Dalam dunia perdagangan internasional, tentunya banyak jenis sistem logistik yang digunakan untuk memastikan barang sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu. Mulai dari pengiriman laut (sea freight), darat (road freight), hingga udara (air freight).
Di antara semua pilihan tersebut, air freight sering menjadi solusi utama bagi perusahaan yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi. Namun, keunggulan ini hanya bisa dirasakan jika dokumen yang menyertai pengiriman disiapkan dengan benar. Tanpa dokumen yang lengkap, proses ekspor-impor bisa terhambat, menimbulkan biaya tambahan, bahkan berisiko barang ditolak di negara tujuan.
Dokumen-Dokumen Umum Yang Wajib Untuk Pengiriman Air Freight
Dalam mendukung pengiriman internasional, dokumen menjadi elemen vital yang memastikan barang dapat melewati proses kepabeanan dan diterima oleh maskapai penerbangan. Berikut adalah dokumen umum yang wajib dipersiapkan seperti:
1. Air Waybill (AWB)
Kontrak resmi antara pengirim dan maskapai penerbangan. AWB berfungsi sebagai tanda terima barang sekaligus bukti perjanjian pengangkutan.
2. Commercial Invoice
Dokumen transaksi yang mencatat detail harga, jumlah barang, serta pihak yang terlibat. Invoice digunakan sebagai dasar perhitungan bea masuk dan pajak.
3. Packing List
Rincian isi kargo, termasuk jumlah, berat, dan dimensi barang. Packing list memudahkan pemeriksaan fisik oleh otoritas bea cukai.
4. Certificate of Origin
Sertifikat asal barang yang menentukan tarif bea masuk dan memastikan kepatuhan terhadap perjanjian perdagangan internasional.
5. Customs Declaration
Dokumen resmi yang wajib diajukan ke otoritas kepabeanan. Berisi detail barang, nilai transaksi, serta tujuan pengiriman.
6. Insurance Certificate
Sertifikat asuransi yang melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan selama proses pengiriman.
Dokumen Tambahan Yang Diperlukan Untuk Beberapa Jenis Barang
Tidak hanya dokumen-dokumen umum seperti AWB, invoice, atau packing list saja, tetapi pada jenis barang tertentu ada dokumen tambahan yang wajib ditemui seperti:
1. Phytosanitary Certificate
Dibutuhkan untuk produk pertanian, makanan, atau tumbuhan. Sertifikat ini membuktikan bahwa barang bebas dari hama dan penyakit sesuai standar karantina internasional.
2. Izin Impor/Ekspor Khusus
Berlaku untuk barang berbahaya, senjata, bahan kimia, atau produk yang diatur ketat. Dokumen ini biasanya dikeluarkan oleh kementerian atau otoritas terkait di negara asal maupun tujuan.
3. Sertifikat Fumigasi
Wajib untuk barang yang dikemas menggunakan kayu. Sertifikat ini memastikan kemasan kayu sudah difumigasi agar bebas dari serangga atau jamur sesuai standar ISPM 15.
4. Dokumen Kesehatan / Medical Certificate
Diperlukan untuk produk farmasi, obat-obatan, atau peralatan medis. Dokumen ini menjamin produk aman digunakan dan sesuai regulasi kesehatan internasional.
5. Sertifikat Keamanan Produk
Untuk barang elektronik atau mesin tertentu, sertifikat ini membuktikan bahwa produk memenuhi standar keselamatan internasional. Contoh: CE Marking (Eropa) atau UL Certification (Amerika).
Tips Praktis Menyiapkan Dokumen Air Freight
Menyiapkan dokumen air freight tentu saja tidaklah mudah. Agar proses pengiriman internasional berjalan lancar, ada beberapa langkah praktis yang bisa membantu perusahaan maupun individu memastikan dokumen selalu lengkap dan akurat.
1. Gunakan Checklist Dokumen
Buat daftar dokumen wajib (AWB, invoice, packing list, dll.) dan dokumen tambahan sesuai jenis barang. Checklist ini membantu mengurangi risiko dokumen terlewat.
2. Konsultasi dengan Freight Forwarder
Freight forwarder berpengalaman dapat memberikan panduan sesuai regulasi negara tujuan. Mereka juga bisa membantu mengurus dokumen secara profesional sehingga menghemat waktu.
3. Digitalisasi Dokumen
Simpan dokumen dalam format digital agar mudah diakses, dibagikan, dan dilacak. Sistem digital juga memudahkan audit dan mengurangi risiko kehilangan dokumen fisik.
4. Pastikan Konsistensi Data
Periksa kembali kesesuaian data antara invoice, packing list, dan AWB. Perbedaan kecil bisa menimbulkan masalah besar di bea cukai.
5. Update Informasi Regulasi
Regulasi ekspor-impor sering berubah. Pastikan selalu mengikuti aturan terbaru agar dokumen tetap valid dan sesuai standar internasional.
6. Gunakan Software Freight Forwarding
Software modern dapat membantu mengelola dokumen secara otomatis, menyimpan arsip digital, dan memantau status dokumen real-time. Dengan teknologi ini, risiko human error berkurang dan efisiensi meningkat.
Kesimpulan
Adanya dokumen air freight tentunya akan memudahkan proses pengiriman internasional. Dokumen tersebut di antaranya Air Waybill, Commercial Invoice, Packing List, Certificate of Origin, Customs Declaration, dan Insurance Certificate. Semua dokumen ini berfungsi sebagai fondasi utama agar barang dapat lolos pemeriksaan bea cukai, diterima maskapai, dan sampai ke tujuan dengan aman.
Selain dokumen umum, pada jenis barang tertentu juga diperlukan dokumen tambahan seperti Phytosanitary Certificate, izin impor/ekspor khusus, sertifikat fumigasi, hingga dokumen kesehatan. Kelengkapan dokumen tambahan ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional dan melindungi konsumen maupun lingkungan.
Agar proses pengelolaan dokumen air freight menjadi lebih mudah, Anda dapat menggunakan oaktree sebagai software freight forwarder yang dapat membantu dalam mengotomatisasi dokumen, menyimpan arsip digital dan memantau status pengiriman secara real-time.
Tertarik untuk menggunakan Oaktree? Yuk hubungi kami sekarang dan dapatkan demonya secara gratis untuk perusahaan forwarder.




