Oaktree.id – Bencana alam yang melanda Sumatera pada akhir tahun 2025 lalu telah mengungkap satu kerentanan krusial dalam industri nasional kita: rantai pasok dan logistik. Menteri Perindustrian, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam rapat perdana awal 2026 bersama jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengidentifikasi sektor inilah yang menjadi titik terlemah pasca-kejadian tersebut. Penilaian ini menggarisbawahi bahwa tekanan terhadap aktivitas industri tidak berhenti hanya pada kerusakan fasilitas fisik.
Ketika fasilitas produksi terganggu, kelancaran aliran barang dari hulu ke hilir menjadi tantangan terbesar. Gangguan pada infrastruktur transportasi, keterbatasan aksesibilitas, hingga masalah koordinasi antarpihak dalam rantai pasok dapat melumpuhkan proses pemulihan industri secara keseluruhan. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada ketersediaan produk, stabilitas harga, dan daya saing industri nasional.
Di Oaktree.id, kami memahami betul betapa vitalnya sistem logistik yang tangguh dan adaptif. Rencana pemulihan pascabencana harusnya tidak hanya fokus pada perbaikan pabrik, tetapi juga pada penguatan kapabilitas logistik. Ini termasuk diversifikasi rute transportasi, peningkatan kapasitas penyimpanan, dan penerapan teknologi yang memungkinkan visibilitas serta koordinasi yang lebih baik di sepanjang rantai pasok. Teknologi seperti freight forwarding software dari Oaktree.id dapat memainkan peran penting dalam memantau pergerakan barang secara real-time, mengidentifikasi potensi hambatan, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif dalam situasi darurat.
Ke depan, membangun ketahanan rantai pasok dan logistik pascabencana bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia solusi logistik seperti Oaktree.id sangat dibutuhkan untuk memastikan industri nasional dapat bangkit lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
