Oaktree Blog

Informasi

Cara Cek Expired Date Tanggal kedaluwarsa Online

Cara Cek Expired Date Online / Tanggal Kedaluwarsa

Blog Oaktree – Dalam dunia yang semakin modern ini, konsumen sering kali dihadapkan pada berbagai pilihan produk. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah produk yang saya beli masih aman untuk digunakan? untuk memastikannya, Anda perlu cek expired date atau tanggal kedaluwarsanya. Kesalahan dalam memahami tanggal kadaluwarsa dapat berakibat serius, mulai dari masalah kesehatan hingga kerugian finansial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara yang tepat untuk memeriksa tanggal kedaluarsa produk yang kita konsumsi. Salah satu metode yang semakin populer dan praktis adalah dengan memanfaatkan barcode yang terdapat pada kemasan produk. Meskipun banyak orang belum sepenuhnya memahami cara cek expired date melalui barcode, teknologi ini menawarkan solusi yang cepat dan akurat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara cek expired date dari barcode, serta manfaat yang bisa Anda peroleh dari penggunaannya. Apa Itu Barcode dan Bagaimana Cara Kerjanya? Barcode adalah representasi visual dari data yang dapat dibaca oleh mesin, biasanya dalam bentuk garis-garis vertikal (1D) atau pola kotak (2D). Barcode menyimpan informasi penting tentang produk, seperti: Nama dan kategori produk Nomor batch dan tanggal produksi Harga, tanggal kedaluwarsa, dan informasi lainnya Informasi produk dikodekan dalam pola garis atau blok pada barcode. Pada barcode 1D, data dikodekan menggunakan ketebalan garis dan spasi, sedangkan pada barcode 2D, seperti QR code, data dikodekan dalam pola dua dimensi yang mampu menyimpan lebih banyak informasi. Cara Mudah Mengecek Tanggal Kadaluarsa Menggunakan Barcode Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengecek tanggal kedaluwarsa produk menggunakan barcode: 1. Periksa Jenis Barcode pada Kemasan Barcode pada produk biasanya terdiri dari dua jenis: Barcode 1D (garis vertikal): Digunakan untuk informasi dasar, seperti nomor batch atau kode produk. Barcode 2D (QR code atau Data Matrix): Menyimpan lebih banyak data, termasuk tanggal kedaluwarsa. Jika barcode yang Anda temui adalah jenis 2D, kemungkinan besar tanggal kedaluwarsa sudah terintegrasi dalam kode tersebut. 2. Gunakan Alat Pemindai Barcode atau Smartphone Anda dapat menggunakan beberapa alat untuk membaca barcode: Barcode Scanner: Alat ini biasanya tersedia di kasir toko atau gudang. Aplikasi Smartphone: Unduh aplikasi pemindai barcode seperti Google Lens, QR Code Reader, atau aplikasi khusus dari produsen produk. 3. Pindai Barcode pada Kemasan Arahkan scanner atau kamera smartphone ke barcode. Tunggu hingga barcode terdeteksi, dan informasi akan muncul di layar. Informasi yang ditampilkan biasanya mencakup: Nama produk Tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa Nomor batch atau kode produksi 4. Cek Informasi di Website atau Aplikasi Resmi Beberapa produsen menyediakan sistem verifikasi online. Setelah memindai barcode, Anda akan diarahkan ke website resmi atau aplikasi untuk mengecek detail produk, termasuk tanggal kedaluwarsa. Jika barcode tidak menunjukkan informasi tanggal kedaluwarsa langsung, Anda dapat memasukkan nomor batch atau kode produk di platform tersebut untuk verifikasi. 5. Integrasikan dengan Sistem Pelacakan Internal (Untuk Bisnis) Bagi Anda yang mengelola bisnis, barcode dapat digunakan untuk pelacakan produk secara otomatis. Beberapa sistem yang dapat digunakan meliputi: Database: Sistem inventaris seperti ERP sering mencantumkan tanggal kedaluwarsa yang terhubung dengan barcode. Notifikasi Otomatis: Sistem akan memberi peringatan jika produk mendekati masa kedaluwarsa. Kelebihan Cek Expired Date Melalui Barcode Menggunakan barcode untuk mengecek tanggal kedaluwarsa memiliki banyak keuntungan, antara lain: Cepat dan Praktis: Proses pengecekan dapat dilakukan dalam hitungan detik, tanpa perlu membaca label secara manual. Akurasi Lebih Tinggi: Mengurangi risiko kesalahan manusia, karena informasi dalam barcode dienkripsi secara digital. Efisiensi dalam Pengelolaan Stok: Memudahkan manajemen inventaris dan memberikan notifikasi ketika produk mendekati masa kedaluwarsa. Mengurangi Risiko Produk Tidak Layak Konsumsi: Memastikan hanya produk yang masih layak konsumsi yang digunakan atau dijual. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi: Memudahkan penyimpanan dan akses informasi tanggal kedaluwarsa sesuai dengan standar hukum. Fleksibel dan Terintegrasi dengan Sistem Digital: Dapat diintegrasikan dengan berbagai platform digital untuk manajemen inventaris yang lebih baik. Mempercepat Proses Recall Produk: Memudahkan pelacakan produk yang bermasalah dengan cepat dan spesifik. Dengan kemajuan teknologi, cara cek expired date atau tanggal kedaluwarsa produk kini menjadi lebih mudah dan praktis melalui penggunaan barcode. Memahami cara kerja barcode dan langkah-langkah yang tepat akan membantu Anda memastikan bahwa produk yang Anda gunakan tetap aman dan berkualitas. Selain itu, barcode juga menjadi alat penting bagi bisnis untuk mengelola stok, memastikan kepatuhan regulasi, dan memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen. Dengan demikian, memanfaatkan teknologi ini tidak hanya menguntungkan bagi konsumen, tetapi juga bagi pelaku usaha dalam menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan.

Cara Cek Expired Date Online / Tanggal Kedaluwarsa Read More »

