Oaktree Blog

Pabean

Apakah Jasa Trucking di Indonesia Wajib Membayar Pajak? 

Apakah Jasa Trucking di Indonesia Wajib Membayar Pajak? 

Di Indonesia, industri logistik sangatlah berkembang dan menjadi salah satu sektor penopang utama perekonomian. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh meningkatnya kebutuhan distribusi barang, tetapi juga oleh penetrasi e-commerce dan digitalisasi rantai pasok. Menurut Informasi yang didapatkan CNBC Indonesia, subsektor transportasi dan pergudangan nasional diproyeksikan tumbuh 12,53% pada tahun 2025, naik dari proyeksi pertumbuhan 9,52% di tahun 2024. Di tengah perkembangan pesat tersebut, jasa trucking menjadi salah satu tulang punggung distribusi barang, sehingga isu mengenai kewajiban pajak bagi pelaku usaha trucking menjadi semakin relevan untuk dibahas. Apakah Jasa Trucking di Indonesia Wajib Membayar Pajak?  Semakin tinggi minat terhadap jasa trucking di Indonesia, maka semakin besar pula perhatian terhadap kewajiban pajak dan regulasi yang mengatur sektor ini. Sehingga jika ada pertanyaan apakah jasa trucking di Indonesia wajib membayar pajak, jawabannya adalah ya. Sama seperti bentuk usaha lainnya, jasa trucking memiliki kewajiban pajak yang diatur oleh regulasi perpajakan nasional. Perlu diketahui bahwa jasa trucking masuk ke dalam kategori usaha jasa transportasi, sehingga tunduk pada aturan pajak yang berlaku di Indonesia. Pajak yang dikenakan tidak hanya sebatas Pajak Penghasilan (PPh) atas keuntungan usaha, tetapi juga bisa mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika perusahaan sudah berstatus PKP, serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk setiap armada yang digunakan. Dengan kata lain, perhitungan pajak bagi jasa trucking bukan hanya kewajiban administratif semata, tetapi juga bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan. Kepatuhan pajak memastikan perusahaan trucking dapat beroperasi dengan tenang, terhindar dari sanksi hukum, dan meningkatkan kepercayaan dari klien maupun mitra bisnis. Jenis Regulasi Yang Mengatur?  Tahukah Anda, karena jasa trucking di  Indonesia masuk pada kategori usaha jasa transportasi, maka ada sejumlah regulasi yang mengatur kewajiban pajaknya. Berikut adalah regulasi yang mengaturnya:  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/PMK.03/2022   Mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan jasa kena pajak tertentu, termasuk jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) yang di dalam tagihannya terdapat biaya transportasi. Peraturan Menteri Perhubungan No. 49 Tahun 2017   Mendefinisikan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) sebagai kegiatan yang mencakup pengiriman dan penerimaan barang melalui angkutan darat, laut, udara, dan kereta api. Ketentuan PPN Baru untuk Jasa Logistik   Mulai 2025, tarif efektif PPN 1,1% diberlakukan untuk jasa logistik tertentu, sementara tarif umum PPN naik menjadi 12%. Hal ini berdampak langsung pada pelaku usaha trucking. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)   Diatur oleh pemerintah daerah, wajib dibayar untuk setiap armada trucking yang beroperasi. Pajak Penghasilan (PPh)   Berlaku atas keuntungan usaha trucking, dengan mekanisme berbeda untuk UMKM dan perusahaan besar. Bagaimana Konsekuensi Jika Tidak Membayar Pajak Walaupun pajak merupakan sebuah kewajiban yang harus dibayar, banyak pelaku usaha yang masih menyepelekan hal ini. Padahal, ketidakpatuhan bisa berakibat langsung pada keberlangsungan bisnis. Berikut adalah konsekuensi jika tidak membayar pajak seperti:   Sanksi Administratif Salah satu konsekuensi yang didapatkan ketika perusahaan trucking tidak melakukan pembayaran pajak di Indonesia adalah sanksi administratif berupa denda atau bunga keterlambatan. Hal ini diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai bentuk penegakan aturan agar setiap pelaku usaha patuh terhadap kewajiban perpajakan termasuk jasa trucking. Sanksi Pidana Tidak hanya berupa sanksi administratif saja, perusahaan trucking yang tidak melakukan pembayaran pajak di Indonesia juga dapat dikenakan sanksi pidana. Hal ini berlaku apabila ketidakpatuhan dilakukan secara sengaja, misalnya dengan menyembunyikan data, memalsukan laporan, atau melakukan penghindaran pajak secara sistematis. Kerugian Reputasi Selain itu, konsekuensi yang sering kali luput untuk diperhatikan ketika perusahaan trucking tidak membayar pajak adalah kerugian reputasi. Terlebih lagi, pada industri logistik yang sangat bergantung pada kepercayaan, reputasi menjadi aset yang tidak ternilai. Kesulitan Mendapat Kontrak Besar Banyak perusahaan multinasional atau BUMN mensyaratkan mitra logistik memiliki rekam jejak pajak yang bersih sebagai salah satu syarat kerja sama. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mitra bisnis memiliki legalitas yang kuat, transparansi keuangan, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional. Kesimpulan Industri logistik di Indonesia, khususnya jasa trucking, memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung distribusi barang dan menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap jasa ini, perhatian terhadap kewajiban pajak dan regulasi juga semakin besar. Sama seperti bentuk usaha lainnya, jasa trucking wajib membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari PPh atas keuntungan usaha, PPN bagi Pengusaha Kena Pajak, hingga PKB untuk setiap armada. Ketidakpatuhan terhadap kewajiban ini dapat menimbulkan konsekuensi serius, mulai dari sanksi administratif, sanksi pidana, kerugian reputasi, hingga kesulitan mendapatkan kontrak besar. Jika perusahaan Anda ingin melakukan pengoptimalan pengelolaan pajak bisnis trucking, Oaktree.id dapat menjadi solusinya. Sebab, Oaktree hadir sebagai software freight forwarder yang terintegrasi dengan Accurate online.  Dengan demikian, Software ini akan membantu dalam pencatatan otomatis, laporan pajak yang akurat dan laporan menjadi transparan. Tertarik untuk menggunakan Oaktree? Yuk hubungi kami sekarang dan dapatkan demo secara gratis untuk industri logistik.   

Apakah Jasa Trucking di Indonesia Wajib Membayar Pajak?  Read More »

Menilik Kenaikan Pungutan Ekspor CPO 12,5% per Maret 2026: Implikasinya bagi Logistik Sawit

Oaktree.id – Ada perkembangan terbaru yang patut dicermati oleh para pelaku industri kelapa sawit, khususnya terkait kebijakan pungutan ekspor (PE). Mulai Maret 2026, pemerintah akan menyesuaikan tarif pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5%. Keputusan ini, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan program mandatori biodiesel B40 sepanjang tahun ini. Kenaikan pungutan ekspor ini dipandang perlu untuk memastikan pendanaan yang memadai demi kelancaran implementasi biodiesel B40. Bagi industri logistik dan sektor terkait, perubahan ini tentu membawa beberapa pertimbangan. Peningkatan pungutan ekspor ini berpotensi memengaruhi perhitungan biaya logistik secara keseluruhan, mulai dari pengumpulan CPO di perkebunan hingga pengirimannya ke pelabuhan ekspor. Perusahaan logistik, termasuk mitra Oaktree.id, perlu melakukan evaluasi terhadap model bisnis dan strategi operasional mereka untuk mengantisipasi dampak penyesuaian tarif ini. Manajemen biaya dan efisiensi dalam rantai pasok akan menjadi kunci. Dengan adanya kebijakan ini, semakin penting bagi para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi dan solusi logistik yang terintegrasi, seperti yang ditawarkan oleh Oaktree.id. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan setiap tahapan proses logistik, meminimalkan waktu tunggu, serta memastikan transparansi dan akurasi data untuk navigasi kebijakan yang lebih baik.

