Memilih contoh aplikasi Warehouse Management System tidak cukup hanya dengan melihat banyaknya fitur. Setiap perusahaan memiliki alur penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang yang berbeda.
Karena itu, sistem yang tepat harus mampu mengikuti kebutuhan operasional sekaligus memberikan data persediaan yang akurat.
Di pasaran tersedia berbagai jenis WMS, mulai dari aplikasi sederhana untuk pengelolaan stok hingga platform enterprise yang terintegrasi dengan ERP dan sistem bisnis lainnya.
- Pemilihan WMS sebaiknya disesuaikan dengan ukuran perusahaan, kompleksitas gudang, jumlah transaksi, kebutuhan integrasi, dan proses bisnis yang ingin diotomatisasi.
- Jika perusahaan membutuhkan sistem yang mencakup warehouse sekaligus operasional logistik dan freight forwarding, Oaktree dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Apa Itu Aplikasi Warehouse Management System?

Aplikasi WMS adalah software yang membantu perusahaan mengelola aktivitas gudang secara terpusat. Proses yang dapat dikelola meliputi:
- penerimaan barang (receiving);
- penempatan barang (putaway);
- pengelolaan lokasi penyimpanan;
- kontrol stok;
- picking;
- packing;
- pengiriman;
- retur;
- hingga pelaporan.
Perbedaannya dengan aplikasi stok biasa terletak pada cakupan proses. WMS dapat mengatur pergerakan barang di dalam fasilitas, bukan hanya mencatat jumlah persediaan.
10 Contoh Aplikasi Warehouse Management System
| No. | Aplikasi WMS | Fokus Utama | Fitur Unggulan | Cakupan Bisnis |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Oaktree | Warehouse, Logistics & Freight Forwarding | Warehouse management, inventory, tracking, customs clearance, CRM, sales management, accounting, reporting, jobfile, shipment management, multi-branch | Gudang + Logistik + Forwarding + Distribusi |
| 2 | SAP Extended Warehouse Management (EWM) | Enterprise warehouse | Inventory, inbound/outbound, warehouse automation, labor management | Enterprise |
| 3 | Manhattan Active Warehouse Management | Warehouse kompleks & high-volume | Warehouse execution, automation, inventory optimization, order fulfillment | Enterprise & 3PL |
| 4 | Blue Yonder WMS | Supply chain & warehouse | Inventory, labor, warehouse execution, supply chain optimization | Enterprise |
| 5 | Oracle Warehouse Management | Warehouse & supply chain | Inventory, receiving, picking, shipping, warehouse automation | Enterprise |
| 6 | Infor WMS | Warehouse operations | Inventory, labor, picking, automation, analytics | Mid-market & enterprise |
| 7 | NetSuite WMS | ERP + warehouse | Inventory, receiving, picking, packing, shipping | ERP & bisnis menengah |
| 8 | Odoo Inventory | Inventory & warehouse | Inventory, barcode, replenishment, routes, warehouse operations | SMB & mid-market |
| 9 | Anchanto WMS | E-commerce fulfillment | Inventory, order fulfillment, warehouse, marketplace integration | E-commerce & fulfillment |
| 10 | Jubelio | Retail & inventory | Inventory, order management, warehouse, marketplace integration | Retail & e-commerce |
Oaktree sendiri memang diposisikan sebagai software untuk freight forwarding, EMKL, EMKU, logistik, distribusi, hingga warehouse, dengan fitur seperti jobfile, tracking, accounting, CRM, quotation, dan multi-branch.
Sementara solusi WMS umum biasanya berfokus pada proses gudang seperti receiving, storage, picking, packing, dan shipping.
Ini lebih masuk akal karena Oaktree memang memiliki solusi untuk custom clearance, termasuk pengelolaan dokumen kepabeanan, izin dan lisensi, status dokumen, serta laporan kepabeanan.
Bahkan untuk distribusi, Oaktree mencakup manajemen stok real-time, minimum stock notification, tracking pengiriman, GPS, scheduled delivery, dan document management.
