Oaktree Blog

Apa Saja Barang Ekspor Terbesar di Indonesia? Ini Daftarnya 

Daftar Isi

Bagikan:

Expor

Tahukah kamu, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari hasil pertambangan, perkebunan, pertanian, hingga kelautan. Kekayaan tersebut membuat Indonesia mampu menghasilkan berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus dipasarkan ke berbagai negara.

Beberapa barang ekspor terbesar di Indonesia antara lain bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit, besi dan baja, peralatan elektronik, serta kendaraan dan komponennya. Tingginya aktivitas ekspor tersebut juga membuat proses pengiriman semakin kompleks, sehingga diperlukan pengelolaan dokumen, jadwal, biaya, dan data shipment yang lebih terstruktur.

Lantas, apa saja barang ekspor terbesar di Indonesia dan bagaimana perusahaan freight forwarding dapat mengelola pengirimannya secara lebih efisien?

Apa Barang Ekspor Terbesar di Indonesia?

Barang ekspor terbesar di Indonesia berdasarkan nilai ekspor mencakup bahan bakar mineral dan minyak, minyak hewani dan nabati yang didominasi produk kelapa sawit, besi dan baja, mesin atau peralatan listrik, kendaraan, logam mulia, nikel, produk kimia, mesin mekanis, serta alas kaki.

Peringkat dalam artikel ini disusun berdasarkan nilai ekspor, bukan berat atau volume barang. Karena itu, barang yang dikirim dalam volume lebih sedikit tetap dapat menempati peringkat tinggi apabila mempunyai harga per unit yang besar.

Berikut gambaran 10 kelompok barang dengan nilai ekspor terbesar pada 2025:

Peringkat Kelompok barang ekspor Nilai ekspor 2025 Pangsa ekspor
1 Bahan bakar mineral dan minyak US$45,11 miliar 16,0%
2 Minyak hewani dan nabati US$34,36 miliar 12,2%
3 Besi dan baja US$27,97 miliar 9,9%
4 Mesin dan peralatan listrik US$19,19 miliar 6,8%
5 Kendaraan US$12,18 miliar 4,3%
6 Batu dan logam mulia US$10,48 miliar 3,7%
7 Nikel dan produk turunannya US$9,73 miliar 3,4%
8 Berbagai produk kimia US$9,50 miliar 3,3%
9 Mesin dan peralatan mekanis US$8,16 miliar 2,9%
10 Alas kaki US$7,98 miliar 2,8%

Sumber: data ekspor 2025 berdasarkan artikel yang terbit dari DHL. 

Daftar Barang Ekspor Terbesar di Indonesia

 

Berdasarkan nilai ekspor tahun 2025, barang ekspor terbesar Indonesia didominasi oleh produk energi, perkebunan, serta industri pengolahan. Berikut beberapa kelompok barang dengan nilai ekspor tertinggi:

1. Bahan bakar mineral dan minyak

Kelompok ini mencakup batu bara, gas, minyak, dan produk energi lainnya dengan nilai ekspor sekitar US$45,11 miliar.

2. Minyak hewani dan nabati

Kelompok ini didominasi minyak kelapa sawit dan produk turunannya, dengan nilai ekspor sekitar US$34,36 miliar.

3. Besi dan baja

Produk besi, baja, dan sejumlah hasil pengolahan mineral mencatat nilai ekspor sekitar US$27,97 miliar.

4. Mesin dan peralatan listrik

Produk ini mencakup komponen elektronik, kabel, baterai, dan perlengkapan listrik dengan nilai ekspor sekitar US$19,19 miliar.

Baca juga  Optimalkan Kepatuhan Bea Cukai dengan Software Forwarder Modern

5. Kendaraan dan komponennya

Kendaraan bermotor, sepeda motor, serta komponen otomotif menghasilkan nilai ekspor sekitar US$12,18 miliar.

Selain kelima kelompok tersebut, Indonesia juga mengekspor logam mulia, nikel dan produk turunannya, berbagai produk kimia, mesin mekanis, serta alas kaki. Urutan barang ekspor dapat berubah setiap tahun mengikuti harga komoditas, permintaan pasar internasional, dan perkembangan industri dalam negeri.

Tantangan Pengelolaan Pengiriman Barang Ekspor

Besarnya aktivitas ekspor Indonesia turut meningkatkan kompleksitas pekerjaan perusahaan freight forwarding. Dalam satu shipment, tim dapat menangani permintaan quotation, booking kapal, jadwal pengambilan barang, dokumen ekspor, tagihan vendor, invoice pelanggan, hingga pembaruan status pengiriman.

