Deprecated: Using null as an array offset is deprecated, use an empty string instead in /var/www/vhosts/oaktree.id/blog.oaktree.id.oaktree.id/wp-includes/functions.php on line 1194
Oaktree Blog

20 Juli 2026

Strategi Manajemen Kargo Indonesia Untuk Bisnis Logistik

Strategi Manajemen Kargo Indonesia untuk Bisnis Logistik

Blog.oaktree.id – Sektor logistik dan freight forwarding di Indonesia terus berkembang pesat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan kompleksitas geografis kepulauan. Manajemen kargo yang efisien bukan lagi sekadar keharusan operasional, melainkan strategi kunci untuk mempertahankan daya saing. Artikel ini akan mengulas panduan komprehensif dalam mengelola kargo Indonesia agar bisnis Anda dapat beroperasi lebih efektif dan menguntungkan. Ilustrasi Logistik oleh Daisa TJ via Pexels Mengapa Manajemen Kargo Indonesia Sangat Penting Indonesia, dengan ribuan pulaunya, menghadirkan tantangan unik dalam distribusi barang. Efisiensi dalam pergerakan kargo sangat vital untuk menekan biaya operasional dan mempercepat waktu pengiriman. Perusahaan logistik, distributor, dan EMKL harus memiliki sistem manajemen yang terstruktur untuk mengatasi kompleksitas ini. Tantangan Umum dalam Pengiriman Kargo Indonesia Tanpa pengelolaan kargo yang optimal, risiko keterlambatan, kerusakan barang, dan biaya tak terduga akan meningkat. Hal ini tentu berdampak langsung pada reputasi bisnis dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, investasi pada sistem manajemen yang kuat sangat diperlukan. Infrastruktur dan Konektivitas Kondisi infrastruktur yang bervariasi antar wilayah sering menjadi kendala utama. Keterbatasan akses jalan, pelabuhan, dan bandara di daerah terpencil dapat menghambat kelancaran distribusi. Diperlukan perencanaan rute yang matang dan pemanfaatan moda transportasi yang tepat. Regulasi dan Birokrasi Kompleksitas regulasi kepabeanan dan perizinan bisa memakan waktu dan biaya. Pemahaman mendalam tentang aturan lokal dan nasional sangat penting untuk menghindari penundaan. Kolaborasi dengan pihak berwenang juga seringkali dibutuhkan. Manajemen Risiko Risiko kehilangan atau kerusakan barang selama transit, terutama untuk kargo bernilai tinggi, selalu ada. Cuaca ekstrem, kondisi jalan, dan potensi insiden lainnya memerlukan strategi mitigasi yang efektif. Asuransi kargo menjadi salah satu solusi penting. Pilar Utama Manajemen Kargo yang Efisien Perencanaan dan Dokumentasi Presisi Setiap pengiriman kargo harus diawali dengan perencanaan yang cermat dan dokumentasi lengkap. Ini mencakup manifest kargo, bill of lading (BOL), surat jalan, dan