Oaktree Blog

Kenapa Perusahaan Logistik Perlu Digitalisasi di Tengah Ketidakpastian Pasar?

Daftar Isi

Bagikan:

Kenapa Perusahaan Logistik Perlu Digitalisasi di Tengah Ketidakpastian Pasar?

Ketidakpastian pasar membuat perusahaan logistik harus bekerja lebih cepat, efisien, dan berbasis data. Perubahan kurs, tekanan biaya, hingga dinamika ekspor-impor dapat memengaruhi operasional harian, terutama bagi perusahaan freight forwarder yang menangani pengiriman internasional.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, peluang bisnis logistik tetap terbuka, tetapi perusahaan perlu mengelola prosesnya dengan lebih rapi agar tidak kehilangan margin.

Dalam kondisi seperti ini, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk membantu perusahaan logistik memantau shipment, invoice, biaya operasional, pembayaran, dan profit secara lebih akurat.

Ketidakpastian Pasar Membuat Operasional Logistik Lebih Kompleks

Perusahaan logistik sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar. Ketika kurs berubah, biaya pengiriman internasional dapat ikut bergerak. Ketika permintaan ekspor-impor berubah, volume shipment juga dapat terdampak. Ketika pelanggan menahan pengeluaran, pembayaran bisa menjadi lebih lambat.

Bank Indonesia mencatat kurs JISDOR pada 8 Juni 2026 berada di level Rp18.171 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan logistik yang memiliki biaya dalam dolar perlu lebih berhati-hati dalam menghitung quotation, invoice, dan margin shipment.

Tanpa sistem yang rapi, perusahaan akan sulit mengetahui biaya aktual dari setiap pengiriman. Akibatnya, margin bisa tertekan tanpa disadari.

Biaya Logistik Masih Menjadi Tantangan Besar

Efisiensi menjadi isu penting dalam sektor logistik Indonesia. Kemenko Perekonomian mencatat biaya logistik Indonesia berada di level 14,29% terhadap PDB. Angka ini menunjukkan bahwa biaya logistik masih menjadi beban yang perlu dikelola dengan serius.

Baca juga  Optimalkan Distribusi Makanan dengan WMS Terbaik

Bagi freight forwarder, biaya tidak hanya berasal dari pengiriman barang. Ada banyak komponen lain seperti trucking, warehouse, port charges, document handling, customs clearance, ocean freight, air freight, dan pembayaran kepada overseas agent.

Jika seluruh biaya tersebut masih dicatat secara manual, risiko kesalahan akan semakin besar. Perusahaan bisa salah menghitung total biaya, terlambat menagih pelanggan, atau tidak mengetahui shipment mana yang sebenarnya kurang menguntungkan.

Proses Manual Membuat Perusahaan Sulit Mengambil Keputusan

Banyak perusahaan logistik masih mengandalkan spreadsheet, email, dan komunikasi manual untuk mengelola operasional. Cara ini mungkin masih berjalan saat volume shipment kecil, tetapi akan menjadi masalah ketika transaksi semakin banyak dan kondisi pasar berubah cepat.

Data shipment bisa berada di tim operasional, data invoice ada di finance, sementara status pembayaran tersebar di email atau pesan singkat. Akibatnya, manajemen sulit mendapatkan gambaran bisnis secara real time.

Padahal, di tengah ketidakpastian pasar, keputusan harus diambil lebih cepat. Perusahaan perlu tahu shipment mana yang tertunda, biaya mana yang membengkak, pelanggan mana yang belum membayar, dan pengiriman mana yang marginnya turun.

Digitalisasi Membantu Perusahaan Lebih Tahan Menghadapi Perubahan

McKinsey menekankan bahwa supply chain modern perlu lebih resilient, agile, dan berbasis data. Prinsip ini juga relevan bagi perusahaan logistik, karena operasional yang berbasis data membantu perusahaan merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Baca juga  Software Multi-Gudang: Kunci Sukses Distribusi Modern

Melalui digitalisasi, perusahaan dapat menyatukan data shipment, biaya, invoice, pembayaran, dan laporan profit dalam satu sistem. Tim operasional dan finance dapat bekerja menggunakan data yang sama, sehingga risiko miskomunikasi dapat dikurangi.

Digitalisasi juga membantu perusahaan melihat pola bisnis. Misalnya, pelanggan mana yang paling sering terlambat membayar, rute mana yang paling mahal, atau jenis shipment mana yang memberikan profit terbaik.

Peran Software Freight Forwarder dalam Digitalisasi Logistik

Software freight forwarder dapat menjadi solusi untuk membantu perusahaan logistik mengelola operasional secara lebih terstruktur. Dalam satu platform, perusahaan dapat mencatat shipment, membuat quotation, mengelola invoice, memantau biaya, dan melihat laporan profit.

Dengan software, setiap shipment dapat dipantau dari awal hingga selesai. Tim dapat melihat status dokumen, biaya yang sudah masuk, invoice yang sudah diterbitkan, dan pembayaran yang masih outstanding.

Selain itu, software freight forwarder juga membantu pengelolaan transaksi multi-currency. Hal ini penting karena banyak biaya logistik internasional menggunakan dolar AS atau mata uang asing lainnya.

Dengan data yang lebih terpusat, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan pencatatan, mempercepat rekonsiliasi, dan menjaga margin bisnis.

Baca juga  Ini Alasan Bisnis Anda Wajib Menggunakan Aplikasi Gudang

Manfaat Digitalisasi bagi Perusahaan Logistik

Digitalisasi memberikan beberapa manfaat penting bagi perusahaan logistik. Pertama, proses kerja menjadi lebih efisien karena data tidak lagi tersebar di banyak file.

Kedua, perusahaan dapat memantau cash flow dengan lebih baik melalui data invoice dan outstanding payment yang lebih jelas.

Ketiga, manajemen dapat melihat profit per shipment secara lebih akurat. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui pengiriman mana yang menguntungkan dan pengiriman mana yang perlu dievaluasi.

Keempat, digitalisasi membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Ketika status shipment dan dokumen dapat dipantau dengan lebih baik, pelanggan juga bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat.

Kesimpulan

Ketidakpastian pasar membuat perusahaan logistik perlu bekerja dengan cara yang lebih efisien dan berbasis data. Perubahan kurs, biaya logistik yang tinggi, dan dinamika ekspor-impor dapat memengaruhi operasional serta margin bisnis.

Proses manual yang tersebar di spreadsheet dan email membuat perusahaan sulit mengambil keputusan dengan cepat. Karena itu, digitalisasi menjadi langkah penting agar perusahaan logistik dapat mengelola shipment, invoice, biaya, pembayaran, dan profit secara lebih terpusat.

Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai Software freight forwarder yang dapat membantu perusahaan menghadapi tantangan tersebut dengan menyediakan sistem yang lebih rapi, transparan, dan mudah dipantau. 

Dengan digitalisasi, perusahaan logistik dapat menjaga efisiensi operasional dan tetap kompetitif di tengah ketidakpastian pasar.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top