Peran First Mile Hub Dalam Logistik

Peran First Mile Hub Dalam Logistik

Di dunia yang serba cepat seperti sekarang ini, pelanggan menginginkan barang sampai dengan cepat dan sesuai dengan jadwal yang dijanjikan.  Sehingga, faktor pengelolaan first mile hub yang efektif menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa barang dapat dikirimkan dengan lancar sejak awal.  Berikut adalah penjelasan tentang first mile hub lebih detail! Apa Itu First Mile Hub?  First mile hub adalah titik awal dalam pengiriman barang yang digunakan sebelum barang dikirimkan ke pusat distribusi atau tujuan akhir. Biasanya, tahap ini akan mengumpulkan barang dari berbagai pemasok atau produsen, yang kemudian nantinya barang akan diproses untuk perjalanan lebih lanjut.  Tidak hanya dipersiapkan, tetapi barang juga disortir, dikemas, dan diberi label sesuai dengan tujuan pengiriman dan prioritas pengantaran.  Pada dasarnya, first mile hub sangatlah berperan terhadap logistik pada industri e-commerce, dimana barang yang dipesan oleh konsumen berasal dari berbagai pemasok atau produsen yang tersebar di lokasi yang berbeda.  Sehingga melalui first mile hub ini nantinya, barang/produk akan dikumpulkan lalu disortir, diproses, dan dikemas sesuai dengan tujuan pengiriman yang telah ditentukan. Mengapa First Mile Hub Digunakan Pada Logistik? Penggunaan first mile hub dalam logistik dapat membantu dalam mengefisiensikan biaya. Berikut adalah manfaat first mile hub lainnya:  1. Efisiensi Biaya  Dengan mengkonsolidasikan barang di first mile hub, perusahaan dapat mengurangi biaya pengiriman per unit. Barang yang dikirim dalam jumlah besar biasanya lebih hemat biaya dibandingkan dengan pengiriman terpisah per unit. 2. Pengurangan Waktu Pengiriman  Pengiriman barang melalui first mile hub memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan rute dan memilih cara pengiriman yang lebih cepat dan lebih terjangkau. 3. Kontrol Lebih Baik  Dengan adanya first mile hub, perusahaan dapat memiliki kontrol yang lebih besar terhadap barang mereka, memantau status pengiriman secara real-time dan memastikan pengiriman yang lebih terstruktur.  Karakteristik pada First Mile Hub    Untuk memastikan bahwa first mile hub berfungsi dengan baik, berikut adalah  elemen-elemen yang harus ada: 1. Keterlibatan Banyak Pihak  Salah satu karakteristik dalam first mile hub adalah melibatkan banyak pihak. Hal ini karena, hub ini berfungsi sebagai tempat untuk mengumpulkan barang dari berbagai pemasok atau produsen yang tersebar di berbagai tempat.  Tak hanya dikumpulkan saja, tetapi dalam first mile hub ini nantinya juga barang-barang tersebut akan diproses lebih lanjut, seperti disortir, dipacking, dan diberi label sesuai dengan tujuan pengiriman. Dengan demikian, barang dapat diterima dengan cepat tanpa adanya kesalahan pengiriman. 2. Mempersiapkan Fisik Barang  Seperti yang telah dijelaskan, bahwa nantinya barang akan dikumpulkan pada first mile hub. Sehingga, seluruh barang akan siap dan dipastikan akan aman dalam pengiriman hingga sampai tujuan.  Setiap produk nantinya akan diproses dengan cermat, mulai dari pengepakan yang sesuai, penyortiran berdasarkan tujuan pengiriman, hingga pelabelan yang tepat. 3. Mengefisienkan Waktu  First mile hub dirancang untuk mengurangi waktu yang diperlukan dalam tahap pengiriman awal. Dengan pengelolaan yang baik, barang dapat diproses dan dikonsolidasikan dengan cepat, mengurangi waktu tunggu dan mempercepat keseluruhan waktu pengiriman.  Penggunaan teknologi untuk melacak dan mengelola barang secara real-time juga membantu mempercepat proses, mengurangi keterlambatan, dan memungkinkan pengiriman yang lebih cepat ke tujuan akhir.   Apa Saja Tantangan yang Dihadapi dalam Mengelola First Mile Hub?   Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, pengelolaan first mile hub ternyata tidak lepas dengan tantangan. Berikut adalah  tantangan dalam pengelolaan first mile hub:  1. Koordinasi yang Kompleks Karena pada first mile hub, memiliki banyak pihak yang terlibat, maka koordinasi menjadi sangatlah kompleks. Sehingga, ketika terjadi kesalahan dalam koordinasi, bisa mempengaruhi keseluruhan proses pengiriman, mulai dari keterlambatan, hingga pengiriman salah tujuan.  Dengan demikian, bisa menyebabkan pengelola first mile hub menjadi rugi biaya operasional dan menurunkan efisiensi dalam rantai pasokan. 2. Keterbatasan Infrastruktur  Salah satu tantangan yang dirasa adalah keterbatasan infrastruktur, terutama ketika volume barang yang masuk ke first mile hub meningkat. Ketika volume barang meningkat, seperti saat HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional).   Dengan demikian, proses penyortiran, pengepakan, dan distribusi barang bisa mengalami keterlambatan, dan infrastruktur yang terbatas dapat mempengaruhi efisiensi pengiriman. 3. Biaya Operasional yang Tinggi   Pengelolaan first mile hub yang tidak efisien dapat meningkatkan biaya operasional, seperti biaya tenaga kerja dan fasilitas penyimpanan.    Oaktree: Software Freight Forwarder Yang Mengoptimalkan First Hub    Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan first mile hub adalah menggunakan software freight forwarder dari Oaktree.Id. Software ini kami dirancang untuk dapat membantu dalam pengelolaan logistik dari berbagai aspek, termasuk dalam pengelolaan first mile hub. Tak hanya itu saja, software ini juga bermanfaat seperti:    1. Manajemen Pengiriman yang Efisien Software ini memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengelola pengiriman dengan lebih efisien, mengurangi kesalahan, dan memastikan pengiriman tepat waktu. 2. Pelacakan Real-Time  Dengan software freight forwarder, perusahaan dapat melacak status pengiriman secara real-time, memberikan visibilitas yang lebih baik dan meningkatkan transparansi dalam seluruh proses logistik. 3. Integrasi Sistem  Software ini dapat mengintegrasikan berbagai pihak yang terlibat dalam pengiriman, termasuk penyedia jasa pengangkutan, sehingga memudahkan koordinasi dan mengurangi potensi keterlambatan. 4. Pengurangan Biaya  Dengan otomatisasi dan optimasi rute pengiriman, software freight forwarder dapat membantu mengurangi biaya pengiriman, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan dalam proses pengiriman. Kesimpulan    First mile hub memiliki peran yang sangat penting dalam proses logistik, terutama dalam memastikan kelancaran proses pengiriman. Sebab, pada hub ini nantinya barang tidak sekedar dikumpulkan saja, tetapi juga akan disortir, diproses, dan dipersiapkan untuk perjalanan lebih lanjut. Walaupun memiliki berbagai manfaat, namun dalam pengelolaan first mile hub terdapat berbagai tantangan. Oleh sebab itu, oaktree hadir sebagai solusi untuk menyediakan software freight forwarder yang dirancang untuk mengoptimalkan setiap langkah dalam proses pengiriman. Masih ingin pengelolaan pengiriman menjadi lebih rumit dan tidak efisien? Yuk coba oaktree sekarang juga dan buat pengelolaan menjadi lebih mudah dan efisien.

Peran First Mile Hub Dalam Logistik Read More »