dokumen bea cukai. Akurasi data sangat krusial untuk kelancaran proses di setiap titik. Perencanaan rute, pemilihan moda transportasi, dan estimasi waktu juga harus dipertimbangkan secara detail. Kesalahan kecil dalam dokumentasi dapat menyebabkan penundaan besar dan denda yang tidak perlu. Pemanfaatan Transportasi Multimoda Mengingat karakteristik geografis Indonesia, kombinasi transportasi darat, laut, dan udara seringkali menjadi pilihan terbaik. Integrasi multimoda secara efektif dapat mengoptimalkan biaya dan waktu pengiriman. Pemilihan moda yang tepat harus disesuaikan dengan jenis kargo dan tujuan. Manajemen Gudang dan Distribusi Gudang yang terorganisir baik adalah inti dari rantai pasok yang efisien. Sistem penataan barang, pencatatan inventaris, dan proses pengambilan yang cepat sangat mempengaruhi kecepatan distribusi. Pemanfaatan teknologi WMS (Warehouse Management System) dapat meningkatkan efisiensi. Teknologi dan Digitalisasi Logistik Di era digital ini, manajemen kargo tidak bisa lepas dari teknologi. Sistem informasi terintegrasi sangat penting untuk visibilitas end-to-end rantai pasok. Pelaku usaha logistik membutuhkan dukungan teknologi canggih, seperti software freight forwarding yang terintegrasi, untuk mengelola operasional dengan lebih efisien dan akurat. Solusi ERP (Enterprise Resource Planning) yang dirancang khusus untuk logistik dapat mengotomatisasi proses, melacak pengiriman secara real-time, dan menyediakan data analitik untuk pengambilan keputusan. Digitalisasi membantu mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat alur kerja. Kepatuhan Regulasi dan Keamanan Mematuhi semua regulasi pemerintah, baik lokal maupun nasional, adalah wajib. Ini mencakup aturan tentang muatan, dimensi, perizinan, dan bea cukai. Aspek keamanan kargo juga tidak boleh diabaikan, mulai dari pengemasan hingga pengawasan selama perjalanan. Masa Depan Kargo Indonesia dan Solusi Oaktree.id Dengan pertumbuhan e-commerce dan industri manufaktur, permintaan akan layanan kargo yang cepat dan andal akan terus meningkat. Perusahaan yang mampu mengadopsi praktik manajemen terbaik dan memanfaatkan teknologi akan menjadi pemenang di pasar. Oaktree.id berkomitmen untuk menyediakan solusi perangkat lunak yang mendukung transformasi digital ini. Ilustrasi Operasional oleh thorl5 via Pexels Dengan panduan komprehensif ini, pelaku usaha logistik diharapkan dapat mengoptimalkan operasional kargo mereka di Indonesia. Efisiensi, kecepatan, dan akurasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Strategi Manajemen Kargo Indonesia untuk Bisnis Logistik Read More »

