Oaktree Blog

Logistik

Memaksimalkan Efisiensi Logistik Melalui Software Freight Forwarding Terpadu

Oaktree.id – Di era bisnis yang serba cepat ini, efisiensi dalam setiap aspek operasional menjadi kunci utama keberhasilan. Dalam industri logistik, hal ini sangat terasa. Perusahaan freight forwarding terus ditantang untuk memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan hemat biaya. Di sinilah peran krusial software freight forwarding terpadu seperti yang ditawarkan oleh Oaktree.id menjadi sangat vital. Mengelola alur pengiriman barang, mulai dari pemesanan, pelacakan, hingga dokumentasi, secara manual dapat memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Hal ini tidak hanya menghambat produktivitas, tetapi juga dapat menurunkan kepuasan pelanggan. Dengan mengadopsi solusi digital, perusahaan dapat mengautomatisasi banyak proses yang memakan waktu, sehingga tim dapat fokus pada tugas-tugas strategis lainnya. Software freight forwarding yang komprehensif memungkinkan visibilitas penuh terhadap seluruh rantai pasok. Mulai dari inbound, outbound, hingga third-party logistics (3PL). Kemampuan ini sangat penting untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan membuat keputusan yang tepat waktu. Dengan Oaktree.id, setiap pergerakan barang dapat dipantau secara real-time, memberikan ketenangan pikiran baik bagi penyedia jasa maupun bagi klien mereka. Selain itu, integrasi data yang mulus antara berbagai departemen dan mitra bisnis adalah salah satu keunggulan utama. Ini memastikan bahwa informasi terkini selalu tersedia untuk semua pihak yang berkepentingan, mengurangi kesalahpahaman dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Oaktree.id dirancang untuk menyatukan seluruh ekosistem logistik dalam satu platform yang intuitif. Oleh karena itu, bagi perusahaan freight forwarding yang ingin tetap kompetitif dan terus berkembang, berinvestasi dalam software logistik yang tepat bukanlah lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Dengan solusi yang tepat, efisiensi dapat ditingkatkan secara signifikan, yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Memaksimalkan Efisiensi Logistik Melalui Software Freight Forwarding Terpadu Read More »

Langkah Strategis Pembentukan Holding BUMN Galangan Kapal: Dampaknya pada Industri Logistik Maritim

Oaktree.id – Industri maritim Indonesia berpotensi mengalami peningkatan signifikan seiring dengan adanya kajian yang dilakukan oleh Danantara Indonesia terkait pembentukan holding BUMN galangan kapal. Langkah ini, jika terealisasi, diharapkan dapat memperkuat industri perkapalan nasional secara keseluruhan. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa rencana konsolidasi ini masih dalam tahap pembahasan di Danantara. PT PAL Indonesia disebut-sebut akan menjadi induk dari beberapa galangan kapal BUMN yang ada saat ini. Integrasi ini membuka peluang besar untuk sinergi dan efisiensi operasional. Pembentukan holding BUMN galangan kapal ini bukan hanya sekadar restrukturisasi internal. Bagi Oaktree.id sebagai penyedia solusi logistik freight forwarding, potensi dampak positifnya sangat terasa. Dengan adanya holding yang lebih kuat dan terintegrasi, kita bisa melihat peningkatan kapasitas produksi kapal, perbaikan kualitas layanan perbaikan dan perawatan kapal, serta potensi pengembangan teknologi maritim yang lebih maju. Hal ini secara langsung akan mendukung kelancaran operasional logistik maritim, baik untuk kapal domestik maupun internasional yang singgah di pelabuhan Indonesia. Efisiensi dalam perawatan dan pembangunan kapal dapat berujung pada ketersediaan armada yang lebih baik dan biaya operasional yang lebih kompetitif. Ini adalah kabar baik bagi para pelaku logistik yang sangat bergantung pada efektivitas pengiriman melalui jalur laut. Oaktree.id terus memantau perkembangan ini dan siap beradaptasi untuk memberikan layanan terbaik di tengah dinamika industri logistik maritim Indonesia yang terus berkembang.

