Oaktree Blog

Logistik

Shelf Life

Apa Itu Shelf Life? Pengertian, Faktor, Dan Dampak Pada Produk

Dalam dunia bisnis modern, terutama di sektor logistik dan pergudangan, perusahaan tidak hanya berfokus pada kecepatan distribusi, tetapi juga pada kualitas produk yang diterima konsumen. Di sinilah konsep Shelf Life menjadi sangat penting. Banyak perusahaan mengalami kerugian bukan karena permintaan rendah, melainkan karena produk melewati masa simpannya saat masih berada di gudang atau dalam proses distribusi. Seiring meningkatnya volume perdagangan dan kompleksitas rantai pasok, pengelolaan umur simpan tidak lagi bisa dilakukan secara manual. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai umur simpan membantu perusahaan menjaga mutu produk, mengurangi pemborosan stok, serta meningkatkan efisiensi logistik. Untuk memahami perannya secara menyeluruh, pembahasan berikut akan mengulas mulai dari pengertian Shelf Life, faktor yang memengaruhi, hingga dampaknya dalam konteks logistik dan distribusi. Apa Itu Shelf Life? Shelf Life adalah jangka waktu suatu produk dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami penurunan kualitas, keamanan, atau fungsi. Periode ini biasanya dimulai sejak produk diproduksi hingga mencapai batas aman untuk dikonsumsi atau digunakan. Dalam konteks logistik dan gudang, umur simpan berfungsi sebagai indikator utama dalam pengelolaan persediaan. Produk dengan umur simpan pendek, seperti makanan, obat-obatan, atau bahan kimia, membutuhkan perencanaan distribusi yang lebih cepat dan terkontrol. Sebaliknya, produk dengan umur simpan panjang tetap memerlukan pemantauan agar tidak menumpuk dan menimbulkan biaya penyimpanan berlebih. Oleh karena itu, Shelf Life bukan sekadar informasi pada kemasan, melainkan dasar pengambilan keputusan logistik, mulai dari penjadwalan distribusi hingga strategi penyimpanan di gudang. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Shelf Life Shelf Life setiap produk dapat berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Faktor-faktor ini perlu dipahami agar perusahaan dapat mengelola stok secara lebih optimal. 1. Karakteristik Produk Setiap produk memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Produk makanan segar, misalnya, memiliki Shelf Life lebih pendek dibandingkan produk kering atau non-konsumsi. Kandungan air, tingkat keasaman, serta sensitivitas terhadap suhu sangat menentukan masa simpan produk tersebut. 2. Kondisi Penyimpanan di Gudang Lingkungan gudang memainkan peran besar dalam menjaga Shelf Life. Suhu, kelembapan, pencahayaan, dan sirkulasi udara harus sesuai dengan standar produk. Penyimpanan yang tidak sesuai dapat mempercepat penurunan kualitas, meskipun produk belum melewati tanggal kedaluwarsa. 3. Proses Distribusi Waktu dan metode distribusi juga memengaruhi umur simpan. Semakin lama produk berada dalam proses pengiriman tanpa kontrol yang baik, semakin besar risiko penurunan kualitas. Oleh sebab itu, logistik yang efisien membantu menjaga umur simpan tetap optimal hingga produk sampai ke konsumen. 4. Sistem Manajemen Stok Pengelolaan stok yang tidak terstruktur sering menyebabkan produk lama tertimbun di gudang. Tanpa sistem yang mampu memantau umur stok secara real-time, perusahaan berisiko menjual produk yang mendekati atau melewati umur simpan. Dampak Shelf Life Terhadap Produk Pengelolaan umur simpan memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis, khususnya dalam manajemen gudang dan logistik: 1. Menjaga Kualitas dan Keamanan Produk Shelf Life membantu perusahaan memastikan bahwa produk yang didistribusikan masih dalam kondisi layak. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga kepercayaan pelanggan serta menghindari risiko klaim atau penarikan produk. 2. Mengurangi Kerugian Akibat Produk Kedaluwarsa Produk yang melewati umur simpan sering kali harus dimusnahkan. Hal ini tentu menimbulkan kerugian finansial. Dengan pengelolaan umur simpan yang baik, perusahaan dapat mengurangi pemborosan stok dan menekan biaya operasional gudang. 3. Meningkatkan Efisiensi Gudang Manajemen umur simpan mendorong perputaran stok yang lebih sehat. Gudang tidak dipenuhi barang usang, sehingga ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk produk dengan permintaan tinggi. 4. Mendukung Kepatuhan Regulasi Banyak industri, terutama makanan dan farmasi, memiliki regulasi ketat terkait masa simpan produk. Pengelolaan Shelf Life membantu perusahaan memenuhi standar tersebut dan menghindari sanksi hukum. Peran Shelf Life Dalam Logistik dan Distribusi Dalam sistem logistik, umur simpan berperan penting dalam strategi distribusi barang. Perusahaan biasanya menerapkan metode First Expired First Out (FEFO) untuk memastikan produk dengan masa simpan terpendek didistribusikan lebih dahulu. Selain itu, umur simpan juga membantu tim logistik menentukan: Prioritas pengiriman berdasarkan umur produk agar kualitas tetap terjaga. Penjadwalan distribusi yang lebih presisi sehingga produk tidak terlalu lama berada di gudang. Perencanaan stok yang seimbang antara permintaan pasar dan kapasitas penyimpanan. Dengan pengelolaan yang tepat, umur simpan mampu meningkatkan kinerja distribusi sekaligus menekan biaya logistik secara keseluruhan. Kesimpulan Shelf Life merupakan elemen krusial dalam pengelolaan produk, terutama dalam logistik, gudang, dan distribusi. Dengan memahami pengertian, faktor yang memengaruhi, serta dampaknya, perusahaan dapat menjaga kualitas produk, mengurangi kerugian, dan meningkatkan efisiensi operasional. Pengelolaan umur simpan yang baik juga mendukung perputaran stok yang sehat serta pengambilan keputusan logistik yang lebih akurat. Untuk membantu perusahaan mengelola umur simpan dan persediaan secara lebih efisien, Oaktree.id hadir sebagai solusi digital logistik dan distribusi. Melalui sistem manajemen yang terintegrasi, Oaktree membantu pemantauan stok secara real-time, pengelolaan gudang yang lebih terstruktur, serta distribusi yang lebih terkendali. Dengan dukungan teknologi dari Oaktree Software, bisnis Anda dapat fokus meningkatkan performa logistik tanpa terhambat oleh masalah stok dan masa simpan produk.

Apa Itu Shelf Life? Pengertian, Faktor, Dan Dampak Pada Produk Read More »

