Deprecated: Using null as an array offset is deprecated, use an empty string instead in /var/www/vhosts/oaktree.id/blog.oaktree.id.oaktree.id/wp-includes/functions.php on line 1194
Manajemen Persediaan Barang: Metode dan Contoh
Daftar Isi

Bagikan:

Manajemen Persediaan Barang: Tujuan, Metode, Contoh

Manajemen Persediaan Barang: Tujuan, Metode, Contoh

Jawaban Singkat

Manajemen persediaan barang adalah proses merencanakan, mencatat, mengendalikan, dan mengevaluasi stok agar barang tersedia ketika dibutuhkan tanpa menimbulkan biaya penyimpanan berlebih. Caranya mencakup penetapan batas pemesanan, stok pengaman, metode pengeluaran yang sesuai, pencatatan transaksi, dan pemeriksaan berkala atas stok fisik.

Blog.oaktree.id – Manajemen persediaan barang adalah proses merencanakan, mencatat, mengendalikan, dan mengevaluasi stok agar barang tersedia saat dibutuhkan tanpa menimbulkan biaya penyimpanan berlebih. Untuk menjalankannya, Anda perlu menetapkan batas pemesanan, menentukan stok pengaman, memilih urutan pengeluaran barang, serta memeriksa kesesuaian catatan dengan stok fisik.

Keseimbangan stok penting bagi perusahaan distribusi, gudang, trucking, serta pelaku EMKL, EMKU, PPJK, dan freight forwarding. Persediaan yang terlalu sedikit bisa menghambat pemenuhan pesanan, sedangkan stok berlebih mengikat modal dan meningkatkan risiko barang rusak, kedaluwarsa, atau usang.

Apa itu manajemen persediaan barang?

Manajemen persediaan barang adalah pengendalian atas jumlah dan pergerakan barang agar kebutuhan operasional terpenuhi dengan biaya yang terkendali. Fokusnya adalah keputusan tentang barang apa yang perlu disimpan, kapan harus dipesan, berapa jumlahnya, dan bagaimana perubahan stok dicatat.

Ruang lingkup pengelolaan persediaan

Ruang lingkup pengendalian persediaan barang dimulai dari perencanaan kebutuhan dan berlanjut hingga evaluasi stok. Proses ini membantu Anda mengetahui barang yang tersedia, barang yang sedang dipesan, serta barang yang perlu diprioritaskan untuk digunakan atau dijual.

Pengelolaan persediaan berkaitan dengan aktivitas gudang, tetapi tidak sama dengan mengatur seluruh tata letak atau proses pergudangan. Pembahasannya berpusat pada keputusan stok dan pencatatan transaksi yang memengaruhi jumlah barang, seperti penerimaan, pemakaian, pengiriman, retur, dan penyesuaian.

Perbedaan stok tersedia, stok dipesan, dan stok pengaman

Stok tersedia adalah barang yang dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sedangkan stok dipesan adalah barang yang sudah dipesan tetapi belum diterima. Stok pengaman merupakan cadangan untuk mengurangi dampak perubahan permintaan atau keterlambatan pasokan.

Ketiga jenis stok ini sebaiknya tidak dicampur dalam satu angka tanpa keterangan. Jika barang yang masih dalam perjalanan dianggap sudah tersedia, perusahaan dapat menjanjikan barang yang sebenarnya belum dapat dipakai atau dikirim.

Jenis stok Makna Penggunaan dalam keputusan
Stok tersedia Barang yang dapat digunakan atau dialokasikan Memenuhi kebutuhan operasional dan pesanan
Stok dipesan Barang yang sedang menunggu penerimaan Memperkirakan pasokan yang akan datang
Stok pengaman Cadangan untuk menghadapi ketidakpastian Mengurangi risiko kehabisan barang

Apa tujuan manajemen persediaan?

Tujuan manajemen persediaan adalah menjaga tingkat layanan sambil menyeimbangkan biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan risiko barang tidak tersedia. Pengendalian yang baik juga membantu mencegah penumpukan serta mengurangi kemungkinan barang rusak, kedaluwarsa, atau usang sebelum digunakan.

Menjaga ketersediaan barang dan kelancaran pemenuhan pesanan

Persediaan yang terencana membuat perusahaan lebih siap memenuhi pesanan pelanggan atau kebutuhan proses operasional. Anda dapat menggunakan data permintaan dan waktu pasok untuk memperkirakan kapan barang perlu dipesan, alih-alih menunggu sampai stok habis.

