Oaktree Blog

Ekspor dan Impor: Pengertian, Tujuan dan 5 Contoh Kebijakannya

Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor adalah istilah yang mungkin Anda kenal. Ekspor dan impor sendiri merupakan kegiatan perdagangan internasional atau perdagangan antar negara. Di dalam negeri, kegiatan ekspor dan impor memegang peranan yang sangat penting dan tentunya erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi.

Penjelasan sederhananya adalah bahwa kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri disebut mengekspor. Sedangkan kegiatan membeli suatu produk atau barang dari luar negeri disebut impor.

Lantas, apa pengertian, tujuan dan contoh kegiatan export-import? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Ekspor

Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang keluar daerah pabean. Kawasan pabean adalah wilayah negara Republik Indonesia yang terdiri dari darat, air, dan udara, serta seluruh wilayah yang ditetapkan dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Secara sederhana, pengertian ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau lembaga yang mengekspor disebut eksportir.

Apa Itu Eksportir?

Eksportir adalah badan hukum atau orang perseorangan yang melakukan kegiatan ekspor. Kegiatan ekspor yang dilakukan secara besar-besaran tentunya akan membutuhkan peran serta bea cukai sebagai pengatur lalu lintas negara.

Kegiatan ekspor biasanya terjadi ketika suatu negara mampu memproduksi barang atau jasa dalam jumlah besar dan kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

Hal ini menyebabkan kelebihan produksi barang-barang ini, yang kemudian dapat dikirim ke luar negeri untuk dijual. Pada saat melakukan kegiatan ekspor, negara akan menerima pendapatan yang biasa disebut mata uang asing. Semakin sering suatu negara mengekspor, semakin banyak keuntungan yang diterimanya dari perbedaan nilai tukar.

Jenis Ekspor

Ada 2 jenis ekspor di Indonesia, yaitu ekspor migas dan ekspor nonmigas.

Produk minyak dan gas seperti minyak dan gas. Sedangkan ekspor nonmigas meliputi produk pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kerajinan, barang jadi, dan produk mineral dari industri pertambangan. Komoditas ekspor Indonesia adalah karet, kelapa sawit, gas bumi, batu bara, kayu untuk industri sandang dan tekstil.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan ekspor:

  • Kondisi di pasar luar negeri
  • Pengalaman eksportir dalam menangkap pasar luar negeri
  • Iklim bisnis yang diciptakan oleh negara
  • Syarat perjanjian internasional

Setiap barang ekspor memiliki ketentuan tersendiri tergantung jenis produknya. Tidak semua individu atau masyarakat dapat melakukan kegiatan ekspor. Hal ini disebabkan karena kegiatan ekspor memerlukan beberapa prosedur yang harus diikuti.

Baca juga  Customs Clearance : Definisi dan Tahapannya

Kegiatan ekspor mampu menciptakan permintaan efektif baru, yang memaksa barang-barang di pasar domestik mencari inovasi untuk meningkatkan produktivitas. Kegiatan ekspor juga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan pasar luar negeri untuk barang-barang tertentu.

Jenis Kegiatan Ekspor

Ada dua jenis kegiatan ekspor: ekspor reguler dan ekspor tanpa letter of credit. Perbedaan keduanya terletak pada penggunaan letter of credit sebagai alat pembayaran.

Kegiatan ekspor biasa akan dijual ke luar negeri dengan segala ketentuan yang berlaku. Kegiatan ekspor tersebut kemudian biasanya ditujukan kepada pembeli dengan menggunakan letter of credit.

Sedangkan kegiatan ekspor tanpa letter of credit dapat dilakukan jika departemen perdagangan telah mengeluarkan izin khusus.