Tanpa pengelolaan yang terintegrasi, proses tersebut dapat menimbulkan sejumlah permasalahan seperti: 

1. Data Shipment Tersebar di Banyak Tempat

Dalam operasional sehari-hari, data shipment terkadang tersebar di spreadsheet, email, aplikasi chat, folder komputer, dan dokumen fisik.

Kondisi tersebut menyulitkan tim ketika harus mencari informasi terbaru. Data yang digunakan bagian operasional juga berisiko berbeda dengan informasi yang diterima bagian keuangan atau customer service.

Tim akhirnya harus memeriksa banyak sumber hanya untuk mengetahui jadwal kapal, biaya vendor, nomor container, atau status dokumen tertentu.

2. Banyaknya Dokumen dalam Satu Pengiriman

Pengiriman ekspor dapat melibatkan berbagai dokumen, seperti:

  • quotation;
  • booking confirmation;
  • commercial invoice;
  • packing list;
  • shipping instruction;
  • bill of lading;
  • Pemberitahuan Ekspor Barang;
  • certificate of origin;
  • invoice vendor;
  • invoice pelanggan.

Eksportir perlu menyiapkan barang dan dokumen pelengkap sebelum menyampaikan Pemberitahuan Ekspor Barang kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dokumen dan barang kemudian dapat melalui penelitian maupun pemeriksaan berdasarkan ketentuan dan manajemen risiko.

 

Apabila dokumen disimpan secara terpisah, tim dapat menggunakan versi lama, kehilangan lampiran, atau memasukkan informasi yang tidak konsisten.

3. Perubahan Jadwal Pengiriman

Jadwal kapal dan pengiriman dapat berubah akibat kondisi cuaca, kepadatan pelabuhan, keterlambatan vessel, perubahan rute, atau proses transshipment.

  • Perubahan tersebut dapat memengaruhi:
  • estimated time of departure;
  • estimated time of arrival;
  • jadwal stuffing;
  • closing time;
  • waktu pengambilan container;
  • jadwal trucking;
  • informasi yang diberikan kepada pelanggan.

Apabila pembaruan hanya disampaikan melalui aplikasi chat, terdapat risiko sebagian anggota tim tidak memperoleh informasi terbaru.

4. Koordinasi dengan Banyak Pihak

Satu shipment ekspor dapat melibatkan eksportir, consignee, shipping line, co-loader, transporter, warehouse, agen luar negeri, Bea Cukai, dan sejumlah vendor lainnya.

Setiap pihak mempunyai kebutuhan data dan tanggung jawab yang berbeda. Tanpa pencatatan aktivitas yang jelas, komunikasi dapat terlewat dan sulit ditelusuri kembali.

Baca juga  Permudah Ekspor-Impor: Raih Kepercayaan Bea Cukai dengan Status Authorized Economic Operator (AEO)

Masalah juga dapat terjadi ketika pegawai yang biasa menangani shipment sedang tidak tersedia, sementara informasi penting hanya tersimpan dalam email atau percakapan pribadinya.

5. Pengelolaan Biaya dan Penagihan

Selain itu, freight forwarder perlu mencatat berbagai komponen biaya, seperti:

Pada saat yang sama, perusahaan perlu membuat invoice pelanggan dan memastikan semua biaya shipment telah ditagihkan.

Apabila biaya vendor tidak tercatat atau invoice pelanggan terlambat diterbitkan, perusahaan dapat mengalami kesulitan memantau margin dan arus kas.

6. Risiko Human Error

Penggunaan banyak spreadsheet dan input manual dapat meningkatkan risiko human error. Kesalahan dapat berupa:

  • salah mengetik nomor container;
  • salah mencatat ETD atau ETA;
  • memasukkan biaya pada shipment yang keliru;
  • menggunakan tarif yang sudah tidak berlaku;
  • lupa membuat invoice;
  • menggunakan dokumen versi lama;
  • memasukkan data yang berbeda antarbagian.

Sistem manual juga membuat data yang sama harus dimasukkan berulang kali ke quotation, job order, invoice, dan laporan. Semakin sering proses input dilakukan, semakin besar pula kemungkinan kesalahan.

Kelola Pengiriman Ekspor dengan Software Freight Forwarder

 

Pengelolaan pengiriman ekspor dapat dilakukan secara lebih efisien menggunakan software freight forwarder. Sistem ini membantu perusahaan menghubungkan data operasional, dokumen, biaya, dan penagihan dalam satu platform. Berikut beberapa fungsi software freight forwarder dalam mendukung pengiriman barang ekspor.

1. Menyimpan Data Shipment Secara Terpusat

Software freight forwarder memungkinkan perusahaan menyimpan informasi penting dalam satu database, seperti:

  • data shipper dan consignee;
  • pelabuhan asal dan tujuan;
  • nomor container;
  • vessel dan voyage;
  • ETD dan ETA;
  • jenis layanan;
  • status shipment;
  • informasi vendor.

