Oaktree Blog

Informasi

Pengakuan Biaya Akuntansi: Panduan dan Metode Pencatatannya untuk Bisnis yang Lebih Sehat

Oaktree.id – Pernah merasa profitabilitas perusahaan terlihat tinggi di atas kertas, namun saldo kas di bank justru menipis? Situasi ini sering terjadi ketika laporan laba rugi tampak sehat, tetapi arus kas tidak bergerak sejalan. Banyak pemilik bisnis keliru menafsirkan kesehatan finansial mereka karena ketidaktepatan dalam mencatat waktu pengeluaran. Akibatnya, biaya yang seharusnya sudah diakui justru terabaikan, menciptakan gambaran keuangan yang menyesatkan. Dalam dunia bisnis, terutama yang berkaitan dengan operasional dan logistik, pemahaman mendalam tentang pengakuan biaya akuntansi adalah kunci. Ini bukan sekadar soal pencatatan, melainkan tentang memastikan laporan keuangan mencerminkan realitas operasional yang sebenarnya. Di Oaktree.id, kami memahami betapa krusialnya akurasi dalam setiap aspek pengelolaan bisnis, termasuk keuangan. Pengakuan biaya yang tepat waktu memastikan bahwa setiap pengeluaran yang telah terjadi, baik itu terkait operasional pengiriman, biaya gudang, atau biaya lain yang relevan dengan pergerakan barang, dicatat pada periode akuntansi yang sesuai. Hal ini krusial untuk: Menilai Profitabilitas yang Akurat: Dengan mengakui biaya pada periode yang benar, laporan laba rugi akan lebih mencerminkan kinerja riil perusahaan. Manajemen Arus Kas yang Efektif: Pemahaman yang jelas tentang kapan biaya terjadi membantu dalam perencanaan arus kas, mencegah kejutan pengeluaran yang mendadak. Pengambilan Keputusan yang Tepat: Laporan keuangan yang akurat menjadi dasar kuat untuk membuat keputusan strategis terkait investasi, ekspansi, atau efisiensi operasional. Kepatuhan Pajak dan Peraturan: Pencatatan yang sesuai standar akuntansi membantu memenuhi kewajiban pajak dan peraturan lainnya. Mencatat biaya bukanlah sekadar memasukkan angka. Metode pencatatannya pun beragam, tergantung pada sifat biaya itu sendiri. Ada biaya yang langsung diakui saat terjadi (prinsip akrual), ada pula yang pengakuannya ditunda hingga manfaatnya dirasakan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal. Bagi bisnis logistik, akurasi dalam pencatatan biaya seperti biaya pengiriman, biaya bea cukai, biaya penyimpanan, dan biaya operasional lainnya menjadi sangat vital. Kesalahan dalam pencatatan dapat berdampak langsung pada perhitungan margin keuntungan per pengiriman atau per kontrak layanan. Ini juga yang mendorong kami di Oaktree.id untuk terus mengembangkan solusi yang terintegrasi, termasuk fitur-fitur yang mendukung pencatatan biaya secara otomatis dan akurat, menyelaraskan operasional logistik dengan pencatatan keuangan. Tujuannya sederhana: memberikan visibilitas penuh terhadap kesehatan finansial bisnis Anda.

Pengakuan Biaya Akuntansi: Panduan dan Metode Pencatatannya untuk Bisnis yang Lebih Sehat Read More »

PMK 81 Tahun 2024: Perubahan Penting dalam Pelaporan SPT Masa PPN dan Dampaknya bagi Bisnis

