Oaktree Blog

Cara Menentukan Partner Freight Forwarder untuk Kerja Sama Jangka Panjang

Daftar Isi

Bagikan:

Cara Menentukan Partner Freight Forwarder untuk Kerja Sama Jangka Panjang

Bagi bisnis yang rutin melakukan ekspor, impor, atau distribusi, freight forwarder tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengiriman. Dalam jangka panjang, partner ini juga ikut memengaruhi kelancaran operasional, ketepatan waktu, biaya logistik, dan kepuasan pelanggan.

Karena itu, perusahaan perlu memilih freight forwarder yang tidak hanya mampu menangani kebutuhan saat ini, tetapi juga siap mendukung perkembangan bisnis di masa depan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan partner freight forwarder untuk kerja sama jangka panjang.

1. Pilih Partner yang Memahami Kebutuhan Bisnis

Partner freight forwarder yang baik perlu memahami karakteristik bisnis Anda. Pemahaman tersebut mencakup jenis barang, volume pengiriman, rute utama, frekuensi pengiriman, target waktu, hingga kebutuhan penanganan khusus.

Semakin baik pemahaman partner terhadap kebutuhan bisnis, semakin mudah pula proses koordinasi dilakukan. Perusahaan juga tidak perlu terus-menerus menjelaskan prosedur yang sama setiap kali pengiriman berlangsung.

Dalam jangka panjang, pemahaman ini membantu freight forwarder memberikan solusi yang lebih sesuai ketika terjadi perubahan rute, peningkatan volume, atau kendala operasional.

2. Nilai Konsistensi Layanannya

Kerja sama jangka panjang tidak cukup dinilai dari satu kali pengiriman. Perusahaan perlu melihat apakah freight forwarder mampu menjaga kualitas layanan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • ketepatan waktu pengiriman;
  • akurasi dokumen;
  • kecepatan memberikan informasi;
  • kemampuan menangani kendala;
  • serta kualitas komunikasi dengan pelanggan.

Freight forwarder yang konsisten dapat membantu perusahaan menjaga kestabilan operasional. Sebaliknya, layanan yang sering berubah-ubah dapat menimbulkan keterlambatan, biaya tambahan, dan ketidakpastian bagi pelanggan.

3. Pastikan Mampu Mengikuti Pertumbuhan Bisnis

Volume barang dapat meningkat, rute dapat bertambah, dan proses logistik menjadi semakin kompleks. Karena itu, freight forwarder perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti pertumbuhan tersebut.

Periksa apakah calon partner memiliki jaringan, sumber daya, pilihan moda transportasi, dan cakupan layanan yang memadai. Partner yang fleksibel akan lebih mudah menyesuaikan layanan ketika bisnis membutuhkan tambahan armada, rute baru, warehousing, customs clearance, atau pengiriman dengan skala lebih besar.

Dengan begitu, perusahaan tidak perlu sering mengganti partner hanya karena kebutuhan operasional berkembang.

4. Evaluasi Transparansi Biaya dan Informasi

Transparansi menjadi dasar penting dalam hubungan kerja sama jangka panjang. Freight forwarder perlu memberikan informasi yang jelas mengenai tarif, biaya tambahan, perubahan harga, status shipment, dan kendala yang terjadi selama pengiriman.

Keterbukaan informasi membantu perusahaan menyusun anggaran dan mengambil keputusan dengan lebih akurat. Pastikan quotation, invoice, dan rincian biaya dapat dipahami dengan mudah. Selain itu, perubahan biaya sebaiknya disampaikan sejak awal, bukan setelah pengiriman selesai.

Transparansi juga berlaku pada status pengiriman. Partner yang baik seharusnya memberikan pembaruan secara konsisten, terutama ketika terjadi perubahan jadwal atau masalah di lapangan.

Baca juga  Manfaat Perdagangan Antar Negara : Penjelasan Lengkapnya

5. Pilih Freight Forwarder yang Telah Terintegrasi Digital

Kerja sama jangka panjang menghasilkan semakin banyak data pengiriman, dokumen, biaya, invoice, dan laporan.

Apabila seluruh informasi tersebut masih dikelola secara manual atau tersebar di banyak file, risiko kesalahan input dan keterlambatan informasi dapat semakin besar. Karena itu, perusahaan sebaiknya memilih freight forwarder yang telah terintegrasi dengan sistem digital seperti Oaktree.

Oaktree merupakan software yang dikhususkan untuk perusahaan freight forwarder. Sistem ini membantu pengelolaan job order, quotation, dokumen, biaya, invoice, dan laporan dalam satu platform. Dengan dukungan sistem digital, freight forwarder dapat memberikan layanan yang lebih terstruktur, konsisten, dan transparan.

6. Lakukan Evaluasi Kerja Sama Secara Berkala

Selain itu, Anda dapat melakukan evaluasi secara rutin. Hal bertujuan apakah kerja sama ini dapat dilakukan kembali atau mungkin diputus dan berganti dengan perusahaan freight forwarder lainnya. 

Perusahaan dapat menilai kerja sama berdasarkan beberapa indikator, seperti:

  • ketepatan waktu pengiriman;
  • kecepatan respons;
  • akurasi dokumen;
  • selisih antara estimasi dan biaya aktual;
  • jumlah kendala pengiriman;
  • serta kecepatan penyelesaian masalah.

Evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, kuartal, atau sesuai kebutuhan perusahaan. Hasil evaluasi membantu kedua pihak mengetahui area yang perlu diperbaiki dan menyesuaikan layanan dengan perkembangan bisnis.

Baca juga  Contoh Surat dan Nota Retur Barang Dalam Pengiriman

Kesimpulan

Partner freight forwarder jangka panjang tidak hanya dipilih berdasarkan kemampuan mengirim barang. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan pemahaman terhadap bisnis, konsistensi layanan, kemampuan mengikuti pertumbuhan, transparansi biaya, dan kesiapan digital.

Dengan memilih freight forwarder yang telah terintegrasi dengan sistem digital seperti Oaktree, perusahaan dapat memperoleh layanan yang lebih terstruktur dan mudah dipantau. Kerja sama yang tepat dapat membantu operasional logistik menjadi lebih stabil, efisien, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top