Dunnage

Dunnage: Fungsi, Jenis, Dan Perannya Dalam Keamanan Barang

Dalam dunia logistik dan pergudangan, keamanan barang menjadi faktor krusial yang menentukan kualitas layanan distribusi. Kerusakan produk selama penyimpanan maupun pengiriman tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga berdampak pada reputasi bisnis. Oleh karena itu, perusahaan logistik perlu menerapkan sistem perlindungan barang yang tepat dan terstruktur. Salah satu komponen penting yang sering digunakan, namun belum banyak dipahami secara mendalam, adalah Dunnage. Bantalan pengisi berperan sebagai pelindung tambahan yang menjaga stabilitas barang di gudang maupun selama proses distribusi. Melalui penggunaan Dunnage yang tepat, perusahaan dapat meminimalkan risiko kerusakan akibat tekanan, guncangan, atau pergeseran barang. Apa Itu Dunnage? Dunnage adalah material pelindung yang digunakan untuk menopang, mengisi ruang kosong, dan menahan posisi barang selama penyimpanan di gudang maupun selama proses pengiriman. Dunnage membantu menjaga barang tetap stabil sehingga tidak mudah bergeser, bertabrakan, atau mengalami tekanan berlebih. Dalam operasional logistik, bantalan pengisi biasanya ditempatkan di antara barang, di dasar pallet, atau di sisi kemasan. Dengan demikian, barang tidak langsung bersentuhan dengan lantai, dinding kontainer, atau barang lain yang berpotensi menimbulkan kerusakan. Selain itu, bantalan pengisi juga berfungsi sebagai lapisan pengaman tambahan yang menyesuaikan bentuk dan berat produk. Oleh karena itu, penggunaan Dunnage tidak hanya relevan untuk barang rapuh, tetapi juga untuk produk berat, bernilai tinggi, maupun produk industri. Fungsi Dunnage Dalam Logistik dan Gudang Penggunaan bantalan pengisi memberikan berbagai fungsi penting yang secara langsung mendukung efisiensi operasional logistik dan gudang. Berikut penjelasan lengkapnya: 1. Menjaga Keamanan Barang Bantalan pengisi membantu menahan posisi barang agar tetap stabil selama proses penyimpanan dan distribusi. Dengan adanya Dunnage, risiko barang terguncang, tertekan, atau bergeser dapat dikurangi secara signifikan. 2. Mengurangi Risiko Kerusakan Produk Kerusakan sering terjadi akibat gesekan antar barang atau benturan saat pengiriman. Bantalan pengisi berfungsi sebagai bantalan yang menyerap tekanan sehingga kondisi produk tetap terjaga hingga sampai ke tujuan. 3. Mengoptimalkan Penataan di Gudang Dengan menggunakan bantalan pengisi, perusahaan dapat menyusun barang secara lebih rapi dan aman. Hal ini memudahkan proses penataan stok di gudang sekaligus meningkatkan pemanfaatan ruang penyimpanan. 4. Mendukung Efisiensi Distribusi Barang yang tersusun stabil akan lebih mudah dipindahkan dan dimuat ke kendaraan distribusi. Akibatnya, proses bongkar muat menjadi lebih cepat dan risiko keterlambatan distribusi dapat diminimalkan. Jenis-Jenis Dunnage Dalam Logistik Dalam praktiknya, bantalan pengisi hadir dalam berbagai bentuk dan material yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan logistik dan gudang. Berikut beberapa jenis bantalan pengisi yang umum digunakan: 1. Dunnage Kayu Dunnage kayu sering digunakan untuk menopang barang berat atau berukuran besar. Material ini memiliki daya tahan tinggi dan mampu menahan tekanan secara optimal, sehingga cocok digunakan di gudang industri dan distribusi skala besar. 2. Dunnage Plastik Dunnage plastik memiliki keunggulan dari sisi ringan, tahan air, dan mudah dibersihkan. Jenis ini sering digunakan di gudang modern yang mengutamakan kebersihan dan efisiensi operasional. 3. Dunnage Kertas atau Karton Dunnage berbahan kertas biasanya digunakan untuk mengisi ruang kosong dalam kemasan. Walaupun lebih ringan, jenis ini tetap efektif untuk menjaga stabilitas barang selama pengiriman jarak menengah. 4. Dunnage Foam atau Inflatable Dunnage jenis ini berfungsi sebagai bantalan fleksibel yang menyesuaikan bentuk produk. Oleh karena itu, Dunnage foam banyak digunakan untuk barang elektronik, komponen presisi, dan produk bernilai tinggi. Peran Dunnage Dalam Proses Distribusi Dalam proses distribusi logistik, bantalan pengisi memegang peranan penting dalam menjaga kualitas barang hingga ke tangan konsumen. Barang yang terlindungi dengan baik akan meminimalkan klaim kerusakan serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, penggunaan bantalan pengisi juga membantu perusahaan logistik menjaga konsistensi standar pengiriman. Dengan sistem perlindungan yang terencana, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap barang dikirim dalam kondisi aman tanpa harus menambah biaya perbaikan atau penggantian produk. Di sisi lain, bantalan pengisi juga mendukung sistem manajemen gudang yang lebih tertata. Barang yang tersimpan stabil akan memudahkan pencatatan stok, pengambilan barang, dan pengaturan alur distribusi secara keseluruhan. Kesimpulan   Secara keseluruhan, Dunnage merupakan elemen penting dalam logistik dan gudang yang berfungsi menjaga keamanan, stabilitas, dan kualitas barang selama penyimpanan serta distribusi. Dengan memahami fungsi dan jenis Dunnage, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional gudang sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi. Namun, penggunaan Dunnage yang efektif perlu didukung oleh sistem manajemen logistik yang terintegrasi. Di sinilah peran solusi digital menjadi semakin penting. Oleh karena itu, Oaktree.id hadir sebagai solusi bisnis logistik dan distribusi yang membantu perusahaan mengelola stok, gudang, dan proses distribusi secara real-time dan terstruktur.

Dunnage: Fungsi, Jenis, Dan Perannya Dalam Keamanan Barang Read More »