Oaktree.id – Perkembangan teknologi terus merambah berbagai sektor, termasuk administrasi perpajakan di Indonesia. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 81 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam transformasi ini, menandai implementasi Coretax System yang kian matang. Regulasi ini bukan sekadar memperbarui cara pelaporan pajak secara elektronik, melainkan juga membawa sejumlah perubahan signifikan yang perlu dipahami oleh setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP), pemungut PPN, serta para pelaku usaha yang beroperasi dalam ekosistem digital. Bagi pelaku bisnis yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor dan logistik, pemahaman mendalam mengenai PMK 81 Tahun 2024 ini sangat krusial. Perubahan dalam pelaporan SPT Masa PPN dapat memengaruhi proses administrasi dan kepatuhan pajak perusahaan. Memastikan sistem pelaporan pajak berjalan selaras dengan aturan terbaru akan membantu kelancaran operasional, termasuk dalam aspek pemrosesan dokumen kepabeanan dan perizinan yang sering kali terkait erat dengan pelaporan PPN. Oaktree, sebagai penyedia solusi perangkat lunak freight forwarding, terus berupaya memberikan informasi terkini yang relevan bagi para mitranya. Kami menyadari bahwa perubahan regulasi perpajakan dapat membawa implikasi langsung pada operasional harian bisnis logistik. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan sistem pelaporan mereka agar tetap patuh dan efisien.

PMK 81 Tahun 2024: Perubahan Penting dalam Pelaporan SPT Masa PPN dan Dampaknya bagi Bisnis Read More »

Jadwal Kedatangan Kapal di TPS Surabaya: Update Penting untuk Logistik Bisnis Anda

Oaktree.id – Memantau pergerakan kapal di pelabuhan adalah kunci efisiensi dalam rantai pasok. Bagi pelaku bisnis yang beroperasi di Surabaya, informasi terkini mengenai jadwal kedatangan kapal di Terminal Peti Kemas (TPS) Surabaya sangatlah krusial. Dengan perencanaan yang matang, proses logistik bisnis dapat berjalan lebih lancar dan meminimalkan potensi hambatan. Berikut adalah jadwal kedatangan kapal di TPS Surabaya untuk awal Januari 2026: MARSA PRIDE dengan nomor pelayaran 550S dijadwalkan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 15:55 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 11:00. SINAR SULAWESI dengan nomor pelayaran 064S diperkirakan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 12:35 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 20:00. LUMOSO GEMBIRA dengan nomor pelayaran 456 diperkirakan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 09:37 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 12:00. XIN YAN TAI dengan nomor pelayaran 265S dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 pukul 23:55 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 12:00. Memiliki akses cepat dan akurat terhadap informasi seperti ini akan sangat membantu dalam mengelola jadwal pengiriman, mengoptimalkan waktu muat dan bongkar, serta memastikan ketersediaan barang. Di Oaktree.id, kami memahami betapa pentingnya visibilitas dalam setiap tahap logistik. Oleh karena itu, platform kami dirancang untuk memberikan kemudahan dalam memantau pergerakan kargo dan mengintegrasikan informasi pelayaran ke dalam sistem pengelolaan logistik bisnis. Tetap update dengan informasi pelayaran terbaru adalah salah satu langkah strategis untuk menjaga kelancaran operasional bisnis. Gunakan data ini untuk perencanaan yang lebih baik dan efisien bersama Oaktree.id!

Jadwal Kedatangan Kapal di TPS Surabaya: Update Penting untuk Logistik Bisnis Anda Read More »

Pajak Bunga Deposito: Memahami Tarif, Perhitungan, dan Pelaporannya

Oaktree.id – Memiliki tabungan dalam bentuk deposito memang menjanjikan imbal hasil bunga yang menarik. Namun, ada kalanya keuntungan tersebut perlu dipotong pajak, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Final atas bunga deposito. Sebagai wajib pajak, memahami aturan ini sangat penting agar kepatuhan perpajakan terjaga dan terhindar dari potensi sanksi. PPh Final atas bunga deposito merupakan pungutan yang dikenakan langsung pada bunga yang diterima. Tarifnya sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga perhitungan dan pelaporannya menjadi lebih sederhana dibandingkan pajak penghasilan lainnya. Fokus pada pemahaman tarif, cara menghitungnya, dan bagaimana cara melaporkannya akan membantu para wajib pajak untuk selalu patuh. Oaktree.id, sebagai penyedia solusi logistik yang efisien, memahami betapa pentingnya setiap aspek dalam pengelolaan keuangan bisnis, termasuk urusan perpajakan. Mari kita kupas tuntas seputar pajak bunga deposito ini agar lebih jelas.

