Oaktree Blog

Daftar Isi

Bagikan:

Ocean Shipping: Pengertian dan Cara Pengirimannya

Ocean Shipping Pengertian dan Cara Pengirimannya

Biaya pengiriman Intenasional dapat meningkat ketika perusahaan memilih moda transportasi yang tidak sesuai dengan volume dan jenis barang. Jika perusahaan Anda ingin mengirimkan barang dengan muatan besar, berat, dan tidak mendesar, ocean freight dapat menjadi pilihan yang efisien.

Ocean freight adalah metode pengangkutan barang melalui laut menggunakan kapal kargo. Artikel ini akan membahas tentang apa itu Ocean Freight dalam pengiriman internasional, termasuk  cara kerjanya, berapa biayanya, dan kapan paling masuk akal untuk memilih jenis pengiriman ini.

✦ Key Takeaways
  • Ocean freight adalah metode pengiriman barang melalui laut yang cocok untuk muatan besar, berat, dan tidak mendesak.
  • FCL menggunakan satu kontainer untuk satu pengirim, sedangkan LCL membagi ruang kontainer dengan pengirim lain.
  • Pemilihan layanan harus mempertimbangkan biaya, waktu, risiko, dan karakter barang.
  • Sistem terintegrasi membantu perusahaan mengelola shipment, dokumen, invoice, biaya, dan laporan secara lebih terpusat.

 

Ocean Freight Dalam Pengiriman Internasional

Dalam pengiriman internasional, ocean freight sering didefinisikan sebagai metode pengangkutan barang antarnegara melalui jalur laut menggunakan kapal kargo. Prosesnya mencakup pemuatan barang di pelabuhan asal, pengangkutan melalui laut, pembongkaran di pelabuhan tujuan, dan pengiriman menuju penerima.

Istilah ocean freight, sea freight, dan pengiriman laut sering digunakan untuk menjelaskan kegiatan yang sama. Namun berbeda dengan istilah ocean shipping memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat merujuk pada aktivitas pengiriman, operasional kapal, rute pelayaran, dan layanan perusahaan pelayaran.

Sehingga Sederhananya, ocean freight adalah layanan pengiriman barang melalui laut yang umumnya digunakan untuk mengangkut muatan besar, berat, atau dalam jumlah banyak dengan biaya yang lebih efisien.

Ocean freight memegang peran penting dalam perdagangan internasional. Menurut UN Trade and Development atau UNCTAD, sekitar 80 persen volume perdagangan barang internasional diangkut melalui laut. Persentasenya bahkan lebih tinggi di banyak negara berkembang.

Kapasitas kapal yang besar membuat ocean freight sesuai untuk mengangkut bahan baku, mesin, kendaraan, produk manufaktur, komoditas, dan barang dalam jumlah besar. Namun, waktu pengirimannya umumnya lebih lama dibandingkan pengiriman melalui udara.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Ocean Freight?

Ocean freight tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap pengiriman. Perusahaan perlu menyesuaikan moda transportasi dengan karakter barang dan target waktu penerimaan.

Pengiriman melalui laut dapat dipertimbangkan dalam beberapa kondisi berikut.

  1. Barang memiliki ukuran atau berat yang besar.
  2. Volume barang cukup banyak untuk menggunakan sebagian atau seluruh ruang kontainer.
  3. Pengiriman tidak membutuhkan waktu sangat cepat.
  4. Efisiensi biaya lebih penting daripada kecepatan.
  5. Barang tidak mudah rusak selama perjalanan.
  6. Perusahaan mengirim mesin, bahan baku, kendaraan, atau produk dalam jumlah besar.

Ocean freight mungkin kurang sesuai untuk produk yang memiliki masa simpan sangat pendek, barang yang harus segera diterima, atau pengiriman bernilai tinggi dengan tenggat ketat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat membandingkannya dengan air freight sebelum mengambil keputusan.

Jenis Pengiriman Laut

Sebelum memesan layanan ocean freight, Anda perlu memahami jenis pengiriman yang tersedia agar dapat memilih layanan sesuai dengan kebutuhan pengiriman. Berikut adalah layanan pengiriman yang biasa ditemukan:

1. FCL atau Full Container Load

Full Container Load adalah layanan pengiriman ketika satu pengirim menggunakan satu kontainer untuk barangnya. Pengirim membayar penggunaan seluruh kontainer meskipun ruang di dalamnya belum terisi sepenuhnya.