Langkah Strategis Pembentukan Holding BUMN Galangan Kapal: Dampaknya pada Industri Logistik Maritim Read More »

Sanksi Tegas Dishub Pekanbaru untuk Truk Bertonase Besar yang Melanggar Jam Operasional

Oaktree.id – Peraturan mengenai jam operasional kendaraan angkutan barang di Kota Pekanbaru kembali disorot. Pada 30 Januari 2026 siang, terpantau beberapa truk dengan tonase di atas delapan ton masih nekat melintas di ruas jalan utama, seperti Jalan Soebrantas. Padahal, sesuai ketentuan, kendaraan bertonase besar ini seharusnya menggunakan jalan lingkar dan dilarang memasuki area perkotaan pada jam-jam sibuk. Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan memastikan kelancaran aktivitas perkotaan di siang hari. Pelanggaran terhadap aturan ini tentu akan berujung pada sanksi tegas dari Dinas Perhubungan Pekanbaru. Bagi para pelaku logistik, memahami dan mematuhi regulasi seperti ini sangat krusial. Keterlambatan pengiriman akibat penindakan pelanggaran bisa berdampak pada biaya operasional dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, perencanaan rute dan jadwal pengiriman yang matang menjadi kunci. Dengan solusi manajemen logistik yang tepat, seperti yang ditawarkan oleh platform Oaktree.id, perusahaan dapat memantau pergerakan armada secara real-time, mengoptimalkan rute sesuai regulasi, dan memprediksi potensi kendala di lapangan.

Sanksi Tegas Dishub Pekanbaru untuk Truk Bertonase Besar yang Melanggar Jam Operasional Read More »

Optimalisasi Layanan TPKS: Ketika TMS dan CC Berpadu untuk Efisiensi Logistik

Oaktree.id – PT Pelayaran Tresnamuda Sejati (TMS) telah membuktikan komitmennya dalam mengelola kapal-kapal internasional di Pelabuhan Tanjung Emas. Dengan dua layanan direct internasional yang ditangani, yakni TPI Service (Taiwan-Filipina-Indonesia) dengan rute Taiwan-Hongkong-China, dan CS2 Service yang menghubungkan Malaysia-Port Klang-India, TMS secara efektif memperlancar arus kargo internasional. Menurut Yudi Purwanto, Manager Operasi PT Tresnamuda Sejati (TMS) Cabang [nama cabang perlu ditambahkan untuk kelengkapan], layanan yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik. Namun, potensi peningkatan efisiensi operasional selalu terbuka. Bayangkan jika layanan yang sudah solid ini dapat diintegrasikan lebih lanjut dengan teknologi terkini, seperti penggunaan Container Crane (CC) yang lebih canggih dan terintegrasi. Di Oaktree.id, kami memahami betul bagaimana teknologi dapat mentransformasi operasional logistik. Sistem manajemen freight forwarding kami dirancang untuk memberikan visibilitas penuh, mengotomatiskan proses, dan meningkatkan efisiensi di setiap tahapan. Integrasi antara penyedia layanan seperti TMS dan optimalisasi penggunaan alat berat seperti CC, jika didukung oleh platform manajemen logistik yang tepat, dapat menghasilkan kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi. Kolaborasi antara kesiapan operasional TMS di TPKS dan potensi peningkatan kapabilitas melalui teknologi CC yang lebih modern, merupakan langkah strategis untuk memangkas waktu tunggu kapal, mengurangi biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Indonesia di kancah logistik global. Oaktree.id siap mendukung setiap inovasi yang mendorong efisiensi dalam rantai pasok.

Optimalisasi Layanan TPKS: Ketika TMS dan CC Berpadu untuk Efisiensi Logistik Read More »

Antrean Kapal di Pelabuhan Pangkal Balam: Tantangan Alur Dangkal dan Dampaknya pada Logistik