Pajak Bunga Deposito: Memahami Tarif, Perhitungan, dan Pelaporannya Read More »

Pajak Kripto di Indonesia: Memahami Aturan, Tarif, dan Pelaporan untuk Investor Digital

Oaktree.id – Dunia aset digital terus berkembang pesat, dan kini, pemerintah Indonesia telah resmi mengatur perpajakan untuk kripto. Bagi para investor dan trader aset digital, memahami aturan, tarif, dan cara pelaporannya menjadi langkah krusial untuk memastikan kepatuhan dan menghindari potensi sanksi pajak. Artikel ini akan membahas tuntas seluk-beluk pajak kripto di Indonesia. Seiring dengan makin maraknya perdagangan aset kripto, pemerintah melihat pentingnya menciptakan kerangka regulasi yang jelas. Ini mencakup penentuan objek pajak, besaran tarif, hingga mekanisme pelaporannya. Memahami kewajiban pajak ini tidak hanya soal kepatuhan, tetapi juga berkontribusi pada ekosistem aset digital yang lebih sehat dan terintegrasi dengan sistem keuangan negara. Dalam dunia logistik, ketepatan dan kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci. Hal yang sama berlaku dalam investasi aset digital. Dengan adanya aturan pajak kripto yang jelas, para pelaku pasar dapat berinvestasi dan bertransaksi dengan lebih tenang dan terorganisir. Penting untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi terkini agar operasional investasi tetap berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pajak Kripto di Indonesia: Memahami Aturan, Tarif, dan Pelaporan untuk Investor Digital Read More »

work from home

Apakah Work From Home Bisa Diterapkan di Industri Logistik?

