Oaktree Blog

Contoh Aplikasi Warehouse Management System untuk Operasional Gudang

Daftar Isi

Bagikan:

Aplikasi Warehouse Management System

Memilih contoh aplikasi Warehouse Management System tidak cukup hanya dengan melihat banyaknya fitur. Setiap perusahaan memiliki alur penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang yang berbeda.

Karena itu, sistem yang tepat harus mampu mengikuti kebutuhan operasional sekaligus memberikan data persediaan yang akurat.

Di pasaran tersedia berbagai jenis WMS, mulai dari aplikasi sederhana untuk pengelolaan stok hingga platform enterprise yang terintegrasi dengan ERP dan sistem bisnis lainnya.

✦ Key Takeaways
  • Pemilihan WMS sebaiknya disesuaikan dengan ukuran perusahaan, kompleksitas gudang, jumlah transaksi, kebutuhan integrasi, dan proses bisnis yang ingin diotomatisasi.
  • Jika perusahaan membutuhkan sistem yang mencakup warehouse sekaligus operasional logistik dan freight forwarding, Oaktree dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Apa Itu Aplikasi Warehouse Management System?

Apa Itu Warehouse Management System
Apa Itu Warehouse Management System

Aplikasi WMS adalah software yang membantu perusahaan mengelola aktivitas gudang secara terpusat. Proses yang dapat dikelola meliputi:

  • penerimaan barang (receiving);
  • penempatan barang (putaway);
  • pengelolaan lokasi penyimpanan;
  • kontrol stok;
  • picking;
  • packing;
  • pengiriman;
  • retur;
  • hingga pelaporan.

Perbedaannya dengan aplikasi stok biasa terletak pada cakupan proses. WMS dapat mengatur pergerakan barang di dalam fasilitas, bukan hanya mencatat jumlah persediaan.

10 Contoh Aplikasi Warehouse Management System

No. Aplikasi WMS Fokus Utama Fitur Unggulan Cakupan Bisnis
1 Oaktree Warehouse, Logistics & Freight Forwarding Warehouse management, inventory, tracking, customs clearance, CRM, sales management, accounting, reporting, jobfile, shipment management, multi-branch Gudang + Logistik + Forwarding + Distribusi
2 SAP Extended Warehouse Management (EWM) Enterprise warehouse Inventory, inbound/outbound, warehouse automation, labor management Enterprise
3 Manhattan Active Warehouse Management Warehouse kompleks & high-volume Warehouse execution, automation, inventory optimization, order fulfillment Enterprise & 3PL
4 Blue Yonder WMS Supply chain & warehouse Inventory, labor, warehouse execution, supply chain optimization Enterprise
5 Oracle Warehouse Management Warehouse & supply chain Inventory, receiving, picking, shipping, warehouse automation Enterprise
6 Infor WMS Warehouse operations Inventory, labor, picking, automation, analytics Mid-market & enterprise
7 NetSuite WMS ERP + warehouse Inventory, receiving, picking, packing, shipping ERP & bisnis menengah
8 Odoo Inventory Inventory & warehouse Inventory, barcode, replenishment, routes, warehouse operations SMB & mid-market
9 Anchanto WMS E-commerce fulfillment Inventory, order fulfillment, warehouse, marketplace integration E-commerce & fulfillment
10 Jubelio Retail & inventory Inventory, order management, warehouse, marketplace integration Retail & e-commerce
Baca juga  Logistik Nasional Tetap Bergerak Lancar Pasca Arus Balik Nataru

Oaktree sendiri memang diposisikan sebagai software untuk freight forwarding, EMKL, EMKU, logistik, distribusi, hingga warehouse, dengan fitur seperti jobfile, tracking, accounting, CRM, quotation, dan multi-branch.

Sementara solusi WMS umum biasanya berfokus pada proses gudang seperti receiving, storage, picking, packing, dan shipping.

Ini lebih masuk akal karena Oaktree memang memiliki solusi untuk custom clearance, termasuk pengelolaan dokumen kepabeanan, izin dan lisensi, status dokumen, serta laporan kepabeanan.

Bahkan untuk distribusi, Oaktree mencakup manajemen stok real-time, minimum stock notification, tracking pengiriman, GPS, scheduled delivery, dan document management.