Ketersediaan perlu dinilai berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar jumlah barang di lokasi. Stok yang tersimpan tetapi sudah dipesan pelanggan lain, rusak, atau belum selesai diperiksa belum tentu bisa dipakai untuk memenuhi permintaan baru.

Mengendalikan biaya serta mengurangi risiko stok berlebih dan kehabisan stok

Setiap persediaan membutuhkan ruang, penanganan, pencatatan, dan modal. Sebaliknya, persediaan yang terlalu rendah dapat memicu keterlambatan pemenuhan, pembelian mendesak, atau gangguan operasi.

Pengendalian persediaan barang berusaha menemukan jumlah yang memadai untuk kebutuhan bisnis tanpa menahan barang terlalu lama. Perusahaan juga perlu memperhatikan masa simpan dan perubahan kebutuhan agar barang yang tidak lagi relevan tidak terus dipesan.

Metode manajemen persediaan apa saja yang umum digunakan?

Metode manajemen persediaan dipilih berdasarkan karakter barang, pola permintaan, masa simpan, dan keandalan pemasok. Anda dapat menggabungkan metode pengeluaran barang dengan cara menentukan prioritas pengawasan dan waktu pemesanan.

Baca juga  ERP Warehouse Management: Beda ERP dan WMS, Kapan Perlu Integrasi

FIFO dan FEFO untuk mengatur urutan pengeluaran barang

FIFO (First In, First Out) berarti barang yang lebih dahulu masuk dikeluarkan lebih dahulu. Pendekatan ini berguna saat urutan penerimaan perlu dijaga, tetapi tidak selalu menjamin barang dengan tanggal kedaluwarsa terdekat keluar lebih dahulu.

FEFO (First Expired, First Out) mengutamakan barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat untuk dikeluarkan terlebih dahulu. Metode ini sesuai untuk barang yang memiliki masa simpan, asalkan tanggal kedaluwarsa dan identitas barang dicatat serta dapat diperiksa.

Manajemen Persediaan Barang: Tujuan, Metode, Contoh
Foto: Junseong Lee / Unsplash

Analisis ABC untuk menentukan prioritas pengendalian

Analisis ABC mengelompokkan barang berdasarkan tingkat kepentingan atau nilai pemakaiannya agar perhatian pengendalian dapat diprioritaskan. Kelompok yang dianggap paling berdampak dapat dipantau lebih ketat, sementara kelompok lain tetap dicatat dan diperiksa dengan tingkat pengawasan yang sesuai.

Pengelompokan ini tidak menggantikan pemeriksaan fisik atau perhitungan kebutuhan. Tinjau kategori secara berkala karena perubahan harga, permintaan, dan fungsi barang dapat mengubah prioritasnya.

Just-in-Time dan tinjauan berkala: kapan pendekatan ini sesuai?

Just-in-Time berupaya mendatangkan barang mendekati waktu pemakaian sehingga persediaan yang disimpan dapat ditekan. Pendekatan ini lebih sesuai jika permintaan relatif dapat diperkirakan dan pemasok mampu memenuhi jadwal dengan andal, tetapi risikonya meningkat ketika pasokan terlambat atau kebutuhan berubah mendadak.

Tinjauan berkala berarti posisi stok diperiksa pada jadwal tertentu, kemudian kebutuhan pembelian ditentukan dari hasil pemeriksaan itu. Metode tersebut dapat memudahkan perencanaan pembelian, tetapi barang yang bergerak cepat tetap perlu dipantau agar tidak kehabisan di antara waktu peninjauan.

Bagaimana menentukan jumlah pemesanan dan stok pengaman?

Jumlah pemesanan dan stok pengaman ditentukan dengan mempertimbangkan pemakaian barang, lead time, dan ketidakpastian permintaan atau pasokan. Lead time adalah waktu sejak pesanan dibuat hingga barang siap diterima atau digunakan.

Menghitung titik pemesanan ulang berdasarkan pemakaian dan lead time

Titik pemesanan ulang, atau reorder point, adalah batas stok yang menjadi sinyal untuk membuat pesanan baru. Rumus dasarnya adalah titik pemesanan ulang = rata-rata pemakaian selama lead time + stok pengaman.

Rata-rata pemakaian selama lead time menggambarkan kebutuhan barang selama menunggu pasokan. Stok pengaman ditambahkan sebagai cadangan, bukan sebagai pengganti perhitungan kebutuhan normal selama lead time.

