Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, ketersediaan stok menjadi faktor yang sangat menentukan kelancaran operasional, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan gudang dan distribusi. Ketika permintaan meningkat, pelanggan menuntut proses pengiriman yang cepat dan akurat. Karena itu, bisnis tidak bisa lagi mengabaikan pentingnya pengendalian persediaan. Salah satu strategi paling efektif dalam memastikan stok selalu aman yaitu menerapkan Reorder Point.
Konsep Reorder Point sangat populer dalam logistik modern karena mampu memberi sinyal tepat kapan gudang harus memesan ulang persediaan sebelum stok benar-benar habis. Sistem ini membantu bisnis mengurangi risiko kehilangan penjualan, memperlancar arus distribusi, dan menjaga efisiensi operasional gudang. Melalui pengaturan Reorder Point yang tepat, perusahaan dapat mengatur ritme pengadaan barang secara lebih terencana sehingga tidak ada lagi momen di mana gudang tiba-tiba kosong.
Apa Itu Reorder Point?
Reorder Point adalah titik minimum persediaan yang menjadi tanda bagi bisnis bahwa sudah waktunya melakukan pemesanan ulang. Ketika stok di gudang mencapai titik tersebut, tim logistik harus segera melakukan replenishment agar barang tidak habis saat permintaan datang.
Konsep ini tidak hanya membantu menjaga ketersediaan barang, tetapi juga memastikan proses distribusi berjalan lancar. Dengan Reorder Point, perusahaan dapat memantau pergerakan stok secara lebih terstruktur. Selain itu, angka Reorder Point biasanya mempertimbangkan durasi lead time pemasok, kecepatan pergerakan stok, serta tingkat keselamatan stok (safety stock). Karena itu, perusahaan yang menerapkan metode ini cenderung memiliki persediaan yang lebih stabil dan akurat.
Fungsi Reorder Point Dalam Operasional Gudang
Tingkat persediaan barang memegang peran penting dalam manajemen gudang karena fungsinya membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan stok dan kapasitas penyimpanan. Berikut fungsi utamanya:
1. Menjaga Kelancaran Distribusi
Perusahaan yang memiliki jaringan distribusi sangat membutuhkan alur stok yang stabil. Tingkat persediaan barang memastikan pengiriman ke distributor atau pelanggan tidak tertunda hanya karena stok tiba-tiba habis. Setiap kali stok mencapai titik minimum, sistem langsung memberi sinyal untuk melakukan pemesanan ulang.
2. Mengurangi Risiko Kehabisan Stok
Tingkat persediaan barang mencegah kondisi stockout yang dapat menurunkan performa bisnis. Begitu stok menyentuh ambang batas, tim gudang dapat segera bertindak melakukan pembelian ulang. Dampaknya, potensi kehilangan pelanggan atau keterlambatan distribusi dapat ditekan.
3. Mengoptimalkan Ruang Gudang
Penyimpanan barang tidak boleh berlebihan, tetapi tidak boleh juga terlalu sedikit. Tingkat persediaan barang membantu menjaga volume barang tetap ideal sehingga gudang tidak penuh sesak atau kosong. Manajemen gudang dapat menata stok secara lebih efisien tanpa mengorbankan kebutuhan operasional.
4. Meningkatkan Efisiensi Manajemen Logistik
Dengan adanya standar tingkat persediaan barang, proses logistik menjadi lebih mudah dikontrol. Perusahaan dapat mengatur pembelian, monitoring stok, dan jadwal distribusi barang secara lebih rapi. Hal ini membantu tim menghindari keputusan pembelian mendadak yang sering menimbulkan biaya tinggi.
Cara Menghitung Reorder Point
Untuk menentukan Reorder Point, perusahaan perlu memahami formula dasarnya. Rumus yang paling umum digunakan adalah:
Reorder Point = (Lead Time × Rata-Rata Pemakaian Harian) + Safety Stock
Agar lebih jelas, berikut penjelasan setiap komponennya:
1. Lead Time
Lead Time adalah waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengirim barang sejak pesanan dibuat. Semakin lama lead time, semakin tinggi angka Reorder Point yang harus disiapkan. Gudang harus sangat memperhatikan faktor ini agar stok aman selama menunggu barang datang.
2. Rata-Rata Pemakaian Harian
Data penggunaan harian sangat penting karena mencerminkan kecepatan perputaran persediaan. Perusahaan harus memeriksa data historis stok agar perhitungan lebih akurat. Semakin cepat barang bergerak keluar dari gudang, semakin besar kebutuhan stok yang harus disiapkan.
3. Safety Stock
Safety Stock bertindak sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ataupun keterlambatan pengiriman. Jumlahnya tidak boleh terlalu kecil agar tidak terjadi kekurangan stok. Namun, jika terlalu besar, biaya penyimpanan bisa meningkat.
Dengan menghitung ketiga komponen ini, perusahaan dapat menentukan titik pemesanan ulang yang ideal sesuai karakteristik bisnisnya.
Manfaat Reorder Point Dalam Logistik
Tingkat persediaan barang memberikan banyak manfaat terutama dalam manajemen gudang dan alur distribusi barang. Berikut manfaat yang paling terasa dalam operasional sehari-hari:
1. Meningkatkan Akurasi Pengendalian Stok
Ketika gudang menggunakan tingkat persediaan barang, data stok menjadi lebih akurat. Tim operasional dapat mengetahui kapan harus membeli barang tanpa menebak-nebak. Keakuratan ini membantu memastikan seluruh proses logistik berjalan stabil.
2. Mendukung Perencanaan Distribusi
Distribusi barang tidak boleh terhambat karena kekurangan stok. Dengan Reorder Point, perusahaan mampu menyesuaikan jadwal pengiriman dengan kondisi stok gudang. Ini membuat distribusi lebih teratur dan meminimalkan keterlambatan.
3. Mengurangi Biaya Operasional
Kehabisan stok dapat menimbulkan biaya tambahan, seperti biaya pengiriman cepat atau pembelian darurat. Tingkat persediaan membantu mencegah kondisi tersebut sehingga biaya operasional dapat ditekan. Gudang pun bisa bekerja lebih efisien dengan alur persediaan yang terukur.
4. Memperkuat Pengambilan Keputusan Bisnis
Data persediaan yang terstruktur membantu manajemen menentukan strategi pengadaan barang. Ketika stok dicatat secara konsisten, perusahaan memperoleh gambaran yang jelas tentang permintaan pasar, tren penjualan, dan kebutuhan distribusi.
Kesimpulan
Reorder Point menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kelancaran operasional gudang dan sistem distribusi. Perusahaan yang menerapkan tingkat persediaan barang dalam gudang dapat mengendalikan persediaan secara lebih akurat, mengurangi risiko kehabisan stok, serta memastikan alur distribusi berjalan tanpa hambatan. Selain itu, perhitungan Reorder Point yang tepat akan membantu bisnis menetapkan strategi logistik yang efisien dan responsif terhadap permintaan pasar.
Jika Anda ingin mengelola gudang dan distribusi secara lebih mudah, Oaktree.id menyediakan solusi digital yang dirancang untuk meningkatkan akurasi, mempermudah monitoring stok, hingga mendukung operasional distribusi dari awal hingga akhir. Dengan fitur seperti manajemen stok real-time, notifikasi stok minimum, dan sistem pencatatan lengkap, bisnis Anda dapat bergerak lebih cepat dan efisien tanpa takut kehabisan stok.
