Oaktree Blog

Overbrengen Adalah? Pengertian & Penjelasan Lengkapnya

Daftar Isi

Bagikan:

overbrengen adalah

Dalam kegiatan ekspor dan impor, overbrengen adalah proses pemindahan barang atau peti kemas dari satu lokasi penimbunan ke lokasi lainnya di kawasan pelabuhan. Proses ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lapangan, menjaga kelancaran bongkar muat, atau memindahkan barang ke tempat penanganan berikutnya.

Proses overbrengen sering melibatkan beberapa pihak, yaitu importir, freight forwarder, pengelola terminal, pengelola Tempat Penimbunan Sementara (TPS), perusahaan trucking, dan Bea Cukai. Hal ini karena barang yang dipindahkan masih berada dalam pengawasan kepabeanan sehingga setiap prosesnya harus mengikuti prosedur, pencatatan, dan ketentuan yang berlaku.

✦ Key Takeaways
    • Overbrengen adalah pemindahan peti kemas antarlokasi penimbunan di kawasan pelabuhan
    • Tujuannya mengurangi kepadatan dan menjaga kelancaran bongkar muat.
    • Overbrengen melibatkan importir, freight forwarder, TPS, trucking, dan Bea Cukai.
    • Oaktree membantu mengelola dokumen, biaya, dan status pengiriman secara terpusat.

Penjelasan Tentang Overbrengen Adalah

Overbrengen adalah proses pemindahan barang atau peti kemas dari satu lokasi penimbunan ke lokasi lainnya dalam area operasional pelabuhan. Karena itu, overbrengen berbeda dari pengiriman biasa. Overbrengen merupakan bagian dari pengelolaan barang di pelabuhan, sedangkan pengiriman biasa bertujuan membawa barang kepada penerima akhir.

Proses ini berkaitan dengan ketentuan pembongkaran, penimbunan, dan pengawasan barang impor sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 108/PMK.04/2020 serta ketentuan mengenai kawasan pabean dan Tempat Penimbunan Sementara dalam PMK Nomor 109/PMK.04/2020. Oleh karena itu, pemindahan barang harus mengikuti prosedur kepabeanan dan ketentuan operasional pelabuhan yang berlaku.

Tujuan Overbrengen di Pelabuhan

Layanan Overbrengen dilakukan untuk mendukung kelancaran arus barang dan operasional pelabuhan. Beberapa tujuannya meliputi:

1. Mengurangi kepadatan lapangan penumpukan

Lapangan penumpukan peti kemas memiliki kapasitas terbatas. Pemindahan peti kemas ke TPS lain dapat menyediakan ruang untuk peti kemas yang baru dibongkar dari kapal.

2. Menjaga kelancaran bongkar muat

Penumpukan peti kemas yang tidak terkendali dapat mengganggu kegiatan bongkar muat. Overbrengen membantu terminal mengatur posisi peti kemas agar kegiatan operasional tetap berjalan.

3. Memindahkan barang ke lokasi penanganan berikutnya

Barang atau peti kemas tertentu mungkin harus dipindahkan ke TPS yang memiliki fasilitas pemeriksaan, penyimpanan, atau penanganan yang sesuai.

4. Mendukung pengawasan barang impor

Proses overbrengen memungkinkan pemindahan barang tetap tercatat. Informasi seperti nomor peti kemas, kendaraan, TPS asal, TPS tujuan, dan waktu pemindahan harus dikelola dengan benar.

Baca juga  Menuju Supply Chain Berkelanjutan: Keseimbangan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan bersama Oaktree.id

Kapan Overbrengen Dilakukan?

Overbrengen tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena barang atau peti kemas masih berada dalam pengawasan kepabeanan. Proses ini hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Overbrengen umumnya dilakukan ketika:

  • Kapasitas lapangan penumpukan mulai terbatas.
  • Terjadi kepadatan peti kemas di terminal.
  • Proses kepabeanan barang belum selesai.
  • Dokumen impor belum lengkap.
  • Barang memerlukan pemeriksaan atau penanganan khusus.
  • Peti kemas perlu dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara (TPS) lain.
  • Terminal perlu menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat.

