Oaktree Blog

Informasi

Influencer, Pahami Kewajiban Pajak Penghasilan dari Karya Digitalmu

Oaktree.id – Profesi influencer atau content creator kian populer dan bukan sekadar tren, melainkan sumber penghasilan yang serius. Seperti profesi lainnya, penghasilan dari endorse, konten digital, hingga platform online memiliki kewajiban pajak yang harus dipenuhi sesuai peraturan di Indonesia. Penting bagi para kreator konten untuk memahami cara menghitung, membayar, dan melaporkan pajak penghasilan agar patuh pada aturan dan terhindar dari sanksi. Bagi sebagian influencer, memahami seluk-beluk perpajakan mungkin terasa rumit. Namun, sama seperti mengelola alur barang dalam proses logistik yang membutuhkan ketelitian dan pemahaman mendalam, mengurus pajak pun demikian. Memahami dasar-dasar perpajakan, mulai dari tarif yang berlaku, cara perhitungan, hingga tenggat waktu pembayaran dan pelaporan, adalah langkah krusial. Dengan memahami dan menjalankan kewajiban pajak dengan baik, influencer tidak hanya berkontribusi pada negara, tetapi juga membangun reputasi yang baik dan kredibel di mata publik dan mitra bisnis. Oaktree.id, sebagai penyedia solusi perangkat lunak freight forwarding, memahami betapa pentingnya kepatuhan dan pengelolaan yang baik dalam setiap aspek bisnis. Mari kita pastikan pengelolaan penghasilan digital juga tertata rapi dan patuh hukum.

Influencer, Pahami Kewajiban Pajak Penghasilan dari Karya Digitalmu Read More »

Membayar Pajak: Sila Keberapakah dalam Pancasila? Simak Penjelasan dan Alasannya

Oaktree.id – Seringkali, kewajiban membayar pajak hanya dipandang sebagai urusan administratif semata. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, membayar pajak memiliki nilai ideologis yang sangat sejalan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pertanyaannya, masuk dalam sila ke berapa kah kewajiban membayar pajak dalam Pancasila? Dan apa saja alasannya? Artikel ini akan mengupas tuntas keterkaitan antara kewajiban pajak dengan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menegaskan pentingnya peran pajak dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Membayar Pajak: Sila Keberapakah dalam Pancasila? Simak Penjelasan dan Alasannya Read More »

Menelisik Pajak Global: Di Mana Posisi Indonesia Dibanding Negara Lain?

Oaktree.id – Pajak menjadi tulang punggung pendanaan bagi setiap negara untuk mewujudkan berbagai program krusial, mulai dari layanan publik esensial, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dan gerak pertumbuhan ekonomi. Namun, kewajiban perpajakan ini tentu memiliki besaran yang bervariasi di tiap penjuru dunia. Menariknya, ada beberapa negara yang menerapkan tarif pajak tergolong tinggi, terlebih jika dibandingkan dengan negara berkembang seperti Indonesia. Sebagai pelaku bisnis yang beroperasi dalam ekosistem logistik, pemahaman mengenai implikasi pajak, baik di tingkat domestik maupun internasional, adalah hal yang tak terpisahkan. Bagaimana tarif pajak suatu negara dapat memengaruhi biaya operasional, investasi, hingga daya saing dalam pengiriman barang? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk dijawab demi strategi bisnis yang lebih tangguh. Lantas, bagaimana posisi Indonesia dalam peta perpajakan global? Apakah negeri ini termasuk dalam kategori negara dengan pungutan pajak yang tinggi atau justru sebaliknya? Mari kita kupas lebih dalam dalam ulasan berikut ini.