Oaktree.id – Sebuah laporan dari Pelabuhan Pangkal Balam, Bengkulu, menyoroti adanya antrean kapal yang signifikan. Kondisi ini timbul akibat pendangkalan alur masuk pelabuhan, yang menyebabkan beberapa kapal mengalami insiden kandas. Situasi ini tentu berdampak langsung pada kelancaran arus logistik dan operasional kepelabuhanan. Ketua DPC INSA Bangka, Eko Supriyadi, menyampaikan keprihatinannya melalui Ocean Week, mengindikasikan bahwa insiden kapal kandas di alur GOSONG bukan kali pertama terjadi. Kejadian ini memaksa evakuasi penumpang, sementara kendaraan beserta sopirnya harus tertahan di dalam kapal, menunggu kondisi yang memungkinkan pergerakan kembali. Bagi para pelaku industri logistik, insiden seperti ini menjadi pengingat pentingnya infrastruktur pelabuhan yang memadai. Pendangkalan alur tidak hanya mengancam keselamatan pelayaran, tetapi juga berpotensi menyebabkan penundaan pengiriman barang, peningkatan biaya operasional, dan gangguan pada rantai pasok. Hal ini menegaskan kembali bagaimana efisiensi logistik sangat bergantung pada kondisi pelabuhan yang optimal. Oaktree.id, sebagai penyedia solusi perangkat lunak freight forwarding, memahami betapa krusialnya kelancaran operasional logistik. Sistem kami dirancang untuk membantu mengelola dan mengoptimalkan proses pengiriman, bahkan dalam menghadapi tantangan tak terduga seperti yang terjadi di Pelabuhan Pangkal Balam. Manajemen kargo yang efektif dan visibilitas real-time dapat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak dari hambatan infrastruktur.

Antrean Kapal di Pelabuhan Pangkal Balam: Tantangan Alur Dangkal dan Dampaknya pada Logistik Read More »

10 Jurus Jitu Memilih Fleet Management System yang Pas untuk Bisnis

Oaktree.id – Memilih Fleet Management System (FMS) seringkali jadi dilema. Apakah keputusan diambil berdasarkan kebutuhan operasional yang mendesak, atau sekadar tergiur kecanggihan fitur saat demo? Pertanyaan krusial ini bisa menentukan apakah sistem yang dipilih benar-benar dimanfaatkan untuk efisiensi, atau justru hanya menjadi pos pengeluaran tak terduga. Setiap bisnis punya pola operasional armada, profil risiko, dan tekanan biaya yang unik. Oleh karena itu, proses pemilihan sistem sejatinya harus berakar pada pemahaman mendalam tentang operasional bisnis itu sendiri, bukan sekadar mengacu pada deretan fitur menarik di brosur. Di Oaktree, kami memahami betul pentingnya memiliki alat yang tepat untuk mengelola armada secara efektif. Dalam dunia logistik dan freight forwarding yang serba cepat, keputusan yang salah dalam memilih FMS bisa berdampak besar pada rantai pasok. Untuk itu, mari kita telaah 10 tips jitu yang akan membantu memandu pemilihan FMS tanpa salah arah, sehingga investasi yang dikeluarkan benar-benar memberikan nilai tambah maksimal bagi kelancaran operasional.

10 Jurus Jitu Memilih Fleet Management System yang Pas untuk Bisnis Read More »

Product Traceability: Kunci Kontrol Bisnis, Bukan Sekadar Urusan Teknis

Oaktree.id – Seringkali, product traceability dianggap sebagai sekadar urusan teknis operasional. Padahal, dampaknya langsung terasa hingga ke level manajemen. Ketika satu produk bermasalah, pertanyaan paling krusial bukanlah “siapa yang salah?”, melainkan “dari mana asal produk tersebut dan sejauh mana dampaknya?” Di sinilah product traceability berperan sebagai alat kontrol bisnis yang esensial, bukan hanya sekadar fitur operasional semata. Dengan kemampuan untuk menelusuri alur produk dari bahan baku hingga produk jadi, product traceability memberikan visibilitas menyeluruh yang sangat dibutuhkan dalam manajemen inventaris modern. Kemampuan ini, ditambah dengan solusi manajemen logistik yang terintegrasi seperti yang ditawarkan oleh Oaktree, memungkinkan bisnis untuk merespons cepat setiap potensi masalah, mengoptimalkan rantai pasok, dan memastikan kualitas produk yang konsisten. Ini adalah fondasi penting untuk membangun kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi brand.