Pemindahan harus disertai pencatatan dan persetujuan dari pihak terkait. Ketentuannya dapat berbeda di setiap pelabuhan, tergantung kebijakan terminal dan kantor Bea Cukai setempat.

Bagaimana Proses Overbrengen?

Prosedur overbrengen dapat berbeda pada setiap pelabuhan. Namun, prosesnya secara umum meliputi tahapan berikut.

1. Identifikasi peti kemas

Terminal atau pihak terkait menentukan peti kemas yang perlu dipindahkan. Penentuan dapat mempertimbangkan status barang, lama penumpukan, dan kondisi lapangan.

2. Pengajuan dan pemeriksaan data

Pihak yang bertanggung jawab menyiapkan data pemindahan. Data tersebut dapat mencakup:

  • Nomor peti kemas
  • Nomor Bill of Lading
  • Nama kapal
  • Nama importir
  • TPS asal dan tujuan
  • Data kendaraan
  • Alasan pemindahan

Persyaratan sebenarnya harus disesuaikan dengan ketentuan pelabuhan dan kantor Bea dan Cukai terkait.

3. Persetujuan pemindahan

Barang tidak dapat dipindahkan secara bebas karena masih berada dalam pengawasan kepabeanan. Pemindahan dilakukan setelah proses administrasi dan persetujuan yang diperlukan terpenuhi.

4. Pengangkutan peti kemas

Peti kemas diangkut dari TPS asal menuju TPS tujuan menggunakan kendaraan yang telah ditentukan.

5. Pencatatan pada TPS tujuan

Setelah tiba, peti kemas dicatat dan ditempatkan di TPS tujuan. Barang tetap berada dalam pengawasan sampai kewajiban pabean dan proses pengeluarannya selesai.

Siapa yang Terlibat dalam Proses Overbrengen?

Proses overbrengen melibatkan beberapa pihak karena pemindahan barang berkaitan dengan operasional, transportasi, dokumen, dan kepabeanan.

Pihak yang dapat terlibat meliputi:

  • Importir, sebagai pemilik atau pihak yang bertanggung jawab atas barang
  • Freight forwarder, sebagai pengelola proses pengiriman dan koordinasi logistik
  • PPJK, sebagai pihak yang membantu pengurusan kepabeanan
  • Bea dan Cukai, sebagai pihak yang melakukan pelayanan dan pengawasan kepabeanan
  • Pengelola terminal, sebagai pengelola lokasi awal peti kemas
  • Pengusaha TPS, sebagai pengelola lokasi penimbunan barang
  • Perusahaan trucking, sebagai pihak yang mengangkut peti kemas
  • Perusahaan pelayaran, sebagai pihak yang menyediakan dan mengelola peti kemas

Koordinasi yang lemah antara pihak tersebut dapat menyebabkan keterlambatan, kesalahan dokumen, dan biaya tambahan.

Kesimpulan

Overbrengen adalah proses pemindahan barang atau peti kemas dari satu lokasi penimbunan ke lokasi lainnya dalam lingkungan operasional pelabuhan. Proses ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan, menjaga kelancaran bongkar muat, mendukung pengawasan, atau memindahkan barang ke lokasi penanganan berikutnya.

Overbrengen melibatkan banyak pihak dan data. Perusahaan freight forwarding harus mengelola informasi peti kemas, dokumen, kendaraan, vendor, biaya, dan status pengiriman secara akurat.

Oleh karena itu Oaktreehadir sebagai Software Freight Forwarding yang  yang membantu perusahaan mengelola kegiatan operasional, dokumen shipment, biaya vendor, dan informasi keuangan dalam satu sistem. Dengan data yang lebih terpusat, tim dapat mengurangi kesalahan pencatatan dan meningkatkan koordinasi selama proses pengiriman.

Ingin mengetahui bagaimana Oaktree membantu pengelolaan operasional freight forwarding? Hubungi tim Oaktree untuk menjadwalkan demo sistem.

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top