Menelisik Pajak Global: Di Mana Posisi Indonesia Dibanding Negara Lain? Read More »

Menguasai Jurnal Penjualan Aset Tetap dan Perhitungan Laba Rugi: Panduan Lengkap untuk Bisnis

Oaktree.id – Penjualan atau pelepasan aset tetap dalam sebuah bisnis seringkali menjadi sumber kesalahan dalam pencatatan jurnal. Dampaknya? Akurasi laporan laba rugi terganggu, bahkan potensi risiko pajak pun bisa muncul. Seringkali, kebingungan muncul dalam menentukan nilai buku yang tepat saat transaksi ini terjadi. Proses manual, terutama dalam menghitung penyusutan dan menentukan keuntungan atau kerugian (gain/loss), rentan terhadap kesalahan yang sulit dilacak. Kesalahan kecil dalam perhitungan ini bisa berimplikasi besar pada kesehatan finansial perusahaan. Penting untuk memiliki pemahaman yang solid mengenai bagaimana mencatat transaksi ini dengan benar. Artikel ini akan memandu para pebisnis dan profesional akuntansi dalam memahami seluk-beluk jurnal penjualan aset tetap dan cara menghitung laba ruginya secara akurat. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat meminimalisir kesalahan, menjaga integritas laporan keuangan, dan menghindari potensi masalah perpajakan di kemudian hari. Kemampuan ini, sama halnya dengan efisiensi dalam manajemen logistik yang ditawarkan oleh software freight forwarding Oaktree.id, merupakan kunci keberhasilan operasional bisnis.

Menguasai Jurnal Penjualan Aset Tetap dan Perhitungan Laba Rugi: Panduan Lengkap untuk Bisnis Read More »

Pengakuan Biaya Akuntansi: Panduan dan Metode Pencatatannya untuk Bisnis yang Lebih Sehat

Oaktree.id – Pernah merasa profitabilitas perusahaan terlihat tinggi di atas kertas, namun saldo kas di bank justru menipis? Situasi ini sering terjadi ketika laporan laba rugi tampak sehat, tetapi arus kas tidak bergerak sejalan. Banyak pemilik bisnis keliru menafsirkan kesehatan finansial mereka karena ketidaktepatan dalam mencatat waktu pengeluaran. Akibatnya, biaya yang seharusnya sudah diakui justru terabaikan, menciptakan gambaran keuangan yang menyesatkan. Dalam dunia bisnis, terutama yang berkaitan dengan operasional dan logistik, pemahaman mendalam tentang pengakuan biaya akuntansi adalah kunci. Ini bukan sekadar soal pencatatan, melainkan tentang memastikan laporan keuangan mencerminkan realitas operasional yang sebenarnya. Di Oaktree.id, kami memahami betapa krusialnya akurasi dalam setiap aspek pengelolaan bisnis, termasuk keuangan. Pengakuan biaya yang tepat waktu memastikan bahwa setiap pengeluaran yang telah terjadi, baik itu terkait operasional pengiriman, biaya gudang, atau biaya lain yang relevan dengan pergerakan barang, dicatat pada periode akuntansi yang sesuai. Hal ini krusial untuk: Menilai Profitabilitas yang Akurat: Dengan mengakui biaya pada periode yang benar, laporan laba rugi akan lebih mencerminkan kinerja riil perusahaan. Manajemen Arus Kas yang Efektif: Pemahaman yang jelas tentang kapan biaya terjadi membantu dalam perencanaan arus kas, mencegah kejutan pengeluaran yang mendadak. Pengambilan Keputusan yang Tepat: Laporan keuangan yang akurat menjadi dasar kuat untuk membuat keputusan strategis terkait investasi, ekspansi, atau efisiensi operasional. Kepatuhan Pajak dan Peraturan: Pencatatan yang sesuai standar akuntansi membantu memenuhi kewajiban pajak dan peraturan lainnya. Mencatat biaya bukanlah sekadar memasukkan angka. Metode pencatatannya pun beragam, tergantung pada sifat biaya itu sendiri. Ada biaya yang langsung diakui saat terjadi (prinsip akrual), ada pula yang pengakuannya ditunda hingga manfaatnya dirasakan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal. Bagi bisnis logistik, akurasi dalam pencatatan biaya seperti biaya pengiriman, biaya bea cukai, biaya penyimpanan, dan biaya operasional lainnya menjadi sangat vital. Kesalahan dalam pencatatan dapat berdampak langsung pada perhitungan margin keuntungan per pengiriman atau per kontrak layanan. Ini juga yang mendorong kami di Oaktree.id untuk terus mengembangkan solusi yang terintegrasi, termasuk fitur-fitur yang mendukung pencatatan biaya secara otomatis dan akurat, menyelaraskan operasional logistik dengan pencatatan keuangan. Tujuannya sederhana: memberikan visibilitas penuh terhadap kesehatan finansial bisnis Anda.