Menentukan safety stock saat permintaan atau waktu pasok berubah

Stok pengaman perlu disesuaikan dengan seberapa besar perubahan permintaan dan waktu pasok yang pernah terjadi, serta dampak yang mungkin muncul jika barang habis. Menentukan cadangan terlalu kecil dapat meningkatkan risiko stockout, sedangkan cadangan terlalu besar dapat memperpanjang penyimpanan.

Gunakan catatan pemakaian dan penerimaan untuk melihat variasi yang berulang. Untuk barang impor, pertimbangkan total waktu pasok hingga barang siap dipakai, termasuk pengiriman dan proses custom clearance, tanpa menyamakan waktu tersebut dengan jadwal yang selalu pasti.

Contoh perhitungan sederhana reorder point

Contoh ilustratif: sebuah barang digunakan rata-rata 10 unit per hari dan lead time-nya 6 hari. Perusahaan menetapkan stok pengaman 20 unit. Kebutuhan selama lead time adalah 10 × 6 = 60 unit, sehingga reorder point menjadi 60 + 20 = 80 unit.

Artinya, saat posisi stok mencapai 80 unit, perusahaan mulai memesan kembali berdasarkan asumsi contoh tersebut. Dalam penerapan nyata, angka perlu disesuaikan dengan variasi permintaan, waktu pasok aktual, ukuran pemesanan, dan tingkat risiko stockout yang dapat diterima.

Bagaimana contoh penerapan manajemen persediaan barang?

Contoh penerapan manajemen persediaan barang memperlihatkan hubungan antara catatan stok, batas pemesanan, penerimaan, dan evaluasi selisih. Alur tersebut membantu memastikan keputusan pembelian menggunakan informasi yang dapat ditelusuri.

Baca juga  Kartu Stok Barang Gudang: Contoh Format dan Cara Mengisi

Contoh pengendalian stok bahan atau barang dengan permintaan stabil

Misalnya, gudang perusahaan distribusi memiliki barang yang pemakaiannya relatif teratur. Petugas mencatat stok tersedia dan barang yang sedang dipesan, lalu perusahaan menetapkan batas pemesanan berdasarkan pemakaian selama lead time dan stok pengaman yang dipilih.

Saat barang datang, jumlah dan kondisi penerimaan dicocokkan dengan pesanan serta dokumen pendukung. Setelah barang masuk ke catatan stok, perusahaan meninjau perbedaan jika jumlah fisik tidak sesuai dan memperbarui perkiraan pemakaian untuk periode berikutnya.

Contoh penanganan barang cepat bergerak dan barang mendekati kedaluwarsa

Untuk barang cepat bergerak, perusahaan dapat memantau pemakaian lebih rutin dan mengevaluasi batas pemesanan ketika tren permintaan berubah. Barang dengan masa kedaluwarsa dapat dikeluarkan memakai FEFO, dengan pemeriksaan tanggal dan kondisi sebelum barang dialokasikan.

Barang impor memerlukan perhatian pada keseluruhan lead time, mulai dari pemesanan dan pengiriman hingga proses custom clearance. Pada perusahaan logistik, perkiraan ketersediaan sebaiknya membedakan barang yang masih dalam perjalanan dari barang yang sudah diterima dan siap digunakan.

Manajemen Persediaan Barang: Tujuan, Metode, Contoh
Foto: National Cancer Institute / Unsplash

Bagaimana mengukur dan memperbaiki kinerja persediaan?

Kinerja persediaan dapat dinilai melalui akurasi stok, kejadian stockout, perputaran persediaan, serta barang yang menumpuk atau usang. Indikator ini membantu Anda membedakan masalah pencatatan dari masalah perencanaan jumlah stok.

Indikator: akurasi stok, tingkat stockout, perputaran persediaan, dan barang usang

  • Akurasi stok: kesesuaian jumlah pada catatan dengan hasil pemeriksaan fisik.
  • Stockout: kejadian saat stok tidak tersedia untuk memenuhi kebutuhan yang muncul.
  • Perputaran persediaan: gambaran seberapa cepat persediaan digunakan atau terjual dalam suatu periode; baca bersama karakter barang dan pola permintaan.
  • Barang usang atau mendekati kedaluwarsa: persediaan yang berisiko sulit digunakan atau dijual sebelum masa manfaatnya berakhir.

