Oaktree Blog

Solusi Jitu Jaga Cash Flow Perusahaan Forwarder

Daftar Isi

Bagikan:

Solusi Jitu Jaga Cash Flow Perusahaan Forwarder  Convert Io

Dalam dunia bisnis forwarder, menjaga kelancaran arus kas atau cash flow adalah tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2024, sektor pergudangan, ekspedisi, dan kurir mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,3%, namun pengeluaran operasional naik lebih tinggi yaitu 14,1%. Kondisi ini membuat banyak perusahaan forwarder menghadapi tekanan serius pada cashflow mereka. 

Tentu saja, memahami dan mengelola cashflow bukan hanya sekadar menghitung pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang agar bisnis forwarder tetap sehat dan berkelanjutan. Artikel ini akan membahas bagaimana strategi dalam meningkatkan cash flow pada perusahaan forwarder.

Apa itu Cash Flow dalam Bisnis Forwarder

Cash Flow adalah istilah akuntansi yang digunakan untuk mencatat arus masuk (inflow) dan arus keluar (outflow) uang pada suatu bisnis tertentu. Secara sederhana, cashflow dapat didefinisikan sebagai seluruh pergerakan uang yang terjadi dalam perusahaan, baik yang berasal dari pendapatan maupun pengeluaran.

Dalam konteks bisnis forwarder, cashflow mencakup penerimaan dari klien atas jasa pengiriman, pergudangan, dan dokumentasi, serta pengeluaran untuk biaya operasional seperti transportasi, sewa gudang, gaji karyawan, dan pembayaran vendor. 

Cashflow menjadi indikator yang krusial dalam  menilai kesehatan finansial forwarder: jika arus kas masuk lebih besar daripada arus kas keluar, perusahaan memiliki surplus yang bisa digunakan untuk ekspansi atau investasi. Sebaliknya, jika arus kas keluar lebih besar, forwarder berisiko mengalami defisit yang dapat menghambat kelancaran operasional.

 

Mengapa Penting Perusahaan Forwarder Menjaga Cash Flow?

 

Mengelola cash flow pada dasarnya tidaklah mudah, sebab perlu adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran yang sering kali tidak berjalan beriringan. Berikut adalah  tantangan cashflow yang sering dihadapi forwarder:

  • Pembayaran klien yang tertunda: Banyak klien membutuhkan waktu lama untuk melunasi tagihan, sementara forwarder harus segera membayar vendor dan biaya operasional.
  • Biaya operasional tinggi: Transportasi, sewa gudang, dan gaji karyawan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang terus meningkat seiring naiknya harga bahan bakar dan biaya logistik global.
  • Fluktuasi permintaan pasar: Permintaan jasa forwarder bisa naik turun sesuai musim atau kondisi ekonomi, sehingga pendapatan tidak selalu stabil.
  • Ketergantungan pada vendor eksternal: Forwarder sering bergantung pada shipping line, trucking, dan warehouse pihak ketiga, sehingga sulit mengontrol biaya dan jadwal pembayaran.
  • Kurangnya digitalisasi sistem keuangan: Banyak forwarder masih menggunakan pencatatan manual, yang membuat proses invoice lambat, rawan kesalahan, dan sulit memantau arus kas secara real-time.
Baca juga  Surat Jalan: Dokumen Wajib Untuk Kelancaran Distribusi Logistik

Strategi Meningkatkan Cash Flow Perusahaan Forwarder

Dengan berbagai tantangan di atas, tentunya perusahaan forwarder perlu memiliki strategi yang tepat agar arus kas tetap sehat dan bisnis dapat berjalan efisien.  Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan seperti: 

1. Optimasi biaya operasional

Lakukan evaluasi rutin terhadap pengeluaran, mulai dari biaya transportasi hingga sewa gudang. Negosiasi ulang kontrak dengan vendor atau mencari alternatif layanan yang lebih efisien dapat membantu menekan biaya.

2. Negosiasi pembayaran dengan klien

Bangun komunikasi yang baik dengan klien untuk mempercepat siklus pembayaran. Forwarder bisa menawarkan insentif bagi klien yang membayar lebih cepat atau menetapkan kebijakan pembayaran yang lebih ketat.

3. Diversifikasi layanan forwarder

Menambah layanan baru seperti pergudangan tambahan, konsultasi logistik, atau layanan dokumentasi dapat membuka sumber pendapatan baru dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis layanan.

4. Pemanfaatan software freight forwarder

Perusahaan dapat mendigitalisasi proses keuangan dengan menggunakan software freight forwarder seperti Oaktree. Sebab, Software ini dirancang untuk dapat mengefisiensikan berbagai pekerjaan mulai dari otomatisasi invoice, tracking pembayaran, dan laporan keuangan real-time. 

Baca juga  Pentingnya Invoice Forwarder untuk Kelancaran Arus Kas Bisnis

 

Kesimpulan

Fondasi utama dalam keberlangsungan bisnis forwarder adalah cashflow. Sebab, dengan adanya arus kas yang terkelola dengan baik, perusahaan dapat memastikan kelancaran operasional sehari-hari. Walaupun dalam pengelolaannya memiliki tantangan yang serius, cashflow tetap menjadi indikator utama kesehatan finansial forwarder.

Dengan demikian, tentunya perusahaan forwarder perlu menerapkan strategi pengelolaan cash flow yang tepat agar tetap stabil dan berkelanjutan.  Jadi mau pengelolaan cash flow bisnis Forwarder Anda Lebih mudah? Yuk coba sekarang Oaktree dan rasakan bagaimana software freight forwarder ini dapat membantu dan mengefisiensikan bisnis forwarder Anda.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top