Menilik Kenaikan Pungutan Ekspor CPO 12,5% per Maret 2026: Implikasinya bagi Logistik Sawit Read More »

6 Dokumen Wajib Pengiriman Air Freight  Kargo Udara  Untuk Ekspor Impor Lancar

6 Dokumen Wajib Pengiriman Air Freight Kargo Udara Untuk Ekspor Impor Lancar

Dalam dunia perdagangan internasional, tentunya banyak jenis sistem logistik yang digunakan untuk memastikan barang sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu. Mulai dari pengiriman laut (sea freight), darat (road freight), hingga udara (air freight).  Di antara semua pilihan tersebut, air freight sering menjadi solusi utama bagi perusahaan yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi. Namun, keunggulan ini hanya bisa dirasakan jika dokumen yang menyertai pengiriman disiapkan dengan benar. Tanpa dokumen yang lengkap, proses ekspor-impor bisa terhambat, menimbulkan biaya tambahan, bahkan berisiko barang ditolak di negara tujuan. Dokumen-Dokumen Umum Yang Wajib Untuk Pengiriman Air Freight Dalam mendukung pengiriman internasional, dokumen menjadi elemen vital yang memastikan barang dapat melewati proses kepabeanan dan diterima oleh maskapai penerbangan. Berikut adalah dokumen umum yang wajib dipersiapkan seperti:  1. Air Waybill (AWB)   Kontrak resmi antara pengirim dan maskapai penerbangan. AWB berfungsi sebagai tanda terima barang sekaligus bukti perjanjian pengangkutan. 2. Commercial Invoice   Dokumen transaksi yang mencatat detail harga, jumlah barang, serta pihak yang terlibat. Invoice digunakan sebagai dasar perhitungan bea masuk dan pajak. 3. Packing List   Rincian isi kargo, termasuk jumlah, berat, dan dimensi barang. Packing list memudahkan pemeriksaan fisik oleh otoritas bea cukai. 4. Certificate of Origin   Sertifikat asal barang yang menentukan tarif bea masuk dan memastikan kepatuhan terhadap perjanjian perdagangan internasional. 5. Customs Declaration   Dokumen resmi yang wajib diajukan ke otoritas kepabeanan. Berisi detail barang, nilai transaksi, serta tujuan pengiriman. 6. Insurance Certificate   Sertifikat asuransi yang melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan selama proses pengiriman.   Dokumen Tambahan Yang Diperlukan Untuk Beberapa Jenis Barang    Tidak hanya dokumen-dokumen umum seperti AWB, invoice, atau packing list saja, tetapi pada jenis barang tertentu ada dokumen tambahan yang wajib ditemui seperti: 1. Phytosanitary Certificate   Dibutuhkan untuk produk pertanian, makanan, atau tumbuhan. Sertifikat ini membuktikan bahwa barang bebas dari hama dan penyakit sesuai standar karantina internasional. 2. Izin Impor/Ekspor Khusus   Berlaku untuk barang berbahaya, senjata, bahan kimia, atau produk yang diatur ketat. Dokumen ini biasanya dikeluarkan oleh kementerian atau otoritas terkait di negara asal maupun tujuan. 3. Sertifikat Fumigasi   Wajib untuk barang yang dikemas menggunakan kayu. Sertifikat ini memastikan kemasan kayu sudah difumigasi agar bebas dari serangga atau jamur sesuai standar ISPM 15. 4. Dokumen Kesehatan / Medical Certificate   Diperlukan untuk produk farmasi, obat-obatan, atau peralatan medis. Dokumen ini menjamin produk aman digunakan dan sesuai regulasi kesehatan internasional. 5. Sertifikat Keamanan Produk   Untuk barang elektronik atau mesin tertentu, sertifikat ini membuktikan bahwa produk memenuhi standar keselamatan internasional. Contoh: CE Marking (Eropa) atau UL Certification (Amerika).   Tips Praktis Menyiapkan Dokumen Air Freight Menyiapkan dokumen air freight tentu saja tidaklah mudah. Agar proses pengiriman internasional berjalan lancar, ada beberapa langkah praktis yang bisa membantu perusahaan maupun individu memastikan dokumen selalu lengkap dan akurat. 1. Gunakan Checklist Dokumen   Buat daftar dokumen wajib (AWB, invoice, packing list, dll.) dan dokumen tambahan sesuai jenis barang. Checklist ini membantu mengurangi risiko dokumen terlewat. 2. Konsultasi dengan Freight Forwarder   Freight forwarder berpengalaman dapat memberikan panduan sesuai regulasi negara tujuan. Mereka juga bisa membantu mengurus dokumen secara profesional sehingga menghemat waktu. 3. Digitalisasi Dokumen   Simpan dokumen dalam format digital agar mudah diakses, dibagikan, dan dilacak. Sistem digital juga memudahkan audit dan mengurangi risiko kehilangan dokumen fisik. 4. Pastikan Konsistensi Data   Periksa kembali kesesuaian data antara invoice, packing list, dan AWB. Perbedaan kecil bisa menimbulkan masalah besar di bea cukai. 5. Update Informasi Regulasi   Regulasi ekspor-impor sering berubah. Pastikan selalu mengikuti aturan terbaru agar dokumen tetap valid dan sesuai standar internasional. 6. Gunakan Software Freight Forwarding   Software modern dapat membantu mengelola dokumen secara otomatis, menyimpan arsip digital, dan memantau status dokumen real-time. Dengan teknologi ini, risiko human error berkurang dan efisiensi meningkat. Kesimpulan Adanya dokumen air freight tentunya akan memudahkan proses pengiriman internasional. Dokumen tersebut di antaranya Air Waybill, Commercial Invoice, Packing List, Certificate of Origin, Customs Declaration, dan Insurance Certificate. Semua dokumen ini berfungsi sebagai fondasi utama agar barang dapat lolos pemeriksaan bea cukai, diterima maskapai, dan sampai ke tujuan dengan aman. Selain dokumen umum, pada jenis barang tertentu juga diperlukan dokumen tambahan seperti Phytosanitary Certificate, izin impor/ekspor khusus, sertifikat fumigasi, hingga dokumen kesehatan. Kelengkapan dokumen tambahan ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional dan melindungi konsumen maupun lingkungan. Agar proses pengelolaan dokumen air freight menjadi lebih mudah, Anda dapat menggunakan oaktree sebagai software freight forwarder yang dapat membantu dalam mengotomatisasi dokumen, menyimpan arsip digital dan memantau status pengiriman secara real-time.   Tertarik untuk menggunakan Oaktree? Yuk hubungi kami sekarang dan dapatkan demonya secara gratis untuk perusahaan forwarder.  