Industri logistik selama ini identik dengan aktivitas fisik: gudang yang beroperasi 24 jam, armada distribusi yang terus bergerak, serta koordinasi lapangan yang menuntut kehadiran langsung. Karena karakter inilah, konsep work from home (WFH) sering dianggap tidak relevan, bahkan mustahil diterapkan di sektor logistik. Logistik dipersepsikan sebagai industri yang harus selalu “hadir secara fisik” agar roda operasional tetap berjalan. Namun, perubahan cara kerja global dalam beberapa tahun terakhir mulai menantang anggapan tersebut. Digitalisasi proses, penggunaan sistem manajemen logistik berbasis cloud, hingga pemanfaatan data real-time membuat banyak fungsi logistik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran di lokasi. Perencanaan rute, pengelolaan inventori, layanan pelanggan, hingga analisis kinerja kini dapat dilakukan dari mana saja selama sistem dan datanya terintegrasi dengan baik. Artikel ini akan membahas apakah work from home benar-benar bisa diterapkan di industri logistik, peran apa saja yang memungkinkan untuk bekerja jarak jauh, tantangan yang harus dihadapi, serta bagaimana model kerja yang lebih fleksibel dapat diterapkan tanpa mengorbankan efisiensi, kontrol, dan keandalan operasional. Apa Itu Work From Home? Work From Home (WFH) adalah model kerja di mana karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dari luar kantor, umumnya dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai penghubung utama antara individu, tim, dan sistem kerja perusahaan. Dalam skema ini, kehadiran fisik di kantor tidak lagi menjadi tolok ukur utama, melainkan hasil kerja, produktivitas, dan pencapaian target yang telah ditetapkan. Konsep WFH berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi, komputasi awan (cloud computing), dan sistem kerja berbasis data. Akses ke aplikasi perusahaan, dokumen, hingga dashboard operasional dapat dilakukan secara daring dan real-time, memungkinkan kolaborasi tetap berjalan meski anggota tim berada di lokasi berbeda. Hal ini mendorong perubahan pola kerja dari yang berorientasi jam kerja menjadi berbasis output dan kinerja. Dalam praktiknya, WFH bukan sekadar memindahkan lokasi kerja, tetapi juga menuntut sistem, proses, dan budaya kerja yang lebih terstruktur. Perusahaan perlu menetapkan alur kerja yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta mekanisme komunikasi dan pengawasan yang efektif. Tanpa dukungan sistem yang memadai, WFH berisiko menimbulkan masalah koordinasi, penurunan produktivitas, dan kurangnya visibilitas kerja. Karakteristik Industri Logistik yang Dianggap Tidak Cocok untuk Work From Home Industri logistik sejak lama dipersepsikan sebagai sektor yang sulit, bahkan hampir tidak mungkin, menerapkan work from home. Hal ini disebabkan oleh karakter utama logistik yang sangat bergantung pada aktivitas fisik dan operasional lapangan. Proses seperti penerimaan barang, penyimpanan di gudang, picking & packing, hingga distribusi ke pelanggan menuntut kehadiran langsung tenaga kerja dan pengawasan di lokasi. Selain itu, logistik juga identik dengan kebutuhan koordinasi real-time antara banyak pihak: operator gudang, sopir, vendor transportasi, hingga pelanggan. Keterlambatan kecil saja dapat berdampak pada rantai pasok secara keseluruhan. Karena itu, kehadiran fisik sering dianggap sebagai cara paling aman untuk menjaga kontrol, kecepatan respons, dan keandalan operasional. Faktor lain yang memperkuat anggapan ini adalah budaya kerja logistik yang masih berorientasi pada jam kerja dan kehadiran. Banyak perusahaan menilai produktivitas dari seberapa lama karyawan berada di lokasi kerja, bukan dari output atau kualitas keputusan yang dihasilkan. Akibatnya, konsep WFH sering dipandang bertentangan dengan kebutuhan disiplin operasional, pengawasan ketat, dan kepastian proses yang menjadi tulang punggung industri logistik. Peran Digitalisasi dan Sistem Logistik Terintegrasi Digitalisasi menjadi faktor kunci yang membuka peluang penerapan work from home di industri logistik. Melalui sistem logistik terintegrasi, perusahaan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik untuk memantau dan mengendalikan operasional. Data pergerakan barang, status pengiriman, stok inventori, hingga kinerja armada dapat diakses secara real-time melalui satu platform terpusat. Penerapan teknologi seperti Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan Enterprise Resource Planning (ERP) memungkinkan proses perencanaan, monitoring, dan pelaporan dilakukan dari mana saja. Tim perencanaan rute, pengendalian inventori, layanan pelanggan, hingga manajemen dapat bekerja jarak jauh dengan tetap memiliki visibilitas penuh terhadap kondisi lapangan. Keputusan tidak lagi diambil berdasarkan laporan manual, melainkan data aktual yang terus diperbarui. Dengan sistem yang saling terhubung, peran digitalisasi bukan hanya memindahkan pekerjaan ke layar, tetapi juga menciptakan kontrol yang lebih terukur. Standar operasional, workflow, dan indikator kinerja dapat ditanamkan langsung ke dalam sistem, sehingga kinerja tim tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor. Inilah yang membuat WFH menjadi lebih realistis di logistik, bukan sebagai pengganti operasional lapangan, tetapi sebagai penguat fungsi perencanaan, analisis, dan pengambilan keputusan. WFH Untuk Perencanaan & Pengambilan Keputusan Logistik Tidak semua peran dalam industri logistik bergantung pada aktivitas fisik. Fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan justru menjadi area yang paling relevan untuk diterapkan work from home. Aktivitas seperti demand planning, perencanaan rute distribusi, pengendalian kapasitas armada, analisis biaya logistik, hingga evaluasi kinerja operasional lebih banyak berbasis data daripada kehadiran di lapangan. Dengan dukungan sistem digital dan data real-time, tim perencanaan dapat bekerja dari jarak jauh tanpa kehilangan visibilitas terhadap kondisi operasional. Dashboard kinerja, laporan pengiriman, tingkat utilisasi gudang, hingga exception handling dapat diakses secara daring, memungkinkan pengambilan keputusan tetap cepat dan akurat. Dalam banyak kasus, bekerja dari rumah justru meningkatkan fokus dan kualitas analisis karena minim gangguan operasional harian. WFH pada fungsi ini juga mendorong pergeseran pola kerja dari reaktif menjadi lebih strategis. Alih-alih terus terlibat dalam masalah teknis lapangan, tim perencanaan dapat fokus pada optimasi proses, peningkatan efisiensi, dan mitigasi risiko jangka panjang. Selama indikator kinerja, alur eskalasi, dan komunikasi lintas tim terdefinisi dengan jelas, WFH tidak hanya memungkinkan, tetapi dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja logistik secara keseluruhan. Dampak Work From Home Kepada Efisiensi, Biaya, dan Produktivitas Perusahaan Logistik Penerapan work from home (WFH) dalam industri logistik tidak bisa dinilai secara hitam-putih. Dampaknya sangat bergantung pada fungsi kerja yang dijalankan, kesiapan sistem, serta cara perusahaan mengelola kinerja dan koordinasi tim. Jika diterapkan pada peran yang tepat dan didukung oleh sistem yang matang, WFH justru dapat menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan logistik. 1. Efisiensi Operasional yang Lebih Terarah WFH mendorong perusahaan untuk menyederhanakan alur kerja dan mengandalkan sistem digital sebagai pusat kontrol. Proses perencanaan, monitoring, dan pelaporan menjadi lebih terstruktur karena harus terdokumentasi dengan jelas di dalam sistem. Hal ini mengurangi ketergantungan pada komunikasi informal dan keputusan ad-hoc, sehingga operasional berjalan lebih rapi dan terukur. 2. Penghematan Biaya Jangka Menengah dan Panjang Dengan berkurangnya kebutuhan ruang kantor, fasilitas pendukung, dan biaya

