Dalam kegiatan ekspor, beberapa jenis barang atau kemasan perlu melalui proses fumigasi sebelum dikirim ke negara tujuan. Proses ini dilakukan untuk mengurangi risiko terbawanya hama atau organisme pengganggu melalui barang dan material kemasan.
Setelah proses fumigasi selesai, perusahaan biasanya memperoleh fumigation certificate sebagai bukti bahwa perlakuan tersebut telah dilakukan. Namun, dokumen ini tidak selalu dibutuhkan dalam setiap pengiriman. Kebutuhannya dapat bergantung pada jenis komoditas, bahan kemasan, negara tujuan, serta ketentuan dari pembeli atau otoritas terkait.
Apa Itu Fumigation Certificate?
Fumigation certificate adalah dokumen yang menyatakan bahwa barang, komoditas, kontainer, atau material kemasan telah menjalani proses fumigasi. Namun perlu diketahui, sertifikat ini biasa akan diterbitkan oleh penyedia jasa fumigasi setelah melakukan proses pengendalian atau pembasmian hama pada barang/bahan tertentu.
Beberapa informasi yang umumnya tercantum dalam fumigation certificate meliputi:
- nama pihak terkait;
- deskripsi barang;
- jumlah atau berat barang;
- jenis kemasan;
- nomor kontainer;
- lokasi dan tanggal fumigasi;
- jenis fumigan;
- dosis atau konsentrasi;
- durasi perlakuan;
- serta identitas penyedia fumigasi.
Perlu diketahui fumigation certificate berbeda dengan phytosanitary certificate. Sebab fumigation certificate menjadi bukti bahwa proses fumigasi telah dilakukan. Sementara itu, phytosanitary certificate berkaitan dengan pemenuhan persyaratan kesehatan tumbuhan yang diterbitkan oleh otoritas karantina.
Apa Fungsi Fumigation Certificate?
Fumigation certificate tidak hanya menjadi dokumen pelengkap. Sertifikat ini memiliki beberapa fungsi dalam proses pengiriman internasional seperti:
1. Menjadi Bukti Pelaksanaan Fumigasi
Fumigation certificate menunjukkan bahwa barang atau kemasan telah mendapatkan perlakuan fumigasi. Informasi mengenai jenis fumigan, waktu, dosis, dan durasi perlakuan dapat digunakan untuk membuktikan bahwa proses telah dilakukan sesuai ketentuan tertentu.
2. Memenuhi Persyaratan Pengiriman
Beberapa negara tujuan, pembeli, importir, atau otoritas karantina dapat meminta fumigation certificate sebagai salah satu persyaratan pengiriman.
Dokumen ini dapat dibutuhkan untuk pengiriman komoditas seperti:
- produk pertanian;
- hasil perkebunan;
- biji-bijian;
- produk kayu;
- pallet dan peti kayu;
- serta barang lain yang berisiko membawa hama.
Namun, kebutuhannya tetap perlu diperiksa berdasarkan jenis barang dan ketentuan negara tujuan. Khusus untuk kemasan kayu, fumigation certificate juga tidak selalu dapat menggantikan tanda ISPM 15. Perusahaan perlu memastikan persyaratan yang berlaku sebelum barang dikirim.
3. Mengurangi Risiko Penyebaran Hama
Barang dan material kemasan tertentu dapat menjadi media terbawanya serangga atau organisme pengganggu ke wilayah lain. Fumigasi membantu mengurangi risiko tersebut sebelum barang masuk ke negara tujuan.
Dengan demikian, proses pengiriman dapat memenuhi persyaratan biosekuriti dan perlindungan terhadap lingkungan setempat.
4. Mendukung Proses Pemeriksaan Karantina
Fumigation certificate dapat digunakan sebagai dokumen pendukung ketika barang diperiksa oleh otoritas karantina atau biosekuriti. Sertifikat membantu menunjukkan bahwa perlakuan tertentu telah dilakukan sebelum pengiriman.
Namun, pihak terkait tetap dapat melakukan pemeriksaan tambahan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
5. Mengurangi Risiko Hambatan Pengiriman
Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat menyebabkan barang menjalani pemeriksaan tambahan, fumigasi ulang, atau penundaan. Fumigation certificate yang memiliki informasi jelas dan sesuai dengan dokumen pengiriman lainnya dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Karena itu, data pada sertifikat perlu diperiksa kembali, terutama nomor kontainer, deskripsi barang, jumlah kemasan, dan negara tujuan.
Kelola Dokumen Pengiriman dengan Sistem Digital
Tahukah Anda dalam satu shipment, perusahaan freight forwarder biasanya akan mengelola banyak dokumen mulai quotation, packing list, bill of lading, invoice, dokumen kepabeanan, phytosanitary certificate, hingga fumigation certificate.
Jika dokumen masih tersimpan di email, aplikasi chat, komputer pribadi, dan folder yang berbeda, tim dapat kesulitan menemukan file yang dibutuhkan. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko penggunaan dokumen versi lama atau informasi yang tidak sesuai dengan shipment.
Karena itu, perusahaan freight forwarder membutuhkan sistem digital yang dapat membantu menghubungkan dokumen dengan setiap job terkait. Sebagai software freight forwarder terbaik di Indonesia Oaktree hadir untuk membantu dalam mengoptimalkan operational mulai dari job order, dokumen, biaya, invoice, dan laporan dalam satu platform. Dengan demikian, pengunaan Oaktree, akan dapat mempercepat koordinasi antar divisi serta mengurangi risiko dokumen tercecer.
Kesimpulan
Fumigation certificate merupakan dokumen yang membuktikan bahwa barang atau kemasan telah menjalani proses fumigasi. Dokumen ini dapat berfungsi untuk memenuhi persyaratan pengiriman, mengurangi risiko penyebaran hama, mendukung pemeriksaan karantina, serta mengurangi potensi hambatan di negara tujuan.
Namun, fumigation certificate tidak selalu dibutuhkan pada setiap shipment. Kebutuhannya bergantung pada jenis komoditas, material kemasan, negara tujuan, dan persyaratan pihak terkait. Setelah diterbitkan, sertifikat sebaiknya disimpan bersama dokumen shipment lainnya melalui sistem digital seperti Oaktree agar lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.









