Oaktree Blog

Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL

Daftar Isi

Bagikan:

Perbedaan Seal Container Untuk FCL dan LCL

Dalam era perdagangan, keamanan dan efisiensi adalah hal yang tak bisa ditawar, terutama bagi perusahaan freight forwarder dan ekspor-impor. Salah satu aspek kecil namun krusial adalah seal kontainer. 

Sebab, seal adalah bukti integritas muatan agar tidak dibuka atau dimanipulasi.  Namun, Penggunaan seal pada FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load) memiliki perbedaan mendasar yang perlu dipahami. 

 

Bedanya Seal pada FCL dan LCL

Walaupun sama-sama menggunakan kontainer, penerapan seal pada FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load) memiliki perbedaan mendasar. Berikut adalah perbedaannya:

1. Karakteristik Seal pada FCL dan LCL

Salah satu perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari karakteristik pengiriman. Jika FCL (Full Container Load) akan digunakan oleh satu pengiriman untuk satu penerima.  Sehingga, hanya terdapat satu pihak yang bertanggung jawab dan proses pengamanan lebih sederhana. Apalagi Seal dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan. 

Berbeda dengan LCL (Less than Container Load) karena kontainer diisi muatan dari beberapa pengirim berbeda. Kondisi ini membuat pengelolaan lebih kompleks karena banyak pihak terlibat dalam stuffing dan unstuffing. Seal memang tetap dipasang, tetapi risiko kesalahan penanganan atau manipulasi lebih tinggi dibanding FCL.

2. Pemilihan Jenis Seal Kontainer

Selanjutnya, terdapat perbedaan dari pemilihan jenis seal kontainer, sebab kebutuhan keamanan antara FCL dan LCL tidaklah sama. Seperti FCL (Full Container Load) akan menggunakan high security seal seperti bolt seal atau cable seal. Sebab, Seal ini terbuat dari material kuat (baja atau metal) dan sesuai standar ISO 17712, sehingga sulit dibuka tanpa alat khusus. 

Berbeda dengan LCL (Less than Container Load) akan menggunakan  plastic seal atau indicative seal karena sifatnya lebih ekonomis dan mudah dipasang. Namun, tingkat keamanannya lebih rendah. Beberapa forwarder menambahkan cable seal untuk meningkatkan perlindungan, mengingat muatan berasal dari banyak pengirim.

3. Tingkat Keamanan

Ada pula perbedaan berdasarkan tingkat keamanan, karena FCL mendukung keamanan yang lebih tinggi. Maka Seal akan dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan, sehingga risiko manipulasi relatif kecil.

Berbeda dengan LCL yang memiliki Tingkat keamanan lebih rendah karena muatan berasal dari beberapa pengirim. Banyak pihak terlibat dalam proses stuffing dan unstuffing, sehingga meski seal tetap terpasang, risiko kesalahan penanganan atau manipulasi lebih besar.

4. Risiko Manipulasi

Selain hal itu, ada pula perbedaan dari sisi risiko manipulasi. Sebab FCL itu pengiriman hanya dari satu pengirim dan satu peneriman maka risiko manipulasi relatif keci. Apalagi,  Seal dipasang sekali dan tetap utuh hingga kontainer tiba di tujuan.

Berbeda LCL karena muatan berasal dari beberapa pengirim. Banyak pihak terlibat dalam proses stuffing dan unstuffing, sehingga peluang barang tercampur, tertukar, atau bahkan disalahgunakan lebih besar.  Walaupun seal container ada,  tetapi integritas muatan lebih rentan dibanding FCL.

Baca juga  Perbedaan EMKL dan EMKU: Panduan Lengkap untuk Logistik

Dampak Salah Pilih Seal

Kesalahan dalam memilih seal kontainer pada FCL maupun LCL tentu tidak bisa di hindari. Sebab, dampaknya bisa merugikan bisnis dalam berbagai aspek:

1. Kerugian Finansial  

Barang yang rusak atau hilang akibat manipulasi akan menimbulkan biaya tambahan. Bahkan klaim asuransi bisa ditolak jika seal tidak sesuai standar.

2. Reputasi Bisnis  

Klien akan kehilangan kepercayaan jika pengiriman mereka tidak aman. Reputasi yang rusak sulit dipulihkan, padahal kepercayaan adalah aset utama dalam industri logistik.

3. Kepatuhan Regulasi  

Banyak negara mewajibkan penggunaan seal berstandar internasional, seperti ISO 17712. Salah pilih seal bisa berakibat pada denda atau penolakan muatan di pelabuhan.

4. Efisiensi Operasional  

Seal yang mudah rusak atau tidak sesuai standar dapat memperlambat pemeriksaan di pelabuhan, sehingga menghambat kelancaran rantai pasok.

Kesimpulan

Seal kontainer mungkin terlihat sederhana, tetapi perannya sangat krusial dalam menjaga keamanan dan integritas pengiriman. Karena pengiriman dengan kontainer terbagi menjadi dua jenis, yaitu FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load), maka pemilihan seal yang tepat menjadi hal penting. FCL membutuhkan seal dengan tingkat keamanan tinggi, sementara LCL lebih rentan manipulasi sehingga perlu perhatian ekstra. Kesalahan kecil dalam memilih seal bisa berdampak besar pada reputasi, biaya, dan kepatuhan regulasi.

Jika Anda ingin mengoptimalkan proses logistik, gunakan Oaktree sebagai software khusus freight forwarder.  Sebab, Oaktree memiliki fitur pengelolaan seal, dokumen, dan tracking yang terintegrasi. Dengan menggunakan software ini, maka Software oaktree dapat membantu mengurangi risiko manipulasi, mempercepat operasional, dan meningkatkan kepercayaan klien.

Yuk beralih ke sistem yang lebih efisien dengan software Oaktree.id.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top