Perbandingan Aplikasi WMS

Tentu untuk membandingkan sesuatu maka Anda perlu mencobanya dahulu. Oaktree sendiri bisa dicoba secara gratis dengan cara request demo di bawah ini:

Artikel selanjutnya
Coba Aplikasi WMS Gratis
Request
Baca juga  Shipment Being Held as Shippers Request, Apa itu Artinya?
Aplikasi Warehouse Inventory Tracking CRM & Sales Accounting Customs Freight Forwarding Advanced Reporting
🥇 Oaktree
SAP EWM ⚠️ ⚠️ ✅* ⚠️ ⚠️
Manhattan WMS ⚠️ ⚠️
Blue Yonder ⚠️ ⚠️
Oracle WMS ⚠️ ✅* ⚠️ ⚠️
Infor WMS ⚠️ ⚠️
NetSuite WMS ⚠️ ✅*
Odoo Inventory ⚠️ ✅* ✅* ⚠️
Anchanto ⚠️ ⚠️
Jubelio ⚠️ ⚠️ ⚠️ ⚠️

Selain membantu perusahaan mengelola stok dan warehouse, Oaktree menghubungkan aktivitas gudang dengan proses freight forwarding, shipment tracking, customs clearance, CRM, sales, accounting, hingga reporting dalam satu sistem.

Artinya, perusahaan tidak harus menggunakan satu aplikasi untuk gudang, aplikasi lain untuk tracking, software berbeda untuk accounting, dan sistem terpisah untuk mengelola customer.

Bagaimana dengan Aplikasi Warehouse Gratis?

Request Demo Aplikasi WMS Gratis
Coba Sekarang
Request Demo Aplikasi WMS Gratis

Istilah aplikasi warehouse gratis sering digunakan untuk mencari software sederhana yang dapat membantu mencatat stok dan aktivitas gudang tanpa biaya langganan.

Jika kebutuhan hanya mencatat:

barang masuk → stok → barang keluar

spreadsheet atau aplikasi inventory sederhana mungkin sudah cukup.

Namun, jika prosesnya sudah mencakup:

receiving → putaway → picking → packing → shipping → reporting

perusahaan membutuhkan sistem yang memiliki fungsi pergudangan lebih lengkap.

Baca juga  Persiapan Mudik Lebaran 2026: 2.114 Kapal Siap Berlayar, Bagaimana Dampaknya Bagi Logistik Anda?

Jadi, jangan memilih software hanya karena gratis. Pertimbangkan seberapa kompleks proses yang ingin dikelola.

Bagaimana Memilih WMS untuk Perusahaan di Indonesia?

Cara Memilih Aplikasi WMS
Cara Memilih Aplikasi WMS

Memilih Warehouse Management System Indonesia sebaiknya tidak hanya berdasarkan nama software. Perhatikan kesesuaiannya dengan kondisi operasional perusahaan.

1. Sesuaikan dengan proses gudang

Pastikan sistem dapat menangani alur yang benar-benar digunakan, bukan hanya menawarkan daftar fitur yang panjang.

2. Periksa kemampuan integrasi

Jika perusahaan sudah menggunakan ERP, accounting, marketplace, transport management, atau sistem internal lainnya, kemampuan integrasi menjadi faktor penting.

3. Perhatikan dukungan lokal

Vendor dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis di Indonesia dapat memberikan keuntungan dalam implementasi, pelatihan, dan dukungan setelah sistem digunakan.

4. Hitung total biaya

Jangan hanya melihat biaya lisensi. Perhitungkan juga implementasi, kustomisasi, integrasi, training, maintenance, dan pengembangan.

5. Pastikan dapat berkembang

Sistem yang cocok untuk 1.000 transaksi per bulan belum tentu sesuai ketika perusahaan menangani 50.000 transaksi. Pilih solusi yang mampu mengikuti pertumbuhan bisnis.

WMS Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Sebetulnya tidak ada satu aplikasi yang paling tepat untuk semua perusahaan.

Bisnis kecil dengan kebutuhan pencatatan sederhana mungkin cukup menggunakan aplikasi inventory. Perusahaan dengan banyak SKU dan aktivitas picking membutuhkan WMS yang lebih lengkap.

Sementara perusahaan besar mungkin membutuhkan sistem enterprise yang terintegrasi dengan ERP dan sistem supply chain.

Karena itu, pemilihan sebaiknya dimulai dari masalah operasional, kemudian mencari sistem yang mampu menyelesaikannya.

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top