Mengatur stok barang tidak hanya dengan mencatat dan menata rapi produk di gudang atau tempat penyimpanan. Seller perlu memiliki standar manajemen stok barang yang konsisten agar operasional bisnis berjalan dengan efisien.
Manajemen stok barang adalah proses mengatur dan mengendalikan stok barang agar selalu tersedia. Manajemen stok barang yang buruk bisa menimbulkan kerugian pada bisnis tanpa disadari. Nah, jika kamu ingin stok barang di toko online-mu bisa berjalan lancar tanpa hambatan, penting untuk kamu mengetahui teknik manajemen stok barang selengkapnya di bawah ini.
-
- Manajemen stok yang baik membantu bisnis lebih efisien dengan menjaga ketersediaan barang, mengurangi risiko kehabisan stok, dan mencegah penumpukan produk yang tidak perlu.
- Penggunaan teknologi inventory management memungkinkan pencatatan stok secara otomatis, akurat, dan terintegrasi dengan berbagai channel penjualan.
- Penerapan metode stok yang tepat seperti FIFO, LIFO, JIT, Min-Max, dan ABC Analysis membantu seller mengontrol persediaan sesuai kebutuhan bisnis.
- Pengelolaan stok yang optimal harus didukung pengiriman yang andal, sehingga produk dapat sampai ke pelanggan tepat waktu dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kenapa Penting Melakukan Manajemen Stok Barang?
Meskipun penjualan secara online terutama di marketplace sudah memiliki pengaturan stok tersendiri, Seller tetap wajib melakukan manajemen stok barang secara terpisah, terutama jika channel penjualan berasal dari banyak platform. Lebih lanjut, berikut ini beberapa alasan kenapa penting melakukan manajemen stok barang:
- Memastikan bisnis selalu tahu kapan harus restock sebelum barang benar-benar kosong.
- Mencegah kehabisan stok agar bisnis tidak mengurangi kehilangan potensi penjualan.
- Menghindari adanya penumpukan barang karena pembelian yang berlebihan.
- Menjaga cash flow lebih sehat karena modal tidak mengendap dalam stok.
- Mencegah barang rusak atau kadaluarsa karena disimpan lebih lama.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan karena barang yang dicari selalu tersedia.
- Memudahkan pelacakan jika terjadi pencurian atau kehilangan barang di gudang.
- Mengetahui pasti berapa modal yang tersimpan dalam bentuk barang.
- Mempermudah proses jualan karena penataan barang yang tersusun dan tercatat rapi.
- Memudahkan untuk mengetahui barang mana yang paling cepat habis dan yang sepi.
- Membantu memperkirakan berapa banyak stok yang harus disiapkan secara berkala.
Teknik Manajemen Stok Barang untuk Seller Online
Agar gudang penyimpanan barang bisa dikontrol dan diatur dengan optimal, Seller harus mengetahui beberapa teknik manajemen stok barang berikut ini.
1. Gunakan Software Inventory
Agar stok bisa tersimpan dan tercatat secara otomatis, hindari menggunakan cara manual untuk mengatur stok barang dan bahan. Gunakan software website atau aplikasi manajemen inventaris dan stok yang dapat membantu menginput, mendata, menyimpan, melacak dan mengurangi jumlah barang secara otomatis saat ada pesanan masuk. Pastikan software ini bisa terintegrasi dengan banyak platform penjualan agar bisa memberikan laporan stok barang dan penjualan yang akurat.
2. Metode FIFO (First In, First Out)
Metode FIFO adalah salah satu metode atau teknik pengaturan stok yang paling sering banyak diterapkan. Metode ini memiliki prinsip pengaturan sederhana dimana barang yang pertama kali masuk ke gudang, harus menjadi barang yang pertama kali dijual atau digunakan. Metode ini biasanya paling sering sering digunakan untuk produk yang memiliki masa kedaluwarsa, seperti produk makanan dan skincare.