SLA

Mengapa SLA Penting Untuk Pengiriman Barang Yang Tepat Waktu

Dalam dunia logistik modern, kecepatan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama bagi setiap perusahaan yang mengelola distribusi dan gudang. Konsumen saat ini menuntut pengiriman yang lebih cepat, akurat, serta dapat diprediksi. Inilah sebabnya perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan proses manual atau asumsi dalam mengatur alur barang. Untuk memastikan layanan berjalan konsisten, bisnis memerlukan dasar yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi. Di sinilah Service Level Agreement (SLA) mengambil peran penting. SLA bukan hanya dokumen formal antara penyedia layanan dan pelanggan, tetapi juga fondasi utama agar operasional gudang dan distribusi mampu berjalan sesuai ekspektasi. Ketika SLA dirancang dengan tepat, perusahaan dapat mengurangi keterlambatan, meningkatkan produktivitas gudang, mengoptimalkan distribusi, serta menciptakan proses pengiriman yang lebih efisien. Dengan kata lain, Service Level Agreement membantu perusahaan memastikan bahwa setiap bagian dalam rantai pasok bekerja selaras untuk mencapai tujuan paling krusial: pengiriman tepat waktu. Apa Itu SLA? Service Level Agreement (SLA) adalah dokumen perjanjian yang menetapkan standar layanan yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa, termasuk parameter waktu, kualitas, akurasi, ketepatan proses, serta tanggung jawab masing-masing pihak. Dalam konteks logistik dan gudang, Service Level Agreement membantu memastikan barang diproses, disimpan, dan dikirim sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Service Level Agreement biasanya mencakup berbagai indikator performa seperti waktu pemrosesan pesanan, lead time pengiriman, tingkat akurasi picking di gudang, kualitas pengepakan, hingga tingkat keberhasilan pengiriman. Ketika Service Level Agreement dijalankan dengan benar, semua pihak memiliki acuan yang sama sehingga proses distribusi dapat berlangsung lebih lancar dan minim perselisihan. Fungsi SLA Dalam Pengiriman dan Gudang SLA memiliki beberapa fungsi utama yang langsung berdampak pada ketepatan waktu pengiriman. Beberapa fungsi penting tersebut meliputi: a. Menjadi Acuan Kinerja Operasional Dengan Service Level Agreement yang jelas, tim gudang dan logistik memiliki pedoman terukur mengenai waktu pemrosesan barang, mulai dari penerimaan, penyimpanan, picking, packing, hingga pengiriman. Acuan ini meminimalkan ketidakjelasan dan membantu menjaga alur kerja tetap konsisten setiap hari. b. Meningkatkan Koordinasi Antar Tim Logistik melibatkan banyak bagian, seperti warehouse, transportasi, dan distribusi. Service Level Agreement memperjelas peran setiap divisi sehingga koordinasi menjadi lebih efektif. Akibatnya, proses distribusi menjadi lebih cepat dan akurat. c. Mengurangi Risiko Keterlambatan Ketika Service Level Agreement mengatur batas waktu tertentu, perusahaan dapat memonitor performa lebih intensif dan segera mengambil tindakan apabila terjadi potensi keterlambatan. Dampaknya, pengiriman barang tetap memenuhi target waktu. d. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Ketepatan pengiriman menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pengalaman pelanggan. Dengan Service Level Agreement yang diterapkan secara konsisten, perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih andal sehingga tingkat kepercayaan pelanggan meningkat. Komponen Penting Dalam SLA Logistik SLA dalam logistik biasanya berisi komponen-komponen penting yang saling berkaitan untuk memastikan kelancaran distribusi dan manajemen gudang. Komponen berikut adalah elemen yang menjadi dasar pengukuran kinerja: a. Waktu Proses Pesanan (Order Processing Time) Bagian ini menetapkan berapa lama pesanan harus diproses sejak diterima hingga siap dikirim. Komponen ini sangat penting bagi gudang karena mencerminkan kecepatan operasional dan kesiapan staf warehouse. b. Tingkat Akurasi Picking dan Packing Akurasi picking menentukan ketepatan barang yang diambil dari rak gudang. Sementara itu, packing accuracy menegaskan bahwa kualitas pengepakan sesuai standar. Kedua komponen ini memastikan barang tiba dengan baik tanpa kesalahan. c. Lead Time Pengiriman Lead time pengiriman menentukan waktu mulai dari barang diambil dari gudang hingga tiba di lokasi tujuan. Pengukuran ini menjadi indikator kunci ketepatan waktu distribusi dan sangat menentukan performa logistik. d. Tingkat Keberhasilan Pengiriman (Delivery Success Rate) Komponen ini membahas persentase pengiriman yang diterima pelanggan tanpa kendala. Semakin tinggi angka keberhasilan, semakin baik kinerja logistik perusahaan. e. Prosedur Eskalasi Service Level Agreement juga memuat langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi masalah, seperti keterlambatan atau kerusakan barang. Dengan prosedur yang jelas, penanganan masalah dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Jenis SLA Dalam Logistik dan Gudang Dalam industri logistik, SLA dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan proses distribusi dan warehouse. Berikut jenis SLA yang paling umum digunakan: a. SLA Operasional Gudang Jenis ini mengatur standar layanan di area penyimpanan dan pengelolaan stok. Contohnya waktu inbound barang, akurasi inventaris, kecepatan picking, serta manajemen penyimpanan. SLA ini menjadi dasar agar manajemen gudang tetap efisien dan bebas dari penumpukan. b. SLA Transportasi dan Distribusi Service Level Agreement ini fokus pada pengiriman barang. Beberapa parameter yang ditentukan meliputi waktu pengiriman, tingkat keberhasilan pengantaran, serta respons terhadap kendala di lapangan. c. SLA Layanan Pelanggan Jenis ini mencakup respons layanan terhadap keluhan pelanggan terkait barang yang dikirim. Walaupun terlihat sederhana, performa SLA ini berpengaruh besar terhadap kepuasan pelanggan. d. SLA Penyedia Logistik Pihak Ketiga (3PL) Jika perusahaan bekerja sama dengan 3PL, SLA jenis ini sangat penting. Perjanjian mengatur standar layanan mulai dari operasional gudang, pengiriman, hingga laporan performa. Kesimpulan Service Level Agreement menjadi dasar penting untuk memastikan pengiriman barang berjalan tepat waktu dan sesuai standar. Mulai dari pengelolaan gudang, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman ke pelanggan, Service Level Agreement membantu bisnis menjaga konsistensi, akurasi, serta transparansi performa. Dengan adanya Service Level Agreement, perusahaan dapat mengoptimalkan proses distribusi dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Namun, penerapan SLA yang efektif membutuhkan dukungan sistem digital yang mampu mengintegrasikan proses gudang dan logistik secara menyeluruh. Di sinilah Oaktree.id memberikan solusi terbaik. Dengan fitur seperti manajemen stok real-time, pelacakan pengiriman, hingga pengaturan job order, Oaktree Software membantu bisnis menjalankan SLA secara akurat tanpa hambatan manual. Jadi, jika Anda ingin memastikan operasional gudang dan distribusi berjalan lebih efisien, kini saatnya beralih ke solusi digital yang lebih modern bersama Oaktree.id.

Mengapa SLA Penting Untuk Pengiriman Barang Yang Tepat Waktu Read More »

