Oaktree.id – Jalur rel tunggal di Lampung bukan lagi sekadar isu kapasitas terbatas, melainkan telah menjadi hambatan serius bagi kelancaran arus logistik di Gerbang Sumatera. Di tengah target ambisius integrasi Trans Sumatera pada tahun 2030, infrastruktur perkeretaapian yang ada saat ini dinilai sudah tidak memadai dan mendesak untuk segera dibenahi secara revolusioner.
Situasi ini menjadi bottleneck krusial yang menghambat efisiensi pergerakan barang. Mahendra Utama, seorang pemerhati pembangunan, menyoroti urgensi peningkatan kapasitas ini. Bayangkan saja, di era di mana kecepatan dan efisiensi logistik menjadi kunci daya saing, kita masih bergulat dengan sistem rel tunggal yang membatasi frekuensi dan volume angkutan.
Oaktree.id memahami betul dampak dari keterbatasan infrastruktur seperti ini. Keterlambatan pengiriman, potensi kerusakan barang akibat penumpukan, dan biaya operasional yang membengkak adalah beberapa konsekuensi nyata yang dihadapi para pelaku logistik. Inilah mengapa solusi seperti jalur double track bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengakselerasi pergerakan logistik di Lampung.
Dengan hadirnya jalur double track, kita dapat mengharapkan peningkatan signifikan dalam kapasitas angkut kereta api. Ini berarti lebih banyak barang yang bisa didistribusikan dalam waktu yang lebih singkat, mengurangi beban jalan raya, dan tentunya, menekan biaya logistik secara keseluruhan. Bagi bisnis yang mengandalkan moda transportasi kereta api, ini adalah langkah maju yang krusial untuk menjaga rantai pasok tetap berjalan lancar dan kompetitif.
Tentu saja, perubahan ini membutuhkan investasi dan komitmen besar. Namun, imbalannya bagi perekonomian Sumatera dan efektivitas logistik nasional tidak dapat diukur. Di Oaktree.id, kami terus berupaya memberikan solusi terbaik untuk manajemen logistik Anda. Memahami tantangan infrastruktur seperti ini adalah bagian dari upaya kami untuk membantu bisnis Anda bergerak lebih efisien dan terintegrasi.