Kegiatan ekspor mengejar tujuan berikut:

  1. Kontrol harga untuk produk
    Negara pengekspor memiliki peluang untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas dalam produk. Dengan demikian, suatu negara dianggap mampu mengendalikan harga barang ekspor yang berasal dari negaranya. Sebab produk dalam negeri ini akan memiliki harga yang lebih rendah ketika bus diproduksi dengan mudah dan berlimpah. Agar suatu negara dapat mengendalikan harga di pasar, maka harus melakukan kegiatan ekspor ke negara lain yang membutuhkan produk tersebut.
  2. Menambahkan mata uang asing / devisa negara
    Nilai kekayaan yang dimiliki suatu negara dalam bentuk mata uang asing disebut mata uang asing. Adanya kegiatan ekspor berguna untuk membuka peluang baru di luar negeri. Peluang ini akan membantu memperluas pasar domestik, investasi dan devisa di dalam negeri.
  3. Meningkatkan kesempatan kerja
    Kegiatan ekspor tidak langsung akan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, kegiatan ekspor dan impor juga akan mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekspor dalam negeri akan menciptakan lapangan kerja, yang akan mengurangi kemiskinan.

Pengertian Impor

Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Impor barang atau jasa dari luar negeri atau dari daerah pabean ditujukan untuk diedarkan di dalam negeri atau di kawasan pergerakan bebas.

Dalam bentuk jasa yang diterima dari luar negeri, seperti asuransi, transportasi, tenaga kerja asing juga dianggap sebagai impor. Sebagai aturan, pembelian barang impor adalah barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri.

Apa Itu Importir?

Orang atau lembaga yang mengimpor barang impor disebut importir. Impor barang dilakukan untuk tujuan mencari keuntungan. Keuntungan yang dihasilkan adalah harga barang impor dapat lebih rendah dari harga barang atau jasa yang sama dengan barang produksi dalam negeri.

Baca juga  Kebijakan Pemerintah Tentang Pemberitahuan Impor Barang

Contoh Kegiatan Impor

Contoh sederhana: Indonesia yang tidak memiliki produk gandum, harus mengimpor produk gandum dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri.

Kepabeanan juga diperlukan sebagai proses pendampingan saat pengiriman barang impor dilakukan secara besar-besaran. Sederhananya, pemerintah akan menerapkan tarif pajak pada setiap produk untuk setiap importirnya.

Jenis barang yang diimpor adalah barang konsumsi atau barang jadi, barang modal, bahan baku dan bahan penolong.

Alasan Mengapa Melakukan Impor

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa suatu negara melakukan kegiatan impor:

Negara pengimpor dapat memproduksi barang-barang ini, tetapi biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi, sehingga menghasilkan harga yang lebih tinggi untuk barang yang dijual. Negara pengimpor sudah bisa memproduksi sendiri, tapi belum cukup untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Negara-negara pengimpor tidak dapat memproduksi barang-barang ini karena kurangnya bahan baku, keterampilan, dll.

Kegiatan impor dapat memiliki keuntungan dan kerugian, terutama bagi produsen dalam negeri, karena mereka tidak dapat bersaing dengan produk impor baik dari segi harga maupun kualitas.

Impor juga merupakan kegiatan untuk mengurangi cadangan devisa suatu negara, yang dapat menyebabkan defisit perdagangan suatu negara.

Manfaat Kegiatan Impor

Berikut adalah beberapa manfaat dari kegiatan impor:

  1. Dapatkan lebih banyak teknologi modern dari barang impor
  2. Suatu negara dapat fokus pada produksi barang atau jasa tertentu.
  3. Memerangi inflasi karena barang impor lebih murah
  4. Memperoleh barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
  5. Memperoleh pasokan bahan baku untuk industri dalam negeri

Hingga saat ini, tidak ada negara yang benar-benar dapat mandiri tanpa membutuhkan barang atau jasa dari negara lain. Artinya, kegiatan impor merupakan perdagangan antar negara yang tak terhindarkan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua produk atau barang dapat terdaftar sebagai barang impor. Departemen bea dan cukai telah menetapkan aturan yang mengizinkan dan melarang impor barang. Impor yang dilarang, seperti yang mengandung unsur pornografi, obat-obatan terlarang, hewan, dan senjata api, juga dilarang.