6 Dokumen Wajib Pengiriman Air Freight Kargo Udara Untuk Ekspor Impor Lancar Read More »

Tips Praktis Bayar Biaya Freight Forwarder Dari China

Tips Praktis Bayar Biaya Freight Forwarder dari China

Di era sekarang, impor barang dari China sudah jadi praktik umum bagi UMKM hingga perusahaan besar di Indonesia untuk mendapatkan harga yang kompetitif.  Namun, proses pembayaran biaya jasa freight forwarder sering memunculkan tantangan terutama pada biaya tertentu seperti penambahan biaya asuransi. Akibatnya, tanpa penyusunan strategi yang tepat, pembayaran ini bisa mengganggu arus kas bisnis.  Tips Praktis Membayar Biaya Jasa Freight Forwarder dari China Dalam memudahkan pembayaran jasa freight forwarder dari China, tentunya diperlukan strategi yang tepat agar biaya tetap terkendali dan proses impor berjalan lancar. Berikut adalah tips praktis untuk membayar biaya jasa freight forwarder dari china: 1. Selalu Minta Breakdown Invoice Secara Detail Jangan pernah menerima invoice dengan keterangan umum seperti “all in fee” tanpa rincian. Hal ini sering digunakan untuk menyembunyikan biaya tambahan yang sebenarnya bisa dinegosiasikan atau bahkan dihindari.  Dengan meminta breakdown secara detail, Anda akan tahu persis komponen apa saja yang termasuk dalam tagihan, seperti ocean/air freight, handling, dokumentasi, hingga local charge. Sehingga melalui breakdown yang jelas, Anda bisa memahami apa yang dibayar dan menghindari potensi biaya tersembunyi. 2. Pastikan Skema Pembayaran Disepakati Sejak Awal Selanjutnya, agar pembayaran dapat lebih transparan, Anda perlu menanyakan dan menyepakati skema pembayaran sejak awal kerja sama dengan pihak jasa freight forwarder. Jangan biarkan detail pembayaran hanya dibicarakan secara lisan atau samar, karena hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Dengan menyepakati skema pembayaran sejak awal, Anda tidak hanya menjaga transparansi, tetapi juga membangun kepercayaan dengan pihak forwarder. 3. Cek Mata Uang dan Kurs yang Digunakan Karena pengiriman dilakukan dari luar negeri, pastikan Anda menanyakan kepada pihak freight forwarder terkait mata uang yang digunakan dalam pembayaran. Apakah pembayaran dilakukan dalam USD, RMB (Yuan Cina), atau langsung dikonversi ke Rupiah? Sehingga nantinya, Anda akan terbantu dalam proses reimbursement jika perusahaan Anda menggunakan sistem pengelolaan keuangan secara otomatis. 4. Waspadai Biaya Tambahan di Luar Kesepakatan Awal Agar transaksi lebih transparan, hindari menerima tagihan yang mencantumkan biaya tambahan di luar kesepakatan awal.  Sebab, biasaya ada oknum forwarder yang menambahkan biaya handling, storage, atau biaya darurat tanpa pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya akan menjadi pengeluaran yang membengkak dan sulit dikontrol.   Dengan mewaspadai biaya tambahan sejak awal, Anda bisa menjaga arus kas tetap sehat dan menghindari sengketa dengan pihak forwarder. Selain itu, pencatatan yang jelas akan memudahkan proses reimbursement bila perusahaan Anda menggunakan software pengelolaan biaya otomatis. 5. Simpan Semua Bukti Transfer dan Dokumen Pembayaran Setiap transaksi tentunya memerlukan dokumentasi yang jelas. Jangan pernah mengabaikan pentingnya menyimpan bukti transfer, invoice, kuitansi, dan dokumen pembayaran lainnya. Dokumen ini bukan hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi dasar yang kuat jika suatu saat terjadi dispute dengan pihak freight forwarder. Selain itu, menyimpan bukti pembayaran ini juga dapat membantu dalam menjaga transparansi, proses reimbursement dan dapat membantu saat Audit akuntansi. 6. Catat Semua Pengeluaran Kecil dan Reimbursement Jika tidak ada kesepakatan di awal, maka Anda perlu memberikan perhatian ekstra terhadap setiap pengeluaran kecil yang muncul selama proses impor. Biaya seperti ongkos administrasi, biaya kurir dokumen, atau biaya tambahan di pelabuhan sering kali tidak tercatat dengan baik, padahal jumlahnya bisa signifikan bila dikumpulkan. Sehingga, melalui pencatatan ini, membantu Anda dalam menjaga transparansi serta mencegah kebocoran finansial. Tak hanya itu, nantinya hal seperti ini akan memudahkan proses audit internal dan memperkuat kepercayaan antara perusahaan dengan pihak freight forwarder. Oaktree: Bantu Permudah Reimbuisment Untuk Perusahaan Forwarder Membayar biaya jasa freight forwarder dari China bukan sekadar soal transfer uang, tetapi juga tentang bagaimana Anda mengelola transparansi, mencatat setiap detail, dan memastikan tidak ada biaya tersembunyi yang merugikan bisnis. Sehingga, memahami langkah-langkah kecil di atas akan membantu Anda menjaga arus kas tetap sehat, membangun kepercayaan dengan mitra logistik, serta memastikan setiap transaksi berjalan lebih efisien dan aman. Untuk mempermudah Anda dalam pengelolaan keuangan, software freight forwarder seperti Oaktree yang dilengkapi dengan fitur Reimbursement sangatlah direkomendasikan. Dengan sistem ini, setiap pengeluaran dapat dicatat otomatis, diaudit dengan cepat, dan dikembalikan secara transparan. Tidak ada lagi kebingungan soal dokumen atau biaya tambahan semua terkelola rapi dalam satu platform. Tertarik untuk menggunakan Oaktree? Hubungi kami sekarang dan coba demo secara gratis.  

Tips Praktis Bayar Biaya Freight Forwarder dari China Read More »

Industri Farmasi di Jakarta Timur Raih Fasilitas Kawasan Berikat

Oaktree.id – Kabar gembira datang dari sektor industri farmasi di Jakarta Timur. PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) kini resmi berstatus sebagai Kawasan Berikat. Pemberian fasilitas fiskal ini merupakan sebuah langkah strategis yang akan memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Fasilitas Kawasan Berikat ini diberikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta. Prosesnya terbilang cepat, hanya dalam waktu satu jam setelah IHI memaparkan proses bisnis mereka. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman mendalam terhadap operasional perusahaan bagi kelancaran perizinan di sektor kepabeanan. Bagi pelaku industri, status Kawasan Berikat menawarkan berbagai insentif, seperti penangguhan bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk bahan baku yang diimpor. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada efisiensi biaya produksi dan daya saing produk farmasi mereka di pasar global. Dengan adanya fasilitas ini, IHI dapat mengoptimalkan rantai pasokannya, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi operasional. Di Oaktree.id, kami memahami pentingnya pengelolaan logistik yang efisien, termasuk dalam hal kepabeanan. Solusi freight forwarding software kami dirancang untuk membantu perusahaan seperti IHI dalam mengelola pergerakan barang secara mulus, meminimalkan biaya, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Kemudahan dalam pelacakan pengiriman, manajemen dokumen, dan integrasi dengan sistem lain adalah beberapa fitur yang dapat mendukung kelancaran operasional sebuah Kawasan Berikat.