Notifty Party

Mengenal Notify Party: Istilah Penting Bagi Pelaku Bisnis Global

Dalam era perdagangan global yang bergerak cepat, setiap detail dalam proses pengiriman barang memiliki peran penting. Salah satu istilah yang sering muncul dalam dokumen logistik internasional adalah Notify Party. Banyak pelaku bisnis mengenal istilah consignee atau shipper, tetapi belum memahami betapa strategisnya Notify Party dalam memastikan barang tiba tepat waktu dan didistribusikan tanpa kendala. Peran Notify Party bahkan semakin krusial ketika perusahaan mengoperasikan gudang berkapasitas besar atau menjalankan jaringan distribusi yang kompleks. Dengan mengetahui siapa yang harus dihubungi saat barang mendekati tujuan, perusahaan dapat mempercepat proses bongkar muat, mengurangi risiko penundaan, dan menjaga aliran distribusi. Apa Itu Notify Party? Notify Party adalah pihak yang tercantum dalam dokumen pengiriman seperti Bill of Lading atau Air Waybill yang bertugas menerima pemberitahuan ketika barang mencapai pelabuhan atau bandara tujuan. Walaupun mereka tidak selalu menjadi pemilik barang, keberadaan Notify Party membantu memastikan proses selanjutnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan operasional. Dalam konteks bisnis global, perusahaan memilih Notify Party yang dianggap paling relevan untuk mempercepat proses distribusi. Misalnya, sebuah gudang distribusi dapat ditunjuk sebagai Notify Party agar tim gudang dapat segera mempersiapkan ruang penyimpanan atau menyiapkan proses inbound. Dengan begitu, perusahaan dapat mengelola arus barang secara lebih efisien sejak barang memasuki wilayah tujuan. Peran Notify Party Dalam Rantai Logistik Notify Party berfungsi sebagai pihak yang pertama menerima informasi kedatangan barang. Namun, tugas mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya: a. Mengkoordinasikan Informasi Kedatangan Barang Ketika pengangkut mengirimkan pemberitahuan bahwa kapal atau pesawat sudah tiba, Notify Party langsung melakukan pengecekan. Mereka memverifikasi jadwal, memastikan dokumen siap, dan berkomunikasi dengan pihak internal agar proses berjalan cepat. Sikap proaktif ini membantu mencegah penumpukan barang di pelabuhan. b. Memastikan Kesiapan Gudang Notify Party juga sering menjadi pihak yang bekerja sama dengan tim gudang. Begitu menerima notifikasi kedatangan barang, mereka segera menginformasikan kepada warehouse agar tim dapat menyiapkan slot penyimpanan, forklift, hingga peralatan unloading. Alur ini sangat menentukan efisiensi manajemen gudang, terutama jika barang memiliki spesifikasi khusus seperti mudah pecah, perlu pendingin, atau membutuhkan penanganan cepat. c. Mengatur Alur Distribusi Setelah barang keluar dari pelabuhan, Notify Party bertanggung jawab mengoordinasikan proses pengiriman selanjutnya. Mereka berkomunikasi dengan armada distribusi, perusahaan trucking, atau tim internal agar barang bergerak sesuai jadwal pengiriman. Hal ini memastikan distribusi tidak tertunda dan barang tiba di lokasi konsumen atau gudang utama tepat waktu. Perbedaan Notify Party Dengan Consignee Walaupun kedua istilah ini sering muncul dalam dokumen pengiriman, Notify Party dan Consignee memiliki tanggung jawab berbeda dalam rantai logistik internasional. a. Dari Segi Kepemilikan Barang Consignee merupakan pihak yang berhak menerima dan memiliki barang setelah proses pengiriman selesai. Sementara itu, Notify Party tidak selalu memiliki barang tersebut. Mereka hanya bertugas menerima informasi kedatangan dan membantu pengurusan operasional. b. Dari Segi Fungsi Operasional Consignee fokus pada penerimaan barang secara resmi, termasuk mengurus bea cukai atau inspeksi. Notify Party berperan lebih luas pada bagian koordinasi dan komunikasi. Pihak inilah yang bergerak lebih cepat ketika barang mendekati tujuan karena mereka sering terhubung dengan tim gudang atau distribusi. c. Dari Segi Kebutuhan Bisnis Dalam praktiknya, perusahaan yang memiliki jaringan distribusi besar biasanya menunjuk gudang pusat atau 3PL (third-party logistics) sebagai Notify Party. Hal ini membantu bisnis mengoptimalkan waktu penanganan barang tanpa melibatkan pemilik barang secara langsung pada setiap tahapnya. Contoh Notify Party dalam Logistik dan Distribusi Untuk memahami peran Notify Party secara lebih nyata, berikut adalah salah satu contoh yang sering terjadi dalam aktivitas logistik global. 1. Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia Sebuah perusahaan elektronik mengekspor ratusan unit sparepart dari Jepang menuju Indonesia. Pada tahap ini, perusahaan sudah menentukan consignee, yaitu distributor nasional yang akan menerima dan memiliki barang tersebut setelah tiba di pelabuhan. 2. Penunjukan Gudang Pusat sebagai Notify Party Selain mencantumkan consignee, perusahaan menuliskan gudang pusat milik distributor sebagai Notify Party di dalam Bill of Lading. Tujuan penunjukan ini adalah agar pihak gudang dapat menerima notifikasi kedatangan barang lebih cepat dan mempersiapkan proses operasional sebelum kapal tiba. 3. Pemberitahuan Kedatangan dari Pihak Pelayaran Ketika kapal mendekati Pelabuhan Tanjung Priok, pihak pelayaran mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Notify Party. Notifikasi ini mencakup estimasi waktu kedatangan, informasi kontainer, dan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses inbound. 4. Persiapan Operasional di Gudang Setelah menerima notifikasi tersebut, tim gudang langsung melakukan beberapa langkah penting. Mereka mengatur jadwal staf untuk proses pembongkaran, menyiapkan dokumen penerimaan, dan memastikan perangkat scanning barcode tersedia untuk mempermudah pencatatan stok. Tahap ini mengurangi risiko keterlambatan dan membuat aktivitas inbound lebih efisien. 5. Proses Inbound Berjalan Tanpa Hambatan Karena Notify Party merespons dengan cepat, barang bisa masuk ke gudang segera setelah keluar dari pelabuhan. Proses pencatatan, penyimpanan, hingga verifikasi stok berlangsung lebih lancar sehingga tidak mengganggu alur kerja warehouse. 6. Distribusi ke Retail Berjalan Sesuai Jadwal Dengan seluruh proses inbound sudah terkendali, tim distribusi dapat langsung melanjutkan pengiriman ke berbagai retail sesuai rencana. Kecepatan ini membantu menjaga ketersediaan barang di pasar dan memastikan rantai distribusi tetap stabil. Kesimpulan  Notify Party memainkan peran vital dalam logistik internasional karena membantu mempercepat proses koordinasi kedatangan barang, mendukung pengelolaan gudang, dan menjaga alur distribusi tetap stabil. Dengan memahami fungsi Notify Party, perusahaan dapat menata rantai pasok secara lebih efisien serta mengurangi potensi keterlambatan barang. Untuk mengoptimalkan proses logistik Anda, digitalisasi sudah menjadi langkah yang tidak dapat dihindari. Di sinilah Software Oaktree  memberikan solusi yang relevan bagi perusahaan distribusi dan warehouse. Sistem ini menyediakan fitur lengkap seperti manajemen stok, notifikasi otomatis, dan pemantauan real-time yang membantu bisnis menjaga akurasi dan efisiensi operasional.

Mengenal Notify Party: Istilah Penting Bagi Pelaku Bisnis Global Read More »