3. Metode LIFO (Last In, First Out)
Kebalikan dari FIFO, metode yang satu ini memiliki prinsip untuk menggunakan atau menjual barang yang paling terakhir masuk lebih dulu. Metode yang satu ini biasanya diterapkan pada barang yang tidak mudah rusak seperti baju, buku dan barang elektronik. Metode ini mengambil barang dari tumpukan paling atas atau terbaru lebih dulu karena produk terbaru yang sedang tren harus diprioritaskan lebih dulu untuk dijual selagi permintaannya tinggi.
4. Metode JIT (Just-In-Time)
Teknik manajemen persediaan barang di mana barang atau bahan baku diterima dari hanya saat dibutuhkan dalam proses produksi atau ketika stok hampir habis. Hal ini dilakukan untuk efisiensi biaya penyimpanan dan mengurangi pemborosan. Teknik manajemen stok ini biasanya digunakan untuk sistem dropship, pre-order, atau otomotif yang baru mendatangkan barang saat ada pesanan.
5. Metode Min-Max
Merupakan sistem manajemen stok dimana stok diatur dengan dua batasan, yaitu Minimum (Min) dan Maksimum (Max). Metode ini fokus untuk menjawab berapa banyak stok barang yang harus dipesan. Dimana, pemesanan dilakukan saat stok berada di bawah nilai Min dan nilai Max menunjukkan batas maksimal jumlah barang yang dipesan agar gudang tidak melebih batas penyimpanan.
6. Barcode
Teknik pengaturan stok barang menggunakan barcode atau QR code pada setiap varian produk agar setiap stok barang yang diambil tercatat dengan mudah. Pastikan untuk menyiapkan scanner agar proses pengambilan barang menjadi jadi lebih cepat sekaligus meminimalisir human error yang seringkali terjadi saat memproses pesanan.
7. Stock Opname
Merupakan sistem penghitungan stok barang di gudang untuk dibandingkan dengan data penjualan di sistem. Sistem ini akan mencocokkan jumlah barang di gudang dengan catatan di aplikasi secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengetahui selisih stok, melihat kemungkinan barang hilang atau rusak, sekaligus memastikan laporan penjualan benar-benar akurat.
8. ABC Analysis
Analisis ABC adalah teknik pengelompokan barang atau stok di gudang menjadi 3 kelompok (A, B, dan C) berdasarkan nilai jual dan besarnya omzet. Kelas A adalah produk yang penjualannya paling tinggi atau harganya mahal. Kelas B adalah produk sedang, dan Kelas C adalah produk pelengkap yang murah atau jarang dibeli. Dengan metode ini, Seller jadi tahu barang mana yang wajib dipantau dengan ketat agar tidak kehabisan stok dan mana yang tidak perlu dibeli terlalu banyak.
Atur Pengiriman Barang dengan Ekspedisi Terpercaya
Selain memperhatikan manajemen stok barang, pastikan juga untuk mengatur urusan pengiriman dengan optimal. Jangan sampai barang diterima konsumen dalam keadaan rusak atau sampai dalam waktu yang lama.
Selain memastikan manajemen stok yang efisien, Seller juga perlu memperhatikan pengiriman barang dengan bekerja sama lewat jasa ekspedisi terpercaya. Jasa ekspedisi terpercaya pasti memiliki layanan pengiriman yang lengkap dan sistem pengaturan pengiriman yang fleksibel dan otomatis.
Pastikan ekspedisi yang dipilih memiliki website atau aplikasi pengiriman, opsi kirim pick up dan drop off, hingga fitur cek ongkir dan cek resi yang terintegrasi. Dengan begitu, penjual dan pembeli bisa sama-sama menikmati pengalaman berbelanja online dengan aman dan nyaman.
Yuk, jangan biarkan kesalahan logistik merusak reputasi toko online Anda. Kelola stok barang dengan Oaktree dan percayakan pengirimannya lewat Lion Parcel.