Resiliensi Logistik Strategi Efisien Hindari Kerugian Besar

Resiliensi Logistik, Strategi Efisien Hindari Kerugian Besar

Blog.oaktree.id – Insiden kerusakan gudang logistik utama Angkatan Udara AS di Al Udeid, Qatar, yang dilaporkan, menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri logistik global. Meskipun terjadi di ranah militer, dampaknya pada rantai pasok dan operasional logistik sangat relevan bagi sektor komersial. Kejadian ini menyoroti kerapuhan sistem logistik terhadap berbagai risiko, mulai dari bencana alam hingga insiden tak terduga. Ilustrasi Logistik oleh Tiger Lily via Pexels Pelajaran Penting dari Insiden Al Udeid Peristiwa di Al Udeid menunjukkan bahwa bahkan sistem logistik yang paling canggih sekalipun tidak luput dari ancaman. Kerusakan fasilitas inti dapat memicu efek domino yang melumpuhkan distribusi dan pasokan barang. Bagi bisnis di Indonesia, ini adalah cerminan perlunya evaluasi ulang terhadap ketahanan operasional. Pilar Utama Logistik Tangguh untuk Bisnis di Indonesia Gangguan semacam ini tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial langsung, tetapi juga berdampak pada reputasi, kepuasan pelanggan, dan kontinuitas bisnis. Oleh karena itu, strategi mitigasi risiko dan perencanaan kontingensi menjadi semakin krusial. Manajemen Gudang Optimal dan Digitalisasi Efisiensi gudang adalah jantung operasi logistik. Penggunaan sistem manajemen gudang (WMS) yang terintegrasi sangat penting untuk melacak inventaris, mengoptimalkan ruang, dan mempercepat proses keluar-masuk barang. Digitalisasi mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan akurasi data secara signifikan. Visibilitas Rantai Pasok End-to-End Memiliki pandangan komprehensif atas seluruh rantai pasok memungkinkan perusahaan bereaksi cepat terhadap gangguan. Dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman ke pelanggan akhir, setiap tahap harus dapat dipantau secara real-time. Visibilitas ini adalah kunci untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Perencanaan Kontingensi dan Mitigasi Risiko Setiap bisnis logistik harus memiliki rencana cadangan yang solid untuk menghadapi skenario terburuk. Ini termasuk diversifikasi pemasok, rute alternatif, dan fasilitas penyimpanan cadangan. Mengidentifikasi potensi risiko dan menyusun strategi penanganan sebelum terjadi sangat vital. Peran Teknologi dalam Membangun Resiliensi Logistik Di era modern, teknologi adalah tulang punggung bagi logistik yang tangguh. Solusi perangkat lunak ERP (Enterprise Resource Planning) yang dirancang khusus dapat mengintegrasikan semua fungsi operasional. Ini mencakup manajemen gudang, pelacakan pengiriman, akuntansi, dan bahkan hubungan pelanggan. Penerapan teknologi canggih membantu otomatisasi proses, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual, dan menyediakan analitik prediktif. Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi masalah sebelum berkembang menjadi krisis besar. Oaktree.id hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha logistik di Indonesia, menawarkan solusi software freight forwarding dan manajemen yang komprehensif. Perangkat lunak kami dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memberikan visibilitas penuh, dan memperkuat ketahanan rantai pasok Anda. Oaktree.id, Solusi untuk Tantangan Logistik Anda Sebagai penyedia ERP & Management Software yang sangat kapabel untuk Freight Forwarding, Logistik, EMKL, EMKU, dan Distributor di Indonesia, Oaktree.id memahami dinamika pasar lokal. Solusi kami dirancang untuk membantu Anda tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah ketidakpastian. Dengan Oaktree.id, Anda dapat mengoptimalkan manajemen gudang, menyederhanakan proses ekspor-impor, dan memastikan pengiriman yang tepat waktu. Ini adalah investasi cerdas untuk masa depan bisnis logistik Anda. Ilustrasi Operasional oleh Ryan Klaus via Pexels Insiden logistik global, seperti yang terjadi di Al Udeid, berfungsi sebagai pengingat keras akan pentingnya kesiapan dan inovasi. Bagi pelaku usaha logistik di Indonesia, ini adalah momen untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem operasional. Membangun resiliensi logistik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan bisnis dalam jangka panjang.

Resiliensi Logistik, Strategi Efisien Hindari Kerugian Besar Read More »