Apakah Work From Home Bisa Diterapkan di Industri Logistik? Read More »

side hustle

Side Hustle Berbasis Logistik: Cara Baru Menghasilkan Cuan dari Rantai Pasok

Di tengah pertumbuhan e-commerce dan meningkatnya kebutuhan distribusi yang cepat, logistik tak lagi hanya menjadi tulang punggung bisnis besar. Rantai pasok kini membuka peluang baru bagi individu untuk menghasilkan penghasilan tambahan melalui berbagai model side hustle berbasis logistik. Dari jasa pengemasan, pengelolaan stok, hingga pengiriman last-mile, celah cuan ini hadir seiring perubahan pola konsumsi dan digitalisasi UMKM. Berbeda dengan side hustle konvensional, bisnis logistik menawarkan nilai tambah yang nyata karena langsung terhubung dengan kebutuhan operasional pelaku usaha. Dengan modal yang relatif fleksibel dan dukungan teknologi, siapa pun, termasuk karyawan, pekerja WFH, maupun pelaku usaha kecil dapat mengambil peran dalam ekosistem rantai pasok tanpa harus membangun infrastruktur besar. Artikel ini akan membahas bagaimana side hustle berbasis logistik berkembang, jenis peluang yang paling relevan saat ini, serta strategi memanfaatkannya secara efisien dan berkelanjutan. Di era di mana kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi kunci, logistik bukan lagi sekadar biaya, melainkan sumber peluang baru untuk menghasilkan cuan. Apa Itu Side Hustle? Side hustle adalah aktivitas kerja atau usaha tambahan yang dijalankan di luar pekerjaan utama dengan tujuan memperoleh penghasilan ekstra. Berbeda dengan pekerjaan penuh waktu, side hustle umumnya bersifat fleksibel baik dari sisi waktu, skala, maupun komitmen, sehingga bisa disesuaikan dengan rutinitas harian pelakunya. Dalam perkembangannya, pekerjaan ini tidak lagi identik dengan pekerjaan informal atau berbasis tenaga semata. Banyak side hustle modern bertumpu pada keahlian, sistem, dan pemanfaatan teknologi, seperti jasa digital, konsultasi, hingga layanan operasional bisnis. Artinya, nilai utamanya bukan hanya soal “bekerja lebih lama”, tetapi tentang memanfaatkan peluang yang belum tergarap secara optimal. Bagi banyak orang, side hustle juga berfungsi sebagai sarana eksplorasi, mulai dari menguji ide bisnis, memperluas jaringan profesional, hingga membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Ketika dikelola dengan sistem yang tepat, side hustle bahkan dapat berkembang menjadi bisnis utama, bukan sekadar penghasilan sampingan. Mengapa Logistik Cocok untuk Side Hustle? Logistik menjadi salah satu sektor yang paling relevan untuk dikembangkan sebagai side hustle karena permintaannya bersifat konsisten dan lintas industri. Setiap aktivitas jual beli, terutama di era e-commerce selalu membutuhkan proses penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman. Artinya, peluang di bidang logistik tidak bergantung pada tren sesaat, tetapi pada kebutuhan dasar rantai pasok yang terus berjalan. Selain itu, banyak aktivitas logistik yang tidak harus dimulai dalam skala besar. Beberapa peran, seperti pengelolaan stok sederhana, jasa packing, atau koordinasi pengiriman, dapat dijalankan dengan modal terbatas dan ruang yang minimal. Hal ini membuat logistik lebih mudah diakses oleh individu yang ingin memulai side hustle tanpa investasi infrastruktur besar. Faktor lain yang membuat logistik cocok untuk side hustle adalah dukungan teknologi. Berbagai tools manajemen inventori, pelacakan pengiriman, dan komunikasi dengan mitra memungkinkan proses kerja berjalan lebih efisien dan terukur. Dengan sistem yang tepat, pelaku side hustle dapat mengelola operasional logistik secara fleksibel, bahkan di sela pekerjaan utama, tanpa mengorbankan kualitas layanan. Jenis Side Hustle Berbasis Logistik Yang Realistis Side hustle berbasis logistik hadir dalam berbagai bentuk, dan banyak di antaranya realistis untuk dijalankan secara individu atau skala kecil. Salah satu