Product Traceability: Kunci Kontrol Bisnis, Bukan Sekadar Urusan Teknis Read More »

Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL

Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL

Dalam era perdagangan, keamanan dan efisiensi adalah hal yang tak bisa ditawar, terutama bagi perusahaan freight forwarder dan ekspor-impor. Salah satu aspek kecil namun krusial adalah seal kontainer.  Sebab, seal adalah bukti integritas muatan agar tidak dibuka atau dimanipulasi.  Namun, Penggunaan seal pada FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load) memiliki perbedaan mendasar yang perlu dipahami.    Bedanya Seal pada FCL dan LCL Walaupun sama-sama menggunakan kontainer, penerapan seal pada FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load) memiliki perbedaan mendasar. Berikut adalah perbedaannya: 1. Karakteristik Seal pada FCL dan LCL Salah satu perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari karakteristik pengiriman. Jika FCL (Full Container Load) akan digunakan oleh satu pengiriman untuk satu penerima.  Sehingga, hanya terdapat satu pihak yang bertanggung jawab dan proses pengamanan lebih sederhana. Apalagi Seal dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan.  Berbeda dengan LCL (Less than Container Load) karena kontainer diisi muatan dari beberapa pengirim berbeda. Kondisi ini membuat pengelolaan lebih kompleks karena banyak pihak terlibat dalam stuffing dan unstuffing. Seal memang tetap dipasang, tetapi risiko kesalahan penanganan atau manipulasi lebih tinggi dibanding FCL. 2. Pemilihan Jenis Seal Kontainer Selanjutnya, terdapat perbedaan dari pemilihan jenis seal kontainer, sebab kebutuhan keamanan antara FCL dan LCL tidaklah sama. Seperti FCL (Full Container Load) akan menggunakan high security seal seperti bolt seal atau cable seal. Sebab, Seal ini terbuat dari material kuat (baja atau metal) dan sesuai standar ISO 17712, sehingga sulit dibuka tanpa alat khusus.  Berbeda dengan LCL (Less than Container Load) akan menggunakan  plastic seal atau indicative seal karena sifatnya lebih ekonomis dan mudah dipasang. Namun, tingkat keamanannya lebih rendah. Beberapa forwarder menambahkan cable seal untuk meningkatkan perlindungan, mengingat muatan berasal dari banyak pengirim. 3. Tingkat Keamanan Ada pula perbedaan berdasarkan tingkat keamanan, karena FCL mendukung keamanan yang lebih tinggi. Maka Seal akan dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan, sehingga risiko manipulasi relatif kecil. Berbeda dengan LCL yang memiliki Tingkat keamanan lebih rendah karena muatan berasal dari beberapa pengirim. Banyak pihak terlibat dalam proses stuffing dan unstuffing, sehingga meski seal tetap terpasang, risiko kesalahan penanganan atau manipulasi lebih besar. 4. Risiko Manipulasi Selain hal itu, ada pula perbedaan dari sisi risiko manipulasi. Sebab FCL itu pengiriman hanya dari satu pengirim dan satu peneriman maka risiko manipulasi relatif keci. Apalagi,  Seal dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan. Berbeda LCL karena muatan berasal dari beberapa pengirim. Banyak pihak terlibat dalam proses stuffing dan unstuffing, sehingga peluang barang tercampur, tertukar, atau bahkan disalahgunakan lebih besar.  Walaupun seal container ada,  tetapi integritas muatan lebih rentan dibanding FCL. Dampak Salah Pilih Seal Kesalahan dalam memilih seal kontainer pada FCL maupun LCL tentu tidak bisa di hindari. Sebab, dampaknya bisa merugikan bisnis dalam berbagai aspek: 1. Kerugian Finansial   Barang yang rusak atau hilang akibat manipulasi akan menimbulkan biaya tambahan. Bahkan klaim asuransi bisa ditolak jika seal tidak sesuai standar. 2. Reputasi Bisnis   Klien akan kehilangan kepercayaan jika pengiriman mereka tidak aman. Reputasi yang rusak sulit dipulihkan, padahal kepercayaan adalah aset utama dalam industri logistik. 3. Kepatuhan Regulasi   Banyak negara mewajibkan penggunaan seal berstandar internasional, seperti ISO 17712. Salah pilih seal bisa berakibat pada denda atau penolakan muatan di pelabuhan. 4. Efisiensi Operasional   Seal yang mudah rusak atau tidak sesuai standar dapat memperlambat pemeriksaan di pelabuhan, sehingga menghambat kelancaran rantai pasok. Kesimpulan Seal kontainer mungkin terlihat sederhana, tetapi perannya sangat krusial dalam menjaga keamanan dan integritas pengiriman. Karena pengiriman dengan kontainer terbagi menjadi dua jenis, yaitu FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load), maka pemilihan seal yang tepat menjadi hal penting. FCL membutuhkan seal dengan tingkat keamanan tinggi, sementara LCL lebih rentan manipulasi sehingga perlu perhatian ekstra. Kesalahan kecil dalam memilih seal bisa berdampak besar pada reputasi, biaya, dan kepatuhan regulasi. Jika Anda ingin mengoptimalkan proses logistik, gunakan Oaktree sebagai software khusus freight forwarder.  Sebab, Oaktree memiliki fitur pengelolaan seal, dokumen, dan tracking yang terintegrasi. Dengan menggunakan software ini, maka Software oaktree dapat membantu mengurangi risiko manipulasi, mempercepat operasional, dan meningkatkan kepercayaan klien. Yuk beralih ke sistem yang lebih efisien dengan software Oaktree.id.  

Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL Read More »

Mengapa Seal Container Wajib Memiliki ISO 17712

Mengapa Seal Container Wajib Memiliki ISO 17712

Dalam dunia ekspor impor, tentunya keamanan pengiriman menjadi faktor yang tidak bisa ditawar. Terutama jika pengiriman menggunakan container, risiko manipulasi dan pencurian barang menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi.  Untuk menjaga integritas barang, forwarder biasanya menggunakan seal container atau segel kontainer. Namun, tidak semua segel memiliki standar keamanan yang sama. Di sinilah ISO 17712 hadir sebagai standar internasional yang memastikan seal container memenuhi syarat kekuatan, desain, dan keandalan, sehingga forwarder dapat mengirimkan barang dengan lebih aman dan dipercaya.   Apa Itu ISO 17712 pada Seal Container? Pada dasarnya, ISO adalah standar internasional yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization untuk memastikan adanya keseragaman kualitas dan keamanan di berbagai industri. Dalam bidang logistik, ISO mengeluarkan standar ISO 17712:2013 – Freight containers — Mechanical seals yang secara khusus mengatur tentang seal container atau segel kontainer. Menurut dokumen resmi ISO 17712:2013, standar ini: Menetapkan prosedur seragam untuk klasifikasi, penerimaan, dan penarikan segel mekanis pada kontainer. Menyediakan acuan tunggal tentang segel mekanis yang dapat diterima untuk mengamankan kontainer dalam perdagangan internasional. Mengatur kategori segel menjadi indicative seals, security seals, dan high security seals. Mengapa Seal Container ISO 17712 Penting untuk Forwarder   Bagi perusahaan forwarder, penggunaan seal container ISO 17712 bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis yang berdampak langsung pada reputasi, efisiensi, dan keberlangsungan bisnis. Berikut adalah alasan utamanya:   1. Compliance Internasional Banyak pelabuhan dan otoritas bea cukai di seluruh dunia mensyaratkan penggunaan seal berstandar ISO 17712. Sehingga tanpa adanya segel ini, kontainer memiliki risiko untuk ditolak dikenakan pemeriksaan tambahan. Hal ini tidak hanya menimbulkan keterlambatan pengiriman, tetapi juga berpotensi menambah biaya operasional yang signifikan bagi perusahaan forwarder.Lebih jauh lagi, kepatuhan terhadap standar ISO 17712 menunjukkan komitmen forwarder terhadap compliance internasional.   2. Meningkatkan Kepercayaan Klien Karena ISO 17712 merupakan regulasi internasional yang diakui oleh otoritas bea cukai dan pelabuhan di seluruh dunia, forwarder yang menggunakan seal container berstandar ini otomatis menunjukkan komitmen terhadap keamanan dan kepatuhan global.  Klien yang mengirimkan barang bernilai tinggi tentu ingin memastikan bahwa pengiriman mereka terlindungi dari risiko pencurian maupun manipulasi. Dengan adanya seal ISO 17712, forwarder dapat memberikan jaminan keamanan yang lebih kuat, sehingga klien merasa lebih tenang dan percaya bahwa barang mereka akan sampai dengan selamat. 3. Mengurangi Risiko Kerugian Selain itu, karena adanya ISO 17712, forwarder dapat secara signifikan mengurangi risiko kerugian dalam proses pengiriman internasional. Apalagi, dengan adanya standar ini, setiap seal container telah melalui uji mekanis dan sertifikasi resmi sehingga terbukti memiliki kekuatan tinggi dan desain anti-manipulasi. Dengan kata lain, ISO 17712 tidak hanya sekadar regulasi, tetapi juga strategi perlindungan bisnis. Forwarder yang patuh terhadap standar ini akan lebih aman secara operasional, lebih dipercaya oleh klien, dan lebih kompetitif di pasar global.   4. Meningkatkan Reputasi Global Karena ISO 17712 adalah sertifikasi internasional, maka forwarder yang menggunakannya otomatis menunjukkan komitmen terhadap standar keamanan yang diakui secara global. Hal ini bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga menjadi nilai strategis dalam membangun citra perusahaan di pasar global. Forwarder yang telah memiliki seal container ISO 17712 akan lebih mudah diterima oleh mitra bisnis luar negeri, karena telah menjadi standar internasional.  