5 Kesalahan dalam Membuat Shipping Quotation yang Bisa Mengurangi Margin
Shipping quotation bukan hanya dokumen penawaran kepada pelanggan. Di dalamnya terdapat perhitungan biaya vendor, harga jual, ruang lingkup layanan, dan estimasi margin dari setiap shipment. Kesalahan kecil dalam menyusun quotation dapat menyebabkan biaya tidak tertagih, harga jual terlalu rendah, atau perbedaan besar antara estimasi dan biaya aktual. Akibatnya, shipment yang awalnya terlihat menguntungkan justru dapat menghasilkan margin yang sangat tipis, bahkan menimbulkan kerugian. Berikut lima kesalahan dalam membuat shipping quotation yang perlu dihindari oleh perusahaan freight forwarder. 1. Menggunakan Data Shipment yang Belum Lengkap Shipping quotation sebaiknya dibuat berdasarkan informasi shipment yang cukup lengkap. Namun, karena ingin memberikan respons cepat kepada pelanggan, tim terkadang langsung menghitung biaya meskipun detail barang belum final. Informasi yang sering belum lengkap antara lain: berat dan dimensi barang; jumlah serta jenis kemasan; origin dan destination; jenis layanan; karakteristik barang; Incoterms; serta kebutuhan tambahan. Data yang belum lengkap dapat menyebabkan perhitungan biaya menjadi tidak akurat. Sebagai contoh, perubahan dimensi barang dapat memengaruhi chargeable weight. Perubahan lokasi pengantaran juga dapat menambah biaya trucking atau handling. Jika perubahan tersebut tidak diikuti dengan revisi quotation, perusahaan dapat menanggung selisih biaya yang seharusnya dibebankan kepada pelanggan. Karena itu, pastikan detail shipment telah dikonfirmasi sebelum quotation dikirimkan. 2. Tidak Memasukkan Seluruh Komponen Biaya Kesalahan berikutnya adalah hanya memasukkan freight charge sebagai biaya utama. Padahal, satu shipment dapat melibatkan berbagai biaya pendukung, seperti: trucking; handling; documentation fee; customs clearance; biaya agen; warehousing; fumigasi; cargo insurance; serta surcharge. Biaya yang terlewat mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, jika terjadi pada banyak shipment, totalnya dapat mengurangi keuntungan perusahaan secara signifikan. Selain itu, perusahaan dapat kesulitan menagihkan biaya yang sebelumnya tidak tercantum dalam quotation. Untuk menghindarinya, buat daftar komponen biaya berdasarkan rute, jenis layanan, dan karakteristik shipment. Pastikan seluruh biaya vendor dan biaya operasional sudah diperhitungkan sebelum menentukan harga jual. 3. Menggunakan Tarif Vendor atau Kurs yang Sudah Tidak Berlaku Tarif dari carrier, agen, trucking, gudang, dan vendor lainnya dapat berubah. Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh ketersediaan ruang, peak season, fuel surcharge, rute, serta kondisi pasar. Risiko juga meningkat ketika biaya vendor menggunakan mata uang asing. Apabila tim menggunakan kurs atau tarif lama, nilai quotation dapat lebih rendah daripada biaya yang nantinya harus dibayar. Sebagai contoh, quotation dibuat menggunakan tarif carrier bulan sebelumnya, tetapi shipment baru berjalan setelah tarif mengalami kenaikan. Tanpa validity period yang jelas, perusahaan dapat menanggung selisih tersebut. Karena itu, pastikan tim memeriksa: tanggal pembaruan tarif; masa berlaku rate vendor; sumber kurs yang digunakan; tanggal keberangkatan; serta kemungkinan perubahan surcharge. Quotation juga sebaiknya memiliki masa berlaku agar perusahaan dapat melakukan penyesuaian jika biaya berubah. 