Kenali Truck Engkel Pada Sistem Logistik

Kenali Truck Engkel Pada Sistem Logistik

Mengirimkan barang melalui darat tentunya memiliki moda transportasi pengiriman yang beragam. Salah satunya adalah truk engkel yang dikenal karena kapasitas angkutnya yang besar.  Berikut adalah penjelasan lebih lanjut menggenai truk angkle dalam industri logistik.   Apa itu Truck Engkel?  Pastinya, Anda sudah tidak asing dengan istilah Colt Diesel. Istilah ini merujuk pada jenis truk yang lebih dikenal dengan nama truk engkel. Truk ini biasanya digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah sedang, baik untuk keperluan distribusi barang antar kota maupun dalam aktivitas logistik sehari-hari.  Hal itu dikarenakan, truk ini memiliki ukuran yang dimensi yang kompak, sehingga siap untuk bermanuver di area kota yang cukup padat.   Jenis-Jenis dari Truk Engkel  Dalam mendukung pengiriman via transportasi darat, truk engkel sering kali menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan efisiensinya Berikut adalah jenis-jenisnya: 1. Truk Engle Box Salah satu jenis truk engkel adalah truk box. Biasanya, moda pengangkut ini ideal digunakan untuk mengirimkan barang-barang yang memerlukan perlindungan ekstra, seperti barang elektronik, makanan yang mudah rusak, atau dokumen penting. Dengan bak tertutup (box), truk ini dapat melindungi barang dari cuaca buruk, debu, serta potensi kerusakan selama perjalanan, sehingga cocok untuk pengiriman barang yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan ekstra. 2. Truk Engkle Bak  Jenis selanjutnya adalah truk engkel dengan bak terbuka. Walaupun jenis truk ini tidak memiliki penutup, truk engkel bak terbuka tetap banyak digunakan dalam industri logistik.  Sebab memudahkan dalam memuat dan membongkar barang. Selain itu, kapasitas angkut yang lebih besar untuk barang-barang berukuran besar dan berat. Sehingga, truk ini sering digunakan untuk mengirim barang  seperti material konstruksi, barang industri, atau peralatan berat yang tidak memerlukan perlindungan khusus dari cuaca atau debu. 3. Truk CDD (Double Engkel)  Truk CDD (Double Engkel) adalah sebuah jenis truk yang digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah lebih besar dengan stabilitas yang lebih baik. Truk ini memiliki dua sumbu pada bagian belakang, sehingga memiliki kapasitas angkut yang lebih besar dibandingkan dengan truk engkel biasa. Dengan demikian, truk ini sering kali digunakan untuk distribusi barang antar kota maupun pengangkutan barang-barang berat yang memerlukan kapasitas lebih, seperti bahan bangunan, peralatan industri, atau barang dengan dimensi besar. 4. Truk CDD Long  Seperti Colt Diesel lainnya, truk CDD Long juga menawarkan performa yang handal dan efisien dalam mengangkut barang. Truk ini memiliki panjang lebih besar dibandingkan dengan truk CDD standar, memberikan kapasitas angkut yang lebih besar untuk barang-barang yang memerlukan ruang lebih. Dengan daya tahan yang kuat dan konsumsi bahan bakar yang efisien, truk CDD Long cocok untuk pengiriman barang antar kota dalam jumlah besar, seperti bahan bangunan, peralatan industri, atau barang-barang dengan ukuran panjang. 5. Truk Engkel Konvensional  Truk Engkel Konvensional merupakan salah satu jenis truk utama dalam proses logistik dan distribusi. Sebab, truk ini akan memberikan kemudahan dalam pengangkutan barang dengan kapasitas menengah, baik untuk kebutuhan distribusi antar kota maupun pengiriman barang dalam kota. 6. Truk Engkel Reefer (Pendingin) Selanjutnya, terdapat truk engkel yang dilengkapi dengan pendingin atau biasa disebut truk engkel reefer. Truk ini memiliki sistem pendingin di dalam baknya, yang memungkinkan pengangkutan  pada barang yang memerlukan suhu tertentu, seperti makanan, minuman, atau produk farmasi. Sehingga, melalui sistem pendinginan, truk ini dapat menjaga kualitas dan kesegaran barang selama perjalanan, menghindari kerusakan atau pembusukan, serta memastikan produk sampai di tujuan dengan kondisi yang optimal. 7. Mini Engkel  Truk engkel selanjutnya yaitu truk engkel yang memiliki ukuran lebih kecil, biasa disebut mini engkel. Truk ini dirancang untuk mengangkut barang dalam jumlah kecil atau untuk distribusi di area yang lebih terbatas, seperti jalan-jalan sempit di perkotaan.  Meskipun ukurannya lebih kecil, truk mini engkel tetap menawarkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengiriman barang dengan kapasitas menengah. 8. Truk Engkel Sedang  Jenis truk ini memiliki kapasitas angkut sedang, lebih besar dibandingkan mini engkel namun tidak sebesar truk engkel besar. Ideal untuk pengangkutan barang dalam jumlah menengah dengan jangkauan area yang lebih luas. 9. Truk Engkel Besar  Truk engkel dengan kapasitas angkut terbesar di antara jenis truk engkel lainnya. Biasanya digunakan untuk mengangkut barang dengan volume besar dan berat, cocok untuk pengiriman antar kota atau untuk bahan baku industri. Mengapa Truk Engkel Dipilih Pada Sistem Logistik Perkotaan?    Setelah mengerti jenis-jenis truk engkel yang biasa digunakan dalam pengiriman, tentunya Anda bertanya-tanya, mengapa truk engkel digunakan dalam sistem logistik perkotaan? Berikut adalah 5 alasannya: 1. Mudah Bermanuver di Jalan Sempit Truk engkel memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan truk besar, memungkinkan kendaraan ini untuk bergerak dengan lincah di jalan-jalan sempit, gang, atau kawasan padat penduduk di perkotaan. 2. Efisiensi Biaya Operasional Dengan kapasitas yang cukup besar untuk barang dalam jumlah sedang, truk engkel lebih hemat dalam konsumsi bahan bakar dan biaya operasional, sehingga menjadi pilihan tepat untuk pengiriman barang di dalam kota dengan biaya yang lebih rendah.   3. Fleksibilitas Pengiriman Truk engkel dapat digunakan untuk berbagai jenis pengiriman barang, dari barang ringan hingga barang berat, serta dalam berbagai ukuran, yang membuatnya sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan logistik perkotaan. 4. Mampu Mengakses Daerah Terpencil Di banyak kota, ada daerah atau jalan yang sulit dijangkau oleh truk besar. Truk engkel dengan ukuran yang lebih kecil mampu mengakses lokasi-lokasi tersebut, memastikan barang tetap sampai tepat waktu. 5. Mempercepat Proses Distribusi Dengan kemampuannya untuk beroperasi lebih cepat di jalan perkotaan yang padat, truk engkel dapat membantu mempercepat proses distribusi barang dalam kota, yang penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara cepat dan efisien. Oaktree.id: Optimalkan Pengelolaan Software Freight Forwarder    Truk engkel adalah moda transportasi darat yang digunakan untuk angkutan logistik dan distribusi. Setiap jenis truk engkel memiliki fungsi dan dimensi yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan barang. Dengan keberagaman ini, terkadang membuat pemilihan jenis truk engkel yang tepat menjadi sebuah tantangan. Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software freight forwarder yang dapat mempermudah proses pemilihan dan manajemen pengiriman barang. Sebab, software ini mampu memberikan solusi logistik dan distribusi yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman, mulai dari pemilihan jenis moda transportasi, pengelolaan rute serta  waktu pengiriman.  Jadi masih mau direpotkan dalam pengelolaan pengiriman? Yuk coba Oaktree sekarang juga dan kelola pengiriman dengan mudah. 

Kenali Truck Engkel Pada Sistem Logistik Read More »

Cara Menghitung Profit per Pengiriman di Bisnis Logistik

Cara Menghitung Profit per Pengiriman di Bisnis Logistik

Blog Oaktree – Dalam industri logistik yang sangat kompetitif dengan margin tipis, pemahaman mendalam tentang cara menghitung profit adalah kunci untuk bertahan dan berkembang. Banyak perusahaan masih mengukur kesehatan finansial hanya dari laporan laba rugi bulanan secara keseluruhan. Meskipun penting, laporan agregat ini sering kali menyembunyikan fakta krusial: tidak semua pengiriman, rute, atau pelanggan memberikan keuntungan yang sama. Beberapa mungkin bahkan merugi tanpa disadari. Mengetahui profitabilitas di level paling granular yaitu per pengiriman bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan strategis. Hal ini memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang didukung data, mulai dari penetapan harga hingga optimalisasi rute. Masalahnya, menghitung ini secara akurat adalah tantangan yang kompleks karena sulitnya mengalokasikan semua biaya yang relevan ke satu pengiriman tunggal. Artikel ini akan membedah metodologi yang akurat untuk menghitung profit per pengiriman dan bagaimana teknologi, khususnya software logistik, menjadi kunci untuk mengimplementasikannya secara efisien. Cara Menghitung Profit per Pengiriman Untuk mendapatkan angka profit yang akurat, kita harus membedah setiap komponen pendapatan dan biaya yang terkait dengan satu shipment atau delivery order. 1. Identifikasi Pendapatan per Pengiriman (Revenue per Shipment) Ini adalah komponen yang paling mudah diidentifikasi. Pendapatan adalah total biaya yang Anda kenakan kepada pelanggan untuk satu pengiriman spesifik, setelah dikurangi diskon atau potongan lainnya. Pendapatan = Tarif Pengiriman – Diskon 2. Identifikasi Semua Biaya Langsung (Variable Costs) Biaya langsung adalah semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke satu pengiriman. Jika pengiriman itu tidak ada, biaya ini juga tidak akan muncul. Bahan Bakar (BBM): Alokasi biaya BBM yang dikonsumsi untuk rute pengiriman tersebut. Upah atau Komisi Driver/Kurir: Gaji atau komisi yang dibayarkan untuk menyelesaikan pengiriman tersebut. Biaya Tol, Parkir, dan Retribusi: Semua biaya yang dikeluarkan selama perjalanan. Biaya Penanganan Khusus: Biaya untuk packing ulang, handling material berbahaya, atau asuransi per pengiriman. Biaya Dokumen: Biaya untuk pencetakan surat jalan, DO, atau dokumen lain yang spesifik untuk pengiriman itu. 3. Alokasi Biaya Tidak Langsung (Overhead Costs) Inilah bagian tersulit dan yang paling sering diabaikan. Biaya tidak langsung adalah biaya operasional yang harus tetap dibayar terlepas dari ada atau tidaknya satu pengiriman spesifik. Kunci akurasinya adalah mengalokasikan sebagian kecil dari total biaya ini ke setiap pengiriman secara adil. Contoh Biaya Tidak Langsung: Sewa gudang dan kantor. Gaji staf operasional, administrasi, dan manajemen (non-driver). Biaya depresiasi (penyusutan) armada truk dan peralatan. Asuransi kendaraan dan kargo (tahunan). Biaya pemasaran dan penjualan. Biaya teknologi (langganan software, GPS, dll.). Metode Alokasi: Anda memerlukan sebuah “dasar alokasi” (cost driver) yang logis. Beberapa dasar yang umum digunakan di industri logistik adalah total berat (kg), total volume (CBM), atau total jumlah pengiriman dalam satu bulan. Formula Alokasi Sederhana: Hitung total Biaya Tidak Langsung dalam satu periode (misal: 1 bulan). Hitung total unit dasar alokasi dalam periode yang sama (misal: total CBM semua pengiriman dalam 1 bulan). Hitung Tarif Alokasi per Unit: Tarif Alokasi = Total Biaya Tidak Langsung / Total Unit Dasar Alokasi Hitung Biaya Alokasi untuk Satu Pengiriman: Biaya Alokasi per Pengiriman = Tarif Alokasi * Jumlah Unit Dasar Alokasi Pengiriman Tersebut (H2) Formula Final: Menggabungkan Semuanya Setelah semua komponen teridentifikasi, formula untuk menghitung profit per pengiriman menjadi jelas: Profit per Pengiriman = Pendapatan – (Total Biaya Langsung + Biaya Alokasi Tidak Langsung) Jika hasilnya positif, pengiriman tersebut menguntungkan. Jika negatif, Anda merugi dari pengiriman tersebut. Solusi Otomatisasi Perhitungan dengan Software Logistik Oaktree.id Melakukan perhitungan di atas secara manual menggunakan spreadsheet untuk ratusan atau ribuan pengiriman setiap bulan adalah pekerjaan yang sangat tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan fatal. Di sinilah peran teknologi menjadi sangat vital. Solusi software logistik seperti Oaktree.id dirancang untuk mengatasi kompleksitas ini. Pencatatan Data Terpusat: Platform ini mencatat semua data pendapatan dan biaya langsung untuk setiap nomor order secara otomatis dan real-time. Mesin Alokasi Biaya: Oaktree.id dapat dikonfigurasi untuk mengalokasikan biaya tidak langsung secara otomatis berdasarkan aturan dan dasar alokasi yang Anda tentukan. Sistem akan melakukan perhitungan rumit di latar belakang. Laporan Profitabilitas Instan: Anda tidak perlu menunggu akhir bulan untuk mengetahui profitabilitas. Melalui dasbor analitik, Anda bisa langsung melihat laporan profit & loss untuk setiap pengiriman, setiap rute, setiap kendaraan, bahkan setiap pelanggan kapan saja. Dengan Oaktree.id, proses yang tadinya merupakan tugas akuntansi yang rumit berubah menjadi alat bantu keputusan operasional yang dapat diakses seketika. Mengetahui profit per pengiriman secara akurat membuka pintu bagi berbagai keputusan strategis yang dapat meningkatkan margin keuntungan Anda: Penetapan Harga yang Cerdas (Strategic Pricing): Anda dapat menetapkan harga dengan lebih percaya diri karena Anda tahu persis berapa cost floor Anda untuk setiap jenis layanan atau rute. Analisis Profitabilitas Pelanggan: Identifikasi pelanggan mana yang paling menguntungkan dan mana yang justru menggerus margin Anda. Ini bisa menjadi dasar untuk negosiasi ulang tarif atau penyesuaian layanan. Optimalisasi Rute dan Armada: Analisis rute mana yang secara konsisten menghasilkan profit tertinggi. Alokasikan armada terbaik Anda ke rute-rute tersebut dan cari cara untuk mengefisienkan rute yang kurang menguntungkan. Kontrol Biaya yang Efektif: Dengan visibilitas penuh, Anda bisa dengan cepat mengidentifikasi pos-pos biaya yang membengkak dan mengambil tindakan korektif. Tingkatkan Akurasi dan Profitabilitas Bisnis Logistik Anda Di industri logistik modern, asumsi dan intuisi tidak lagi cukup. Perusahaan yang mampu mengukur dan mengelola profitabilitas pada level paling granular akan menjadi pemenangnya. Menghitung profit per pengiriman secara akurat adalah fondasi dari manajemen logistik yang cerdas dan proaktif. Meskipun metodologinya tampak rumit, adopsi teknologi yang tepat seperti software logistik Oaktree.id mengubah tantangan ini menjadi sebuah keunggulan kompetitif, memberikan presisi, kecepatan, dan wawasan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang benar-benar menguntungkan. Jika Anda siap untuk beralih dari perhitungan manual yang rumit ke analisis profitabilitas yang otomatis dan real-time, saatnya untuk mengeksplorasi solusi yang tepat. Pelajari lebih lanjut bagaimana Oaktree.id dapat membantu Anda mengontrol biaya dan memaksimalkan profit di setiap pengiriman. Jadwalkan demo gratis bersama tim ahli kami.