Reorder Point

Reorder Point: Kunci Menghindari Kehabisan Stok di Bisnis Anda

Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, ketersediaan stok menjadi faktor yang sangat menentukan kelancaran operasional, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan gudang dan distribusi. Ketika permintaan meningkat, pelanggan menuntut proses pengiriman yang cepat dan akurat. Karena itu, bisnis tidak bisa lagi mengabaikan pentingnya pengendalian persediaan. Salah satu strategi paling efektif dalam memastikan stok selalu aman yaitu menerapkan Reorder Point. Konsep Reorder Point sangat populer dalam logistik modern karena mampu memberi sinyal tepat kapan gudang harus memesan ulang persediaan sebelum stok benar-benar habis. Sistem ini membantu bisnis mengurangi risiko kehilangan penjualan, memperlancar arus distribusi, dan menjaga efisiensi operasional gudang. Melalui pengaturan Reorder Point yang tepat, perusahaan dapat mengatur ritme pengadaan barang secara lebih terencana sehingga tidak ada lagi momen di mana gudang tiba-tiba kosong. Apa Itu Reorder Point? Reorder Point adalah titik minimum persediaan yang menjadi tanda bagi bisnis bahwa sudah waktunya melakukan pemesanan ulang. Ketika stok di gudang mencapai titik tersebut, tim logistik harus segera melakukan replenishment agar barang tidak habis saat permintaan datang. Konsep ini tidak hanya membantu menjaga ketersediaan barang, tetapi juga memastikan proses distribusi berjalan lancar. Dengan Reorder Point, perusahaan dapat memantau pergerakan stok secara lebih terstruktur. Selain itu, angka Reorder Point biasanya mempertimbangkan durasi lead time pemasok, kecepatan pergerakan stok, serta tingkat keselamatan stok (safety stock). Karena itu, perusahaan yang menerapkan metode ini cenderung memiliki persediaan yang lebih stabil dan akurat. Fungsi Reorder Point Dalam Operasional Gudang Tingkat persediaan barang memegang peran penting dalam manajemen gudang karena fungsinya membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan stok dan kapasitas penyimpanan. Berikut fungsi utamanya: 1. Menjaga Kelancaran Distribusi Perusahaan yang memiliki jaringan distribusi sangat membutuhkan alur stok yang stabil. Tingkat persediaan barang memastikan pengiriman ke distributor atau pelanggan tidak tertunda hanya karena stok tiba-tiba habis. Setiap kali stok mencapai titik minimum, sistem langsung memberi sinyal untuk melakukan pemesanan ulang. 2. Mengurangi Risiko Kehabisan Stok Tingkat persediaan barang mencegah kondisi stockout yang dapat menurunkan performa bisnis. Begitu stok menyentuh ambang batas, tim gudang dapat segera bertindak melakukan pembelian ulang. Dampaknya, potensi kehilangan pelanggan atau keterlambatan distribusi dapat ditekan. 3. Mengoptimalkan Ruang Gudang Penyimpanan barang tidak boleh berlebihan, tetapi tidak boleh juga terlalu sedikit. Tingkat persediaan barang membantu menjaga volume barang tetap ideal sehingga gudang tidak penuh sesak atau kosong. Manajemen gudang dapat menata stok secara lebih efisien tanpa mengorbankan kebutuhan operasional. 4. Meningkatkan Efisiensi Manajemen Logistik Dengan adanya standar tingkat persediaan barang, proses logistik menjadi lebih mudah dikontrol. Perusahaan dapat mengatur pembelian, monitoring stok, dan jadwal distribusi barang secara lebih rapi. Hal ini membantu tim menghindari keputusan pembelian mendadak yang sering menimbulkan biaya tinggi. Cara Menghitung Reorder Point Untuk menentukan Reorder Point, perusahaan perlu memahami formula dasarnya. Rumus yang paling umum digunakan adalah: Reorder Point = (Lead Time × Rata-Rata Pemakaian Harian) + Safety Stock Agar lebih jelas, berikut penjelasan setiap komponennya: 1. Lead Time Lead Time adalah waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengirim barang sejak pesanan dibuat. Semakin lama lead time, semakin tinggi angka Reorder Point yang harus disiapkan. Gudang harus sangat memperhatikan faktor ini agar stok aman selama menunggu barang datang. 2. Rata-Rata Pemakaian Harian Data penggunaan harian sangat penting karena mencerminkan kecepatan perputaran persediaan. Perusahaan harus memeriksa data historis stok agar perhitungan lebih akurat. Semakin cepat barang bergerak keluar dari gudang, semakin besar kebutuhan stok yang harus disiapkan. 3. Safety Stock Safety Stock bertindak sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ataupun keterlambatan pengiriman. Jumlahnya tidak boleh terlalu kecil agar tidak terjadi kekurangan stok. Namun, jika terlalu besar, biaya penyimpanan bisa meningkat. Dengan menghitung ketiga komponen ini, perusahaan dapat menentukan titik pemesanan ulang yang ideal sesuai karakteristik bisnisnya. Manfaat Reorder Point Dalam Logistik  Tingkat persediaan barang memberikan banyak manfaat terutama dalam manajemen gudang dan alur distribusi barang. Berikut manfaat yang paling terasa dalam operasional sehari-hari: 1. Meningkatkan Akurasi Pengendalian Stok Ketika gudang menggunakan tingkat persediaan barang, data stok menjadi lebih akurat. Tim operasional dapat mengetahui kapan harus membeli barang tanpa menebak-nebak. Keakuratan ini membantu memastikan seluruh proses logistik berjalan stabil. 2. Mendukung Perencanaan Distribusi Distribusi barang tidak boleh terhambat karena kekurangan stok. Dengan Reorder Point, perusahaan mampu menyesuaikan jadwal pengiriman dengan kondisi stok gudang. Ini membuat distribusi lebih teratur dan meminimalkan keterlambatan. 3. Mengurangi Biaya Operasional Kehabisan stok dapat menimbulkan biaya tambahan, seperti biaya pengiriman cepat atau pembelian darurat. Tingkat persediaan membantu mencegah kondisi tersebut sehingga biaya operasional dapat ditekan. Gudang pun bisa bekerja lebih efisien dengan alur persediaan yang terukur. 4. Memperkuat Pengambilan Keputusan Bisnis Data persediaan yang terstruktur membantu manajemen menentukan strategi pengadaan barang. Ketika stok dicatat secara konsisten, perusahaan memperoleh gambaran yang jelas tentang permintaan pasar, tren penjualan, dan kebutuhan distribusi. Kesimpulan Reorder Point menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kelancaran operasional gudang dan sistem distribusi. Perusahaan yang menerapkan tingkat persediaan barang dalam gudang dapat mengendalikan persediaan secara lebih akurat, mengurangi risiko kehabisan stok, serta memastikan alur distribusi berjalan tanpa hambatan. Selain itu, perhitungan Reorder Point yang tepat akan membantu bisnis menetapkan strategi logistik yang efisien dan responsif terhadap permintaan pasar. Jika Anda ingin mengelola gudang dan distribusi secara lebih mudah, Oaktree.id menyediakan solusi digital yang dirancang untuk meningkatkan akurasi, mempermudah monitoring stok, hingga mendukung operasional distribusi dari awal hingga akhir. Dengan fitur seperti manajemen stok real-time, notifikasi stok minimum, dan sistem pencatatan lengkap, bisnis Anda dapat bergerak lebih cepat dan efisien tanpa takut kehabisan stok.

Reorder Point: Kunci Menghindari Kehabisan Stok di Bisnis Anda Read More »