Apa Itu Picker Packer

Apa itu Picker Packer? Tugas, Gaji, Skill, dan Perbedaannya dengan Helper

Saat Anda berbelanja di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, pesanan bisa diproses hanya dalam hitungan menit. Dalam proses itu ada tim operasional gudang yang memastikan barang yang dipesan sesuai, dikemas dengan aman, lalu disiapkan untuk dikirim. Dua posisi yang memiliki peran penting dalam proses ini adalah picker dan packer. Meski sering disebut sebagai satu profesi, keduanya memiliki tanggung jawab yang berbeda. Lantas, apa itu picker packer, apa saja tugasnya, dan berapa kisaran gajinya?  Profesi Picker Packer Picker packer adalah sebutan untuk pekerja gudang yang bertugas mengambil barang dari lokasi penyimpanan (picking) dan mengemasnya (packing) sebelum dikirim kepada pelanggan. Di beberapa perusahaan, picker dan packer merupakan dua posisi yang berbeda. Namun, tidak sedikit pula perusahaan yang menggabungkan kedua tugas tersebut dalam satu jabatan, terutama pada gudang berskala kecil atau menengah. Profesi ini banyak dibutuhkan di sektor logistik, e-commerce, retail, manufaktur, hingga perusahaan distribusi karena menjadi bagian penting dalam proses pemenuhan pesanan (order fulfillment). Apa Tugas Picker Packer? Umumnya pekerjaan ini terbagi menjadi dua tahapan utama, yaitu picking dan packing. Picking adalah proses pencarian dan pengambilan barang dari rak penyimpanan di gudang sesuai pesanan. Sementara itu, packing adalah tahap pengemasan barang yang telah diambil tersebut—termasuk pelabelan dan pengecekan akhir—agar siap dan aman untuk dikirimkan. Tugas Picker Picker bertanggung jawab mengambil barang sesuai pesanan yang masuk ke sistem. Beberapa tugas utamanya meliputi: menerima daftar pesanan (pick list); mencari produk sesuai kode atau SKU; memastikan jenis, ukuran, warna, dan jumlah barang sudah benar; memindai barcode menggunakan scanner; membawa barang ke area pengepakan. Ketelitian menjadi hal yang sangat penting. Kesalahan mengambil satu produk saja dapat menyebabkan pelanggan menerima pesanan yang tidak sesuai. Tugas Packer Setelah barang diterima dari picker, tugas berikutnya dilakukan oleh packer. Pekerjaan seorang packer meliputi: memeriksa kembali kesesuaian barang; memastikan produk tidak rusak; mengemas barang menggunakan bahan pelindung yang sesuai; menempelkan label pengiriman; menyerahkan paket ke area outbound untuk diproses oleh ekspedisi. Proses pengepakan yang baik membantu mengurangi risiko kerusakan selama pengiriman. Kerja Packer Itu Apa? Jika diibaratkan sebagai rantai pengiriman, packer adalah orang yang bertugas pada tahap akhir sebelum paket dikirim. Fokus utama pekerjaan ini adalah memastikan setiap pesanan telah dikemas dengan aman dan siap didistribusikan. Karena itu, seorang packer harus memahami standar pengemasan untuk berbagai jenis produk. Barang pecah belah, elektronik, makanan, maupun pakaian memerlukan teknik pengepakan yang berbeda agar tetap aman selama proses pengiriman. Packer dan Packing Apakah Sama? Beda. Packing adalah aktivitas atau proses mengemas barang. Sedangkan packer adalah orang yang melakukan proses tersebut. Sebagai contoh, ketika sebuah toko online membungkus laptop menggunakan bubble wrap dan kardus sebelum dikirim ke pelanggan, aktivitas tersebut disebut packing, sedangkan karyawan yang mengerjakannya disebut packer. Apa yang Dimaksud Helper Packer? Selain picker dan packer, beberapa perusahaan juga memiliki posisi helper packer. Helper packer adalah asisten yang membantu proses pengepakan agar pekerjaan