Industri Farmasi di Jakarta Timur Raih Fasilitas Kawasan Berikat Read More »

5 Langkah Yang Tepat Mengoptimakan Biaya Kirim

5 Langkah Yang Tepat Mengoptimalkan Biaya Kirim

Perkembangan bisnis pada era sekarang, menuntut setiap perusahaan untuk lebih efisien dalam mengelola operasional, termasuk biaya pengiriman barang. Terutama, di tengah persaingan yang ketat, ongkos kirim bukan hanya sekedar angka saja, tetapi juga faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, perusahaan dituntut untuk memiliki strategi pengelolaan biaya pengiriman yang tepat agar tetap kompetitif. Optimasi biaya pengiriman bukan hanya soal menekan pengeluaran, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem distribusi yang lebih cepat, transparan, dan dapat diandalkan. Mengapa Biaya Pengiriman Perlu di Optimalkan Biaya pengiriman sering kali menjadi komponen besar dalam struktur operasional bisnis, terutama perusahaan yang bergerak pada bidang e-commerce, manufaktur, atau distribusi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa biaya pengiriman perlu dioptimalkan: 1. Mempengaruhi Margin Keuntungan Salah satu alasan mengapa biaya kirim perlu dilakukan optimalisasi adalah mempengaruhi margin keuntungan. Sebab, setiap rupiah yang digunakan pada untuk pengiriman akan mengurangi laba yang didapat. Dengan demikian, pengoptimalan biaya kirim tidak hanya memastikan profitabilitas perusahaan meningkat. Tetapi, juga memastikan bahwa setiap transaksi akan lebih menguntungkan. 2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Pengiriman yang cepat dan dengan biaya yang wajar dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Hal ini karena pelanggan merasa dihargai ketika mereka menerima produk dalam waktu yang tepat tanpa terbebani biaya pengiriman yang tinggi. Dengan demikian, biaya pengiriman yang efisien ini akan membantu pelanggan juga merasa bahwa mereka akan mendapatkan nilai lebih dari layanan yang diberikan, yang dapat memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan. 3. Memiliki Daya Saing Yang Tinggi Biaya pengiriman yang terjangkau dan efisien dapat menjadi keunggulan kompetitif. Dalam pasar yang semakin kompetitif, kemampuan untuk menawarkan pengiriman cepat dengan harga yang bersaing memungkinkan perusahaan untuk menarik lebih banyak pelanggan. Selain itu, pengiriman yang lebih cepat dan murah sering menjadi faktor penentu bagi konsumen dalam memilih antara berbagai penyedia produk atau layanan. 4. Mengefisiensikan Operasional Pengoptimalan biaya pengiriman juga berhubungan langsung dengan efisiensi operasional secara keseluruhan. Sehingga nantinya, Pengelolaan logistik akan menjadi lebih baik dengan menggunakan metode yang tepat. Ini membantu perusahaan untuk beroperasi lebih lancar, dengan biaya yang lebih terkendali, dan meningkatkan efektivitas secara keseluruhan. 5. Menurunkan Risiko Biaya Tak Terduga Tanpa pengelolaan biaya pengiriman yang tepat, perusahaan berisiko menghadapi biaya tambahan yang tidak terduga, seperti biaya ekstra untuk pengiriman darurat atau pengembalian barang. Optimisasi biaya pengiriman membantu mengurangi risiko ini dengan meminimalkan pengeluaran yang tidak terduga, meningkatkan prediktabilitas anggaran, dan menjaga keuangan perusahaan tetap stabil. Strategi Pengoptimalan Biaya Kirim Dengan berbagai alasan di atas, untuk mewujudkan biaya pengiriman yang lebih efisien, perusahaan perlu menerapkan strategi yang terencana dan berkelanjutan. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh perusahaan: 1. Negosiasi Tarif Strategi paling utama yang dapat diterapkan adalah melakukan negosiasi tarif pada layanan ekspedisi. Hal ini sangatlah membantu untuk mendapatkan tarif yang lebih kompetitif, terutama jika perusahaan telah bekerja sama untuk melakukan pengiriman ekspor atau impor barang. Melalui cara inilah, perusahaan dapat memanfaatkan volume pengiriman yang besar untuk memperoleh diskon atau paket tarif khusus yang lebih terjangkau. Negosiasi tarif juga memungkinkan perusahaan untuk mengeksplorasi berbagai opsi pengiriman dan memastikan mereka mendapatkan solusi yang paling hemat biaya sesuai dengan kebutuhan. 2. Konsolidasi Pengiriman Konsolidasi pengiriman merupakan langkah penting dalam mengurangi biaya pengiriman. Dengan menggabungkan beberapa pengiriman dalam satu perjalanan, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan kapasitas pengiriman, yang pada gilirannya mengurangi biaya per unit. Konsolidasi pengiriman juga membantu perusahaan untuk mengurangi frekuensi pengiriman, sehingga menghemat biaya bahan bakar, tenaga kerja, dan waktu operasional. 3. Memilih Metode yang Tepat Pemilihan metode pengiriman yang tepat sangat berpengaruh pada efisiensi biaya. Perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai opsi pengiriman, seperti jalur darat, laut, atau udara, dan memilih yang paling sesuai dengan anggaran dan tenggat waktu. Pengiriman yang lebih lambat dan menggunakan moda transportasi yang lebih murah dapat dipilih untuk barang yang tidak mendesak, sementara pengiriman ekspres bisa digunakan untuk barang yang membutuhkan kecepatan. Penyesuaian metode pengiriman berdasarkan kebutuhan ini akan membantu perusahaan menghemat biaya. 4. Memanfaatkan Software Freight Forwarder Software freight forwarder dapat memberikan kemudahan dalam mengelola pengiriman secara lebih efisien. Dengan memanfaatkan perangkat lunak ini, perusahaan bisa mendapatkan perbandingan harga dari berbagai penyedia layanan ekspedisi, memilih rute pengiriman yang paling hemat, dan melacak status pengiriman secara real-time. Software ini juga dapat mengotomatisasi beberapa proses, yang pada akhirnya mengurangi biaya administrasi dan meningkatkan akurasi serta kecepatan pengolahan pengiriman. 5. Menganalisis Data Pengiriman Menganalisis data pengiriman adalah langkah krusial untuk menemukan peluang efisiensi. Dengan memantau data pengiriman, perusahaan dapat mengidentifikasi tren biaya dan waktu pengiriman, serta menemukan area yang dapat dioptimalkan. Misalnya, analisis dapat menunjukkan pengiriman mana yang paling sering mengalami keterlambatan atau biaya berlebih, sehingga perusahaan dapat mencari solusi untuk memperbaiki proses tersebut. Dengan menggunakan data, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kinerja pengiriman secara keseluruhan. Kesimpulan Mengoptimalkan biaya pengiriman bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bagi bisnis modern. Dengan menggunakan strategi yang tepat seperti negosiasi tarif, konsolidasi pengiriman dna pemanfaatan teknologi dapat membantu dalam menghemat budget biaya pengiriman. Namun, strategi manual sering kali membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Disinilah Oaktree hadir sebagai software freight forwarder yang dapat membantu dalam pengelolaan pengiriman barang perusahaan Anda. Terutama Oaktree.id ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti fitur otomatisasi, analisis data, hingga dashboard yang interaktif. Tertarik untuk menggunakannya Oaktree? Yuk hubungi hari ini dan dapatkan demo secara gratis.  