Pengakuan Biaya Akuntansi: Panduan dan Metode Pencatatannya untuk Bisnis yang Lebih Sehat Read More »

PMK 81 Tahun 2024: Perubahan Penting dalam Pelaporan SPT Masa PPN dan Dampaknya bagi Bisnis

Oaktree.id – Perkembangan teknologi terus merambah berbagai sektor, termasuk administrasi perpajakan di Indonesia. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 81 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam transformasi ini, menandai implementasi Coretax System yang kian matang. Regulasi ini bukan sekadar memperbarui cara pelaporan pajak secara elektronik, melainkan juga membawa sejumlah perubahan signifikan yang perlu dipahami oleh setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP), pemungut PPN, serta para pelaku usaha yang beroperasi dalam ekosistem digital. Bagi pelaku bisnis yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor dan logistik, pemahaman mendalam mengenai PMK 81 Tahun 2024 ini sangat krusial. Perubahan dalam pelaporan SPT Masa PPN dapat memengaruhi proses administrasi dan kepatuhan pajak perusahaan. Memastikan sistem pelaporan pajak berjalan selaras dengan aturan terbaru akan membantu kelancaran operasional, termasuk dalam aspek pemrosesan dokumen kepabeanan dan perizinan yang sering kali terkait erat dengan pelaporan PPN. Oaktree, sebagai penyedia solusi perangkat lunak freight forwarding, terus berupaya memberikan informasi terkini yang relevan bagi para mitranya. Kami menyadari bahwa perubahan regulasi perpajakan dapat membawa implikasi langsung pada operasional harian bisnis logistik. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan sistem pelaporan mereka agar tetap patuh dan efisien.

PMK 81 Tahun 2024: Perubahan Penting dalam Pelaporan SPT Masa PPN dan Dampaknya bagi Bisnis Read More »

Jadwal Kedatangan Kapal di TPS Surabaya: Update Penting untuk Logistik Bisnis Anda

Oaktree.id – Memantau pergerakan kapal di pelabuhan adalah kunci efisiensi dalam rantai pasok. Bagi pelaku bisnis yang beroperasi di Surabaya, informasi terkini mengenai jadwal kedatangan kapal di Terminal Peti Kemas (TPS) Surabaya sangatlah krusial. Dengan perencanaan yang matang, proses logistik bisnis dapat berjalan lebih lancar dan meminimalkan potensi hambatan. Berikut adalah jadwal kedatangan kapal di TPS Surabaya untuk awal Januari 2026: MARSA PRIDE dengan nomor pelayaran 550S dijadwalkan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 15:55 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 11:00. SINAR SULAWESI dengan nomor pelayaran 064S diperkirakan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 12:35 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 20:00. LUMOSO GEMBIRA dengan nomor pelayaran 456 diperkirakan tiba pada 4 Januari 2026 pukul 09:37 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 12:00. XIN YAN TAI dengan nomor pelayaran 265S dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 pukul 23:55 dan berangkat pada 5 Januari 2026 pukul 12:00. Memiliki akses cepat dan akurat terhadap informasi seperti ini akan sangat membantu dalam mengelola jadwal pengiriman, mengoptimalkan waktu muat dan bongkar, serta memastikan ketersediaan barang. Di Oaktree.id, kami memahami betapa pentingnya visibilitas dalam setiap tahap logistik. Oleh karena itu, platform kami dirancang untuk memberikan kemudahan dalam memantau pergerakan kargo dan mengintegrasikan informasi pelayaran ke dalam sistem pengelolaan logistik bisnis. Tetap update dengan informasi pelayaran terbaru adalah salah satu langkah strategis untuk menjaga kelancaran operasional bisnis. Gunakan data ini untuk perencanaan yang lebih baik dan efisien bersama Oaktree.id!