4. Tidak Menghitung Margin pada Setiap Komponen Sebagian perusahaan hanya menambahkan margin pada freight charge, sedangkan komponen lainnya diteruskan kepada pelanggan tanpa perhitungan yang cukup. Padahal, setiap layanan tetap membutuhkan koordinasi, administrasi, waktu, dan tanggung jawab dari tim. Misalnya, proses trucking, customs clearance, atau fumigasi mungkin dilakukan oleh vendor. Namun, freight forwarder tetap perlu mengatur jadwal, memeriksa dokumen, berkomunikasi dengan pelanggan, dan menangani kendala yang muncul. Karena itu, perusahaan perlu membedakan: buying rate; selling rate; nominal margin; persentase margin; serta biaya internal yang terkait. Perhitungan margin per komponen membantu perusahaan mengetahui layanan mana yang menghasilkan keuntungan dan mana yang justru menekan profitabilitas shipment. Cara ini juga membantu tim menentukan harga secara lebih konsisten. 5. Tidak Menjelaskan Inclusions, Exclusions, dan Biaya Tambahan Quotation yang hanya mencantumkan total harga tanpa menjelaskan ruang lingkup layanan dapat menimbulkan perbedaan pemahaman. Pelanggan mungkin menganggap seluruh biaya sudah termasuk. Sementara itu, freight forwarder sebenarnya belum memasukkan biaya tertentu. Masalah biasanya baru muncul ketika terdapat biaya tambahan, seperti: storage; demurrage; detention; waiting time; redelivery; perubahan alamat; perubahan volume; serta layanan tambahan di luar permintaan awal. Jika kondisi tersebut tidak dijelaskan sejak awal, pelanggan dapat menolak biaya tambahan atau mengajukan komplain. Akibatnya, freight forwarder mungkin terpaksa menanggung sebagian biaya untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Karena itu, quotation perlu mencantumkan: layanan yang sudah termasuk; biaya yang belum termasuk; dasar perhitungan; asumsi yang digunakan; masa berlaku; ketentuan perubahan harga; serta biaya yang dapat muncul dalam kondisi tertentu. Informasi yang jelas membantu melindungi margin sekaligus menjaga transparansi kepada pelanggan. Evaluasi Quotation dengan Biaya Aktual Selain itu, Anda juga perlu untuk melakukan Quotation. Sebab, setelah shipment selesai maka biasanya perusahaan perlu membandingkan estimasi biaya dengan biaya aktual yang terjadi. Evaluasi tersebut dapat membantu menemukan: biaya vendor yang lebih tinggi dari estimasi; biaya yang belum ditagihkan; selisih kurs; layanan tambahan; serta margin akhir dari setiap job. Tanpa evaluasi, perusahaan dapat terus menggunakan metode pricing yang sama meskipun margin sebenarnya terus menurun. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki quotation pada shipment berikutnya dan memperbarui rate yang digunakan oleh tim. Kelola Shipping Quotation dan Margin dengan Sistem Digital Risiko kesalahan akan semakin besar apabila quotation, tarif vendor, job order, biaya aktual, dan invoice disimpan dalam file yang berbeda. Tim dapat kesulitan mengetahui quotation mana yang telah disetujui, tarif apa yang digunakan, serta berapa margin akhir dari setiap shipment. Oaktree merupakan software yang dikhususkan untuk perusahaan freight forwarder. Sistem ini membantu mengelola quotation, job order, biaya, invoice, dan laporan dalam satu platform. Dengan menghubungkan quotation ke job terkait, perusahaan dapat menelusuri harga penawaran, mencatat biaya aktual, serta membandingkan estimasi dan realisasi secara lebih terstruktur. Pengelolaan terpusat juga membantu mengurangi input data berulang dan memudahkan manajemen dalam memantau profitabilitas setiap shipment. Kesimpulan Kesalahan dalam membuat shipping quotation dapat berdampak langsung pada margin perusahaan freight forwarder. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah menggunakan data shipment yang belum lengkap, tidak memasukkan seluruh biaya, menggunakan tarif atau kurs yang sudah tidak berlaku, tidak menghitung margin pada setiap komponen, serta tidak menjelaskan inclusions dan exclusions. Selain menyusun quotation dengan lebih teliti, perusahaan juga perlu membandingkan estimasi dengan biaya aktual setelah shipment selesai. Penggunaan sistem digital seperti Oaktree dapat membantu freight forwarder mengelola quotation, biaya, invoice, dan margin setiap job secara lebih terstruktur.
5 Kesalahan dalam Membuat Shipping Quotation yang Bisa Mengurangi Margin Read More »