5. Efisiensi Operasional Dengan adanya ISO 17712, forwarder tidak hanya mendapatkan jaminan keamanan, tetapi juga efisiensi operasional yang lebih baik. Sebab, ISO ini merupakan standar yang telah diakui secara internasional. Sehingga, kontainer yang menggunakan seal berstandar ISO 17712 akan lebih mudah melewati proses pemeriksaan di pelabuhan dan bea cukai. Hal ini mengurangi risiko keterlambatan pengiriman akibat inspeksi tambahan yang biasanya terjadi pada kontainer tanpa segel berstandar internasional. Baca Juga: Cara Tepat Memilih Seal Container Pada Pengiriman Cargo Bagaimana Jika Forwarder Tidak Memiliki Seal Container ISO 17712   Dengan banyaknya alasan yang sudah dijelaskan sebelumnya, jelas bahwa seal container ISO 17712 bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis.  Lalu bagaimana jika forwarder tidak memiliki Seal Container ISO 17712? 1. Risiko Penolakan di Pelabuhan Karena ISO 17712 adalah standar internasional yang diakui oleh otoritas bea cukai dan pelabuhan di seluruh dunia, forwarder yang tidak menggunakan seal container berstandar bisa jadi berisiko mengalami penolakan besar.   Sebab, ketika container tanpa segel ISO 17712 dapat dianggap tidak memenuhi persyaratan keamanan global. Forwarder yang patuh terhadap standar ini akan lebih lancar dalam proses ekspor-impor, sekaligus menjaga reputasi dan kepercayaan klien. 2. Kehilangan Kepercayaan Klien Ketika ada klien yang mengirimkan barang bernilai tinggi, maka keamanan menjadi prioritas utama. Klien tentu ingin memastikan bahwa forwarder yang mereka pilih mampu menjaga integritas barang selama proses pengiriman. Jika forwarder tidak menggunakan seal container berstandar ISO 17712, hal ini bisa menimbulkan keraguan besar di mata klien. Mereka akan menganggap perusahaan kurang serius dalam menerapkan standar keamanan internasional. 3. Meningkatnya Risiko Pencurian Karena seal container adalah sistem keamanan utama dalam pengiriman, maka tidak menggunakan seal berstandar ISO 17712 akan memiliki konsekuensi serius terhadap keamanan barang.  Sebab seal non-standar biasanya lebih mudah dibuka atau dimanipulasi tanpa meninggalkan jejak, sehingga pelaku dapat mengakses isi kontainer tanpa terdeteksi. 4. Kerugian Finansial Tanpa seal container yang memiliki ISO 17712, maka forwarder bisa menghadapi biaya tambahan yang cukup besar. Apalagi ketika adanya pemeriksaan berulang di pelabuhan atau bahkan penolakan kontainer karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan internasional. Kesimpulan Seal Container ISO 17712 adalah sistem keamanan internasional, namun perannya tidak sekadar formalitas saja. Tetapi, standar ini merupakan fondasi strategis bagi forwarder untuk memastikan kelancaran operasional, kepatuhan regulasi, dan perlindungan barang bernilai tinggi. Dengan ISO 17712, forwarder tidak hanya memenuhi persyaratan bea cukai global, tetapi juga membangun kepercayaan klien, mengurangi risiko kerugian, memperkuat reputasi di pasar internasional, serta meningkatkan efisiensi operasional. Sebaliknya, tanpa standar ini, forwarder berisiko menghadapi penolakan di pelabuhan, kehilangan kepercayaan, hingga kerugian finansial yang signifikan. Jika Anda adalah forwarder atau perusahaan logistik, tidak hanya seal container saja yang harus diperhatikan, tetapi juga penggunaan software logistik yang menyeluruh. Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software logistik yang memiliki yang dirancang secara khusus untuk perusahaan forwarder, Sebab, software ini akan menghadirkan sistem digital yang transparan, efisien dan terukur.  

