Oaktree Blog

Mengenal 5 Jenis Truk Logistik: Fungsi, Kapasitas, dan Kelebihannya

Daftar Isi

Bagikan:

jenis truk

Dalam dunia logistik, truk menjadi tulang punggung utama yang memastikan barang dapat bergerak dengan cepat, aman, dan efisien dari satu titik ke titik lainnya. Setiap jenis truk memiliki karakteristik, kapasitas, dan fungsi yang berbeda, sehingga pemilihan armada yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi. Mulai dari pengiriman barang ringan hingga muatan berskala besar, industri logistik mengandalkan beragam tipe truk yang dirancang untuk kebutuhan operasional yang spesifik.

Artikel ini akan membahas lima jenis truk logistik yang paling umum digunakan di Indonesia, lengkap dengan fungsi, kapasitas, serta kelebihannya. Dengan memahami perbedaan tiap truk, perusahaan dapat menentukan kendaraan yang sesuai untuk kebutuhan pengiriman, mengoptimalkan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Baca juga  Apakah Robot Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia Dalam Logistik?

Peran Truk dalam Rantai Pasok Modern

Dalam sistem rantai pasok masa kini, truk memegang peranan yang sangat vital sebagai penghubung utama antara produsen, distributor, hingga konsumen akhir. Tidak seperti moda transportasi lain seperti kapal atau kereta yang memiliki batasan rute, truk menawarkan fleksibilitas tinggi karena mampu menjangkau hampir seluruh wilayah, termasuk area yang tidak memiliki akses pelabuhan maupun rel kereta.

Keunggulan ini membuat truk menjadi pilihan utama untuk pengiriman jarak dekat maupun menengah, serta sebagai moda penghubung (feeder) untuk distribusi dari pusat logistik ke berbagai tujuan. Selain itu, truk memungkinkan pengiriman yang lebih cepat dan terjadwal, sehingga sangat membantu perusahaan menjaga ketersediaan barang (availability) dan merespons perubahan permintaan pasar dengan lebih lincah.

Di tengah meningkatnya aktivitas e-commerce, kebutuhan akan pengiriman yang cepat dan tepat waktu semakin besar. Truk berperan memastikan alur distribusi tetap berjalan, mulai dari pengangkutan barang dari pabrik, pemindahan antar gudang, hingga pengiriman ke retailer dan pelanggan. Tanpa kehadiran truk, rantai pasok modern tidak akan mampu memenuhi tuntutan efisiensi dan kecepatan seperti sekarang.

Baca juga  Mobil Otonom: Akankah Teknologi Ini Merevolusi Dunia Logistik?

5 Jenis Truk Logistik Yang Sering Digunakan di Indonesia

Dalam industri logistik, setiap jenis truk dirancang dengan spesifikasi teknis yang berbeda, mulai dari ukuran bak, jumlah roda, kekuatan mesin, hingga daya angkut maksimal. Perbedaan ini sangat berpengaruh terhadap jenis barang yang dapat dibawa, jarak tempuh yang mampu dicapai secara efisien, kondisi jalan yang dapat dilewati, dan biaya operasional yang ditimbulkan. Sebelum menentukan armada yang tepat, perusahaan perlu memahami karakter dari masing-masing tipe truk agar proses pengiriman berjalan optimal dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.

Berikut pembahasan lengkap mengenai lima jenis truk logistik paling umum di Indonesia, mulai dari fungsi, kapasitas muatan, hingga barang apa yang paling cocok diangkut.

1. Truk CDE (Colt Diesel Engkel)

jenis truk

Truk CDE merupakan truk ringan dengan satu sumbu roda belakang (engkel), sehingga lincah untuk bergerak di area perkotaan atau jalan dengan lebar terbatas. Ukurannya yang kompak membuat truk ini fleksibel untuk rute yang sulit dijangkau kendaraan besar, seperti area padat penduduk atau pusat kota. Truk CDE ini memiliki 4 roda jika dibandingkan dengan Truk CDD yang memiliki 6 roda.