Perbandingan Aplikasi WMS
Tentu untuk membandingkan sesuatu maka Anda perlu mencobanya dahulu. Oaktree sendiri bisa dicoba secara gratis dengan cara request demo di bawah ini:
| Aplikasi | Warehouse | Inventory | Tracking | CRM & Sales | Accounting | Customs | Freight Forwarding | Advanced Reporting |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 🥇 Oaktree | ✅ | ✅ | ✅ | ✅ | ✅ | ✅ | ✅ | ✅ |
| SAP EWM | ✅ | ✅ | ⚠️ | ⚠️ | ✅* | ⚠️ | ⚠️ | ✅ |
| Manhattan WMS | ✅ | ✅ | ✅ | ❌ | ⚠️ | ❌ | ⚠️ | ✅ |
| Blue Yonder | ✅ | ✅ | ✅ | ❌ | ⚠️ | ❌ | ⚠️ | ✅ |
| Oracle WMS | ✅ | ✅ | ✅ | ⚠️ | ✅* | ⚠️ | ⚠️ | ✅ |
| Infor WMS | ✅ | ✅ | ✅ | ❌ | ⚠️ | ❌ | ⚠️ | ✅ |
| NetSuite WMS | ✅ | ✅ | ⚠️ | ✅* | ✅ | ❌ | ❌ | ✅ |
| Odoo Inventory | ✅ | ✅ | ⚠️ | ✅* | ✅* | ❌ | ⚠️ | ✅ |
| Anchanto | ✅ | ✅ | ✅ | ⚠️ | ⚠️ | ❌ | ❌ | ✅ |
| Jubelio | ✅ | ✅ | ⚠️ | ⚠️ | ⚠️ | ❌ | ❌ | ⚠️ |
Selain membantu perusahaan mengelola stok dan warehouse, Oaktree menghubungkan aktivitas gudang dengan proses freight forwarding, shipment tracking, customs clearance, CRM, sales, accounting, hingga reporting dalam satu sistem.
Artinya, perusahaan tidak harus menggunakan satu aplikasi untuk gudang, aplikasi lain untuk tracking, software berbeda untuk accounting, dan sistem terpisah untuk mengelola customer.
Bagaimana dengan Aplikasi Warehouse Gratis?
Istilah aplikasi warehouse gratis sering digunakan untuk mencari software sederhana yang dapat membantu mencatat stok dan aktivitas gudang tanpa biaya langganan.
Jika kebutuhan hanya mencatat:
barang masuk → stok → barang keluar
spreadsheet atau aplikasi inventory sederhana mungkin sudah cukup.
Namun, jika prosesnya sudah mencakup:
receiving → putaway → picking → packing → shipping → reporting
perusahaan membutuhkan sistem yang memiliki fungsi pergudangan lebih lengkap.
Jadi, jangan memilih software hanya karena gratis. Pertimbangkan seberapa kompleks proses yang ingin dikelola.
Bagaimana Memilih WMS untuk Perusahaan di Indonesia?

Memilih Warehouse Management System Indonesia sebaiknya tidak hanya berdasarkan nama software. Perhatikan kesesuaiannya dengan kondisi operasional perusahaan.
1. Sesuaikan dengan proses gudang
Pastikan sistem dapat menangani alur yang benar-benar digunakan, bukan hanya menawarkan daftar fitur yang panjang.
2. Periksa kemampuan integrasi
Jika perusahaan sudah menggunakan ERP, accounting, marketplace, transport management, atau sistem internal lainnya, kemampuan integrasi menjadi faktor penting.
3. Perhatikan dukungan lokal
Vendor dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis di Indonesia dapat memberikan keuntungan dalam implementasi, pelatihan, dan dukungan setelah sistem digunakan.
4. Hitung total biaya
Jangan hanya melihat biaya lisensi. Perhitungkan juga implementasi, kustomisasi, integrasi, training, maintenance, dan pengembangan.
5. Pastikan dapat berkembang
Sistem yang cocok untuk 1.000 transaksi per bulan belum tentu sesuai ketika perusahaan menangani 50.000 transaksi. Pilih solusi yang mampu mengikuti pertumbuhan bisnis.
WMS Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Sebetulnya tidak ada satu aplikasi yang paling tepat untuk semua perusahaan.
Bisnis kecil dengan kebutuhan pencatatan sederhana mungkin cukup menggunakan aplikasi inventory. Perusahaan dengan banyak SKU dan aktivitas picking membutuhkan WMS yang lebih lengkap.
Sementara perusahaan besar mungkin membutuhkan sistem enterprise yang terintegrasi dengan ERP dan sistem supply chain.
Karena itu, pemilihan sebaiknya dimulai dari masalah operasional, kemudian mencari sistem yang mampu menyelesaikannya.