Mengapa Seal Container Wajib Memiliki ISO 17712 Read More »

Cara Tepat Memilih Seal Container Pada Pengiriman Cargo

Cara Tepat Memilih Seal Container Pada Pengiriman Cargo

Dalam industri logistik, setiap detail kecil bisa berdampak besar. Salah satunya adalah seal container . Meski terlihat sederhana, seal pada kontainer pada dasarnya merupakan pengaman utama yang memastikan cargo tetap utuh, tidak dimanipulasi, dan sampai ke tujuan sesuai standar keamanan internasional. Bagi perusahaan freight forwarding, seal bukan hanya sekadar alat penutup. Ia adalah simbol kepercayaan antara pengirim dan penerima. Ketika sebuah kontainer tiba dengan seal yang masih utuh, klien merasa yakin bahwa barang mereka terlindungi sepanjang perjalanan. Sebaliknya, seal yang rusak atau tidak sesuai standar bisa menimbulkan pertanyaan besar: apakah cargo aman, apakah ada manipulasi, atau apakah perusahaan benar-benar profesional? Dengan banyaknya jenis seal yang tersedia: mulai dari bolt seal,cable seal hingga electronic seal (E-seal) yang modern. Tentunya akan muncul pertanyaan penting: bagaimana cara memilih seal container yang tepat sesuai jenis cargo? Cara Memilih seal container Sesuai Jenis Cargo Pemilihan seal tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, setiap jenis cargo memiliki kebutuhan keamanan yang berbeda-beda. Berikut adalah cara memilih seal container yang tepat: 1. Cargo Bernilai Tinggi Jika Anda mengirimkan barang dengan cargo bernilai tinggi seperti elektronik, farmasi, atau perhiasan, maka tingkat keamanan harus menjadi prioritas utama. Cargo jenis ini sangat rentan terhadap pencurian maupun manipulasi, sehingga membutuhkan seal yang benar-benar kokoh dan sulit dibuka tanpa alat khusus. Dengan demikian, Bolt Seal dapat menjadi pilihan utama. Hal ini karena seal ini terbuat dari baja yang kuat dan biasanya dilengkapi dengan nomor seri unik yang tercatat dalam dokumen pengiriman. Sehingga, setiap perubahan atau ketidaksesuaian pada nomor seal dapat segera terdeteksi. 2. Cargo Berbagai Ukuran Selanjutnya, jika Anda bergerak pada bidang FMCG, tekstil, atau barang konsumsi sehari-hari, biasanya pengiriman dilakukan dalam jumlah besar dengan variasi ukuran. Cargo jenis ini menuntut fleksibilitas dalam pengamanan, karena tidak semua kontainer memiliki karakteristik yang sama. Untuk kondisi seperti ini, Cable Seal menjadi pilihan yang tepat. Hal ini karena seal dirancang dengan material yang kuat namun tetap fleksibel, sehingga dapat digunakan pada berbagai jenis pintu kontainer. 3. Cargo dengan Risiko Rendah Tidak semua barang yang dikirimkan membutuhkan perlindungan tingkat tinggi. Sebab, ada beberapa produk seperti bahan baku dengan nilai relatif kecil, produk konsumsi umum, atau barang yang tidak terlalu sensitif terhadap manipulasi. Dengan demikian, untuk pengiriman barang menggunakan kontainer jenis ini, Plastic Seal dapat menjadi pilihan yang tepat. Seal ini lebih ekonomis dibandingkan jenis lainnya dan cukup efektif untuk kebutuhan pengiriman sehari-hari. 4. Cargo dengan Regulasi Ketat Selanjutnya terdapat cargo dengan regulasi ketat, itu artinya barang yang dikirimkan memiliki aturan khusus yang harus dipatuhi secara ketat oleh perusahaan forwarding. Contohnya adalah produk farmasi, bahan kimia, atau barang berbahaya yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap keselamatan maupun kepatuhan hukum. Untuk jenis cargo ini, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan seal konvensional. Electronic Seal (E-seal) menjadi pilihan yang paling tepat karena dilengkapi teknologi digital yang memungkinkan proses tracking real-time. Tantangan