  • Kapasitas Muatan: Sekitar 2–3 ton dengan volume bak kisaran 10–14 m³.
  • Kelebihan: Hemat bahan bakar, mudah manuver, cocok untuk multi-drop delivery.
  • Jenis Barang Yang Cocok: Paket e-commerce, bahan makanan segar, minuman, produk retail, dan barang yang membutuhkan distribusi cepat dalam kota.
  • Penggunaan Ideal: Pengiriman last-mile atau pengiriman harian dari gudang kecil ke toko-toko ritel.

2. Truk CDD (Colt Diesel Double)

jenis truk

Truk CDD memiliki dua roda belakang pada tiap sisi sehingga daya angkutnya lebih besar dan lebih stabil dibanding CDE. Truk ini menjadi pilihan utama untuk distribusi regional yang membutuhkan kapasitas menengah. Truk CDD ini memiliki 6 roda jika dibandingkan dengan Truk CDE yang memiliki 4 roda.

  • Kapasitas Muatan: 4-5 Ton dengan volume sekitar 15–20 m³.
  • Kelebihan: Lebih kuat untuk rute antar kota dan jalanan yang cukup berat (seperti perkebunan), stabil membawa beban yang sedang, dan cocok untuk barang dengan permintaan tinggi.
  • Jenis Barang Yang Cocok: Produk FMCG, hasil perkebunan, hasil pertambangan, material bangunan ringan (semen, bata ringan), peralatan elektronik, dan barang manufaktur.
  • Penggunaan Ideal: Distribusi dari gudang pusat ke gudang cabang atau pengiriman ritel antar kota.

3. Truk Fuso

jenis truk

Truk Fuso merupakan truk medium-heavy yang menawarkan kapasitas besar namun masih memiliki fleksibilitas untuk masuk ke jalan nasional atau kawasan industri standar. Ukurannya lebih besar dari CDD dengan tenaga mesin yang lebih tinggi.

  • Kapasitas Muatan: 7–8 Ton dengan volume 20–30 m³ tergantung jenis bak.
  • Kelebihan: Ideal untuk distribusi besar namun tetap efisien, cocok untuk rute antarkota jarak jauh, dan mampu membawa barang berat.
  • Jenis Barang Yang Cocok: Minuman kemasan, produk industri, bahan baku, material logistik, dan barang palet.
  • Penggunaan Ideal: Distribusi antar provinsi, suplai ke pabrik, atau pengiriman reguler berkapasitas besar.

4. Truk Tronton

jenis truk

Truk tronton memiliki ukuran yang jauh lebih besar, dilengkapi dengan tiga sumbu roda dan bak panjang yang memungkinkan pengangkutan barang dalam volume masif. Truk ini sering digunakan oleh perusahaan dengan kebutuhan distribusi skala industri.

  • Kapasitas Muatan: 15-20 Ton dengan volume hingga 40–50 m³.
  • Kelebihan: Muatannya besar, kokoh untuk barang berat dan besar, dan efisien untuk pengiriman massal.
  • Jenis Barang Yang Cocok: Material konstruksi (besi, baja, keramik), mesin industri, barang manufaktur massal, palet besar, dan barang non-fragile.
  • Penggunaan Ideal: Rute jarak jauh antar provinsi, pengiriman industri, atau transportasi barang proyek konstruksi.

5. Trailer / Wingbox

jenis truk

Trailer dan wingbox merupakan jenis truk dengan kapasitas terbesar di kelasnya. Trailer biasanya digunakan untuk menarik kontainer, sedangkan wingbox memiliki panel samping yang bisa dibuka sehingga memudahkan loading barang dalam jumlah besar.

  • Kapasitas Muatan: 20-30 Ton tergantung konfigurasi dan trailer kontainer dapat memuat 20 ft atau 40 ft.
  • Kelebihan: Kapasitas maksimal, ideal untuk pengiriman ekspor-impor, aman untuk barang besar dan berat, serta efisien untuk rute panjang.
  • Jenis Barang Yang Cocok: Kontainer penuh, alat berat, barang manufaktur ekspor, barang skala besar, bahan industri, serta logistik pabrik.
  • Penggunaan Ideal: Pengiriman pelabuhan–pabrik, lintas provinsi, dan distribusi internasional via jalur darat.