5 Langkah Yang Tepat Mengoptimalkan Biaya Kirim Read More »

Purchase Order

Purchase Order: Cara Mengoptimalkan Alur Distribusi Di Logistik

Dalam dunia logistik dan freight forwarding, kelancaran dokumen menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan transaksi. Setiap proses pengiriman membutuhkan dasar administrasi yang jelas agar barang dapat diproses, dikirim, dan dibayarkan tanpa hambatan. Salah satu dokumen yang memegang peran penting dalam tahap awal transaksi tersebut adalah Purchase Order (PO). Purchase Order berfungsi sebagai kesepakatan resmi antara pembeli dan pemasok sebelum barang diproduksi, dikirim, atau didistribusikan. Melalui dokumen ini, seluruh detail pesanan dicatat secara sistematis, mulai dari jenis barang, jumlah, harga, hingga ketentuan pembayaran. Dengan adanya PO yang jelas, risiko kesalahan komunikasi dapat ditekan dan proses logistik dapat berjalan lebih terarah. Pengertian Purchase Order Purchase Order (PO) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pihak pembeli kepada pemasok sebagai bentuk permintaan pembelian barang atau jasa. Dokumen ini memuat rincian pesanan yang telah disepakati dan menjadi acuan utama bagi pemasok untuk memproses permintaan tersebut. Dalam konteks logistik, Purchase Order memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara proses pengadaan, manajemen persediaan, hingga distribusi barang. Daftar pembelian membantu memastikan bahwa barang yang dikirim sesuai dengan kebutuhan operasional dan rencana distribusi perusahaan. Dengan begitu, setiap tahapan logistik dapat berjalan lebih terkontrol dan terukur. Fungsi Purchase Order Daftar Pembelian bukan sekadar catatan pembelian, melainkan memiliki beberapa fungsi strategis dalam rantai distribusi, yaitu: Mencegah KesalahpahamanDaftar pembelian membantu mengurangi risiko terjadinya kesalahpahaman antara pembeli dan pemasok. Dokumen ini mencatat dengan jelas jenis barang, jumlah, spesifikasi, dan harga yang sudah disepakati. Dengan begitu, kedua pihak memiliki acuan yang sama sehingga proses distribusi bisa berjalan lebih lancar tanpa adanya interpretasi berbeda. Meningkatkan TransparansiDalam rantai distribusi, transparansi menjadi kunci agar setiap tahapan dapat dipantau dengan baik. Purchase Order mempermudah pelacakan alur pengiriman, mulai dari pemesanan hingga barang diterima. Hal ini membuat pihak logistik lebih mudah memastikan bahwa proses berjalan sesuai rencana tanpa ada informasi yang hilang. Mendukung Manajemen KeuanganPurchase Order juga berperan penting dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan. Dokumen ini dijadikan referensi untuk menyusun laporan pembelian, mengatur arus kas, serta melakukan rekonsiliasi pembayaran. Dengan adanya PO, perusahaan dapat mengendalikan anggaran dengan lebih efektif sekaligus menjaga ketertiban administrasi. Dasar Hukum yang SahSelain sebagai catatan transaksi, Purchase Order memiliki kekuatan hukum yang dapat melindungi kedua belah pihak. Jika terjadi sengketa atau perbedaan pendapat di kemudian hari, PO dapat dijadikan bukti sah yang memperkuat posisi pembeli maupun pemasok. Dengan demikian, dokumen ini tidak hanya administratif, tetapi juga memberikan kepastian hukum. Komponen Pada Purchase Order Sebuah Daftar Pembelian yang baik harus memuat informasi detail agar valid dan mudah diproses dalam kegiatan distribusi, di antaranya: Nomor Purchase Order Nomor PO berfungsi sebagai identitas unik untuk setiap transaksi pembelian. Dengan adanya nomor ini, perusahaan dapat melacak pesanan dengan mudah serta menghindari risiko duplikasi data. Nomor PO juga memudahkan proses pencatatan dan audit sehingga administrasi logistik menjadi lebih tertata. Informasi Pembeli dan Pemasok Data pembeli dan pemasok harus dicantumkan secara lengkap, termasuk nama perusahaan, alamat, dan kontak resmi. Informasi ini memastikan bahwa pengiriman dilakukan ke pihak yang tepat serta memudahkan komunikasi apabila diperlukan konfirmasi atau penyesuaian pesanan. Detail Barang atau Jasa Bagian ini memuat deskripsi lengkap mengenai barang atau jasa yang dipesan. Informasi seperti jumlah, harga satuan, dan total nilai transaksi harus ditulis secara rinci agar pemasok dapat memproses pesanan dengan tepat. Kejelasan detail juga membantu pembeli dalam melakukan verifikasi saat barang diterima. Tanggal Pemesanan dan Jadwal Pengiriman Pencantuman tanggal pemesanan serta estimasi waktu pengiriman memberikan kepastian dalam perencanaan logistik. Dengan jadwal yang jelas, perusahaan dapat mengatur kapasitas gudang, perencanaan distribusi, serta alur kerja operasional secara lebih efisien. Ketentuan Pembayaran Ketentuan pembayaran menjadi bagian penting dalam Daftar pembelian karena mengatur metode, termin, dan jatuh tempo pembayaran. Kejelasan informasi ini membantu menjaga hubungan bisnis yang sehat serta mencegah potensi perselisihan di kemudian hari. Otorisasi Dokumen Daftar pemeblian perlu mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang agar dapat diproses. Otorisasi ini menunjukkan bahwa pesanan telah melalui prosedur internal perusahaan dan siap dilanjutkan ke tahap pengadaan serta distribusi. Peran Purchase Order Dalam Rantai Logistik Dalam praktiknya, Purchase Order berfungsi sebagai penghubung antara proses perencanaan dan pelaksanaan logistik. PO membantu memastikan bahwa barang yang dipesan benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional, baik dari sisi jumlah maupun waktu pengiriman. Dengan perencanaan yang baik melalui PO, perusahaan dapat menghindari kelebihan stok, kekurangan barang, serta keterlambatan distribusi. Selain itu, Purchase Order juga mendukung koordinasi antar divisi, mulai dari pengadaan, gudang, hingga keuangan. Setiap pihak dapat mengacu pada dokumen yang sama sehingga proses kerja menjadi lebih sinkron dan efisien. Kesimpulan Purchase Order merupakan dokumen fundamental dalam kegiatan logistik dan freight forwarding. Dokumen ini berperan sebagai dasar kesepakatan pembelian, acuan distribusi, serta pendukung pencatatan keuangan perusahaan. Dengan pengelolaan Purchase Order yang terstruktur dan jelas, perusahaan dapat meningkatkan transparansi, mengurangi risiko kesalahan, serta menjaga kelancaran arus barang. Di tengah dinamika industri logistik yang terus berkembang, pemahaman dan pengelolaan Purchase Order yang baik menjadi salah satu kunci untuk menciptakan operasional yang efisien dan kompetitif. Dengan sistem administrasi yang rapi, perusahaan dapat membangun hubungan bisnis yang lebih kuat serta mendukung pertumbuhan jangka panjang secara berkelanjutan.