Tujuan Impor

Tujuan kegiatan impor tentunya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kegiatan impor juga merupakan bentuk komunikasi atau kerjasama di masing-masing negara.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kegiatan impor dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki neraca pembayaran dan mengurangi pengeluaran devisa negara lain. Kegiatan impor juga bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas negara.

Kegiatan impor juga berguna untuk memperoleh bahan baku dan teknologi modern. Hal ini membuat kegiatan impor secara tidak langsung mendukung stabilitas negara.

Baca juga  Perbedaan Ekspor dan Impor, Berikut Penjelasannya!

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari kegiatan impor:

  • Lakukan pekerjaan rumah tangga
  • Memperkuat neraca pembayaran
  • Mengurangi pengeluaran devisa di luar negeri

Contoh Regulasi Ekspor dan Impor

Dalam perdagangan internasional, terdapat beberapa kebijakan untuk ekspor dan impor barang. Di bawah ini adalah contoh kebijakan ekspor-impor:

1. Dumping dalam politik

Kebijakan dumping adalah kebijakan di mana suatu produk diekspor dan dijual ke luar negeri dengan harga lebih rendah untuk menguasai pasar. Kebijakan dumping dapat diartikan sebagai kebijakan diskriminasi harga, yang dapat menghancurkan pasar luar negeri dimana produk tersebut dijual lebih murah.

Tujuan dari kebijakan dumping adalah untuk memperluas pasar luar negeri dan membunuh persaingan. Cara ini sering digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Kebijakan dumping terjadi agar harga beli internal tidak turun. Ada beberapa jenis kebijakan dumping, yaitu:

  • Sporadic Dumping
    Dumping sporadis adalah dumping dalam jangka pendek. Tujuan dari dumping sporadis adalah untuk mencegah penumpukan barang di pasar domestik akibat kelebihan produksi barang.
  • Persistent Dumping
    Persistent Dumping / Dumping permanen merupakan praktek yang dilakukan secara terus menerus dan terus menerus. Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan pasar antara negara pengimpor dan pengekspor atau dikenal juga dengan istilah diskriminasi harga internasional.
  • Predatory Dumping
    Predatory Dumping bertujuan untuk melumpuhkan lawan-lawannya. Dengan demikian, ketika harga negara pesaing turun, pelaku dumping akan menaikkan harga barangnya sesuai dengan keinginannya.

2. Tarif

Tarif adalah pajak yang dikenakan atas barang atau barang yang dibawa ke suatu negara. Semua barang yang diimpor ke suatu negara atau wilayah akan dikenakan pajak dengan tarif sesuai dengan nilai barang tersebut.

3. Kebijakan perdagangan bebas

Kebijakan perdagangan bebas adalah kesepakatan antara dua negara yang tidak mengatur kegiatan jual beli barang. Dengan demikian, perdagangan antar negara tersebut menjamin arus barang yang dapat masuk dan keluar kawasan tanpa hambatan.

4. Pembatasan impor atau kuota impor

Pembatasan impor diberlakukan jika terjadi peningkatan proses produksi di dalam negeri. Kuota impor adalah pembatasan langsung terhadap jumlah barang yang diimpor. Cara ini digunakan agar produk dalam negeri tidak hancur dengan adanya barang dari luar negeri, sehingga pedagang lokal dapat bersaing secara sehat. Selain itu, cara pembatasan impor barang adalah melalui penetapan hambatan tarif dan kuota, yang berguna untuk memperbaiki neraca pembayaran.

5. Subsidi ekspor

Subsidi ekspor adalah kebijakan pemerintah yang dirancang untuk mendorong ekspor barang dan mengurangi penjualan barang di pasar domestik. Subsidi ekspor adalah pemberian dana oleh negara kepada perusahaan dalam rangka meningkatkan jumlah ekspor dan impor barang.

Pasar domestik sendiri menggunakan pembayaran langsung, pinjaman berbunga rendah, keinginan untuk pajak ekspor, atau iklan yang didanai publik di negara lain. Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian ekspor dan impor, tujuannya serta contoh kebijakan ekspor dan impor.

Bagikan artikel ini ke

Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top