Dengan data terpusat, setiap bagian dapat mengakses sumber informasi yang sama tanpa harus memeriksa banyak file.

2. Membantu Pengelolaan Dokumen

Dokumen seperti quotation, job order, bill of lading, invoice, packing list, dan dokumen pendukung dapat dikelola berdasarkan shipment terkait.

Pengelolaan terpusat memudahkan tim mencari dokumen ketika dibutuhkan sekaligus mengurangi risiko dokumen tertukar atau hilang.

3. Mengurangi Input Data Berulang

Data pelanggan dan shipment yang telah dimasukkan dapat digunakan kembali dalam proses berikutnya. Tim tidak perlu mengetik informasi yang sama secara berulang pada quotation, job order, invoice, dan laporan.

Otomasi proses berulang juga dapat membantu mengurangi kesalahan manual dan mempercepat pekerjaan administratif. 

4. Memantau Biaya dan Profit Shipment

Software freight forwarder dapat membantu perusahaan menghubungkan biaya vendor dengan pendapatan pelanggan.

  • Tim dapat memantau:
  • estimasi biaya;
  • biaya aktual vendor;
  • pendapatan shipment;
  • invoice yang telah dibuat;
  • outstanding invoice;
  • estimasi profit;
  • profit aktual per shipment.
Baca juga  Stop Selisih Stok! Pakai Aplikasi Manajemen Gudang Sparepart

Informasi tersebut membantu perusahaan mengetahui shipment yang menghasilkan keuntungan dan komponen biaya yang perlu dikendalikan.

5. Mempermudah Koordinasi Operasional dan Keuangan

Ketika data operasional dan keuangan berada dalam satu sistem, bagian keuangan tidak perlu menunggu rekap spreadsheet dari tim operasional.

Informasi shipment yang telah selesai dapat digunakan untuk memproses penagihan. Sebaliknya, tim operasional dapat mengetahui apakah biaya vendor dan invoice pelanggan telah dicatat.

Integrasi operasional dan keuangan dapat membantu mempercepat siklus penagihan sekaligus mengurangi biaya yang terlewat untuk ditagihkan.

6. Menyediakan Laporan Operasional

Software freight forwarder dapat membantu menghasilkan laporan mengenai:

  • jumlah shipment aktif;
  • shipment yang telah selesai;
  • performa pelanggan;
  • penggunaan vendor;
  • pendapatan;
  • biaya;
  • piutang;
  • profit per shipment.

Dengan laporan yang lebih terstruktur, manajemen dapat mengevaluasi operasional berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

 

Kelola Operasional Pengiriman Ekspor dengan Oaktree

Banyaknya barang ekspor yang dikirimkan dari Indonesia memberikan peluang besar bagi perusahaan freight forwarding. Namun, pertumbuhan jumlah shipment perlu didukung oleh sistem operasional yang mampu mengelola data dan dokumen secara konsisten.

Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software freight forwarding yang membantu perusahaan mengelola proses pengiriman, mulai dari quotation, pencatatan shipment, dokumen, biaya vendor, invoice, hingga laporan laba rugi per shipment dalam satu platform.

Melalui sistem yang terintegrasi, tim dapat mengurangi ketergantungan terhadap banyak spreadsheet, menghindari input data berulang, serta mempermudah koordinasi antara bagian operasional dan keuangan.

Oaktree juga dapat digunakan untuk mendukung berbagai layanan freight forwarding, seperti ocean freight, air freight, customs clearance, trucking, distribusi, dan layanan logistik lainnya.

Dengan pengelolaan data yang lebih terpusat, perusahaan dapat menangani shipment ekspor secara lebih akurat, transparan, dan efisien.

Pelajari lebih lanjut mengenai software freight forwarding Oaktree atau jadwalkan demo untuk mengetahui bagaimana sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan Anda.

Kesimpulan

Barang ekspor terbesar di Indonesia berasal dari sektor energi, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan. Bahan bakar mineral dan minyak menempati posisi teratas berdasarkan nilai ekspor 2025, kemudian diikuti minyak hewani dan nabati, besi dan baja, peralatan listrik, kendaraan, logam mulia, nikel, produk kimia, mesin mekanis, dan alas kaki.

Besarnya nilai dan aktivitas ekspor tersebut membuat pengelolaan pengiriman semakin kompleks. Freight forwarder harus mengelola dokumen, data shipment, perubahan jadwal, koordinasi vendor, biaya, invoice, serta profit setiap pengiriman secara akurat.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top