Oaktree.id – Perkembangan infrastruktur jalan tol di Indonesia dalam dekade terakhir sungguh pesat. Sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) No 100/2014, pembangunan jalan tol, khususnya di Sumatera, mengalami akselerasi signifikan. Saat ini, kita dapat menikmati 77 ruas jalan tol yang beroperasi dengan total panjang mencapai 3.115,98 km, belum termasuk ruas yang masih dalam tahap pembangunan dan konstruksi sepanjang 514,92 km.
Pembangunan infrastruktur ini tentu saja membawa angin segar bagi dunia logistik. Aksesibilitas yang semakin baik membuka potensi efisiensi dalam rantai pasok. Namun, seiring dengan peningkatan kuantitas, kualitas layanan juga menjadi krusial. Mendorong penguatan standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan infrastruktur ini benar-benar dirasakan oleh pelaku logistik.
Standar pelayanan minimal yang optimal akan berdampak langsung pada kelancaran arus barang. Mulai dari waktu tempuh yang lebih prediktif, kemudahan akses keluar masuk, hingga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan. Bagi Oaktree, sebagai penyedia solusi freight forwarding software, efisiensi operasional adalah jantungnya. Dengan SPM jalan tol yang kuat, estimasi waktu pengiriman menjadi lebih akurat, proses perencanaan rute menjadi lebih optimal, dan pada akhirnya, kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan.
Oleh karena itu, upaya penguatan SPM jalan tol tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola jalan tol, tetapi juga menjadi perhatian utama bagi seluruh ekosistem logistik. Peningkatan berkelanjutan dalam aspek pelayanan ini akan semakin memperkuat daya saing logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
