Oaktree Blog

Apa Itu Stocker Gudang? Pengertian, Tugas, Gaji, dan Perbedaannya dengan Warehouse Operator

Daftar Isi

Bagikan:

Apa Itu Stocker Gudang

Di balik gudang yang tertata rapi, ada peran penting yang memastikan setiap barang berada di lokasi yang tepat dan mudah ditemukan saat dibutuhkan. Posisi tersebut dikenal sebagai stocker.

Profesi ini banyak dijumpai di gudang logistik, pusat distribusi, supermarket, retail, hingga perusahaan e-commerce. Meski sering dianggap sama dengan warehouse operator atau picker, stocker memiliki tanggung jawab yang berbeda.

Lantas, apa itu stocker gudang, apa saja tugasnya, dan berapa kisaran gajinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

✦ Key Takeaways
  • Stocker bertanggung jawab menjaga kerapian, ketersediaan, dan penempatan barang agar proses operasional gudang berjalan lancar.
  • Perannya berbeda dengan warehouse operator, picker, maupun packer, meski sama-sama bekerja di lingkungan pergudangan.
  • Ketelitian dalam mengelola stok membantu mempercepat proses pengambilan barang sekaligus mengurangi risiko kesalahan inventaris.
  • Profesi ini banyak dibutuhkan di perusahaan logistik, retail, manufaktur, dan e-commerce, serta memiliki peluang berkembang ke jenjang karier yang lebih tinggi.

Apa Itu Stocker Gudang?

Stocker gudang adalah karyawan yang bertugas menata, menyusun, dan memastikan ketersediaan barang di area penyimpanan agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Fokus utama pekerjaan ini adalah menjaga keteraturan stok sehingga proses operasional berjalan lebih cepat dan efisien. Selain menyusun barang di rak, stocker juga membantu memastikan jumlah persediaan sesuai dengan data yang tercatat di sistem.

Posisi ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan logistik, manufaktur, retail, hingga pusat distribusi yang menangani ribuan produk setiap hari.

Secara umum, pekerjaan stocker berkaitan dengan pengelolaan barang setelah diterima di gudang. Mereka memastikan setiap produk ditempatkan pada lokasi yang benar sehingga mudah diambil ketika ada permintaan dari bagian penjualan maupun distribusi.

Dalam operasional sehari-hari, seorang stocker biasanya bekerja sama dengan tim penerimaan barang (receiving), picker, packer, dan supervisor gudang.

Karena berhubungan langsung dengan inventaris, pekerjaan ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.

Tugas Stocker Gudang

Tanggung jawab seorang stocker dapat berbeda di setiap perusahaan. Namun, secara umum pekerjaannya meliputi:

  • menerima barang dari area penerimaan;
  • menyusun produk sesuai kategori atau lokasi penyimpanan;
  • mengisi kembali stok pada rak (restocking);
  • memastikan barang tersusun rapi dan mudah diakses;
  • memeriksa kondisi fisik produk;
  • membantu proses stock opname;
  • melaporkan apabila ditemukan barang rusak atau jumlah stok yang tidak sesuai;
  • menjaga kebersihan dan kerapian area penyimpanan.
Baca juga  Penurunan Tarif Angkutan Berdampak pada Pendapatan Pelayaran Taiwan: Pelajaran untuk Bisnis Logistik

Pada gudang modern, pekerjaan ini juga sering melibatkan penggunaan barcode scanner atau sistem inventaris digital agar pencatatan stok menjadi lebih akurat.

Skill yang Dibutuhkan Seorang Stocker

Meski termasuk posisi entry-level, pekerjaan ini tetap membutuhkan beberapa kemampuan dasar agar operasional gudang berjalan lancar.

Beberapa keterampilan yang dibutuhkan antara lain:

  • teliti dalam mengelola stok;
  • mampu bekerja secara sistematis;
  • memiliki kondisi fisik yang baik;
  • disiplin mengikuti prosedur kerja;
  • mampu bekerja sama dalam tim;
  • memahami penggunaan barcode scanner menjadi nilai tambah;
  • mampu beradaptasi dengan sistem inventaris digital.

Semakin baik kemampuan tersebut, semakin besar peluang untuk berkembang ke posisi yang lebih tinggi.

Peluang Karier

Stocker sering menjadi langkah awal bagi seseorang yang ingin berkarier di bidang logistik dan supply chain.

Dengan pengalaman serta peningkatan kompetensi, jenjang karier dapat berkembang menjadi:

  • Stocker
  • Warehouse Operator
  • Warehouse Staff
  • Warehouse Officer
  • Warehouse Supervisor
  • Warehouse Manager

Perusahaan juga biasanya memberikan kesempatan mengikuti pelatihan terkait manajemen inventaris, keselamatan kerja, hingga penggunaan sistem warehouse management untuk meningkatkan kompetensi karyawan.

Perbedaan Stocker dengan Warehouse Operator

Banyak orang menganggap kedua posisi ini sama, padahal ruang lingkup pekerjaannya berbeda.

Stocker Warehouse Operator
Fokus pada penataan dan ketersediaan barang di area penyimpanan.
Mengelola berbagai aktivitas operasional gudang secara menyeluruh.
Bertugas menyusun dan mengisi ulang stok.
Menangani receiving, penyimpanan, picking, packing, hingga shipping.
Lebih banyak bekerja di area rak penyimpanan.
Bekerja di berbagai area operasional gudang sesuai kebutuhan.
Fokus menjaga kerapian dan akurasi lokasi barang.
Fokus memastikan seluruh proses keluar-masuk barang berjalan lancar.