Dengan memahami spesifikasi, kapasitas, dan fungsi tiap jenis truk, perusahaan dapat melakukan perencanaan logistik yang lebih cermat. Pemilihan armada yang tepat bukan hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga membantu menjaga kualitas barang, mempercepat waktu pengiriman, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok secara keseluruhan. Jika truk yang tepat digunakan untuk muatan yang tepat, performa operasional akan meningkat signifikan dan risiko kerusakan dapat ditekan hingga minimum.

Baca juga  7 Kapal Kontainer Terbesar Di Dunia Tahun 2025

Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memilih Jenis Truk Logistik

Memilih jenis truk yang tepat bukan hanya soal kapasitas muatan, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut dapat mendukung efisiensi operasional secara keseluruhan. Ada beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan perusahaan sebelum menentukan armada yang akan digunakan. Pertama, jenis dan karakteristik barang menjadi penentu utama. Barang sensitif seperti elektronik, makanan beku, hingga kosmetik memerlukan truk box atau truk berpendingin untuk menjaga kualitasnya, sementara material konstruksi atau mesin besar lebih cocok menggunakan truk tronton atau trailer. Kedua, kapasitas dan volume muatan harus sesuai dengan kebutuhan pengiriman. Memilih truk yang terlalu kecil membuat risiko overload meningkat, sedangkan truk yang terlalu besar justru memboroskan biaya bahan bakar.

Faktor berikutnya adalah jarak dan rute pengiriman. Distribusi dalam kota dengan jalan yang sempit lebih ideal menggunakan CDE atau CDD, sementara pengiriman antarkota atau antarpulau lebih efisien menggunakan truk berkapasitas besar seperti tronton atau trailer. Selain itu, kondisi jalan juga perlu diperhatikan. Jalan dengan tanjakan curam atau kualitas jalan yang buruk membutuhkan truk dengan tenaga mesin lebih kuat dan suspensi yang baik. Biaya operasional seperti konsumsi bahan bakar, biaya perawatan, dan tarif tol juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, terutama bagi perusahaan yang melakukan pengiriman rutin dalam jumlah besar.

Terakhir, aspek keamanan dan perlindungan barang harus diprioritaskan. Perusahaan perlu menentukan apakah barang membutuhkan perlindungan tertutup, sistem penguncian kontainer, atau fitur khusus seperti pendingin. Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut secara komprehensif, perusahaan dapat memilih jenis truk yang tidak hanya sesuai kebutuhan, tetapi juga memberikan efisiensi maksimal dan mengurangi risiko dalam rantai distribusi.

Baca juga  Mengapa Sea Freight Jadi Kunci Sukses Pengiriman Ekspor-Impor?

Tantangan Penggunaan Truk Logistik di Indonesia

Penggunaan truk logistik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi efisiensi distribusi barang. Salah satu hambatan utama adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum merata, terutama di daerah-daerah luar Jawa. Jalan sempit, rusak, atau tidak memiliki standar tonase yang memadai sering menjadi kendala bagi truk berkapasitas besar untuk beroperasi secara optimal. Akibatnya, pengiriman bisa lebih lambat dan biaya operasional meningkat karena rute harus dialihkan atau kendaraan membutuhkan perawatan lebih sering.

Selain itu, kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan menjadi tantangan serius. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung memiliki jam-jam sibuk yang membatasi mobilitas truk, ditambah adanya aturan pembatasan operasional truk di jalan tertentu atau pada jam tertentu. Hal ini memaksa perusahaan logistik untuk melakukan penjadwalan ulang, yang pada akhirnya dapat mengganggu ketepatan waktu pengiriman.

Tantangan lain adalah kurangnya standar perawatan kendaraan dan kualitas armada. Banyak truk yang masih beroperasi dalam kondisi kurang optimal, baik dari sisi mesin, sistem pengereman, maupun keamanan muatan. Armada yang tidak layak jalan bukan hanya menimbulkan risiko kerusakan barang, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya. Ditambah lagi, biaya perawatan yang tinggi kerap membuat operator kecil kesulitan menjaga kualitas armada mereka.