berjalan lebih cepat, terutama saat volume pesanan sedang tinggi. Tugasnya dapat meliputi: menyiapkan kardus dan bahan kemasan; menyusun produk sebelum dikemas; membantu proses pelabelan; memindahkan paket ke area pengiriman; menjaga kerapihan area kerja. Meski tanggung jawabnya lebih sederhana, posisi ini tetap berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional gudang. Berapa Gaji Picker Packer? Besaran gaji dipengaruhi oleh lokasi kerja, skala perusahaan, pengalaman, serta sistem kerja yang diterapkan. Di Indonesia, gaji picker packer umumnya berada pada kisaran Upah Minimum Regional (UMR) hingga sedikit di atasnya. Selain gaji pokok, beberapa perusahaan juga memberikan berbagai tunjangan, seperti: uang makan; uang transportasi; tunjangan shift; lembur; insentif berdasarkan produktivitas. Perusahaan logistik berskala besar biasanya menawarkan paket kompensasi yang lebih kompetitif dibandingkan gudang dengan skala operasional yang lebih kecil. Contoh Pekerjaan Picker Packer di Perusahaan Besar Profesi ini dapat ditemukan di berbagai perusahaan yang memiliki gudang distribusi. Gudang Shopee Pada layanan fulfillment Shopee, picker bertugas mengambil produk sesuai pesanan pelanggan. Setelah itu, packer memeriksa kondisi barang, mengemasnya, mencetak label pengiriman, lalu menyerahkan paket kepada mitra ekspedisi. Indomarco Sebagai perusahaan distribusi yang memasok ribuan gerai Indomaret, Indomarco memerlukan tim operasional gudang untuk menyiapkan produk sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah. Mereka memastikan barang yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masing-masing toko agar proses distribusi berjalan lancar. Astro Layanan quick commerce seperti Astro mengandalkan kecepatan pemrosesan pesanan. Picker harus menemukan produk dalam waktu singkat, sedangkan packer dituntut mampu mengemas barang dengan cepat tanpa mengurangi ketelitian agar pesanan dapat segera dikirim kepada pelanggan. Skill yang Dibutuhkan Meski tidak selalu membutuhkan pendidikan tinggi, pekerjaan ini memerlukan beberapa keterampilan dasar agar operasional gudang berjalan efisien. Beberapa kemampuan yang dibutuhkan antara lain: teliti dalam memeriksa barang; mampu bekerja dengan target harian; memiliki kondisi fisik yang baik; memahami penggunaan barcode scanner; mampu bekerja sama dalam tim; disiplin mengikuti standar operasional perusahaan. Di gudang modern, kemampuan menggunakan sistem inventaris digital juga menjadi nilai tambah. Jenjang Karier Picker Packer Posisi ini sering menjadi pintu masuk untuk berkarier di bidang logistik dan pergudangan. Dengan pengalaman dan performa yang baik, jenjang karier dapat berkembang menjadi: Picker atau Packer Senior Picker/Packer Warehouse Staff Warehouse Officer Warehouse Supervisor Warehouse Manager Selain promosi jabatan, peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan sistem warehouse management atau ERP juga dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Dari penjelasan di atas bisa dipartikan kalau picker bertugas mengambil barang sesuai pesanan, sedangkan packer memastikan produk telah diperiksa, dikemas, dan siap dikirim kepada pelanggan. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian, kecepatan, serta kemampuan bekerja sesuai prosedur agar setiap pesanan diproses dengan akurat. Bagi Anda yang ingin memulai karier di sektor logistik, posisi picker packer dapat menjadi langkah awal untuk memahami proses operasional gudang sekaligus membuka peluang berkembang ke jenjang yang lebih tinggi di masa depan.