yang paling umum adalah jasa packing dan fulfillment sederhana untuk UMKM atau online seller. Pelaku side hustle berperan mengemas pesanan, mengatur stok terbatas, dan memastikan barang siap dikirim tepat waktu, tanpa perlu gudang besar. Jenis lain yang cukup diminati adalah dropship berbasis stok lokal. Berbeda dengan dropship konvensional, model ini menekankan kecepatan pengiriman karena barang berada di lokasi yang lebih dekat dengan konsumen. Peran logistik di sini menjadi nilai jual utama, terutama untuk produk yang membutuhkan pengiriman cepat atau penanganan khusus. Selain itu, ada pula peluang sebagai mitra last-mile delivery atau koordinator pengiriman. Tidak selalu harus menjadi kurir, pelaku side hustle bisa berperan mengatur rute, menjadwalkan pengiriman, atau menjadi penghubung antara seller dan jasa ekspedisi. Model-model ini menunjukkan bahwa side hustle logistik tidak selalu soal tenaga fisik, tetapi juga tentang pengelolaan proses dan keandalan sistem. Peran Teknologi Dalam Side Hustle Logistik Teknologi menjadi faktor kunci yang membuat side hustle berbasis logistik semakin mudah dijalankan, bahkan oleh individu dengan sumber daya terbatas. Dengan bantuan software manajemen inventori, pelaku side hustle dapat memantau stok barang secara real-time, menghindari kehabisan atau penumpukan barang, serta menjaga akurasi data tanpa proses manual yang rumit. Selain itu, sistem pelacakan pengiriman dan integrasi dengan jasa ekspedisi membantu meningkatkan transparansi dan kepercayaan pelanggan. Status pengiriman yang jelas, notifikasi otomatis, hingga pencatatan riwayat pengiriman memungkinkan pelaku side hustle memberikan layanan yang setara dengan bisnis logistik profesional, meskipun dijalankan dalam skala kecil. Teknologi juga berperan dalam otomatisasi alur kerja, mulai dari pencatatan pesanan, penjadwalan pengiriman, hingga pelaporan operasional. Dengan proses yang lebih terstruktur dan terukur, side hustle logistik tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih mudah dikembangkan. Pada titik ini, teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama agar side hustle logistik dapat berjalan berkelanjutan dan siap untuk diskalakan. Modal Kecil vs Skill Besar: Apa yang Lebih Penting? Dalam side hustle berbasis logistik, besarnya modal bukan selalu penentu utama keberhasilan. Banyak peluang logistik justru lebih mengandalkan pemahaman alur kerja, ketelitian, dan kemampuan mengelola proses dibandingkan investasi fisik seperti gudang besar atau armada sendiri. Dengan ruang terbatas dan peralatan sederhana, seseorang sudah bisa mulai mengambil peran dalam rantai pasok. Skill seperti manajemen waktu, koordinasi, komunikasi dengan mitra, serta pemanfaatan teknologi sering kali jauh lebih krusial daripada modal awal. Kesalahan kecil dalam pencatatan stok atau jadwal pengiriman dapat berdampak besar pada kepuasan pelanggan. Karena itu, pelaku side hustle logistik yang memiliki kemampuan mengatur sistem kerja biasanya lebih cepat dipercaya dan direkomendasikan. Modal tetap penting, tetapi lebih sebagai pendukung, bukan fondasi utama. Ketika skill dan sistem sudah matang, penambahan modal justru menjadi alat untuk memperluas kapasitas dan meningkatkan efisiensi. Dengan kata lain, dalam pekerjaan ini, skill besar dengan sistem yang rapi sering kali mengalahkan modal besar tanpa pengelolaan yang jelas. Side Hustle Logistik untuk Karyawan & WFH Side hustle berbasis logistik sangat relevan bagi karyawan dan pekerja work from home (WFH) karena banyak aktivitasnya dapat dijalankan secara fleksibel dan berbasis sistem. Peran seperti pengelolaan pesanan, pencatatan stok, koordinasi dengan ekspedisi, hingga komunikasi dengan seller atau pelanggan tidak selalu menuntut kehadiran fisik penuh di lapangan. Dengan pembagian waktu yang tepat, karyawan dapat menjalankan side hustle logistik di