Purchase Order: Cara Mengoptimalkan Alur Distribusi Di Logistik Read More »

Airway Bill

Airway Bill (AWB): Kunci Utama Dalam Proses Pengiriman Udara

Dalam dunia logistik dan freight forwarding, Airway Bill (AWB) memegang peran krusial sebagai dokumen utama dalam pengiriman kargo udara. Namun, pada praktiknya, banyak proses pengiriman yang mengalami keterlambatan hanya karena administrasi AWB belum terselesaikan dengan baik. Dokumen yang belum disetujui secara lengkap sering kali menjadi penghambat utama sebelum barang dapat diberangkatkan. Di tengah tuntutan kecepatan dan ketepatan, proses administrasi yang masih mengandalkan cara konvensional jelas tidak lagi ideal. Oleh karena itu, pelaku bisnis logistik perlu memahami peran AWB secara menyeluruh agar proses pengiriman dapat berjalan lebih efisien, minim hambatan, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apa Itu Airway Bill? Airway Bill (AWB) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh maskapai penerbangan atau perusahaan freight forwarding sebagai bukti penerimaan barang untuk pengiriman melalui jalur udara. Dokumen ini memuat informasi penting yang mencakup data pengirim (shipper), penerima (consignee), jenis barang, jumlah, berat, volume, hingga bandara asal dan tujuan. Selain itu, AWB juga mencantumkan detail biaya pengiriman serta syarat dan ketentuan pengangkutan. Setiap informasi yang tertulis di dalam AWB menjadi acuan utama selama proses pengiriman berlangsung. Karena itulah, keakuratan data dan kelengkapan administrasi menjadi faktor penting agar barang dapat dikirim tanpa kendala. Lebih jauh lagi, AWB berfungsi sebagai kontrak pengangkutan antara pengirim dan pihak pengangkut. Artinya, dokumen ini memiliki kekuatan hukum dan dapat dijadikan dasar apabila terjadi permasalahan selama proses pengiriman. Fungsi Airway Bill Airway Bill memiliki beberapa fungsi vital yang menjadikannya dokumen wajib dalam proses logistik: Sebagai Bukti PengirimanAirway Bill berperan sebagai tanda terima resmi dari maskapai bahwa barang telah diterima untuk dikirimkan. Dokumen ini menjadi syarat utama sebelum barang diberangkatkan. Dengan adanya AWB, pengirim memiliki bukti sah yang bisa digunakan jika terjadi permasalahan selama pengiriman. Sebagai Dokumen KontrakAWB juga berfungsi sebagai kontrak antara pengirim dan maskapai. Di dalamnya tercatat hak serta kewajiban kedua belah pihak, termasuk tanggung jawab maskapai jika terjadi kerusakan atau kehilangan barang. Hal ini membantu melindungi kepentingan pengirim dan penerima selama proses pengiriman. Sebagai Dokumen TrackingNomor unik pada AWB menjadi kunci untuk melacak status barang secara real-time. Dengan nomor ini, perusahaan maupun penerima dapat memantau posisi barang sejak keluar dari gudang hingga tiba di tujuan. Proses ini membantu meningkatkan transparansi dan meminimalkan ketidakpastian. Sebagai Dokumen Bea CukaiAWB juga digunakan sebagai dokumen pendukung dalam proses clearance di bea cukai. Petugas bandara menggunakan informasi dalam dokumen ini untuk memverifikasi detail barang, seperti jenis, jumlah, dan nilai, sebelum barang diizinkan keluar atau masuk negara. Cara Melacak Airway Bill Melacak AWB saat ini semakin mudah berkat digitalisasi hanya perlu memasukkan nomor AWB pada website maskapai: Masukkan Nomor AWBMulailah dengan mengetik nomor AWB pada situs resmi maskapai, freight forwarder, atau aplikasi logistik yang digunakan. Nomor ini berfungsi sebagai identitas unik yang menghubungkan seluruh informasi perjalanan barang. Lihat Status PengirimanSetelah nomor dimasukkan, sistem akan langsung menampilkan status terkini. Status ini bisa menunjukkan barang baru saja di-pick up, sedang transit di bandara, atau sudah menuju ke alamat tujuan. Periksa Lokasi TerbaruInformasi lokasi ditampilkan secara real-time. Hal ini memudahkan pengirim maupun penerima untuk memantau posisi barang pada setiap titik perjalanan sehingga proses distribusi lebih transparan. Cek Estimasi Waktu TibaSelain lokasi, sistem juga memberikan perkiraan waktu kedatangan barang. Estimasi ini membantu penerima mempersiapkan jadwal penerimaan barang agar proses berjalan lancar. Ambil Tindakan Jika Ada KendalaJika terlihat ada keterlambatan atau masalah, segera hubungi pihak logistik atau maskapai. Tindakan cepat akan membantu mencegah pengiriman semakin tertunda. Tantangan Pengelolaan AWB Meskipun penting, proses administrasi AWB masih menghadapi beberapa tantangan: Proses Administrasi yang Memakan Waktu Pengelolaan Airway Bill sering kali melibatkan banyak pihak, mulai dari pengirim, freight forwarder, hingga maskapai penerbangan. Setiap pihak memiliki peran dalam proses persetujuan dan verifikasi dokumen. Akibatnya, jika salah satu tahapan mengalami keterlambatan, maka seluruh proses pengiriman ikut tertunda. Kondisi ini dapat mengganggu jadwal keberangkatan barang, terutama pada pengiriman yang memiliki tenggat waktu ketat. Risiko Kesalahan Pengisian Data Airway Bill memuat banyak informasi penting yang harus diisi dengan tepat. Namun, pengisian data secara manual masih sering menimbulkan kesalahan, seperti salah penulisan nama penerima, perbedaan jumlah atau berat barang, hingga kekeliruan rute pengiriman. Kesalahan kecil ini dapat berdampak besar, mulai dari penahanan barang di bandara, proses pemeriksaan ulang, hingga munculnya biaya tambahan yang tidak direncanakan. Selain itu, koreksi data yang terlambat juga berisiko menurunkan kepercayaan pelanggan. Efisiensi Operasional yang Belum Optimal Penggunaan dokumen fisik dan alur kerja manual membuat proses pengelolaan AWB menjadi kurang fleksibel. Dokumen harus dicetak, dikirim, dan disimpan secara terpisah, sehingga menyulitkan koordinasi antar tim. Kondisi ini tidak hanya memperlambat proses pengiriman, tetapi juga meningkatkan risiko dokumen hilang atau tidak sinkron. Di tengah kebutuhan industri logistik yang menuntut kecepatan dan ketepatan, metode kerja seperti ini sudah tidak lagi efektif dan perlu disederhanakan. Solusi Mempercepat Proses AWB Untuk mengatasi berbagai hambatan dalam pengelolaan Airway Bill, perusahaan logistik perlu menerapkan solusi yang lebih terstruktur dan efisien. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan secara bertahap: Standarisasi Proses Pembuatan Airway Bill Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun standar operasional yang jelas dalam pembuatan AWB. Dengan format dan alur kerja yang seragam, risiko kesalahan pengisian data dapat ditekan sejak awal. Selain itu, standarisasi membantu setiap tim memahami tahapan kerja secara konsisten, sehingga proses pengiriman tidak terhambat oleh perbedaan prosedur antar divisi. Pengelolaan Data Pengiriman Secara Terpusat Mengelola data AWB dalam satu sistem terpusat akan memudahkan koordinasi antara tim operasional, gudang, dan pihak pengangkut. Dengan data yang tersimpan rapi, setiap perubahan informasi dapat langsung diperbarui tanpa harus mengulang proses dari awal. Alur kerja pun menjadi lebih cepat dan transparan. Verifikasi Data Sebelum Proses Pengiriman Sebelum barang diberangkatkan, seluruh informasi dalam AWB perlu melalui tahap verifikasi. Proses ini mencakup pengecekan nama pengirim dan penerima, detail barang, serta rute pengiriman. Dengan verifikasi yang matang, perusahaan dapat menghindari kendala di bandara maupun saat proses clearance, sehingga distribusi berjalan lebih lancar. Pemantauan Status AWB Secara Berkala Pemantauan status AWB secara rutin membantu perusahaan mengetahui posisi dan kondisi pengiriman. Dengan pemantauan yang konsisten, tim logistik dapat segera mengambil tindakan apabila terjadi keterlambatan atau kendala lain. Hal ini sangat penting untuk menjaga ketepatan waktu dalam rantai distribusi. Integrasi AWB dengan Proses Gudang dan Distribusi Agar lebih efisien, AWB sebaiknya terhubung langsung dengan aktivitas gudang