Apa itu Picker Packer? Tugas, Gaji, Skill, dan Perbedaannya dengan Helper Read More »

Shipping Quotation: Pengertian, Fungsi, dan Informasi yang Dibutuhkan

Shipping Quotation: Pengertian, Fungsi, dan Informasi yang Dibutuhkan

Sebelum proses pengiriman dilakukan, pelanggan biasanya membutuhkan gambaran mengenai biaya dan layanan yang akan digunakan. Freight forwarder kemudian menyusun shipping quotation berdasarkan detail shipment, seperti lokasi asal dan tujuan, jenis barang, berat, dimensi, moda transportasi, serta layanan tambahan yang dibutuhkan. Quotation yang jelas membantu pelanggan memahami estimasi biaya sejak awal. Di sisi lain, freight forwarder juga dapat menjelaskan ruang lingkup layanan agar tidak terjadi perbedaan ekspektasi ketika pengiriman berjalan atau invoice diterbitkan. Apa Itu Shipping Quotation? Shipping quotation adalah dokumen penawaran yang berisi estimasi biaya dan rincian layanan pengiriman. Dokumen ini biasanya dibuat oleh freight forwarder sebelum pelanggan menyetujui penggunaan layanan. Perhitungannya disusun berdasarkan informasi shipment dan tarif dari carrier, vendor, maupun penyedia layanan lainnya. Beberapa informasi yang umumnya tercantum dalam shipping quotation meliputi: identitas pelanggan; lokasi asal dan tujuan; jenis barang; berat dan dimensi; moda transportasi; jenis layanan; estimasi waktu pengiriman; rincian biaya; masa berlaku penawaran; ketentuan pembayaran; serta layanan yang termasuk dan tidak termasuk. Namun perlu dipahami, bahwa shipping qoutation itu berbeda dengan invoice. Sebab, Quotation merupakan penawaran awal berdasarkan informasi dan kebutuhan pengiriman yang diberikan pelanggan. Sementara itu, invoice merupakan dokumen penagihan atas layanan yang telah digunakan.  Sehingga, nilai pada invoice juga dapat berbeda dari quotation apabila terdapat perubahan detail shipment, tambahan layanan, atau biaya lain selama proses pengiriman. Apa Fungsi Shipping Quotation? Shipping quotation tidak hanya memberikan informasi mengenai harga. Dokumen ini juga memiliki beberapa fungsi penting bagi pelanggan dan freight forwarder seperti:  1. Memberikan Estimasi Biaya Pengiriman Shipping quotation membantu pelanggan mengetahui perkiraan biaya yang perlu disiapkan sebelum menggunakan layanan. Estimasi tersebut dapat mencakup biaya pengangkutan utama, handling, trucking, dokumentasi, customs clearance, gudang, hingga layanan tambahan lainnya. Dengan adanya estimasi sejak awal, pelanggan dapat menyesuaikan anggaran dan membandingkan beberapa pilihan layanan. 2. Menjelaskan Ruang Lingkup Layanan Quotation juga menjelaskan layanan yang termasuk dalam penawaran. Sebagai contoh, penawaran dapat mencakup layanan port-to-port, door-to-door, pickup, customs clearance, warehousing, atau delivery ke lokasi tujuan. Ruang lingkup yang jelas membantu pelanggan memahami tanggung jawab freight forwarder dan layanan yang masih perlu disiapkan secara terpisah. 3. Menjadi Dasar Persetujuan Pelanggan Shipping quotation dapat menjadi acuan sebelum pelanggan menyetujui pengiriman. Setelah harga dan ruang lingkup layanan disepakati, freight forwarder dapat melanjutkan proses menuju booking, job order, atau tahapan operasional berikutnya. Karena itu, masa berlaku, ketentuan pembayaran, serta biaya yang tidak termasuk perlu dicantumkan secara jelas. 4. Membantu Freight Forwarder Menghitung Margin Dalam membuat quotation, freight forwarder perlu menghitung biaya dari carrier, agen, vendor trucking, gudang, dan penyedia layanan lainnya. Biaya tersebut kemudian dibandingkan dengan harga jual kepada pelanggan. Perhitungan yang akurat membantu perusahaan mengetahui estimasi margin dari setiap shipment dan menghindari harga jual yang terlalu rendah. 