Jadwal Kedatangan Kapal di TPS Surabaya: Update Penting untuk Logistik Bisnis Anda Read More »

Pajak Bunga Deposito: Memahami Tarif, Perhitungan, dan Pelaporannya

Oaktree.id – Memiliki tabungan dalam bentuk deposito memang menjanjikan imbal hasil bunga yang menarik. Namun, ada kalanya keuntungan tersebut perlu dipotong pajak, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Final atas bunga deposito. Sebagai wajib pajak, memahami aturan ini sangat penting agar kepatuhan perpajakan terjaga dan terhindar dari potensi sanksi. PPh Final atas bunga deposito merupakan pungutan yang dikenakan langsung pada bunga yang diterima. Tarifnya sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga perhitungan dan pelaporannya menjadi lebih sederhana dibandingkan pajak penghasilan lainnya. Fokus pada pemahaman tarif, cara menghitungnya, dan bagaimana cara melaporkannya akan membantu para wajib pajak untuk selalu patuh. Oaktree.id, sebagai penyedia solusi logistik yang efisien, memahami betapa pentingnya setiap aspek dalam pengelolaan keuangan bisnis, termasuk urusan perpajakan. Mari kita kupas tuntas seputar pajak bunga deposito ini agar lebih jelas.

Pajak Bunga Deposito: Memahami Tarif, Perhitungan, dan Pelaporannya Read More »

Pajak Kripto di Indonesia: Memahami Aturan, Tarif, dan Pelaporan untuk Investor Digital

Oaktree.id – Dunia aset digital terus berkembang pesat, dan kini, pemerintah Indonesia telah resmi mengatur perpajakan untuk kripto. Bagi para investor dan trader aset digital, memahami aturan, tarif, dan cara pelaporannya menjadi langkah krusial untuk memastikan kepatuhan dan menghindari potensi sanksi pajak. Artikel ini akan membahas tuntas seluk-beluk pajak kripto di Indonesia. Seiring dengan makin maraknya perdagangan aset kripto, pemerintah melihat pentingnya menciptakan kerangka regulasi yang jelas. Ini mencakup penentuan objek pajak, besaran tarif, hingga mekanisme pelaporannya. Memahami kewajiban pajak ini tidak hanya soal kepatuhan, tetapi juga berkontribusi pada ekosistem aset digital yang lebih sehat dan terintegrasi dengan sistem keuangan negara. Dalam dunia logistik, ketepatan dan kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci. Hal yang sama berlaku dalam investasi aset digital. Dengan adanya aturan pajak kripto yang jelas, para pelaku pasar dapat berinvestasi dan bertransaksi dengan lebih tenang dan terorganisir. Penting untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi terkini agar operasional investasi tetap berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pajak Kripto di Indonesia: Memahami Aturan, Tarif, dan Pelaporan untuk Investor Digital Read More »

work from home

Apakah Work From Home Bisa Diterapkan di Industri Logistik?

