Oaktree.id – Memasuki periode krusial jelang Lebaran 2026, otoritas perhubungan laut telah melakukan uji petik terhadap 2.114 kapal. Angka ini mencakup berbagai jenis armada, mulai dari 570 kapal penumpang, 157 kapal tradisional, 471 kapal penyeberangan, 812 kapal wisata, hingga 104 kapal cepat. Informasi ini disampaikan oleh Lollan Panjaitan, Sesditjen Hubla, melalui Heri Junaedi, Kabag Humas Ditjen Perhubungan Laut, dalam acara yang diselenggarakan di kantor ASDP Banyuwangi.
Pemeriksaan kesiapan kapal ini merupakan langkah penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat yang merayakan Idul Fitri. Namun, di balik kesibukan persiapan perjalanan mudik, ada aspek penting yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis: dampaknya terhadap rantai pasok dan logistik.
Peningkatan mobilitas penumpang menjelang Lebaran secara otomatis akan berpengaruh pada volume barang yang perlu didistribusikan. Keterbatasan kapasitas kapal penumpang dan penyeberangan, serta potensi penundaan akibat lonjakan aktivitas, bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengiriman barang. Di sinilah peran penting perencanaan logistik yang matang menjadi krusial.
Bagi para pebisnis yang bergantung pada pengiriman barang, memahami dinamika transportasi laut jelang hari raya seperti ini sangatlah vital. Pemanfaatan teknologi manajemen logistik, seperti yang ditawarkan oleh Oaktree.id, dapat membantu memprediksi potensi kendala, mengoptimalkan rute, dan memastikan ketersediaan armada yang tepat waktu. Dengan perencanaan yang cerdas, lonjakan mobilitas penumpang tidak harus berarti hambatan bagi kelancaran bisnis Anda.