5. Mengurangi Kesalahpahaman Biaya Quotation yang memiliki rincian jelas dapat mengurangi perbedaan pemahaman antara freight forwarder dan pelanggan. Pelanggan dapat mengetahui biaya yang sudah termasuk, biaya yang belum termasuk, masa berlaku tarif, serta kondisi yang dapat menyebabkan perubahan harga. Dengan demikian, risiko komplain ketika invoice diterbitkan dapat dikurangi. Informasi Apa yang Dibutuhkan untuk Membuat Shipping Quotation? Akurasi shipping quotation sangat bergantung pada kelengkapan data shipment. Jika informasi yang diberikan belum lengkap, freight forwarder dapat kesulitan menghitung biaya dan menentukan layanan yang sesuai. Berikut beberapa informasi yang biasanya dibutuhkan seperti:  1. Origin dan Destination Freight forwarder perlu mengetahui lokasi asal dan tujuan pengiriman. Informasi tersebut dapat mencakup lokasi penjemputan, pelabuhan atau bandara keberangkatan, pelabuhan tujuan, hingga alamat pengantaran akhir. Semakin lengkap informasi rute, semakin mudah freight forwarder menentukan biaya pengangkutan, trucking, dan layanan pendukung lainnya. 2. Jenis dan Karakteristik Barang Nama dan karakteristik barang perlu dijelaskan sejak awal. Beberapa barang dapat membutuhkan penanganan khusus, seperti barang berbahaya, mudah rusak, bernilai tinggi, membutuhkan suhu tertentu, atau memiliki ukuran tidak standar. Karakteristik barang akan memengaruhi pemilihan moda transportasi, kemasan, prosedur penanganan, serta biaya pengiriman. 3. Jumlah, Berat, dan Dimensi Jumlah kemasan, berat aktual, panjang, lebar, dan tinggi barang menjadi dasar penting dalam menghitung tarif. Untuk beberapa moda pengiriman, biaya dapat ditentukan berdasarkan berat aktual atau berat volume. Kesalahan data berat dan dimensi dapat menyebabkan perbedaan antara estimasi awal dan biaya aktual setelah barang diperiksa. 4. Jenis Kemasan Jenis kemasan juga perlu dicantumkan, misalnya karton, pallet, drum, peti kayu, atau kontainer. Informasi ini membantu freight forwarder memperkirakan kebutuhan ruang, metode penanganan, serta kemungkinan adanya layanan tambahan seperti fumigasi atau special handling. 5. Moda dan Jenis Layanan Pelanggan perlu menentukan moda transportasi yang dibutuhkan, seperti sea freight, air freight, atau land transportation. Jenis layanan juga perlu dijelaskan, misalnya: FCL atau LCL; port-to-port; airport-to-airport; door-to-port; atau door-to-door. Pilihan tersebut akan menentukan cakupan layanan dan komponen biaya dalam quotation. 6. Jadwal Pengiriman Tanggal kesiapan barang dan target keberangkatan juga perlu diinformasikan. Tarif pengiriman dapat berubah berdasarkan ketersediaan ruang, jadwal carrier, peak season, atau perubahan biaya operasional. Karena itu, shipping quotation biasanya memiliki masa berlaku tertentu. 7. Incoterms Incoterms membantu menjelaskan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli. Informasi Incoterms dibutuhkan agar freight forwarder mengetahui bagian mana dari proses pengiriman yang perlu dimasukkan ke dalam quotation. Sebagai contoh, kebutuhan biaya pada pengiriman EXW dapat berbeda dari FOB, CIF, atau DDP. 8. Layanan Tambahan Pelanggan juga perlu menyampaikan layanan tambahan yang dibutuhkan, seperti: pickup; trucking; customs clearance; warehousing; cargo insurance; fumigasi; packing; special handling; dan delivery. Layanan tambahan tersebut akan memengaruhi total biaya dan ruang lingkup penawaran. Kelola Shipping Quotation dengan Sistem Digital Pembuatan quotation dapat menjadi semakin kompleks ketika perusahaan freight forwarder menangani banyak pelanggan, rute, carrier, vendor, dan komponen biaya. Jika quotation masih dibuat melalui file Excel atau dokumen terpisah, tim berisiko menggunakan tarif lama, salah memasukkan data, atau kesulitan mengetahui versi penawaran yang telah disetujui pelanggan. Quotation yang terpisah dari job order dan invoice juga membuat tim perlu melakukan input data berulang. Karena itu, perusahaan freight forwarder membutuhkan sistem digital yang dapat menghubungkan quotation dengan proses operasional dan keuangan. Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software freight forwarder yang dapat membantu dalam pengelolaan  quotation, job order, dokumen, biaya, invoice, dan laporan dalam satu platform. Sehingga melalui Oaktree, quotation dapat disimpan dan dihubungkan dengan job terkait.  Tim dapat menelusuri riwayat penawaran, mengurangi input data berulang, serta membandingkan estimasi

Shipping Quotation: Pengertian, Fungsi, dan Informasi yang Dibutuhkan Read More »

Scroll to Top