Airway Bill (AWB): Kunci Utama Dalam Proses Pengiriman Udara Read More »

Surat Jalan: Dokumen Wajib Untuk Kelancaran Distribusi Logistik

Surat Jalan: Dokumen Wajib Untuk Kelancaran Distribusi Logistik

Surat jalan adalah dokumen penting dalam logistik dan freight forwarding. Dokumen ini menjadi bukti bahwa barang telah dikirim sekaligus memastikan proses distribusi berjalan sesuai prosedur. Surat jalan juga menjadi acuan bagi pengirim, penerima, dan transporter untuk memeriksa kesesuaian jumlah dan kondisi barang, serta sebagai referensi jika terjadi klaim atau ketidaksesuaian. Di era digital, pengelolaan surat secara manual memakan waktu dan rentan kesalahan seperti salah input atau dokumen hilang. Banyak perusahaan kini beralih ke solusi digital dengan tanda tangan elektronik untuk mempercepat proses, mengurangi risiko, dan menyimpan dokumen secara terpusat. Digitalisasi ini membuat distribusi lebih efisien dan membantu menjaga kepuasan pelanggan. Apa Itu Surat Jalan? Surat jalan (waybill) adalah dokumen resmi yang diterbitkan perusahaan pengirim sebagai bukti pengiriman barang dari gudang ke lokasi tujuan. Dokumen ini memuat informasi penting seperti nama pengirim, penerima, deskripsi barang, jumlah, dan tanggal pengiriman. Surat jalan ditandatangani oleh pengirim, kurir, dan penerima sebagai konfirmasi penerimaan barang sesuai jumlah dan kondisi. Dalam logistik, waybill juga berfungsi sebagai dokumen legal yang dapat dijadikan acuan jika terjadi kehilangan, kerusakan, atau selisih stok. Dengan adanya surat ini, proses distribusi lebih transparan, tertata, dan mengurangi potensi sengketa antara pihak yang terlibat. Fungsi Dari Surat Jalan Surat jalan memiliki beberapa fungsi penting sebagai dokumen resmi untuk pengiriman barang, di antaranya: Bukti Pengiriman BarangWaybill berperan sebagai bukti resmi bahwa barang benar-benar telah dikirim dari gudang ke tujuan. Dokumen ini mempermudah perusahaan membuktikan proses pengiriman jika terjadi sengketa atau klaim. Dokumen Kontrol LogistikWaybill membantu tim logistik memantau pergerakan barang secara sistematis. Dengan dokumen ini, pengiriman dapat dilacak mulai dari titik keberangkatan hingga diterima, sehingga meminimalkan risiko salah kirim atau kehilangan. Referensi Keuangan Dan AuditWaybill menjadi pendukung penting dalam pembuatan invoice dan proses audit. Dokumen ini memastikan jumlah dan jenis barang yang ditagihkan sesuai dengan barang yang dikirim. Menjamin AkuntabilitasTanda tangan pengirim dan penerima pada waybill memastikan semua pihak bertanggung jawab. Hal ini menciptakan transparansi dan mencegah kesalahpahaman terkait kondisi atau jumlah barang yang diterima. Komponen Dalam Surat Jalan Agar surat jalan atau waybill sah dan lengkap, beberapa informasi berikut wajib dicantumkan: Identitas Pengirim & Penerima Surat jalan harus mencantumkan nama perusahaan, alamat lengkap, dan kontak pengirim serta penerima. Informasi ini membantu memastikan barang dikirim ke tujuan yang benar dan meminimalkan risiko salah kirim. Deskripsi Barang Jenis barang, jumlah, dan satuan perlu ditulis secara rinci. Data ini memudahkan petugas logistik memeriksa kesesuaian barang yang dikirim dengan pesanan. Selain itu, deskripsi yang detail membantu penerima memastikan tidak ada barang yang kurang atau tertukar. Nomor Surat Jalan Setiap waybill memiliki nomor unik sebagai identifikasi. Nomor ini memudahkan perusahaan melacak status pengiriman dan mencari dokumen jika dibutuhkan di kemudian hari. Dengan sistem penomoran yang rapi, proses administrasi menjadi lebih efisien. Tanggal Pengiriman Pencantuman tanggal pada surat jalan berfungsi sebagai catatan resmi waktu pengiriman. Hal ini penting untuk memantau durasi perjalanan barang dan memastikan pengiriman sesuai jadwal. Jika ada keterlambatan, tanggal pengiriman dapat dijadikan acuan evaluasi. Tanda Tangan Kolom tanda tangan digunakan sebagai bukti sah bahwa barang telah dikirim oleh pengirim dan diterima oleh penerima. Tanda tangan ini mengonfirmasi bahwa jumlah dan jenis barang sesuai dengan yang tertera di surat jalan, sehingga mengurangi potensi perselisihan. Tantangan Mengelola Surat Jalan Meski penting, pengelolaan surat jalan secara manual memiliki sejumlah kendala: Risiko Hilang Atau RusakKarena berbentuk kertas, surat jalan mudah hilang atau rusak selama proses pengiriman. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan dan memperlambat alur distribusi. Proses Tanda Tangan Memakan WaktuJika perlu persetujuan dari banyak pihak, proses tanda tangan bisa menjadi lama. Terlebih bila pihak yang harus menandatangani berada di lokasi yang berbeda, dokumen harus dikirim atau dibawa secara fisik sehingga memperlambat pekerjaan. Kesalahan Penulisan DataPengisian manual meningkatkan risiko salah tulis, seperti jumlah barang atau detail pengiriman. Kesalahan ini dapat menimbulkan masalah pada proses penagihan atau klaim, dan seringkali membutuhkan waktu tambahan untuk perbaikan. Keterlambatan AdministrasiKarena dokumen harus dikumpulkan dan diarsipkan secara fisik, proses administrasi sering tertunda. Hal ini membuat pelacakan dokumen menjadi sulit dan memakan waktu saat diperlukan untuk audit atau pengecekan. Solusi Modern: Digitalisasi Surat Jalan Solusi modern hadir untuk mempercepat proses digitalisasi surat jalan dengan tanda tangan elektronik dari Mekari Sign: Legalitas TerjaminMekari Sign menyediakan tanda tangan digital tersertifikasi PSrE dan e-Meterai resmi dari Peruri. Hal ini memastikan setiap waybill  memiliki kekuatan hukum yang diakui pemerintah. Efisiensi WaktuDokumen dapat ditandatangani secara digital kapan saja dan di mana saja. Proses ini menghilangkan kebutuhan pertemuan tatap muka sehingga pengiriman bisa berjalan lebih cepat. Penghematan Biaya OperasionalTidak perlu lagi mencetak dokumen atau mengeluarkan biaya pengiriman fisik. Semua proses berlangsung secara digital sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan. Penyimpanan CloudSemua surat ini tersimpan secara otomatis di platform cloud yang aman. Dokumen dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan tanpa risiko hilang atau rusak. Kesimpulan Surat jalan adalah dokumen vital dalam dunia logistik yang menjamin kelancaran proses distribusi. Namun, pengelolaan manual sering menjadi hambatan yang menguras waktu dan biaya operasional. Dengan beralih ke solusi digital seperti Mekari Sign, perusahaan dapat menandatangani surat dengan lebih cepat, aman, dan efisien tanpa mengorbankan legalitas. Selain itu, dalam memaksimalkan proses pengelolaan surat dalam dokumentasi pengiriman, Anda dapat menggunakan software freight forwarder dari Oaktree yang dapat membantu Anda dalam mengelola seluruh alur pengiriman. Sebab, sistem langsung menarik data order, membuat surat jalan otomatis, menyimpan dokumen, dan menghubungkannya ke proses tracking.