Cara Menghitung Profit per Pengiriman di Bisnis Logistik Read More »

Pentingnya Melakukan Pelacakan Real-time di 3PL

Pentingnya Melakukan Pelacakan Real-time di 3PL

Dalam mendukung pengelolaan logistik yang efisien, banyak perusahaan kini mengandalkan teknologi canggih untuk memantau dan mengelola proses pengiriman mereka. Salah satu teknologi yang sangat berperan adalah pelacakan real-time, khususnya pada perusahaan yang menggunakan sistem 3PL (Third-Party Logistics). Dengan adanya  untuk memantau status pengiriman barang secara langsung. Lalu bagaimana cara pelacakan real-time pada sistem Third Party Logistic (3PL). Berikut adalah penjelasan lebih detailnya.  Mengapa Perlu untuk Melakukan Pelacakan Real-Time di 3PL?   Walaupun telah menggunakan jasa pihak ketiga, melakukan pelacakan secara real-time sangatlah penting terutama dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Namun tak hanya itu saja, pelacakan real-time juga bermanfaat untuk: 1. Meningkatkan Kepuasan pelanggan  Dengan adanya pelacakan real-time, pelanggan dapat memantau status pengiriman secara langsung. Hal ini mengurangi ketidakpastian mengenai kedatangan barang dan membuat pelanggan merasa lebih tenang.  Jika ada keterlambatan atau perubahan dalam pengiriman, pelanggan bisa langsung diberitahukan, yang membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap perusahaan. 2.Mengefisiensikan Operasional  Pelacakan real-time membantu perusahaan untuk lebih efisien dalam mengelola pengiriman. Dengan informasi yang selalu terbarui, perusahaan dapat mengoptimalkan rute pengiriman, mengurangi waktu yang terbuang, dan meminimalkan biaya operasional.  Selain itu, dengan mengetahui status pengiriman secara langsung, perusahaan dapat segera melakukan penyesuaian jika ada perubahan jadwal atau permasalahan dalam perjalanan. 3. Meningkatkan Visibilitas dan Transparansi  Pelacakan real-time memberikan visibilitas penuh atas status pengiriman, baik untuk perusahaan pengelola 3PL, pengirim, maupun penerima. Sehingga, semua pihak yang terlibat dapat mengakses data yang sama, memastikan bahwa tidak ada informasi yang hilang atau salah.  Dengan transparansi ini, kepercayaan antara semua pihak meningkat, dan proses pengiriman menjadi lebih terkelola dengan baik. 4. Mengelola Risiko Dalam dunia logistik, risiko seperti keterlambatan, kehilangan barang, atau kerusakan bisa terjadi kapan saja. Pelacakan real-time memungkinkan perusahaan untuk memonitor pengiriman secara langsung dan mendeteksi masalah lebih awal.  Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengelola risiko dan mengurangi potensi kerugian. 5. Membantu dalam Pengambilan Keputusan  Data yang didapatkan dari pelacakan real-time dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengambilan keputusan. Jika ada keterlambatan atau hambatan dalam proses pengiriman, perusahaan dapat segera merespons dan membuat keputusan yang diperlukan, seperti mengganti rute pengiriman atau mencari alternatif pengiriman lainnya.  Informasi real-time ini juga membantu perusahaan dalam melakukan evaluasi dan perencanaan pengiriman di masa depan.   Bagaimana Cara Kerja Pelacakan Real-Time di 3PL? Pelacakan real-time pada third party logistik bekerja melalui integrasi berbagai teknologi yang memungkinkan perusahaan untuk melacak setiap langkah pengiriman. Berikut adalah cara kerjanya: 1. Teknologi yang Digunakan Pelacakan real-time memanfaatkan teknologi seperti GPS, RFID, dan IoT (Internet of Things) untuk mengumpulkan data dari lokasi pengiriman dan status barang. Perangkat ini terpasang pada barang atau kendaraan pengiriman untuk memantau pergerakannya. 2. Proses Pelacakan Dalam proses pelacakan barang melalui third party memiliki 3 tahapan yaitu: a. Pemasangan perangkat pelacakan Pada setiap pengiriman, perangkat pelacakan seperti GPS atau sensor RFID dipasang pada barang atau kendaraan untuk memonitor pergerakan. b. Pemantauan dan pembaruan otomatis Data yang terkumpul kemudian diproses dan diperbarui secara otomatis ke dalam sistem pelacakan. Informasi seperti lokasi saat ini, estimasi waktu kedatangan, atau status pengiriman diperbarui secara real-time. c. Notifikasi kepada pihak terkait Pengirim, penerima, dan pihak logistik menerima notifikasi tentang status pengiriman secara langsung. Hal ini memungkinkan semua pihak untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.   Tantangan dalam Pelacakan Real-Time pada 3PL Meskipun memiliki banyak manfaat, pelacakan real-time di 3PL juga memiliki beberapa tantangan seperti  1. Kendala Teknologi Salah satu tantangan utama adalah masalah konektivitas, terutama di area terpencil atau wilayah dengan infrastruktur yang kurang memadai. Sinyal GPS yang lemah atau perangkat pelacakan yang tidak terhubung dengan baik dapat mengganggu akurasi data pelacakan. 2. Kompleksitas Integrasi Sistem Mengintegrasikan sistem pelacakan real-time dengan berbagai platform yang digunakan dalam pengelolaan logistik dapat menjadi hal yang rumit. Sistem yang berbeda memerlukan integrasi agar data dapat dibagikan dengan lancar antara pihak-pihak terkait. 3. Biaya Implementasi dan Pemeliharaan Teknologi pelacakan real-time, meskipun sangat efektif, dapat membutuhkan biaya yang cukup tinggi, terutama dalam hal pengadaan perangkat dan pemeliharaan sistem. 4. Keamanan Data Dalam pelacakan real-time, banyak data yang dikirimkan secara langsung, termasuk lokasi dan status pengiriman. Hal ini menciptakan potensi risiko keamanan yang perlu dikelola dengan baik untuk mencegah kebocoran informasi yang sensitif. Oaktree: Bentuk Optimalkan Pengelolaan Pengiriman  Pelacakan real-time adalah elemen penting dalam pengelolaan 3PL yang membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Namun, meskipun memberikan banyak keuntungan, pelacakan real-time juga memiliki tantangan yang perlu dihadapi seperti kendala teknologi maupun cara integrasi pada sistem.  Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software freight forwarder yang mampu mengoptimalkan pengelolaan pengiriman.  Masih mau, di rumitkan dengan proses logistik yang rumit? Yuk coba oaktree sekarang dan ciptakan pengalaman logistik yang efisien. 