Perusahaan Forwarder dalam Memilih seal container Meski terlihat sederhana, mengelola dan memilih seal container sebenarnya adalah pekerjaan yang penuh tantangan bagi perusahaan forwarder. Berikut adalah beberapa tantangan utama dalam memilih seal container : 1. Menyesuaikan dengan Jenis Cargo Karena setiap pengiriman perlu disesuaikan dengan karakteristik barang yang dibawa, maka pemilihan seal container tidak bisa dilakukan secara seragam. Jenis cargo akan menentukan tingkat keamanan yang dibutuhkan, regulasi yang harus dipatuhi, serta biaya yang paling efisien untuk perusahaan forwarding. Dengan demikian, hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika perusahaan harus menangani berbagai jenis barang dalam waktu yang bersamaan. Sebab, kesalahan kecil dalam pemilihan seal container dapat berdampak besar. 2. Kepatuhan terhadap Regulasi Internasional Karena tiap negara memiliki regulasi sendiri-sendiri, seringkali membuat forwarder perlu untuk benar-benar memahami standar yang berlaku di negara tujuan. Sehingga, ini menjadi tantangan yang cukup kompleks dalam proses pemilihan seal container . Setiap pelabuhan atau otoritas bea cukai biasanya memiliki aturan yang berbeda terkait jenis seal yang diperbolehkan. Dengan demikian, forwarder harus mampu menyesuaikan pilihan seal sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak terjadi penolakan atau pemeriksaan tambahan. 3. Konsistensi Dokumentasi Tantangan selanjutnya tentunya adalah menjaga konsistensi dokumentasi terkait penggunaan seal container . Meski terlihat sederhana, pencatatan nomor seri seal merupakan bagian krusial dalam proses pengiriman. Sebab, tanpa adanya dokumentasi terhadap penggunaan seal pada kontainer, perusahaan forwarding akan kesulitan membuktikan integritas pengiriman. Nomor seri seal berfungsi sebagai bukti autentikasi yang menunjukkan bahwa kontainer tidak pernah dibuka atau dimanipulasi selama perjalanan. 4. Integrasi dengan Sistem Logistik Selanjutnya, forwarder juga kerap kali menghadapi tantangan dalam integrasi seal container dengan sistem logistik modern. Apalagi pada era digital sekarang ini, klien semakin menuntut transparansi penuh dan akses terhadap data pengiriman secara real-time. Dengan adanya kondisi seperti ini, itu berarti forwarder tidak bisa lagi hanya mengandalkan pencatatan manual atau sistem tradisional. Sebab, mereka dituntut untuk bekerja lebih efisien, akurat, dan terintegrasi dengan teknologi. Oaktree: Software Logistik yang Dirancang untuk Bisnis Freight Forwarder Seal container adalah elemen krusial dalam keamanan pengiriman cargo. Dengan demikian, memilih seal container yang sesuai bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kepatuhan regulasi, efisiensi biaya, integrasi sistem logistik, dan kepercayaan klien. Forwarder yang mampu menyesuaikan jenis seal dengan karakteristik cargo, menjaga konsistensi dokumentasi, serta beradaptasi dengan tuntutan digital akan lebih unggul dalam persaingan global. Jika Anda adalah perusahaan forwarding atau pelaku bisnis yang ingin memastikan pengiriman cargo lebih aman dan sesuai regulasi, maka saat yang tepat untuk beralih menggunakan software logistik modern seperti Oaktree. Dengan sistem ini, pengelolaan seal container menjadi lebih efisien, transparan, dan terintegrasi, sehingga setiap pengiriman dapat dipantau secara real-time dan sesuai standar internasional. Mau mentransformasikan bisnis logistik Anda? Yuk hubungi kami sekarang dan temukan solusi software logistik yang sesuai dengan bisnis Anda.  

Cara Tepat Memilih Seal Container Pada Pengiriman Cargo Read More »

Scroll to Top