FCL tidak berarti kontainer wajib selalu penuh. Istilah tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kontainer tidak dibagi dengan pengirim lain. Layanan ini sesuai untuk barang dalam volume besar, pengiriman rutin, atau barang yang membutuhkan penanganan lebih terbatas. 

Kontainer biasanya disegel setelah proses pemuatan dan dibuka kembali sesuai prosedur di lokasi tujuan. FCL dapat mengurangi proses konsolidasi dan pemisahan barang. Karena itu, jumlah penanganan selama perjalanan cenderung lebih sedikit dibandingkan LCL.

2. LCL atau Less than Container Load

Less than Container Load adalah layanan yang memungkinkan beberapa pengirim menggunakan ruang dalam satu kontainer yang sama. Setiap pengirim membayar sesuai ruang atau dasar perhitungan yang digunakan oleh penyedia layanan.

Barang LCL perlu melalui proses konsolidasi sebelum diberangkatkan. Setelah tiba di tujuan, barang harus dipisahkan kembali melalui proses dekonsolidasi. Menurut penjelasan Maersk tentang LCL, layanan ini memungkinkan pengirim berbagi kontainer dengan pengirim lain. Penyedia layanan logistik akan menggabungkan beberapa muatan yang memiliki tujuan pengiriman sesuai jaringan layanannya.

LCL cocok untuk pengiriman yang belum membutuhkan satu kontainer penuh. Namun, proses konsolidasi dan dekonsolidasi dapat menambah waktu penanganan.

Baca juga  Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL

Cara Pengiriman Menggunakan Ocean Shipping

Pengiriman laut sangat bergantung pada layanan pihak ketiga yang disebut layanan penerusan atau layanan pengiriman. Pengangkut barang biasanya adalah orang atau perusahaan pihak ketiga yang mengirimkan barang, merakitnya, mengatur pemuatan dan pengangkutannya dengan benar, dan akhirnya mengantarkannya dengan benar ke tujuan akhir.

Hal ini karena biasanya membutuhkan mata dan tangan yang handal untuk membantu mengatur pengiriman barang melalui laut.

Kontrak pasokan juga merupakan bagian penting dari proses yang harus diperhatikan. Ada persyaratan pengiriman internasional standar yang mengatur kontrak pengiriman.

Aturan-aturan ini disebut Incoterms, yang harus dipahami dalam setiap pergerakan barang internasional.

Setelah menentukan syarat penyerahan, maka proses pendaftaran Ocean Shipping akan terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

  • Transportasi ekspor: Tahap ini merupakan awal dari perjalanan pelayaran. Pada tahap ini, barang akan diangkut dari gudang penjual ke gudang pengirim.
  • Export Customs Clearance: Sebagian besar negara mengharuskan barang yang akan diekspor untuk diurus terlebih dahulu. Izin akan mencakup memberikan informasi rinci tentang kargo bersama dengan dokumentasi pendukung.
  • Pemrosesan Asal: Langkah ini mencakup semua langkah yang diperlukan untuk menyiapkan barang untuk pengiriman. Pengiriman akan ditempatkan di area untuk pemeriksaan dan konfirmasi. Setelah konfirmasi, pengirim akan mengeluarkan tanda terima yang menyatakan bahwa ia telah menerima barang seperti yang dijelaskan.

Jika pengiriman adalah FCL, barang akan dikemas dalam wadah. Jika LCL, maka akan ditempatkan di gudang untuk menunggu konsolidasi dengan barang lain dalam peti kemas di pelabuhan tujuan yang sama. Terakhir, peti kemas akan diantarkan dengan truk ke pelabuhan keberangkatan untuk menunggu pemuatan ke kapal.