Pentingnya Melakukan Pelacakan Real-time di 3PL Read More »

Mengapa 3PL Digunakan Dalam Manajemen Supply Chain

Mengapa 3PL Digunakan Dalam Manajemen Supply Chain

Kunci utama kesuksesan bisnis adalah manajemen supply chain yang efisien. Hal ini menjadi sangat penting, terutama pada perkembangan bisnis yang semakin kompetitif. Salah satu cara untuk dapat mencapainya adalah dengan memanfaatkan Third-Party Logistics (3PL), yang membantu perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan pengiriman dan distribusi.  Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai peran 3PL pada manajemen supply chain.  Perkembangan 3PL di Masa Kini     Sebelum memahami peran Third-Party Logistics (3PL) dalam manajemen supply chain, penting untuk mengetahui perkembangan sektor logistik di Indonesia. Berdasarkan data dari media bisnis, pada kuartal II tahun 2025 terdapat pertumbuhan 8,52% pada sektor transportasi dan pergudangan di Indonesia dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong dengan adanya peningkatan volume perdagangan melalui channel e-commerce, yang semakin mendominasi pasar domestik. Transaksi e-commerce yang terus berkembang telah mendorong permintaan akan solusi logistik yang lebih cepat dan fleksibel, khususnya dalam hal pengiriman barang dari berbagai wilayah.  Dengan meningkatnya kebutuhan pengiriman yang efisien dan tepat waktu, sektor logistik harus beradaptasi dengan perubahan ini, yang membuat peran Third-Party Logistics (3PL) semakin penting. Peran 3PL dalam Manajemen Supply Chain    Adanya Third-Party Logistics (3PL) sangatlah penting dalam manajemen supply chain, berikut adalah peran utamanya: 1. Mengefisiensikan Operasional   Salah satu manfaat dari 3PL adalah dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan operasional mulai dari pengiriman, penyimpanan, dan distribusi barang.  Dengan kata lain, 3PL memungkinkan perusahaan untuk fokus pada inti bisnis mereka, sementara proses logistik yang kompleks dikelola oleh pihak ketiga yang lebih berpengalaman dan memiliki infrastruktur yang lebih efisien. 2. Perusahaan Logistik Dapat Expansi  Karena pengelolaan supply chain management telah dikelola oleh pihak ketiga, maka perusahaan tidak perlu untuk mengeluarkan biaya yang besar untuk membangun infrastruktur logistik sendiri.  Dengan demikian, nantinya perusahaan dapat menghemat investasi awal dan dapat mengalihkan biaya tersebut untuk berexpansi  untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 3. Meningkatkan Skalabilitas  Peran utama dalam penggunaan third-party logistics adalah kemampuannya dalam menyesuaikan kapasitas logistik yang sesuai.  Oleh karena itu, 3PL memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, terutama saat menghadapi fluktuasi permintaan pasar yang cepat berubah.  4. Mengintegrasikan Dengan Teknologi  3PL sering kali menggunakan teknologi canggih seperti software WMS (Warehouse Management System), TMS (Transportation Management System), dan solusi berbasis cloud lainnya untuk mengoptimalkan pengelolaan logistik mereka. Sehingga, melalui pengintegrasian ini, perusahaan dapat mengakses data yang akurat dan terkini terkait status inventaris, pengiriman, dan pengelolaan rute transportasi secara real-time. 5. Mengurangi Resiko  Menariknya, 3PL yang digunakan pada manajemen supply chain juga dapat berperan dalam mengurangi risiko yang terkait dengan pengelolaan logistik, seperti keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, atau kesalahan dalam pengelolaan inventaris.  Hal ini, karena penyedia third party logistic (3PL) telah memiliki pengalaman dalam mengidentifikasi ketika adanya potensi yang dapat menyebabkan masalah tertentu. Studi Kasus: Penggunaan 3PL dalam Supply Chain Management Pada E-Commerce   Dalam memahami peran Third-Party Logistics (3PL) dalam sistem manajemen supply chain, artikel ini dilengkapi dengan studi kasus pada E-Commerce PT. Cinta Sejati saat menghadapi HARBOLNAS (Hari Belanja Nasional 9.9). PT. Cinta Sejati, yang memiliki berbagai platform E-Commerce dan menghadapi lonjakan permintaan yang signifikan selama HARBOLNAS. Namun, mereka tidak memiliki kapasitas logistik yang memadai untuk mengelola pengiriman dan penyimpanan barang yang meningkat drastis dalam waktu singkat. Akibatnya, barang sering mengalami keterlambatan pengiriman  yang dapat merugikan kepuasan pelanggan.  Untuk mengatasi tantangan ini, Industri ini memilih menggunakan Third Party Logistik (3PL)  yang dapat membantu dalam pengelolaan gudang, mempercepat pengiriman dan mengurangi biaya.  Selain itu, melalui penggunaan 3PL ini mereka juga terbantu dalam meningkatkan efisiensi kepuasan pelanggan.    Oaktree.id: Optimalkan Pengelolaan Pengiriman    Peran 3PL dalam manajemen supply chain sangatlah penting, terutama dalam meningkatkan pengoptimalan berbagai proses logistik mulai dari pengelolaan pengiriman, penyimpanan, dan distribusi barang. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi beban operasional yang terkait dengan pengelolaan logistik internal, sehingga dapat fokus pada inti bisnis mereka. Selain penggunaan Third-Party Logistics (3PL), pebisnis juga dapat menggunakan oaktree.id sebagai software freight forwarder untuk mengotomatiskan dan mengintegrasikan proses pengelolaan pengiriman, seperti pengelolaan rute yang lebih efisien, pelacakan pengiriman secara real-time, serta penghematan biaya melalui optimasi pengiriman. Apalagi, software ini juga telah dilengkapi berbagai fitur yang dapat mengoptimalkan proses logistik, seperti otomatisasi pembuatan dokumen pengiriman, integrasi dengan software accurate online.  Masih mau direpotkan untuk mengelola pengiriman? Yuk coba oaktree.id sekarang juga dan ciptakan proses pengiriman yang efisien.

