Oaktree.id – Per tanggal 27 Januari 2026, tercatat ada sekitar delapan ribu kontainer yang mengalami longstay atau melebihi batas waktu penumpukan di kawasan pabean Pelabuhan Tanjung Priok. Fenomena ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri logistik, karena berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan efisiensi operasional.
Longstay kontainer ini bukan sekadar angka statistik. Penumpukan yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa masalah krusial:
- Kapasitas Lapangan Penumpukan Menipis: Semakin banyak kontainer yang tertahan, semakin terbatas ruang yang tersedia untuk kontainer yang baru datang atau yang siap dikirim. Hal ini berpotensi menciptakan kemacetan di area pelabuhan.
- Biaya Tambahan: Kontainer yang terlalu lama menginap akan dikenakan biaya penyimpanan tambahan (demurrage), yang pada akhirnya membebani biaya logistik secara keseluruhan.
- Keterlambatan Pengiriman: Waktu tunggu yang lebih lama untuk pengambilan kontainer dapat menunda proses pengiriman barang ke tujuan akhir, mengganggu rantai pasok pelanggan.
- Potensi Kerusakan Barang: Meskipun jarang, penumpukan yang terlalu lama dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko kerusakan pada barang yang diangkut.
Sebagai penyedia solusi perangkat lunak freight forwarding, Oaktree.id memahami betul tantangan yang dihadapi dalam mengelola pergerakan kontainer. Kami berkomitmen untuk membantu para pelaku logistik mengoptimalkan setiap tahapan operasional mereka, termasuk dalam meminimalkan risiko longstay.
Dengan fitur-fitur manajemen kargo yang terintegrasi, pelacakan kontainer secara real-time, serta notifikasi otomatis untuk tenggat waktu kepabeanan dan penumpukan, Oaktree.id dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga kelancaran arus barang di pelabuhan. Kami percaya, dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan teknologi yang mumpuni, isu longstay kontainer dapat diminimalisir demi efisiensi logistik yang lebih baik.