  • Transportasi laut: ini adalah transportasi barang yang sebenarnya melintasi lautan. Langkah-langkah hingga titik ini dapat memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, tergantung pada beberapa faktor. Pengirimannya sendiri bisa memakan waktu 20 sampai 60 hari, tergantung tujuan.
  • Kepabeanan Impor: Setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, mereka akan menunggu izin impor. Tahap ini juga termasuk mengisi formulir yang diperlukan, mengkonfirmasi pengiriman dan membayar biaya yang diperlukan.
  • Pemrosesan Tujuan: Tahap ini mencakup semua kegiatan yang diperlukan untuk memvalidasi barang, memeriksa dokumen termasuk bill of lading, dan mengangkut peti kemas ke gudang pengirim. Di sini barang akan dibuka, diperiksa dan kemudian disortir untuk pengiriman impor.
  • Pengiriman impor: Ini adalah langkah terakhir dalam proses pengiriman. Pada tahap ini, barang akan diangkut dengan transportasi darat dengan kereta api atau truk ke tujuan akhir yang ditentukan oleh eksportir.

Cara Menghitung Tarif Pengiriman Laut

Tarif angkutan laut biasanya ditentukan berdasarkan sejumlah biaya seperti biaya per barang berat dan ruang yang digunakan. Biaya lain yang mungkin termasuk dalam biaya pengiriman meliputi:

  1. Pertanggungan
  2. Biaya tambahan untuk keamanan bea cukai
  3. Stasiun pemuatan peti kemas (hanya berlaku untuk konsolidasi LCL)
  4. Penjemputan dan pengiriman di pelabuhan dan gudang
  5. Biaya perutean
  6. Manajemen bea cukai
  7. Biaya tambahan bahan bakar

Biaya angkutan laut biasanya tidak tetap, tergantung pada sejumlah faktor, harga dapat naik secara signifikan atau bahkan jatuh di bawah. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Biaya bahan bakar: Bahan bakar sangat penting untuk pengiriman dan harga terkadang dapat berfluktuasi.
  • Nilai tukar: Fluktuasi kecil dalam nilai tukar dapat mengakibatkan kerugian besar bagi jalur pelayaran, terutama mengingat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu pelayaran.
  • Penawaran dan permintaan: Liburan sering kali membuat orang bekerja lebih sedikit dan ini juga memengaruhi industri perkapalan. Akibatnya, biasanya ada lonjakan permintaan sebelum hari libur seperti Tahun Baru Imlek, yang dapat menyebabkan tarif lebih tinggi.
  • Ukuran Pengiriman: Jelas ukuran pengiriman yang lebih besar akan mencakup lebih banyak pekerjaan dan akan memakan biaya lebih banyak.
  • Jenis Kapal yang Dibutuhkan: Pengiriman peti kemas cepat, sederhana dan efisien, sehingga relatif murah. Kapal lain, seperti tanker kargo cair atau kapal curah kering, biasanya lebih mahal.

Pengelolaan Ocean Freight dengan Sistem Terintegrasi

Operasional ocean freight melibatkan banyak data. Sebab, tim harus mengelola quotation, jadwal, shipment, dokumen, biaya, invoice, dan laporan. Penggunaan file terpisah dapat menyulitkan pencarian informasi serta meningkatkan risiko perbedaan data antarbagian.

Software freight forwarding dapat membantu perusahaan mengelola aktivitas tersebut dalam satu sistem. Tim operasional, keuangan, dan manajemen dapat menggunakan sumber data yang sama sesuai hak akses dan proses kerja perusahaan.

Oaktree menyediakan software untuk mendukung pengelolaan bisnis freight forwarding, termasuk aktivitas ocean freight. Perusahaan dapat menggunakan sistem untuk merapikan pencatatan shipment, dokumen, biaya, dan laporan operasional.

Hubungi tim Oaktree untuk mempelajari fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis freight forwarding Anda.

Kesimpulan

Ocean freight adalah metode pengangkutan barang melalui laut yang cocok untuk muatan besar, berat, dan tidak membutuhkan pengiriman sangat cepat. Pengirim dapat memilih FCL untuk menggunakan satu kontainer atau LCL untuk berbagi ruang dengan pengirim lain.

Prosesnya mencakup persiapan barang, booking, pengurusan ekspor, pemuatan, perjalanan laut, pengurusan impor, dan pengiriman ke tujuan akhir. Total biayanya dipengaruhi jenis layanan, volume, rute, kontainer, karakter barang, biaya pelabuhan, customs clearance, dan pengangkutan darat.

Pemilihan layanan harus berdasarkan total biaya, risiko, jadwal, dan kebutuhan operasional. Tarif termurah belum tentu menghasilkan pengiriman yang paling efisien.

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top