Industri logistik selama ini identik dengan aktivitas fisik: gudang yang beroperasi 24 jam, armada distribusi yang terus bergerak, serta koordinasi lapangan yang menuntut kehadiran langsung. Karena karakter inilah, konsep work from home (WFH) sering dianggap tidak relevan, bahkan mustahil diterapkan di sektor logistik. Logistik dipersepsikan sebagai industri yang harus selalu “hadir secara fisik” agar roda operasional tetap berjalan. Namun, perubahan cara kerja global dalam beberapa tahun terakhir mulai menantang anggapan tersebut. Digitalisasi proses, penggunaan sistem manajemen logistik berbasis cloud, hingga pemanfaatan data real-time membuat banyak fungsi logistik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran di lokasi. Perencanaan rute, pengelolaan inventori, layanan pelanggan, hingga analisis kinerja kini dapat dilakukan dari mana saja selama sistem dan datanya terintegrasi dengan baik. Artikel ini akan membahas apakah work from home benar-benar bisa diterapkan di industri logistik, peran apa saja yang memungkinkan untuk bekerja jarak jauh, tantangan yang harus dihadapi, serta bagaimana model kerja yang lebih fleksibel dapat diterapkan tanpa mengorbankan efisiensi, kontrol, dan keandalan operasional. Apa Itu Work From Home? Work From Home (WFH) adalah model kerja di mana karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dari luar kantor, umumnya dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai penghubung utama antara individu, tim, dan sistem kerja perusahaan. Dalam skema ini, kehadiran fisik di kantor tidak lagi menjadi tolok ukur utama, melainkan hasil kerja, produktivitas, dan pencapaian target yang telah ditetapkan. Konsep WFH berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi, komputasi awan (cloud computing), dan sistem kerja berbasis data. Akses ke aplikasi perusahaan, dokumen, hingga dashboard operasional dapat dilakukan secara daring dan real-time, memungkinkan kolaborasi tetap berjalan meski anggota tim berada di lokasi berbeda. Hal ini mendorong perubahan pola kerja dari yang berorientasi jam kerja menjadi berbasis output dan kinerja. Dalam praktiknya, WFH bukan sekadar memindahkan lokasi kerja, tetapi juga menuntut sistem, proses, dan budaya kerja yang lebih terstruktur. Perusahaan perlu menetapkan alur kerja yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta mekanisme komunikasi dan pengawasan yang efektif. Tanpa dukungan sistem yang memadai, WFH berisiko menimbulkan masalah koordinasi, penurunan produktivitas, dan kurangnya visibilitas kerja. Karakteristik Industri Logistik yang Dianggap Tidak Cocok untuk Work From Home Industri logistik sejak lama dipersepsikan sebagai sektor yang sulit, bahkan hampir tidak mungkin, menerapkan work from home. Hal ini disebabkan oleh karakter utama logistik yang sangat bergantung pada aktivitas fisik dan operasional lapangan. Proses seperti penerimaan barang, penyimpanan di gudang, picking & packing, hingga distribusi ke pelanggan menuntut kehadiran langsung tenaga kerja dan pengawasan di lokasi. Selain itu, logistik juga identik dengan kebutuhan koordinasi real-time antara banyak pihak: operator gudang, sopir, vendor transportasi, hingga pelanggan. Keterlambatan kecil saja dapat berdampak pada rantai pasok secara keseluruhan. Karena itu, kehadiran fisik sering dianggap sebagai cara paling aman untuk menjaga kontrol, kecepatan respons, dan keandalan operasional. Faktor lain yang memperkuat anggapan ini adalah budaya kerja logistik yang masih berorientasi pada jam kerja dan kehadiran. Banyak perusahaan menilai produktivitas dari seberapa lama karyawan berada di lokasi kerja, bukan dari output atau kualitas keputusan yang dihasilkan. Akibatnya, konsep WFH sering dipandang bertentangan dengan kebutuhan disiplin operasional, pengawasan ketat, dan kepastian proses yang menjadi tulang punggung industri logistik. Peran Digitalisasi dan Sistem Logistik Terintegrasi