditagihkan secara terpisah? |
| Pickup dan delivery | Apakah penjemputan dan pengantaran darat termasuk layanan? |
| Customs clearance | Apakah jasa pengurusan kepabeanan sudah termasuk? |
| Penyimpanan | Kapan biaya penyimpanan mulai berlaku dan bagaimana dasar perhitungannya? |
| Penanganan khusus | Apakah karakteristik barang memerlukan layanan tambahan? |
| Asuransi | Apakah perlindungan dipilih, berapa preminya, dan apa cakupannya? |
| Bea dan pajak | Kewajiban apa yang berlaku dan siapa yang membayarnya? |
Sebagai contoh penerapan surcharge, DHL Global Forwarding memublikasikan kebijakan fuel dan security surcharge pada layanan di wilayah tertentu. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa biaya tambahan perlu diperiksa berdasarkan layanan dan lokasi, bukan diasumsikan seragam untuk semua pengiriman.
Perlu diperhatikan pula bahwa jasa customs clearance berbeda dari bea dan pajak. Biaya jasa pengurusan tidak otomatis berarti seluruh kewajiban kepada negara sudah dibayarkan.
Cara membaca quotation yang lebih jelas adalah membaginya menjadi biaya yang sudah termasuk, belum termasuk, dan hanya muncul pada kondisi tertentu. Jika tarif disebut all-in, mintalah penjelasan cakupannya agar komponen yang sama tidak dihitung dua kali.
Untuk pengiriman dengan mata uang berbeda, konfirmasikan juga dasar kurs yang digunakan dalam penagihan.
Kelola Penawaran dan Biaya Air Freight dengan Oaktree
Perhitungan air freight membutuhkan data yang konsisten sejak penawaran hingga penagihan. Perubahan jumlah kemasan, dimensi, berat, atau cakupan layanan dapat memengaruhi estimasi biaya.
Bagi perusahaan freight forwarder, informasi tersebut perlu dikelola per pengiriman agar tim operasional dan keuangan memiliki acuan yang jelas. Pencatatan yang tertata juga membantu saat menjelaskan perubahan biaya kepada pelanggan.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, perusahaan dapat menggunakan Oaktree sebagai software freight forwarder. Pada solusi air freight, Oaktree menyediakan fitur pembuatan transaksi yang terhubung dengan penawaran digital, generate Air Waybill, reporting per project, serta report lifting untuk membantu pemantauan progres dan jadwal.
Dengan dukungan pengelolaan data tersebut, tim dapat menata administrasi pengiriman dan meninjau informasi biaya per proyek. Tarif serta surcharge tetap perlu dikonfirmasi kepada maskapai atau penyedia layanan sesuai penawaran yang berlaku.
Jika perusahaan Anda ingin mengelola penawaran dan operasional pengiriman dengan lebih terstruktur, konsultasikan kebutuhan bisnis kepada tim Oaktree. Pelajari software air freight Oaktree untuk mengetahui fitur yang sesuai dengan alur kerja perusahaan Anda.