Sederhananya, stocker berperan menjaga agar barang selalu tersusun rapi dan siap diambil, sedangkan warehouse operator memiliki tanggung jawab operasional yang lebih luas.

Baca juga  Admin Logistik Adalah : Pengertian dan Tugas Tanggung Jawabnya

Stocker Bekerja di Perusahaan Apa Saja?

Profesi ini dapat ditemukan di berbagai jenis industri yang memiliki gudang atau pusat distribusi.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • perusahaan logistik;
  • supermarket dan minimarket;
  • pusat distribusi retail;
  • perusahaan manufaktur;
  • e-commerce;
  • distributor barang konsumsi;
  • toko grosir.

Semakin besar jumlah produk yang dikelola, semakin besar pula kebutuhan perusahaan terhadap tenaga stocker.

Contoh Pekerjaan Stocker di Sociolla

Salah satu contoh penerapan posisi ini dapat ditemukan pada perusahaan retail kecantikan seperti Sociolla.

Di pusat distribusi maupun gudangnya, stocker bertugas menyusun produk berdasarkan kategori, merek, atau kode penyimpanan agar mudah ditemukan ketika ada pesanan dari pelanggan.

Selain itu, mereka juga membantu mengisi kembali stok pada rak penyimpanan dan memastikan produk yang tersedia sesuai dengan data inventaris. Dengan pengelolaan yang baik, proses pemenuhan pesanan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kesalahan pengambilan barang menjadi lebih kecil.

Berapa Gaji Stocker?

Dalam menyusun artikel ini Oaktree mencoba sedikit riset tentang rentang gaji stocker di situs pencari kerja.

Nominalnya memang bermacam-macam, ada yang kurang dari 1 juta rupiah bahkan. Kebanyakan berkisar di bawah UMR dan paling tinggi hanya sedikit di atas UMR, mungkin sekitar 15% di atas UMR.

Namun, untuk klasifikasinya sendiri tidak terlalu rumit. Lulusan SMK/SMA/Sederajat bisa menjadi stocker asalkan punya skil yang dibutuhkan.

Jika Anda beruntung akan mendapat perusahaan green flag yang memberi tunjangan dan fasilitas selain gaji pokok, misalnya seperti:

  • uang makan;
  • uang transportasi;
  • tunjangan shift;
  • lembur;
  • BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan;
  • bonus berdasarkan kinerja.

Perusahaan retail dan logistik berskala besar umumnya memiliki paket kompensasi yang lebih kompetitif dibandingkan perusahaan dengan skala operasional yang lebih kecil.

Macam-macam Posisi Kerja di Bagian Gudang

Macam Macam Posisi Kerja Di Bagian Gudang 2
Profesi yang mirip sekaligus dianggap sama dalam dunia pergudangan

Selain stocker, operasional gudang juga melibatkan beberapa posisi lain yang memiliki tanggung jawab berbeda. Memahami peran masing-masing akan membantu Anda mengetahui bagaimana alur kerja di gudang berjalan dari proses penerimaan barang hingga pengiriman kepada pelanggan.

Baca juga  Lion Parcel Perkuat Jaringan Logistik: Hub Baru Percepat Distribusi dari Medan ke Seluruh Indonesia
Posisi
Tugas Utama
Stocker
Menyusun, merapikan, dan mengisi kembali stok barang di area penyimpanan agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Stocker Sociola
Stocker di Sociolla adalah karyawan yang bertugas mengelola ketersediaan dan penataan produk kecantikan di Sociolla Store (nama brand retail kecantikan).
Warehouse Operator
Menangani aktivitas operasional gudang, seperti menerima barang, menyimpan, melakukan picking, packing, hingga membantu proses pengiriman.
Warehouse Staff
Mengelola aktivitas operasional sekaligus administrasi inventaris, termasuk pencatatan stok dan koordinasi dengan divisi lain.
Warehouse Helper
Membantu pekerjaan operasional, seperti memindahkan barang, menyiapkan kemasan, melakukan loading dan unloading, serta menjaga kebersihan area gudang.
Warehouse Admin
Bertanggung jawab menginput data barang, membuat laporan stok, mengelola dokumen pengiriman, serta memastikan data inventaris selalu akurat.
Picker
Mengambil barang dari rak penyimpanan sesuai pesanan pelanggan atau permintaan distribusi.
Packer
Memeriksa kondisi barang, mengemas produk, menempelkan label pengiriman, lalu menyiapkannya untuk dikirim.
Quality Control (QC)
Memastikan kondisi dan kualitas barang sesuai standar sebelum disimpan atau didistribusikan.
Forklift Operator
Mengoperasikan forklift untuk memindahkan barang berukuran besar atau bertonase tinggi secara aman dan efisien.
Warehouse Supervisor
Mengawasi seluruh kegiatan operasional gudang, mengatur pembagian tugas, serta memastikan target dan standar operasional tercapai.

Meski sering dianggap sebagai pekerjaan yang “tidak perlu mikir-mikir amat”, perannya sangat penting dalam mendukung kelancaran operasional gudang dan memastikan proses distribusi berjalan tanpa hambatan.

Selain menyusun barang, seorang stocker juga membantu mengelola inventaris, melakukan restocking, serta menjaga akurasi stok.

Seiring berkembangnya industri logistik, retail, dan e-commerce, kebutuhan terhadap profesi ini terus meningkat dan menawarkan peluang karier yang cukup menjanjikan bagi mereka yang ingin berkembang di bidang pergudangan dan supply chain.

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top