Surat Jalan: Dokumen Wajib Untuk Kelancaran Distribusi Logistik Read More »

Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Certificate of Origin

Dalam pengiriman ekspor impor, terdapat dokumen yang berguna untuk memastikan barang dapat diterima dengan lancar di negara tujuan. Salah satu dokumen penting tersebut adalah Certificate of Origin atau COO. Dokumen ini membuktikan asal barang dan sering menjadi syarat untuk mendapatkan tarif bea masuk yang lebih rendah atau bebas bea. Syarat Untuk Mendapatkan Certificate of Origin Dalam mendapatkan Certificate of Origin (COO), tentunya beberapa dokumen pendukung yang harus dipenuhi. Berikut adalah dokumen-dokumennya: 1. Pemberitahuan Ekspor Barang  Salah satu syarat dalam memperoleh Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin adalah Pemberitahuan Ekspor Barang. Dokumen ini berfungsi sebagai laporan resmi kepada bea cukai terkait barang yang akan dikirim ke luar negeri. 2. Invoice (Faktur Komersial)  Selanjutnya terdapat dokumen invoice (faktur komersial) yang digunakan untuk mencantumkan nilai barang, data penjual dan pembeli, serta detail transaksi. Dokumen ini sangatlah penting dan harus ada pada data COO.  3. Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB) Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB) dalam proses pengajuan Certificate of Origin sangatlah penting, sebab dokumen ini menjadi bukti sah bahwa barang benar-benar telah dikirim dari negara asal ke negara tujuan.  4. Packing List   Packing list juga tak kalah penting, karena di dalamnya terdapat rincian lengkap mengenai barang yang dikirim seperti jumlah kemasan, berat, volume, dan deskripsi barang secara detail. Cara Membuat Certificate of Origin Proses pengajuan Certificate of Origin tentunya memiliki regulasi yang wajib kamu ikuti. Hal bertujuan agar dokumen disetujui dan sah digunakan dalam perdagangan internasional. Namun perlu diketahui, bahwa Setiap negara memiliki aturan masing-masing. Seperti halnya di Indonesia, regulasi COO umumnya mengacu pada peraturan kementrian perdagangan dengan sistem e-SKA. Berikut adalah cara pembuatan pada sistem e-SKA:  1. Registrasi Akun e-SKA Dalam pembuatan certificate of origin, Anda sebagai pihak eksportir dapat mendaftarkan perusahaan terlebih dahulu melalui portal resmi e-SKA (ska.kemendag.go.id). Disini nantinya, Anda dapat mengisi formulir sesuai informasi legal seperti NPWP, NIB, dan dokumen identitas.  2. Verifikasi oleh IPSKA Setelah registrasi, dokumen perusahaan akan diverifikasi oleh IPSKA atau Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal. Melalui prose ini nantinya digunakan untuk memastikan legalitas dan kelayakan perusahaan untuk membuat COO. 3. Buat Permohonan Baru  Setelah berhasil terverifikasi, Anda dapat masuk ke akun e-SKA dengan memilih menu permohonan baru untuk mengajukan pembuatan Certificate of Origin sesuai kebutuhan pengiriman barang misalnya Form D untuk ASEAN, Form E untuk China). 4. Isi Data dan Unggah Dokumen  Selanjutnya Anda dapat mengisi formulir COO dengan data lengkap ekspor seperti deskripsi barang, HS Code, negara tujuan, hingga detail invoice. Pada tahap ini, Anda juga diwajibkan untuk mengunggah dokumen pendukung seperti invoice, packing list, dan bill of lading. 5. Kirim dan Tunggu Persetujuan  Kirim permohonan melalui sistem. Petugas penerbit akan memeriksa data yang kamu kirim. Jika disetujui, COO bisa dicetak, ditandatangani, dan dilegalisasi sebelum dikirim ke pihak buyer. 6. Cetak dan Sahkan SKA   Jika certificate of origin telah disetujui, Anda dapat mencetaknya melalui sistem e-SKA.Dengan menggunakan data-data yang sudah Anda input. Selanjutnya, Anda dapat mencetaknya dan ajukan dokumen tersebut ke instansi penerbit seperti Dinas Perdagangan atau Kadin untuk ditandatangani dan dicap resmi.  Dengan demikian, COO dapat diakui secara legal di negara tujuan dan keperluan bea cukai. Kesimpulan  Pada dasarnya Certificate of Origin (COO) digunakan dalam memastikan asal suatu barang yang diekspor. Untuk mendapatkannya pun, Anda harus memenuhi beberapa syarat dokumen seperti Pemberitahuan Ekspor Barang, Invoice, Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB), dan Packing List.    Di Indonesia, proses pembuatan COO dilakukan dengan menggunakan sistem e-SKA dari kementrian perdagangan dan KADIN (Kamar Dagang Indonesia).    Dengan berbagai dokumen yang harus dikelola penting bagi pihak eksportir untuk melakukan pengelolaan dokumen yang baik.  Oleh karena itu, Oaktree.id dapat sebagai software freight forwarder dapat membantu Anda dalam pengelolaan dokumen dengan fitur jobfile. Selain itu, software freight forwarder juga dapat terintegrasi dengan accurate online yang memudahkan perusahaan Anda dalam mengelola Akuntansi   

Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Certificate of Origin Read More »

Scroll to Top