Digitalisasi menjadi faktor kunci yang membuka peluang penerapan work from home di industri logistik. Melalui sistem logistik terintegrasi, perusahaan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik untuk memantau dan mengendalikan operasional. Data pergerakan barang, status pengiriman, stok inventori, hingga kinerja armada dapat diakses secara real-time melalui satu platform terpusat. Penerapan teknologi seperti Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan Enterprise Resource Planning (ERP) memungkinkan proses perencanaan, monitoring, dan pelaporan dilakukan dari mana saja. Tim perencanaan rute, pengendalian inventori, layanan pelanggan, hingga manajemen dapat bekerja jarak jauh dengan tetap memiliki visibilitas penuh terhadap kondisi lapangan. Keputusan tidak lagi diambil berdasarkan laporan manual, melainkan data aktual yang terus diperbarui. Dengan sistem yang saling terhubung, peran digitalisasi bukan hanya memindahkan pekerjaan ke layar, tetapi juga menciptakan kontrol yang lebih terukur. Standar operasional, workflow, dan indikator kinerja dapat ditanamkan langsung ke dalam sistem, sehingga kinerja tim tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor. Inilah yang membuat WFH menjadi lebih realistis di logistik, bukan sebagai pengganti operasional lapangan, tetapi sebagai penguat fungsi perencanaan, analisis, dan pengambilan keputusan. WFH Untuk Perencanaan & Pengambilan Keputusan Logistik Tidak semua peran dalam industri logistik bergantung pada aktivitas fisik. Fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan justru menjadi area yang paling relevan untuk diterapkan work from home. Aktivitas seperti demand planning, perencanaan rute distribusi, pengendalian kapasitas armada, analisis biaya logistik, hingga evaluasi kinerja operasional lebih banyak berbasis data daripada kehadiran di lapangan. Dengan dukungan sistem digital dan data real-time, tim perencanaan dapat bekerja dari jarak jauh tanpa kehilangan visibilitas terhadap kondisi operasional. Dashboard kinerja, laporan pengiriman, tingkat utilisasi gudang, hingga exception handling dapat diakses secara daring, memungkinkan pengambilan keputusan tetap cepat dan akurat. Dalam banyak kasus, bekerja dari rumah justru meningkatkan fokus dan kualitas analisis karena minim gangguan operasional harian. WFH pada fungsi ini juga mendorong pergeseran pola kerja dari reaktif menjadi lebih strategis. Alih-alih terus terlibat dalam masalah teknis lapangan, tim perencanaan dapat fokus pada optimasi proses, peningkatan efisiensi, dan mitigasi risiko jangka panjang. Selama indikator kinerja, alur eskalasi, dan komunikasi lintas tim terdefinisi dengan jelas, WFH tidak hanya memungkinkan, tetapi dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja logistik secara keseluruhan. Dampak Work From Home Kepada Efisiensi, Biaya, dan Produktivitas Perusahaan Logistik Penerapan work from home (WFH) dalam industri logistik tidak bisa dinilai secara hitam-putih. Dampaknya sangat bergantung pada fungsi kerja yang dijalankan, kesiapan sistem, serta cara perusahaan mengelola kinerja dan koordinasi tim. Jika diterapkan pada peran yang tepat dan didukung oleh sistem yang matang, WFH justru dapat menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan logistik. 1. Efisiensi Operasional yang Lebih Terarah WFH mendorong perusahaan untuk menyederhanakan alur kerja dan mengandalkan sistem digital sebagai pusat kontrol. Proses perencanaan, monitoring, dan pelaporan menjadi lebih terstruktur karena harus terdokumentasi dengan jelas di dalam sistem. Hal ini mengurangi ketergantungan pada komunikasi informal dan keputusan ad-hoc, sehingga operasional berjalan lebih rapi dan terukur. 2. Penghematan Biaya Jangka Menengah dan Panjang Dengan berkurangnya kebutuhan ruang kantor, fasilitas pendukung, dan biaya

Apakah Work From Home Bisa Diterapkan di Industri Logistik? Read More »

Scroll to Top