Side Hustle Berbasis Logistik: Cara Baru Menghasilkan Cuan dari Rantai Pasok Read More »

HR Scorecard: Mengukur Kontribusi SDM untuk Keberhasilan Bisnis

Oaktree.id – Masih banyak pemimpin bisnis yang menganggap divisi Human Resources (HR) sekadar pusat biaya operasional. Padahal, jika dikelola dengan tepat, HR bisa menjadi mitra strategis yang vital dalam mendorong profitabilitas perusahaan. Tanpa pengukuran yang jelas, sulit untuk memastikan apakah investasi pada gaji, pelatihan, dan rekrutmen benar-benar memberikan return yang positif. Di sinilah HR Scorecard hadir sebagai solusi krusial. Alat ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai aktivitas HR dengan pencapaian tujuan strategis perusahaan. Dengan HR Scorecard, perusahaan dapat melihat secara konkret bagaimana inisiatif SDM berkontribusi pada performa bisnis secara keseluruhan. Bagi Oaktree.id, yang berfokus pada solusi freight forwarding software, memahami bagaimana setiap departemen, termasuk HR, memberikan nilai tambah adalah kunci. HR Scorecard memungkinkan kita untuk mengukur efektivitas program pengembangan karyawan, kepuasan kerja, serta bagaimana pengelolaan talenta secara langsung mempengaruhi efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan – aspek-aspek yang sangat penting dalam industri logistik. Dengan adanya HR Scorecard, perusahaan tidak hanya bisa mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan sumber daya manusianya, tetapi juga dapat membuat keputusan yang lebih strategis terkait alokasi anggaran dan pengembangan program yang berdampak langsung pada kinerja bisnis. Ini adalah langkah penting menuju pengelolaan bisnis yang lebih terukur dan efektif, sejalan dengan tujuan efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi logistik modern.