Inventory Turnover

Inventory Turnover: Cara Mengukur Efisiensi Stok Dalam Logistik

Dalam industri logistik, pengelolaan stok yang akurat menjadi fondasi utama keberhasilan operasional. Banyak perusahaan berinvestasi besar pada gudang, distribusi, hingga armada, namun tetap menghadapi hambatan karena tidak mampu mengontrol perputaran persediaan secara efektif. Di sinilah Inventory Turnover berperan sebagai indikator kunci untuk mengukur apakah stok bergerak sesuai kebutuhan pasar atau justru mengendap dan menimbulkan biaya tambahan. Dengan memahami Inventory Turnover secara mendalam, pelaku bisnis dapat mengevaluasi performa gudang, memperbaiki strategi pengadaan, dan meningkatkan kelancaran distribusi. Melalui artikel ini, Anda akan memahami konsep Inventory Turnover secara komprehensif mulai dari definisi, fungsi, rumus, hingga aplikasinya dalam logistik. Apa Itu Inventory Turnover? Inventory Turnover adalah metrik yang mengukur seberapa cepat persediaan dalam gudang terjual dan tergantikan dalam periode tertentu. Semakin tinggi angka Inventory Turnover, semakin cepat stok bergerak keluar dari gudang dan berubah menjadi pendapatan. Sebaliknya, angka yang rendah menandakan stok terlalu lama mengendap sehingga berpotensi menimbulkan biaya penyimpanan yang lebih besar. Dalam konteks logistik, perputaran persediaan  tidak hanya menunjukkan performa penjualan, tetapi juga mencerminkan sejauh mana operasi gudang berjalan efisien. Karena itu, indikator ini sering digunakan oleh manajer logistik, perencana distribusi, hingga bagian purchasing untuk mengambil keputusan yang lebih tepat. Fungsi Inventory Turnover Dalam Logistik  Perputaran persediaan  memiliki beberapa fungsi penting yang secara langsung memengaruhi kualitas manajemen gudang dan distribusi. 1. Menilai Efisiensi Gudang Perusahaan dapat memantau seberapa efektif gudang mengelola barang masuk dan keluar. Ketika perputaran terjadi secara stabil, operasional berjalan lancar dan kebutuhan stok dapat dipenuhi tanpa risiko kelebihan maupun kekurangan. 2. Membantu Pengambilan Keputusan Pengadaan Perputaran persediaan memudahkan tim purchasing melihat pola konsumsi barang. Jika angka menunjukkan tren meningkat, perusahaan dapat mempercepat pemesanan. Namun jika menurun, pengadaan dapat dikurangi agar gudang tidak dipenuhi barang yang tidak bergerak. 3. Mengoptimalkan Biaya Logistik Stok yang menumpuk di gudang langsung meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan. Dengan memanfaatkan data Inventory Turnover, perusahaan dapat mengurangi biaya tersebut karena hanya menyimpan barang yang benar-benar dibutuhkan. 4. Meningkatkan Kelancaran Distribusi Distribusi sangat bergantung pada ketersediaan barang. Perusahaan yang memantau perputaran stok secara rutin dapat menjaga arus barang tetap stabil mulai dari gudang hingga sampai ke tangan pelanggan. Rumus Inventory Turnover  Untuk menghitung perputaran persediaan, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut: Rumus Inventory Turnover: Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan (HPP) / Rata-Rata Persediaan Rata-rata persediaan dihitung dari: (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / 2 Cara Kerja Rumus Dalam Logistik Untuk mengetahui cara kerja rumus ini dalam logistik, adalah sebagai berikut: 1. Mengukur Seberapa Cepat Stok Bergerak Ketika angka perhitungan tinggi, artinya barang cepat keluar dari gudang dan permintaan pasar stabil. Hasil ini membantu manajer gudang merancang kebutuhan ruang dan frekuensi distribusi. 2. Mengidentifikasi Stok Lambat Angka perputaran persediaan yang rendah menandakan adanya persediaan yang tidak bergerak. Informasi ini penting agar perusahaan dapat mengambil langkah strategis seperti promosi atau penyesuaian pembelian. 3. Menentukan Kebutuhan Ruang Penyimpanan Dengan mengetahui pola perputaran persediaan, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas gudang. Barang dengan turnover tinggi lebih cocok ditempatkan di lokasi yang mudah diakses untuk mempercepat proses picking dan distribusi. 4. Mendukung Strategi Distribusi Setelah memahami barang mana yang cepat atau lambat bergerak, perusahaan dapat mengatur jadwal pengiriman dengan lebih presisi sehingga mengurangi bottleneck dalam rantai logistik. Penerapan Inventory Turnover Dalam Logistik  Inventory Turnover sangat berkaitan dengan distribusi karena keduanya membentuk siklus operasional yang saling terhubung. Ketika perusahaan menjaga perputaran stok tetap sehat, proses distribusi menjadi lebih efisien. Berikut gambaran penerapannya: Perusahaan dapat mengatur jadwal distribusi berdasarkan pergerakan stok.Barang dengan turnover tinggi harus diprioritaskan agar tidak menghambat permintaan pasar. Tim gudang dapat mengatur lokasi penyimpanan berbasis kecepatan perputaran. Barang cepat laku ditempatkan di kawasan dekat loading area agar distribusi lebih cepat. Tim supply chain dapat memprediksi kebutuhan pasokan. Hasil perhitungan turnover membantu mereka memastikan bahwa distribusi tidak terganggu meskipun permintaan tiba-tiba naik. Dengan menerapkan Inventory Turnover secara konsisten, perusahaan tidak hanya menjaga ketersediaan barang, tetapi juga memastikan seluruh rantai logistik bekerja tanpa hambatan. Kesimpulan Inventory Turnover memberikan gambaran jelas tentang seberapa efisien gudang dan distribusi bekerja. Dengan menghitungnya secara rutin, perusahaan dapat mengelola stok lebih akurat, menekan biaya operasional, serta memastikan distribusi berjalan stabil. Selain itu, indikator ini membantu tim gudang memahami pola pergerakan barang sehingga setiap langkah pengadaan, penyimpanan, hingga pengiriman dapat direncanakan dengan lebih efektif. Di tengah kompleksitas manajemen stok dan distribusi, digitalisasi menjadi solusi yang semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, Oaktree.id menghadirkan sistem manajemen logistik yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan gudang dan distribusi. Dengan fitur seperti pemantauan real-time, manajemen stok otomatis, hingga laporan persediaan yang akurat, bisnis Anda dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi tanpa perlu berhadapan dengan kerumitan manual.

Inventory Turnover: Cara Mengukur Efisiensi Stok Dalam Logistik Read More »

Transportasi

Bisnis Transportasi & Gudang Melejit, Biaya Tinggi Jadi Tantangan

Pertumbuhan e-commerce, peningkatan kebutuhan distribusi cepat, dan perluasan jaringan rantai pasok mendorong bisnis transportasi dan gudang di Indonesia naik pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan, sektor logistik nasional mencatat peningkatan volume pengiriman hingga lebih dari 35% pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan betapa pentingnya peran transportasi dan gudang sebagai tulang punggung pergerakan ekonomi digital. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan besar yang tidak bisa diabaikan: biaya operasional yang semakin tinggi. Lonjakan harga bahan bakar, keterbatasan ruang penyimpanan, hingga efisiensi tenaga kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi profitabilitas perusahaan. Karena itu, banyak pelaku industri mulai melirik transformasi digital sebagai strategi untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi proses bisnis logistik mereka. Perkembangan Bisnis Transportasi & Gudang Bisnis transportasi dan pergudangan kini menjadi sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung rantai pasok nasional. Lonjakan aktivitas belanja online serta meningkatnya arus ekspor-impor mendorong kebutuhan akan layanan pengiriman cepat dan penyimpanan barang yang efisien. Hal ini menjadikan sektor logistik sebagai tulang punggung utama dalam menjaga kelancaran distribusi barang di era perdagangan. Perusahaan logistik saat ini tidak hanya dituntut untuk mengirim barang lebih cepat, tetapi juga memberikan transparansi penuh terhadap setiap tahapan pengiriman. Untuk menjawab tantangan tersebut, banyak operator mulai mengadopsi sistem manajemen digital yang memungkinkan proses pelacakan, pengiriman, dan pengelolaan stok dilakukan secara real-time. Di sisi lain, modernisasi gudang terus berkembang melalui penerapan teknologi seperti automated storage system dan robotic picking, yang meningkatkan kecepatan serta akurasi pengiriman barang. Transformasi digital ini memperkuat daya saing industri logistik Indonesia dan mempersiapkannya menghadapi dinamika pasar global yang semakin cepat dan kompleks. Dampak Lonjakan Biaya Operasional Meskipun sektor transportasi dan pergudangan terus mengalami pertumbuhan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah meningkatnya biaya operasional. Beberapa faktor utama penyebabnya antara lain: Kenaikan Harga EnergiBiaya bahan bakar, listrik, dan energi alternatif mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini langsung memengaruhi ongkos transportasi, operasional armada, serta pengoperasian gudang terutama yang membutuhkan pendinginan, sistem pencahayaan, dan peralatan berat. Keterbatasan dan Kenaikan Harga Lahan StrategisLahan untuk gudang dan pusat distribusi di area strategis seperti kawasan industri dan dekat pelabuhan semakin langka. Akibatnya, harga sewa melonjak tajam dan mendorong naiknya biaya logistik secara keseluruhan, termasuk biaya distribusi akhir. Kurangnya Tenaga Kerja Terampil di Bidang LogistikPerkembangan teknologi dan otomasi memerlukan tenaga kerja yang memahami sistem digital dan manajemen rantai pasok berbasis data. Sayangnya, jumlah tenaga ahli masih terbatas, sehingga perusahaan perlu berinvestasi lebih besar dalam pelatihan dan rekrutmen. Ketergantungan pada Sistem Manual dan Non-DigitalBanyak bisnis kecil dan menengah masih menggunakan metode pengelolaan tradisional. Sistem manual menyebabkan rendahnya efisiensi, keterlambatan pencatatan, dan risiko kesalahan tinggi dalam proses operasional, yang pada akhirnya meningkatkan biaya tak langsung. Gangguan Rantai Pasok Global dan InflasiFluktuasi harga bahan baku, keterlambatan pengiriman internasional, serta inflasi global memperburuk tekanan biaya. Hal ini berdampak pada kenaikan tarif logistik, perawatan kendaraan, hingga pengeluaran administratif perusahaan. Transformasi Digital Solusi Efisiensi Logistik Dalam menghadapi persaingan dan tekanan biaya operasional yang terus meningkat, banyak perusahaan kini beralih menuju transformasi digital di sektor logistik. Melalui sistem ini, perusahaan dapat meraih berbagai keuntungan strategis, antara lain: Pemantauan Real-TimeDengan dukungan sensor IoT dan dashboard digital, perusahaan dapat memantau pergerakan barang, kondisi armada, serta status pengiriman secara langsung. Hal ini membantu menghindari kelebihan atau kekurangan stok, sekaligus meningkatkan ketepatan waktu pengiriman dan kepuasan pelanggan. Optimasi Rute DistribusiSistem Transportation Management System (TMS) mampu menganalisis rute terbaik secara otomatis berdasarkan kondisi lalu lintas, jarak tempuh, dan konsumsi bahan bakar. Hasilnya, efisiensi biaya transportasi meningkat dan waktu pengiriman menjadi lebih singkat. Minim Human ErrorProses otomatisasi dalam pencatatan, pelacakan, hingga pembuatan dokumen pengiriman mengurangi ketergantungan pada input manual. Ini tidak hanya meningkatkan akurasi data, tetapi juga mempercepat alur kerja logistik dari gudang hingga pelanggan akhir. Analisis Data Berbasis AITeknologi AI memberikan kemampuan analitik prediktif untuk menilai performa operasional, memproyeksikan permintaan pasar, serta mengidentifikasi potensi risiko logistik. Dengan begitu, keputusan bisnis dapat diambil lebih cepat, akurat, dan berbasis data nyata. Peningkatan Daya Saing BisnisTransformasi digital membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan pasar, menghemat biaya, dan memberikan pelayanan lebih responsif. Di era industri 4.0, digitalisasi bukan hanya keunggulan tambahan, tetapi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis logistik. Kesimpulan Kenaikan bisnis transportasi dan pergudangan mencerminkan potensi besar sektor logistik di Indonesia. Namun, tanpa penerapan strategi efisiensi yang tepat, biaya operasional yang tinggi dapat menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan. Transformasi digital menjadi langkah paling efektif untuk menghadapi tantangan tersebut, karena mampu meningkatkan akurasi, kecepatan, dan transparansi dalam setiap proses logistik. Sebagai solusi, Oaktree.id hadir sebagai mitra strategis bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan sistem logistik dan distribusinya. Melalui sistem manajemen terintegrasi, Oaktree memudahkan bisnis dalam memantau stok, mengatur pengiriman, serta menganalisis biaya secara real-time, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien, terukur, dan kompetitif.

