Daftar Isi

Bagikan:

LIFO dan FIFO dalam Logistik: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

LIFO Dan FIFO Dalam Logistik

Dalam pengelolaan persediaan, urutan barang masuk dan keluar perlu diperhatikan agar stok tetap terkendali. Dua metode yang sering digunakan adalah FIFO (First In, First Out) dan LIFO (Last In, First Out).

Keduanya menentukan barang mana yang diprioritaskan untuk keluar dari penyimpanan. Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi penerapannya dapat memengaruhi cara perusahaan mengatur stok, biaya persediaan, hingga risiko barang menumpuk terlalu lama.

✦ Key Takeaways

FIFO mengeluarkan barang yang lebih dahulu masuk, sedangkan LIFO memprioritaskan barang yang terakhir diterima. Keduanya digunakan sesuai karakteristik produk dan pola penyimpanan yang diterapkan.

Apa Itu FIFO?

Apa Itu FIFO Dalam Logistik
Apa Itu FIFO Dalam Logistik

FIFO adalah metode pengelolaan persediaan yang mengeluarkan barang berdasarkan urutan kedatangannya. Barang yang masuk lebih dulu diprioritaskan untuk digunakan atau dikirim lebih dahulu.

Contohnya, sebuah gudang menerima:

  • 100 unit produk pada 1 Agustus
  • 100 unit produk pada 5 Agustus
  • 100 unit produk pada 10 Agustus

Ketika ada pesanan 100 unit, stok dari 1 Agustus yang dikeluarkan terlebih dahulu.

Konsep ini cocok untuk barang yang memiliki masa simpan terbatas karena produk yang lebih lama berada di gudang tidak dibiarkan terlalu lama.

Contoh FIFO dalam Logistik

Distributor makanan menerima tiga batch susu pada waktu berbeda. Ketika ada permintaan dari pelanggan, petugas mengambil batch yang datang paling awal.

Dengan pola tersebut, persediaan bergerak secara berurutan:

Barang lama → keluar lebih dahulu → barang baru tetap tersimpan.

Penerapan FIFO biasanya lebih mudah jika lokasi penyimpanan dan sistem pencatatan stok mendukung identifikasi berdasarkan tanggal penerimaan atau batch.

LIFO Adalah Apa?

Apa Yang Dimaksud Dengan LIFO Dalam Logistik
Apa Yang Dimaksud Dengan LIFO Dalam Logistik

LIFO adalah metode persediaan yang mengeluarkan barang yang terakhir masuk terlebih dahulu.

Jika sebuah perusahaan menerima barang dalam tiga tahap:

Batch A → Batch B → Batch C

maka ketika terjadi pengeluaran, Batch C menjadi prioritas pertama.

Baca juga  Persiapan Angkutan Lebaran 2026: Kemenhub Lakukan Uji Petik Kapal Penumpang

Metode ini lebih mudah diterapkan pada barang yang tidak mudah rusak dan dapat ditumpuk tanpa mengganggu kualitas maupun akses barang.

Contohnya adalah material konstruksi tertentu. Barang yang baru datang dapat ditempatkan di bagian atas tumpukan, kemudian diambil lebih dahulu ketika diperlukan.

Namun, penerapannya harus disesuaikan dengan karakteristik barang dan desain penyimpanan. Untuk produk dengan masa kedaluwarsa, pendekatan ini dapat meningkatkan risiko barang lama tertinggal di gudang.

Perbedaan FIFO dan LIFO

Perbedaan FIFO Dan LIFO
Perbedaan FIFO Dan LIFO

Perbedaan utama keduanya terletak pada urutan barang yang dikeluarkan.

Aspek FIFO LIFO
Kepanjangan First In, First Out Last In, First Out
Barang yang keluar Masuk lebih dahulu Masuk paling akhir
Prioritas Stok lama Stok terbaru
Cocok untuk Barang dengan masa simpan terbatas Barang yang relatif tahan lama
Risiko stok lama Lebih rendah Lebih tinggi
Pola sederhana Masuk dulu, keluar dulu Masuk terakhir, keluar dulu

Jadi, jika FIFO menggunakan prinsip “yang datang lebih dulu keluar lebih dulu”, LIFO menggunakan prinsip sebaliknya.

Cara paling mudah memahami kedua metode ini adalah melalui situasi sederhana.

Bayangkan sebuah gudang menyimpan tiga batch produk:

Januari → Februari → Maret

Jika menggunakan FIFO, barang Januari keluar terlebih dahulu, kemudian Februari, lalu Maret.

Jika menggunakan LIFO, barang Maret menjadi prioritas, disusul Februari dan Januari.

Perbedaan tersebut menjadi penting ketika perusahaan memiliki banyak batch barang dan perlu menjaga keteraturan pergerakan stok.

FIFO, LIFO, dan FEFO: Apa Bedanya?

FIFO LIFO Dan FEFO Dalam Logistik
FIFO LIFO Dan FEFO Dalam Logistik

Selain FIFO dan LIFO, terdapat FEFO (First Expired, First Out) yang banyak digunakan untuk produk dengan tanggal kedaluwarsa.