HR Scorecard: Mengukur Kontribusi SDM untuk Keberhasilan Bisnis Read More »

Nomor TIN Pajak: Lebih dari Sekadar NPWP, Pahami Fungsinya dalam Administrasi Perpajakan

Oaktree.id – Dalam dunia perpajakan Indonesia, muncul pertanyaan umum: apakah Nomor TIN Pajak sama dengan NPWP? Bagi para pelaku bisnis, terutama yang bergerak di bidang ekspor-impor dan logistik, memahami identitas perpajakan ini sangat krusial. Artikel ini akan mengupas tuntas Nomor TIN Pajak, menyoroti perbedaannya dengan NPWP, serta bagaimana pengelolaannya bisa diperlancar, bahkan dengan bantuan solusi digital seperti OnlinePajak. Nomor TIN Pajak, atau Taxpayer Identification Number, merupakan identitas tunggal yang diberikan kepada setiap Wajib Pajak. Di Indonesia, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah padanan dari Nomor TIN Pajak. Fungsi utamanya adalah sebagai alat administrasi perpajakan, memastikan setiap transaksi dan kewajiban pajak tercatat dengan rapi dan akurat. Bagi bisnis logistik, di mana pergerakan barang melibatkan berbagai dokumen dan potensi kewajiban pajak lintas sektor, kejelasan Nomor TIN Pajak sangatlah vital. Perbedaan mendasar antara Nomor TIN Pajak dan NPWP pada dasarnya tidak ada, karena NPWP adalah bentuk Nomor TIN Pajak yang berlaku di Indonesia. Keduanya merujuk pada nomor identifikasi yang sama yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Memiliki NPWP yang valid adalah langkah awal yang tak terhindarkan untuk menjalankan kegiatan bisnis secara legal, termasuk dalam lingkup operasional kepabeanan dan logistik yang kita jalani di Oaktree. Mendapatkan Nomor TIN Pajak atau NPWP kini semakin mudah. Prosesnya dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi DJP. Bagi pelaku usaha, kepemilikan NPWP tidak hanya soal kepatuhan, tetapi juga kemudahan dalam berbagai urusan bisnis, mulai dari pembukaan rekening bank perusahaan, pengajuan kredit, hingga pengurusan izin usaha. Mengelola kewajiban pajak, terutama bagi bisnis yang kompleks seperti di sektor logistik dan freight forwarding, bisa menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah solusi digital seperti OnlinePajak hadir untuk membantu. Dengan fitur-fitur yang terintegrasi, OnlinePajak dapat menyederhanakan proses pelaporan SPT, pembayaran pajak, dan pengelolaan dokumen perpajakan lainnya. Hal ini memungkinkan para pebisnis untuk lebih fokus pada operasional inti, seperti memastikan kelancaran pengiriman barang melalui platform Oaktree, tanpa perlu khawatir berlebihan soal administrasi pajak. Jadi, jika pertanyaan ‘Nomor TIN Pajak Adalah NPWP?’ muncul di benak, jawabannya adalah ya, di Indonesia keduanya merujuk pada identitas perpajakan yang sama. Memahami dan mengelola Nomor TIN Pajak (NPWP) dengan baik adalah kunci untuk kelancaran operasional bisnis dan kepatuhan pajak yang optimal. The post Nomor TIN Pajak Adalah NPWP? Ini Penjelasan Lengkapnya appeared first on OnlinePajak.

Nomor TIN Pajak: Lebih dari Sekadar NPWP, Pahami Fungsinya dalam Administrasi Perpajakan Read More »

Kunjungan Pajak: Memahami Prosesnya Agar Lebih Siap

Oaktree.id – Mendengar kata ‘kunjungan pajak’ mungkin membuat sebagian wajib pajak merasa was-was. Namun, ketahuilah bahwa kunjungan ini sejatinya merupakan bagian dari proses pengawasan rutin yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Kunjungan ini tidak selalu berarti adanya temuan pelanggaran, lho. Justru, dengan pemahaman yang tepat mengenai tujuan, prosedur, serta hak dan kewajiban sebagai wajib pajak, proses ini dapat dihadapi dengan lebih tenang dan terstruktur. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu kunjungan pajak dan bagaimana mengelolanya. Bagi pelaku bisnis yang berurusan dengan logistik dan kepabeanan, kepatuhan pajak adalah fondasi penting. Memahami alur kunjungan pajak akan membantu dalam menjaga administrasi perpajakan tetap tertata rapi. Ini juga sejalan dengan upaya Oaktree.id dalam menyederhanakan operasional logistik Anda, termasuk aspek kepatuhan yang terkait.

Kunjungan Pajak: Memahami Prosesnya Agar Lebih Siap Read More »

Scroll to Top