Bisnis Transportasi & Gudang Melejit, Biaya Tinggi Jadi Tantangan Read More »

Dead Stock

Dead Stock: Masalah Penumpukan Stok Yang Merugikan Di Bisnis

Dalam dunia bisnis dan logistik, pengelolaan persediaan atau inventory menjadi salah satu kunci keberhasilan. Namun, tidak semua stok yang ada di gudang dapat berputar sesuai harapan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah dead stock, yaitu barang yang tidak laku terjual atau tidak terpakai dalam jangka waktu lama sehingga kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan barang di warehouse. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian dead stock, penyebab utamanya, dampak bagi bisnis, hingga strategi pencegahan yang bisa dilakukan. Dengan memahami topik ini, bisnis Anda bisa mengambil langkah aktif agar persediaan tetap sehat, aliran kas terjaga, dan operasi gudang berjalan lebih efisien. Pengertian Dead Stock Dead stock adalah persediaan yang tidak lagi memiliki nilai jual atau pemakaian. Barang ini biasanya tersimpan terlalu lama di warehouse hingga melewati masa pakai, rusak, atau kehilangan relevansi di pasar. Contohnya meliputi produk musiman yang tidak habis terjual, suku cadang lama yang sudah diganti model baru, atau barang yang salah prediksi permintaannya. Berbeda dengan slow-moving stock, dead stock hampir tidak memiliki peluang untuk dijual kembali tanpa diskon besar-besaran. Oleh karena itu, memahami apa yang termasuk dead stock penting untuk merancang strategi inventory control yang tepat. Penyebab Terjadinya Dead Stock Dead stock bisa muncul dari berbagai faktor, baik dari sisi manajemen maupun kondisi pasar. Beberapa penyebab yang sering ditemui antara lain: Perencanaan Permintaan Tidak AkuratDead stock sering muncul karena perkiraan permintaan yang meleset. Ketika tim manajemen merencanakan permintaan terlalu tinggi, perusahaan cenderung memesan stok dalam jumlah besar. Jika penjualan ternyata tidak mencapai target, stok yang berlebih akan menumpuk di gudang dan akhirnya menjadi stok mati. Perubahan Tren Pasar YEang CepatPasar yang dinamis, seperti fashion dan elektronik, membuat produk cepat kehilangan daya tarik. Ketika tren bergeser, produk lama sulit terjual meskipun kualitasnya masih baik. Akibatnya, barang yang tersisa tidak bergerak dan lama-lama menjadi beban bagi perusahaan. Manajemen Inventory Yang LemahManajemen stok yang kurang tertata juga menjadi penyebab utama. Misalnya, tidak ada sistem pencatatan yang rapi, cycle counting jarang dilakukan, atau tidak ada pemantauan real-time. Akibatnya, perusahaan baru sadar ada kelebihan stok setelah jumlahnya sudah besar. Kualitas Produk Yang RendahProduk dengan kualitas buruk atau cacat produksi sulit menarik minat konsumen. Barang-barang ini biasanya tertinggal di gudang, karena pelanggan memilih produk yang lebih baik. Jika tidak segera ditangani, produk tersebut akan menjadi dead stock yang merugikan. Dampak Dead Stock Bagi Bisnis Dampak dari dead stock tidak hanya mengganggu gudang, tetapi juga memengaruhi kinerja finansial perusahaan: Mengikat Modal KerjaStok mati membuat modal kerja perusahaan tertahan. Dana yang seharusnya bisa diputar untuk membeli produk baru, mendanai promosi, atau memperluas bisnis malah terjebak dalam bentuk barang yang tidak bergerak. Akibatnya, fleksibilitas keuangan berkurang dan kesempatan untuk berkembang ikut terhambat. Meningkatkan Biaya PenyimpananSemakin banyak dead stock di gudang, semakin tinggi biaya penyimpanan yang harus dikeluarkan. Perusahaan tetap membayar sewa gudang, listrik, dan tenaga kerja hanya untuk menjaga barang yang tidak terjual. Hal ini membuat biaya operasional melonjak tanpa memberi keuntungan. Mengurangi Efisiensi OperasionalGudang yang dipenuhi stok mati memperlambat proses picking dan packing. Tim operasional memerlukan waktu lebih lama untuk menemukan barang yang benar, sehingga distribusi menjadi kurang efisien. Dampaknya, produktivitas menurun dan waktu pengiriman bisa terhambat. Risiko Penyusutan Nilai BarangStok yang terlalu lama disimpan berisiko rusak, kedaluwarsa, atau ketinggalan tren pasar. Nilainya bisa turun drastis hingga harus dijual dengan diskon besar, bahkan dibuang. Hal ini mengakibatkan kerugian nyata bagi perusahaan. Strategi Pencegahan Dead Stock Untuk mengurangi risiko dead stock, perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi berikut: Menerapkan Sistem Manajemen Inventory Perusahaan dapat memanfaatkan software manajemen inventory untuk memantau stok secara real-time. Sistem ini membantu melihat pergerakan barang, mendeteksi stok yang mendekati kedaluwarsa, dan mengidentifikasi tren permintaan. Dengan informasi ini, perusahaan bisa mengambil keputusan cepat untuk mengatur pembelian atau distribusi agar stok tetap seimbang. Melakukan Cycle Counting Secara BerkalaPengecekan stok secara rutin membantu menemukan ketidaksesuaian antara catatan sistem dan jumlah fisik di gudang. Dengan cycle counting, perusahaan dapat menghindari penumpukan barang yang tidak diperlukan dan memperbaiki kesalahan data lebih awal. Menerapkan Forecasting Yang Lebih AkuratMenggunakan data historis penjualan dan analisis tren pasar memungkinkan perusahaan memperkirakan permintaan dengan lebih tepat. Hal ini mencegah pembelian berlebihan dan memastikan stok yang tersedia sesuai kebutuhan operasional maupun permintaan pelanggan. Mempromosikan Barang Lambat TerjualUntuk barang yang bergerak lambat, perusahaan dapat segera meluncurkan strategi promosi seperti diskon, bundling, atau penawaran khusus. Cara ini membantu mempercepat perputaran barang sebelum menjadi stok mati dan membebaskan ruang penyimpanan untuk produk yang lebih laku. Kesimpulan Dead stock adalah masalah serius yang dapat menghambat kelancaran arus kas, memperbesar biaya penyimpanan, dan menurunkan efisiensi warehouse. Dengan perencanaan inventory yang tepat, sistem monitoring digital, dan strategi penjualan yang cerdas, risiko penumpukan stok bisa diatasi dan ditekan. Untuk membantu bisnis Anda mengelola persediaan dengan lebih efektif, Oaktree.id menawarkan solusi digital berbasis software yang memudahkan manajemen stok, pencatatan data, hingga pelacakan barang di gudang secara real-time. Dengan sistem ini, Anda bisa mengurangi dead stock, meningkatkan efisiensi warehouse, dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Dead Stock: Masalah Penumpukan Stok Yang Merugikan Di Bisnis Read More »