Mengapa 3PL Digunakan Dalam Manajemen Supply Chain Read More »

Kupas Tuntas Pentingnya Real-Time Tracking dalam Logistik

Kupas Tuntas Pentingnya Real-Time Tracking dalam Logistik

Blog Oaktree – Di setiap pusat layanan pelanggan di perusahaan ritel, e-commerce, atau logistik, ada satu pertanyaan yang bergema tanpa henti: “Selamat pagi, mau tanya, status kiriman saya sudah sampai mana, ya?”. Pertanyaan ini, yang dikenal dalam industri sebagai WISMO (Where Is My Order?), lebih dari sekadar permintaan informasi. Ia adalah sebuah simptom dari adanya celah komunikasi dan visibilitas dalam proses rantai pasok Anda. Di era ekspektasi instan saat ini, pelanggan tidak hanya membeli produk atau jasa; mereka membeli pengalaman. Dan bagian paling krusial dari pengalaman pasca-pembelian adalah kepastian. Ketidakpastian mengenai lokasi dan estimasi waktu kedatangan paket menciptakan kecemasan, merusak kepercayaan, dan pada akhirnya, membebani sumber daya operasional Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa ketergantungan pada komunikasi manual untuk status pengiriman adalah model yang usang, dan bagaimana adopsi teknologi real-time tracking bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan sebuah keharusan strategis. Kesadaran Masalah: Biaya Tersembunyi di Balik Pertanyaan “Paket Saya di Mana?” Setiap panggilan atau email yang menanyakan status kiriman membawa biaya yang sering kali tidak terhitung. Ini bukan hanya tentang waktu yang dihabiskan oleh tim layanan pelanggan, tetapi juga tentang dampak yang lebih luas: Penurunan Produktivitas Tim: Staf layanan pelanggan terjebak dalam tugas reaktif dan repetitif, mengalihkan fokus mereka dari penyelesaian masalah yang lebih kompleks atau aktivitas yang proaktif untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Peningkatan Kecemasan Pelanggan: Dalam ‘kegelapan informasi’, pikiran pelanggan cenderung membayangkan skenario terburuk paket hilang, salah alamat, atau penipuan. Kecemasan ini secara langsung mengikis pengalaman positif yang mungkin telah Anda bangun selama proses penjualan. Potensi Reputasi Negatif: Pelanggan yang frustrasi karena sulitnya mendapatkan informasi cenderung menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial atau ulasan produk, merusak reputasi merek Anda. Kehilangan Kontrol atas Pengalaman Pelanggan: Momen antara pengiriman barang hingga diterima oleh pelanggan adalah titik kontak krusial. Tanpa visibilitas, Anda menyerahkan kontrol pengalaman merek Anda sepenuhnya kepada pihak ketiga (kurir). Real-Time Tracking: Dari Fitur Tambahan Menjadi Ekspektasi Standar Real-time tracking adalah sistem yang memberikan visibilitas transparan dan berkelanjutan terhadap pergerakan barang dari titik asal hingga tujuan akhir. Ini bukan lagi sekadar fitur “bagus untuk dimiliki”, melainkan telah menjadi ekspektasi dasar dari konsumen modern. Keunggulan dari Sisi Pelanggan Pemberdayaan (Empowerment): Pelanggan dapat secara mandiri memeriksa status kiriman kapan saja, di mana saja, memberi mereka rasa kontrol. Transparansi dan Kepercayaan: Melihat setiap pergerakan paket dari proses sortir di hub hingga dalam perjalanan dengan kurir membangun kepercayaan bahwa proses berjalan semestinya. Manajemen Ekspektasi: Dengan mengetahui estimasi waktu kedatangan yang akurat, pelanggan dapat merencanakan waktu mereka untuk menerima paket. Keunggulan dari Sisi Bisnis Efisiensi Operasional: Secara drastis mengurangi volume pertanyaan WISMO, membebaskan tim layanan pelanggan untuk fokus pada tugas-tugas bernilai tambah. Komunikasi Proaktif: Sistem yang baik dapat secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada pelanggan pada setiap tahapan penting (misalnya, “Paket telah dikirim”, “Paket akan diantar hari ini”). Analitik Data: Data pelacakan dapat dianalisis untuk mengukur kinerja mitra kurir, mengidentifikasi rute yang sering mengalami keterlambatan, dan mengoptimalkan operasi logistik di masa depan. Implementasi Praktis dari Alat Sederhana hingga Sistem Terintegrasi Mengadopsi visibilitas real-time dapat dilakukan dalam beberapa tingkatan, tergantung pada skala dan jenis bisnis Anda. Langkah Awal Memanfaatkan Platform Pelacakan Universal Untuk bisnis yang bekerja dengan berbagai mitra kurir, menyediakan satu titik akses pelacakan adalah langkah cerdas dan sederhana untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Daripada membiarkan pelanggan mencari sendiri di situs web kurir yang berbeda, Anda dapat mengarahkan mereka ke portal pelacakan universal yang andal. Gunakan Cek Resi dari Oaktree di https://blog.oaktree.id/cek-resi/ sebagai pusat informasi terpadu bagi pelanggan Anda untuk melacak kiriman dari berbagai ekspedisi di Indonesia. Evolusi Berikutnya Mengadopsi Sistem Manajemen Logistik Profesional Bagi perusahaan yang bergerak di industri logistik, freight forwarding, EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), dan EMKU (Ekspedisi Muatan Kapal Udara), sekadar melacak resi tidaklah cukup. Anda memerlukan sebuah sistem operasional terpusat yang tidak hanya memberikan visibilitas kepada pelanggan, tetapi juga mengelola seluruh kompleksitas alur kerja internal. Di sinilah peran software freight forwarding serta logistik dari Oaktree.id menjadi krusial. Sistem ini dirancang khusus untuk kebutuhan industri, mengintegrasikan: Manajemen order dan pengiriman. Pembuatan dokumen esensial (seperti Bill of Lading, invoice, packing list). Manajemen keuangan dan penagihan. Dan yang terpenting, modul pelacakan real-time yang terintegrasi, memberikan visibilitas end-to-end baik untuk tim internal maupun untuk klien Anda. Dengan sistem seperti ini, tracking bukan lagi fitur terpisah, melainkan hasil alami dari proses operasional yang terdigitalisasi dan efisien. Mengubah Beban Reaktif Menjadi Keunggulan Proaktif Pertanyaan “Status kiriman di mana?” bukanlah keluhan pelanggan, melainkan sebuah sinyal pasar bahwa bisnis Anda perlu berevolusi. Mengabaikan sinyal ini berarti membiarkan inefisiensi dan kecemasan pelanggan menggerogoti profitabilitas dan loyalitas. Dengan mengadopsi teknologi real-time tracking mulai dari menyediakan alat bantu sederhana hingga mengimplementasikan sistem manajemen logistik yang komprehensif Anda mengubah beban kerja reaktif menjadi sebuah keunggulan kompetitif. Anda tidak hanya menjawab pertanyaan pelanggan; Anda mencegah pertanyaan itu muncul sejak awal dengan memberikan transparansi, kepercayaan, dan pengalaman pasca-pembelian yang superior. Ambil Kendali Penuh atas Operasi Logistik Anda Jika bisnis Anda bergerak di bidang freight forwarding, EMKL, atau EMKU dan siap untuk beralih dari manajemen reaktif ke strategi logistik yang proaktif dan terintegrasi, saatnya untuk mengadopsi teknologi yang tepat. Jelajahi software freight forwarding dan logistik dari Oaktree.id untuk mendigitalkan operasi Anda, meningkatkan efisiensi, dan memberikan visibilitas superior yang diharapkan oleh pelanggan modern Anda. Jadwalkan sesi konsultasi untuk melihat bagaimana kami dapat merevolusi alur kerja Anda.

Kupas Tuntas Pentingnya Real-Time Tracking dalam Logistik Read More »