Tidak hanya itu, sektor ini juga menghadapi masalah kekurangan tenaga sopir yang terlatih. Mengoperasikan truk logistik, terutama yang berukuran besar, membutuhkan keahlian khusus dan pemahaman terhadap SOP keselamatan. Kurangnya pelatihan serta tekanan kerja yang tinggi sering membuat tingkat pergantian sopir cukup besar, sehingga stabilitas operasional terganggu.

Terakhir, faktor pengelolaan dan digitalisasi yang belum merata turut memperumit operasi logistik. Tanpa sistem pelacakan, perencanaan rute, dan manajemen muatan yang terintegrasi, perusahaan sering kali mengalami inefisiensi seperti perjalanan tanpa muatan (empty miles), pemborosan bahan bakar, hingga minimnya visibilitas pengiriman bagi pelanggan. Mengatasi tantangan-tantangan ini menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga  Mengapa Terusan Suez Sangat Penting bagi Logistik dan Perdagangan Global

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Truk Logistik

Teknologi kini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi operasional truk logistik di seluruh rantai distribusi. Mulai dari perencanaan rute, pengelolaan armada, manajemen muatan, hingga pemantauan kondisi kendaraan, semuanya dapat dioptimalkan dengan solusi digital yang tepat. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi waktu tunggu, meminimalkan perjalanan tanpa muatan, serta memastikan pengiriman dilakukan tepat waktu dan sesuai SOP. Teknologi juga membantu meningkatkan transparansi melalui fitur pelacakan real-time, sehingga pemilik barang maupun penyedia jasa logistik dapat memantau status perjalanan setiap saat.

Selain itu, pemanfaatan data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan operasional. Informasi seperti konsumsi bahan bakar, performa sopir, histori rute, serta tingkat utilisasi armada dapat dianalisis untuk mengidentifikasi inefisiensi yang sebelumnya tidak terlihat. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membuat perencanaan yang lebih akurat, melakukan perawatan armada secara prediktif, dan menjaga standar keselamatan kendaraan di jalan.

Dalam konteks inilah software seperti Oaktree memberikan nilai tambah yang signifikan. Tanpa mengganggu alur kerja perusahaan, Oaktree membantu menyederhanakan proses operasional dengan dashboard yang mudah dipahami serta fitur manajemen logistik yang terintegrasi. Pengguna dapat memantau armada secara real-time, mengatur penugasan sopir, hingga menganalisis data pengiriman untuk meningkatkan kinerja harian. Dengan dukungan teknologi seperti ini, perusahaan dapat menjalankan operasi logistik lebih efisien, akurat, dan siap menghadapi tantangan distribusi modern.

Baca juga  Oaktree Aplikasi Apa? Mengenal Oaktree.id Asli Buatan Indonesia

Kesimpulan

Memahami berbagai jenis truk logistik serta fungsinya menjadi langkah penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi distribusi. Setiap jenis truk, mulai dari truk engkel, CDD, tronton, trailer, hingga armada khusus seperti wingbox atau reefer, memiliki keunggulan dan kapasitas yang berbeda sehingga pemilihan yang tepat sangat menentukan kelancaran pengiriman. Selain pertimbangan teknis, bisnis juga harus memahami tantangan operasional yang dihadapi di Indonesia, seperti kondisi infrastruktur yang belum merata, kemacetan, keterbatasan sopir, dan belum optimalnya digitalisasi armada.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, peran teknologi menjadi sangat krusial. Sistem manajemen armada, perencanaan rute otomatis, hingga pelacakan real-time membantu meningkatkan transparansi dan menekan biaya operasional. Di sinilah solusi seperti software Oaktree dapat mendukung perusahaan logistik untuk bekerja lebih efisien, terukur, dan responsif menghadapi dinamika di lapangan. Dengan kombinasi pemilihan jenis truk yang tepat dan pemanfaatan teknologi yang optimal, perusahaan dapat memperkuat rantai pasok, memberikan layanan lebih andal, serta menciptakan keunggulan kompetitif di industri logistik yang semakin menuntut ketepatan dan kecepatan.

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top