Prinsipnya berbeda:

  • FIFO: barang yang masuk lebih dahulu dikeluarkan lebih dahulu.
  • LIFO: barang yang masuk terakhir dikeluarkan lebih dahulu.
  • FEFO: barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat dikeluarkan lebih dahulu.
Baca juga  Inovasi Komunikasi Kapal: Pelni Unggah Transformasi Digital dengan Satelit LEO

Contohnya, sebuah gudang memiliki dua batch obat:

Batch Tanggal Masuk Kedaluwarsa
A 1 Agustus Desember 2027
B 10 Agustus Oktober 2027

Meskipun Batch A masuk lebih dahulu, Batch B diprioritaskan karena masa kedaluwarsanya lebih dekat.

Inilah alasan FEFO lebih relevan untuk produk seperti obat, makanan, minuman, kosmetik tertentu, dan barang lain yang memiliki batas masa penggunaan.

FIFO dan FEFO dalam Farmasi

Manajemen Barang Dalam Industri Farmasi
Manajemen Barang Dalam Industri Farmasi

Dalam industri farmasi, pengelolaan persediaan perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Karena itu, FEFO sering lebih relevan daripada hanya melihat tanggal barang masuk.

Misalnya, apotek memiliki obat yang datang pada waktu berbeda tetapi memiliki tanggal kedaluwarsa yang tidak sama. Produk dengan masa berlaku paling dekat perlu mendapatkan prioritas distribusi sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan demikian, FIFO dan FEFO memiliki dasar prioritas yang berbeda:

FIFO melihat waktu masuk barang, sedangkan FEFO melihat tanggal kedaluwarsa.

Pemilihan metode harus mengikuti karakteristik produk dan prosedur pengelolaan persediaan perusahaan.

FIFO dan LIFO dalam Pengelolaan Gudang

Metode persediaan tidak berdiri sendiri. Penerapannya perlu didukung oleh proses operasional yang jelas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

#Penempatan barang

Lokasi penyimpanan harus memungkinkan petugas mengambil stok sesuai urutan yang ditentukan.

#Identifikasi batch

Produk dengan batch atau tanggal penerimaan berbeda perlu dapat dibedakan dengan jelas.

#Pencatatan stok

Setiap barang masuk dan keluar harus tercatat agar urutan persediaan dapat diketahui.

#Sistem pergudangan

Pada gudang dengan volume transaksi tinggi, sistem digital dapat membantu menentukan stok yang harus diambil berdasarkan aturan yang digunakan.

FIFO, LIFO, dan Average dalam Persediaan

Metode Arus Biaya Dalam Persediaan
Metode Arus Biaya Dalam Persediaan

Istilah FIFO, LIFO, dan Average juga sering muncul dalam pembahasan penilaian persediaan. Namun, konteksnya perlu dibedakan dari metode pengeluaran fisik barang.

Baca juga  Parcel Sedang Menuju ke Staging AnterAja, Apa Artinya?

FIFO dan LIFO menentukan asumsi mengenai urutan biaya barang yang digunakan atau dijual. Sementara metode Average menggunakan biaya rata-rata untuk menentukan nilai persediaan.

Sebuah perusahaan membeli:

  • 100 unit × Rp10.000
  • 100 unit × Rp12.000

Dengan metode rata-rata, biaya per unit dihitung berdasarkan rata-rata biaya pembelian tersebut.

Dalam praktik akuntansi, metode yang dapat digunakan juga bergantung pada standar akuntansi dan regulasi yang berlaku. Karena itu, pembahasan metode penilaian persediaan sebaiknya tidak disamakan begitu saja dengan aturan pengambilan barang secara fisik di gudang.

Ingin Melihat Pilihan Aplikasi WMS Lebih Lengkap?

10 Contoh Aplikasi Warehouse Management System untuk Operasional Gudang
Lihat Perbedaannya

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan pengelolaan gudang yang berbeda. Mulai dari kontrol stok, picking, hingga integrasi dengan sistem bisnis. Lihat beberapa contoh aplikasi WMS dan pahami fitur yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sistem yang sesuai.

Kapan Menggunakan FIFO, LIFO, atau FEFO?

Tidak ada satu metode yang cocok untuk seluruh jenis barang.

FIFO dapat dipilih ketika perusahaan ingin memastikan stok yang lebih lama bergerak lebih dahulu.

LIFO dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk barang yang tidak mudah rusak dan dapat ditumpuk dengan aman, meskipun penerapannya memiliki keterbatasan operasional.

FEFO lebih tepat ketika tanggal kedaluwarsa menjadi faktor utama dalam menentukan prioritas pengeluaran.

Yang paling penting adalah menyesuaikan metode dengan karakteristik produk, pola penyimpanan, risiko kedaluwarsa, dan proses distribusi.

Untuk produk yang memiliki masa kedaluwarsa, FEFO sering menjadi pertimbangan yang lebih tepat karena prioritasnya ditentukan berdasarkan tanggal kedaluwarsa.

Pemilihan metode yang sesuai membantu perusahaan menjaga pergerakan stok tetap teratur sekaligus mengurangi risiko persediaan tertinggal di gudang.

Artikel selanjutnya
Kelola Gudang dan Freight Forwarding dalam Satu Sistem
Konsultasi

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

💬 Butuh bantuan?
1
Scroll to Top