Pahami Pentingnya Gross Weight dalam Pengiriman Barang

Pahami Pentingnya Gross Weight dalam Pengiriman Barang

Dalam dunia logistik, pengiriman barang tidak hanya bergantung pada jarak dan waktu, tetapi juga pada faktor lainnya seperti berat barang. Dengan demikian, berat barang dapat mempengaruhi biaya pengiriman secara signifikan. Salah satu elemen utama yang sering menjadi penentu biaya pengiriman adalah Gross Weight. Gross Weight mencakup berat barang itu sendiri, kemasan, dan material lain yang digunakan dalam proses pengiriman. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai gross weight pada pengiriman barang.  Apa Itu Gross Weight? Gross Weight adalah nilai total dari seluruh berat suatu barang atau paket. Sebab, Gross Weight biasanya akan menghitung berat barang itu sendiri, ditambah dengan berat kemasan, material pelindung, dan elemen lainnya yang terlibat dalam proses pengiriman. Sehingga, secara sederhana, Gross Weight adalah total berat keseluruhan yang harus dipertimbangkan sebelum barang dikirim. Pada dasarnya, Gross Weight mencakup lebih dari sekadar barang itu sendiri. Sebab, pengemasan yang digunakan untuk melindungi barang selama pengiriman, seperti kotak, plastik pelindung, dan material lainnya, turut berkontribusi pada berat total. Sehingga berpengaruh terhadap biaya pengiriman.  Mengapa Gross Weight Mempengaruhi Biaya Pengiriman?    Perhitungan gross weight sangatlah berpengaruh dalam penentuan biaya pengiriman barang. Berikut 5 alasan mengapa gross weight sangat penting:  1. Tarif Pengiriman Berdasarkan Berat Sebagian besar perusahaan pengiriman menggunakan berat sebagai dasar untuk menentukan tarif. Semakin besar Gross Weight, semakin tinggi biaya pengiriman yang harus dibayar oleh pengirim. 2. Pengaruh terhadap Jenis Pengiriman Berat barang menentukan jenis pengiriman yang digunakan. Pengiriman barang berat biasanya membutuhkan layanan pengiriman lebih cepat atau kendaraan yang lebih besar, yang dapat menaikkan biaya. 3. Dimensional Weight Dalam pengiriman, terutama untuk barang dengan ukuran besar namun ringan, perhitungan dimensional weight seringkali digunakan. Dimensional weight menghitung volume pengiriman dan dapat lebih besar dari Gross Weight. Jika pengemasan tidak efisien, biaya pengiriman bisa meningkat meskipun beratnya ringan. 4. Pengemasan yang Efisien Pengemasan yang buruk dapat meningkatkan Gross Weight tanpa menambah nilai barang itu sendiri. Misalnya, kemasan besar atau tidak proporsional dapat mengarah pada biaya pengiriman yang lebih tinggi. 5. Pengiriman Internasional Untuk pengiriman internasional, Gross Weight menjadi faktor utama dalam perhitungan tarif. Negara-negara memiliki aturan berbeda terkait tarif berdasarkan berat, dan semakin besar beratnya, semakin tinggi biayanya. Tantangan Ketika Pengiriman Menggunakan Gross Weight   Mengelola pengiriman berdasarkan Gross Weight bukan tanpa tantangan. Beberapa masalah umum yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah: 1. Kesalahan dalam Penghitungan Berat Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah perhitungan berat yang tidak sesuai. Kesalahan ini dapat terjadi pada berbagai tahap, mulai dari penimbangan barang hingga penghitungan total Gross Weight.  Dengan demikian, kesalahan dalam perhitungan berat akan menyebabkan biaya pengiriman menjadi lebih tinggi dari estimasi. 2. Pengemasan yang Tidak Efisien Penggunaan kemasan yang berlebihan atau tidak efisien bisa meningkatkan Gross Weight. Walaupun tujuan awal untuk dapat mengamankan barang agar tidak rusak selama pengiriman.  Namun, kesalahan  pengemasan akan menambah berat yang tidak perlu dan meningkatkan biaya pengiriman. 3. Kesalahan dalam Pengelolaan Data Tidak hanya saat penimbangan berat saja, kesalahan perhitungan biaya pengiriman dengan Gross Weight biasa saja terjadi saat pengelolaan data. Terutama, jika sistem yang digunakan untuk mencatat dan mengelola data pengiriman tidak terintegrasi dengan baik atau bahkan masih menggunakan sistem manual.  4. Regulasi yang Berbeda di Setiap Negara  Pengiriman internasional seringkali melibatkan aturan yang berbeda untuk perhitungan Gross Weight berdasarkan negara tujuan, yang dapat membuat perencanaan pengiriman menjadi lebih rumit. Kesimpulan  Menghitung Gross Weight secara akurat adalah langkah pertama dalam mengoptimalkan pengiriman barang, baik secara domestik maupun internasional. Dengan memahami peran Gross Weight dalam menentukan biaya dan efisiensi pengiriman, perusahaan dapat mengelola pengiriman mereka dengan lebih efektif. Jika Anda ingin mengoptimalkan pengelolaan pengiriman barang dan menghindari kesalahan yang disebutkan di atas, menggunakan Oaktree.id sebagai software freight forwarder adalah pilihan yang tepat, terutama bagi bisnis yang ingin menghemat waktu dan biaya. Software ini menawarkan fitur perhitungan otomatis Gross Weight, pemilihan kemasan yang efisien, dan manajemen pengiriman yang terintegrasi, sehingga Anda dapat fokus pada aspek lain dari bisnis Anda tanpa khawatir tentang kesalahan pengiriman. Lalu masih mau direpotkan dalam pengelolaan pengiriman barang? Yuk coba Oaktree sekarang juga dan optimalkan pengiriman untuk  bisnis EMKL, EMKU, Logistik & Distribusi.

Pahami Pentingnya Gross Weight dalam Pengiriman Barang Read More »

8 Dokumen Ekspor Yang Wajib Dipersiapakan Untuk Pengiriman

8 Dokumen Ekspor Yang Wajib Dipersiapakan Untuk Pengiriman

Di Indonesia, ekspor menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar internasional, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023, nilai ekspor Indonesia tercatat USD 258,77 miliar, meskipun mengalami penurunan 11,33% dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian besar karena fluktuasi harga komoditas global dan tantangan logistik. Namun, untuk memastikan proses ekspor berjalan lancar, pengusaha perlu memahami dan mempersiapkan berbagai dokumen ekspor yang diperlukan. Berikut adalah dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan ekspor dari Indonesia. Apa itu Dokumen Ekspor? Dokumen ekspor adalah berkas-berkas yang perlu disiapkan oleh eksportir agar dapat mengirimkan barang dari Indonesia ke negara tujuan. Biasa dokumen-dokumen ini akan berisikan informasi yang detail demi kelancaran proses pengiriman dan memenuhi peraturan ataupun regulasi yang berlaku.  Pengelolaan dokumen yang tepat dan tepat waktu sangatlah penting, sebab dapat menjadikan keterlambatan yang berakibat adanya denda maupun masalah hukum lainnya selama proses ekspor. Dokumen Ekspor Yang Diperlukan Untuk Pengiriman Dari Indonesia  Dalam kegiatan ekspor barang dari Indonesia, tentunya harus mempersiapkan beberapa dokumen. Hal ini  dilakukan untuk memastikan bahwa pengiriman barang dapat dilakukan dengan lancar. Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus dipenuhi: 1. Legalitas Usaha  Dalam mempermudah proses ekspor tentunya, eksportir wajib memiliki legalitas usaha secara resmi.  Sebab, adanya dokumen ini menunjukan bahwa bisnis tersebut telah resmi berdiri dan bergerak di Indonesia.  Dokumen legalitas yang perlu dipersiapkan adalah:  NPWP NIK (Nomor Induk Kepabeanan) yang diterbitkan oleh Ditjen BEA Cukai. Namun,  menurut PEMKOT Semarang, jika belum memiliki Nomor Induk Kepabeanan dapat menggunakan punya orang lain/undername terlebih dahulu.  SIUP (Surat Ijin Perdagangan)  TDP (Tanda Daftar Perusahaan) 2. Commercial Invoice (Faktur Komersial) Selanjutnya Eksportir dari Indonesia wajib untuk mempersiapkan faktur komersial yang berisikan secara lengkap informasi barang yang dikirimkan. Biasanya faktur ini akan dibuat oleh penjual barang untuk pembeli sebelum melakukan ekspor. Faktur Komersial ini akan berisikan informasi seperti: Nama Pembeli dan Penjual Deskripsi Rincian Barang Rincian Biaya barang termasuk harga barang dan nilai total yang harus dibayar importir Kode barang Sistem Harmonisasi (HS Code) Ketentuan Penjualan Biaya Asuransi Negara Asal 3. Bill Of Lading Dokumen penting lainnya yang dibutuhkan saat mengekspor barang dari indonesia adalah Bill Of Lading. Biasanya dokumen ini akan dikeluarkan oleh perusahaan pengangkut atau logistik sebagai bukti penerimaan barang untuk pengiriman. Berikut adalah isi informasi yang ada pada bill of lading: Alamat tujuan Detail isi kiriman Petunjuk tentang cara menangani pengiriman (termasuk persyaratan khusus, seperti pengaturan yang dikontrol suhu) Perlu diketahui dokumen ini, wajib adanya tanda tangan dari eksportir, pengirim, atau bahkan pembeli. Hal ini untuk memverifikasi isi kiriman dan pencurian aset yang dikirimkan. 4. Certificate of Origin (Surat Keterangan Asal) Selanjutnya, terdapat Certificate of Origin (Surat Keterangan Asal) yang berfungsi untuk memverifikasi asal barang yang akan diekspor. Dokumen ini mencantumkan informasi mengenai negara asal barang, serta tanggal dan tempat proses produksi atau manufaktur barang tersebut.  Certificate of Origin penting karena sering kali menjadi syarat untuk mendapatkan tarif bea masuk yang lebih rendah atau untuk memenuhi regulasi perdagangan di negara tujuan ekspor. Keakuratan informasi dalam dokumen ini sangat penting untuk menghindari masalah bea cukai atau penolakan pengiriman barang. 5. Packing List (Daftar Kemasan) Walaupun sekilas mirip dengan faktur komersial, packing list berisikan rincian tentang barang yang dikemas, termasuk jumlah, jenis, dan ukuran kemasan, serta berat dan dimensi setiap paket.  Dokumen ini membantu pihak pengiriman, bea cukai, dan importir untuk memverifikasi barang yang diterima sesuai dengan apa yang tercantum dalam dokumen lain, seperti faktur dan bill of lading.  Packing list juga penting untuk menghindari kesalahan dalam proses pengiriman dan memastikan bahwa barang dikemas dengan baik untuk mencegah kerusakan selama perjalanan. 6. Customs Declaration (Pernyataan Bea Cukai) Dokumen ini sangatlah penting untuk keperluan proses bea cukai, baik dari Indonesia maupun negara tujuan. Tanpa adanya dokumen ini, barang yang diekspor tidak akan dapat diproses atau diselesaikan di bea cukai, yang dapat menyebabkan keterlambatan atau bahkan penahanan barang.  Customs Declaration mencantumkan informasi rinci tentang barang, nilai, dan tarif bea masuk yang dikenakan. Dokumen ini memastikan bahwa semua kewajiban pajak dan tarif impor dipenuhi dengan benar, sehingga barang dapat tiba dengan aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor. 7. Asuransi Pengiriman Mengingat risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman internasional. Sehingga sangatlah  penting untuk memiliki asuransi pengiriman.  Sebab, Asuransi akan  memberi jaminan perlindungan terhadap barang yang akan dikirim dan dapat mengurangi potensi kerugian finansial. 8. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Sebelum barang dikirimkan, eksportir harus menyerahkan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  Dokumen ini wajib untuk memastikan bahwa barang yang dikirim sesuai dengan peraturan ekspor di Indonesia. Digitalisasi Proses Ekspor: Penggunaan Tanda Tangan Digital (e-Sign) Dalam era digital sekarang ini, untuk memudahkan proses verifikasi dokumen ekspor, penggunaan tanda tangan digital (e-sign) semakin penting. Sebab, dengan adanya tanda tangan digital, eksportir dapat menandatangani dokumen secara elektronik dan mengurangi penggunaan kertas.  Salah satu platform yang dapat digunakan untuk memberikan tanda tangan digital (e-sign) pada dokumen ekspor adalah Mekari Sign. Platform ini memungkinkan proses tanda tangan yang cepat, aman, dan terintegrasi dengan berbagai sistem digital, sehingga mempermudah pengelolaan dokumen ekspor tanpa perlu bertatap muka. Oaktree.id: Optimalkan Pengelolaan Pengiriman Dalam Satu Jobfile    Untuk mengoptimalkan proses ekspor dan memastikan kelancaran pengiriman barang ke mancanegara, eksportir tentunya wajib memahami dan mempersiapkan dokumen-dokumen ekspor dengan baik. Tak hanya itu saja, agar dokumen Anda terkelola dengan lebih efisien dan minim kesalahan, Anda dapat menggunakan Oaktree sebagai software freight forwarder yang mampu untuk mengoptimalkan pengelolaan dokumen dalam satu jobfile. Dengan adanya penggunaan Oaktree, seluruh dokumen ekspor mulai dari faktur komersial, bill of lading, hingga pemberitahuan ekspor barang (PEB) dapat dikelola dengan satu platform terintegrasi. Masih ingin, dokumen ekspor menjadi berantakan? Yuk coba Oaktree sekarang juga dan mudahkan pengelolaan dokumen pengiriman Anda.  