Procurement

Procurement: Strategi Untuk Menjaga Ketersediaan Stok Gudang

Dalam dunia logistik dan manajemen warehouse, ketersediaan stok menjadi salah satu elemen paling krusial yang menentukan kelancaran rantai pasok. Bayangkan jika sebuah gudang mengalami kehabisan stok barang penting. Proses distribusi akan terganggu, permintaan pelanggan tidak terpenuhi, dan pada akhirnya perusahaan bisa kehilangan peluang bisnis. Procurement bukan sekadar proses membeli barang, melainkan strategi yang terencana untuk memastikan ketersediaan stok selalu seimbang dengan kebutuhan operasional. Manajemen inventory yang efektif membutuhkan perencanaan pengadaan yang baik. Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko overstocking (kelebihan stok) maupun stock-out (kekosongan stok) yang merugikan. Lebih jauh lagi, pengadaan barang yang baik membantu mengoptimalkan biaya, menjaga kualitas barang, serta memastikan alur distribusi berjalan lancar. Pengertian Procurement Procurement adalah proses strategis yang mencakup identifikasi kebutuhan, pemilihan pemasok, negosiasi harga, hingga pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan. Dalam konteks warehouse, procurement bertujuan untuk memastikan setiap barang yang diperlukan tersedia tepat waktu, dalam jumlah yang sesuai, dan dengan biaya yang efisien. Berbeda dengan pembelian biasa, pengadaan barang melibatkan analisis mendalam terhadap kebutuhan jangka panjang. Tim procurement biasanya berkolaborasi dengan divisi gudang dan logistik untuk memprediksi kebutuhan stok dan mengatur jadwal pengadaan yang selaras dengan pergerakan barang di warehouse. Jenis-Jenis Procurement Strategi pengadaan barang dapat dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung kebutuhan dan skala bisnis. Berikut jenis-jenisnya: Direct ProcurementDirect procurement berfokus pada pengadaan bahan baku atau produk yang digunakan langsung dalam proses produksi atau yang akan dijual ke pelanggan. Dalam konteks inventory, ini mencakup pembelian barang yang harus selalu tersedia di gudang agar produksi dan penjualan tidak terganggu. Indirect ProcurementBerbeda dengan direct procurement, indirect procurement mencakup pengadaan barang pendukung seperti alat kebersihan, perlengkapan kantor, atau layanan IT. Meski tidak terkait langsung dengan produksi, ketersediaan barang ini penting agar operasional warehouse tetap berjalan optimal. Strategic ProcurementJenis ini lebih berfokus pada hubungan jangka panjang dengan pemasok. Perusahaan menjalin kemitraan strategis untuk memastikan pasokan selalu stabil, kualitas terjaga, dan harga kompetitif. Tactical ProcurementTactical procurement biasanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek atau pengadaan mendesak. Misalnya ketika gudang tiba-tiba kekurangan stok akibat lonjakan permintaan pasar, maka perusahaan perlu bertindak cepat untuk menambah persediaan. Proses Procurement Proses pengadaan barang yang terstruktur membantu perusahaan mengelola stok gudang secara lebih efisien. Berikut tahapannya: Identifikasi KebutuhanTahap pertama adalah mengidentifikasi barang apa saja yang diperlukan. Tim inventory biasanya memantau data stok untuk menentukan kapan barang harus dipesan kembali. Data real-time sangat membantu agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok. Pemilihan Dan Evaluasi PemasokSetelah kebutuhan diidentifikasi, perusahaan harus memilih pemasok yang dapat memenuhi kriteria kualitas, harga, dan kecepatan pengiriman. Evaluasi pemasok secara rutin penting agar perusahaan hanya bekerja sama dengan vendor yang andal. Negosiasi Dan Pembuatan KontrakNegosiasi dilakukan untuk mendapatkan harga terbaik dan syarat pembayaran yang menguntungkan. Kontrak kemudian disusun secara jelas untuk menghindari kesalahpahaman. Pemantauan Dan Evaluasi HasilSetelah barang tiba di warehouse, tim logistik mengecek kesesuaian jumlah dan kualitas barang. Data penerimaan dicatat dalam sistem inventory untuk memastikan informasi stok selalu akurat. Peran Procurement Pengadaan barang yang efektif memberikan dampak positif pada seluruh ekosistem warehouse. Berikut beberapa peran utamanya: Menjaga Ketersediaan StokProcurement memastikan stok selalu tersedia sesuai kebutuhan. Dengan pengadaan yang terencana dan tepat waktu, risiko stock-out dapat ditekan sehingga aktivitas warehouse dan produksi tetap berjalan lancar. Mengoptimalkan Biaya OperasionalTim procurement aktif melakukan negosiasi harga dengan pemasok dan merencanakan jumlah pembelian secara optimal. Strategi ini membantu perusahaan menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas barang yang masuk ke warehouse. Mendukung Efisiensi DistribusiKetersediaan barang di gudang yang terjaga membuat proses distribusi lebih cepat dan teratur. Hal ini membantu tim logistik mengirimkan barang tepat waktu, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mengurangi potensi keterlambatan pengiriman. Meningkatkan Akurasi Data InventoryProcurement bekerja sama dengan tim warehouse untuk memastikan setiap transaksi pengadaan tercatat secara akurat dalam sistem. Integrasi data ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, mulai dari perencanaan stok hingga evaluasi kinerja pemasok. Kesimpulan Procurement adalah kunci untuk menjaga kelancaran manajemen inventory dan operasional warehouse. Dengan strategi pegadaan barang yang terencana, perusahaan dapat mengurangi risiko kehabisan stok, mengoptimalkan biaya, serta menjaga kualitas barang yang tersedia. Untuk mendukung strategi pegadaan barang yang lebih efektif, digitalisasi menjadi langkah penting. Oaktree.id menawarkan sistem manajemen warehouse for sparepart yang mempermudah pemantauan stok dari pengadaan hingga pemakaian. Dengan fitur manajemen stok, pencatatan data, pencarian cepat, dan manajemen aset, Oaktree membantu bisnis Anda tetap efisien dan terorganisir.

Procurement: Strategi Untuk Menjaga Ketersediaan Stok Gudang Read More »

Scroll to Top