8 Dokumen Ekspor Yang Wajib Dipersiapakan Untuk Pengiriman Read More »

Distribution Resource Planning: Pengertian, dan Manfaatnya

Distribution Resource Planning: Pengertian, dan Manfaatnya

Salah satu elemen penting dalam meraih kesuksesan di dunia bisnis logistik dan distribusi adalah pengelolaan pengiriman dan inventaris. Khususnya, dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, Distribution Resource Planning (DRP) hadir sebagai solusi yang dapat membantu perusahaan mengelola dan merencanakan distribusi barang dengan lebih efektif.  Apa itu Distribution Resource Planning? Distribution Resource Planning (DRP) adalah metode yang berguna untuk mengelola distribusi dan pengiriman barang dalam bisnis logistik. Biasanya, DRP akan dilakukan pada tahap selanjutnya setelah Material Requirement Planning (MRP) telah dilakukan.  Hal ini dikarenakan proses DRP bergantung pada data yang dihasilkan oleh MRP, terutama terkait dengan kebutuhan bahan baku dan jadwal produksi.  Dengan demikian, Distribution Resource Planning (DRP) dapat diaartikan sebagai metode perencanaan yang digunakan dalam mengelola serta mengoptimalkan distribusi barang serta pengiriman produk dari pusat produksi atau gudang ke berbagai titik distibusi dan pelanggan. Mengapa Distution Resource Planning (DRP) Dibutuhkan? Dalam memastikan pengelolaan stock atau inventaris, distribution resource planning sangatlah penting.  Berikut adalah alasan utama mengapa DRP dibutuhkan: 1. Pengelolaan Inventaris yang Lebih Efisien Dengan DRP, bisnis dapat mengelola stok secara lebih efisien. Sehingga, nantinya stok barang yang digudang dapat tersedia dengan pas tanpa kelebihan dan kekurangan.   2. Optimalkan Pengiriman dan Distribusi DRP memungkinkan perusahaan untuk merencanakan pengiriman barang secara lebih tepat dan efisien. Ini berarti pengiriman dapat dilakukan lebih cepat, mengurangi waktu tunggu pelanggan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. 3. Peningkatan Layanan Pelanggan Pengelolaan yang lebih baik terhadap stok dan pengiriman juga meningkatkan layanan pelanggan.  Dimana pelanggan dapat menerima barang yang mereka pesan tepat waktu, bahkan dalam jumlah yang tepat. Sehingga, nantinya akan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.  4. Perencanaan yang Lebih Akurat DRP memungkinkan perusahaan untuk merencanakan permintaan masa depan dengan lebih akurat. Terutama distibution resource planning  akan menyediakan data historis dan analisis tren.  Dengan demikian nantinya akan memudahkan bisnis untuk memprediksi kebutuhan distibusi dan pengiriman barang secara lebih efisien.    Bagaimana Cara Kerja Dari Distribution Resource Planning (DRP)? DRP adalah sistem yang beroperasi secara terstruktur untuk memastikan produk yang tepat tersedia di lokasi yang tepat pada waktu yang tepat. Prosesnya melibatkan beberapa langkah utama: 1. Peramalan Permintaan (Demand Forecasting) DRP dimulai dengan memprediksi kebutuhan produk di masa depan pada setiap lokasi distribusi. Ini dilakukan dengan menganalisis data penjualan historis, tren pasar, dan informasi lain yang relevan. 2. Analisis Persediaan Saat Ini  Sistem kemudian mengevaluasi tingkat persediaan produk yang ada di setiap gudang atau pusat distribusi, termasuk stok pengaman (safety stock). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi selisih antara persediaan yang ada dengan permintaan yang diramalkan. 3. Perencanaan Pengisian Ulang (Replenishment Planning)  Berdasarkan hasil peramalan dan analisis persediaan, DRP secara otomatis menghitung kapan dan berapa banyak produk yang harus diisi ulang untuk setiap lokasi. Sistem ini menghasilkan jadwal yang terperinci untuk pengisian stok. 4. Optimalisasi Jaringan Distribusi DRP mengintegrasikan rencana pengisian ulang dengan logistik transportasi. Ini mencakup penentuan rute pengiriman yang paling efisien, konsolidasi pengiriman, dan optimalisasi penggunaan armada untuk meminimalkan biaya dan waktu pengiriman. Kesimpulan  Distribution Resource Planning (DRP) adalah metode krusial dalam logistik untuk mengelola dan mengoptimalkan distribusi serta pengiriman barang. DRP memastikan ketersediaan stok yang tepat, mempercepat pengiriman, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan akurasi perencanaan masa depan. Dalam mendukung penggelolaan DRP menjadi lebih optimal, Anda dapat mengintegrasikan dengan software fright forwarder dari Oaktree.id yang telah dilengkapi dengan solusi dari warehouse management system (WMS).   Dengan demikian, nantinya akan menyempurnakan proses mulai dari analisis persediaan, hingga optimasi jaringan distribusi. Untuk memastikan setiap langkah pengiriman dapat berjalan dengan efisien dan akurat.  Masih mau direpotkan saat proses disttibution resource planning (DRP)? Yuk coba dulu Oaktree.id dan rasakan sendiri peningkatan efisiensi distribusi serta pengelolaan pengiriman Anda.

Distribution Resource Planning: Pengertian, dan Manfaatnya Read More »

Scroll to Top

Try Free Demo Now!