Stok yang tercatat akurat belum tentu cukup untuk memenuhi permintaan. Sebaliknya, jumlah stok yang terlihat memadai di catatan belum dapat diandalkan jika data penerimaan, pengeluaran, retur, atau penyesuaiannya belum diperbarui.

Penyebab selisih stok dan langkah pemeriksaan berkala

Selisih dapat timbul karena transaksi terlambat dicatat, jumlah penerimaan berbeda, barang rusak atau diretur, atau pengeluaran tidak tercatat dengan benar. Pemeriksaan yang baik menelusuri penyebab dan transaksi terkait, bukan hanya mengubah angka saldo agar terlihat sama.

Gunakan urutan pemeriksaan berikut untuk memperbaiki pengendalian:

  1. Cocokkan jumlah fisik dengan catatan stok pada waktu pemeriksaan yang disepakati.
  2. Telusuri dokumen dan transaksi barang masuk, keluar, retur, serta penyesuaian.
  3. Periksa penyebab selisih dan catat tindakan koreksi agar dapat ditinjau kembali.
  4. Tinjau batas pemesanan bila stockout, penumpukan, atau perubahan lead time berulang.

Frekuensi pemeriksaan fisik dapat disesuaikan menurut nilai, kecepatan pergerakan, risiko, dan masa simpan barang. Pemeriksaan berkala yang konsisten lebih berguna daripada pemeriksaan sesekali tanpa tindak lanjut.

Bagaimana teknologi membantu pengendalian persediaan?

Teknologi membantu pengendalian persediaan melalui pencatatan terpusat, pelacakan perubahan, dan laporan yang mendukung keputusan pemesanan. Manfaat utamanya adalah memberi tim akses pada informasi yang lebih terstruktur, bukan menggantikan aturan stok dan proses pemeriksaan yang perlu ditetapkan perusahaan.

Pencatatan dan visibilitas stok untuk mendukung keputusan pemesanan

Dengan pencatatan terpusat, tim dapat meninjau transaksi dan posisi stok dari sumber informasi yang sama. Riwayat perubahan membantu penelusuran selisih, sedangkan laporan dapat dipakai untuk mengevaluasi barang cepat bergerak, stok yang lama tersimpan, dan kebutuhan pemesanan.

Istilah warehouse management system merujuk pada sistem untuk mendukung aktivitas dan informasi gudang, tetapi pembahasan persediaan di sini berfokus pada keputusan stok. Saat mencari aplikasi manajemen gudang, periksa apakah pencatatan dan pelaporan yang ditawarkan sesuai dengan alur barang dan kebutuhan bisnis Anda.

Baca juga  Sistem Manajemen Gudang: Proses, SOP, dan KPI yang Perlu Dipantau

Kapan bisnis perlu mempertimbangkan sistem yang terhubung dengan operasional dan keuangan?

Sistem yang terhubung dapat dipertimbangkan ketika banyak tim mencatat informasi berbeda, transaksi sulit ditelusuri, atau laporan operasional dan keuangan perlu direkonsiliasi berulang kali. ERP logistik atau erp warehouse management dapat menjadi bagian dari evaluasi tersebut, tetapi kebutuhan setiap perusahaan tetap berbeda.

Bagi perusahaan yang menangani pengiriman, software logistik dan software freight forwarding dapat membantu menyatukan informasi operasional yang berkaitan dengan pekerjaan logistik. Misalnya, proses pengiriman dan custom clearance memiliki jadwal yang dapat memengaruhi perkiraan kapan barang impor siap digunakan; integrasi dengan CEISA 4.0 berkaitan dengan dokumen pabean, estimasi biaya bea cukai, dan pengajuan dokumen.

Oaktree, yang dikembangkan oleh PT Rimba Ananta Vikasa Indonesia, merupakan platform cloud untuk operasional, keuangan, CRM, dan reporting dengan 30+ modul terintegrasi. Platform ini mendukung operasional gudang dan dapat dikustomisasi; Accurate, CEISA, tanda tangan digital, serta custom API dan webhook termasuk integrasi yang tersedia. Informasi tersebut tidak berarti semua kebutuhan pengendalian persediaan tertentu otomatis tercakup, sehingga kecocokan proses sebaiknya dibahas saat meminta demo.

Pada akhirnya, cara mengelola persediaan barang yang efektif dimulai dari definisi stok yang jelas, pencatatan konsisten, dan batas pemesanan yang masuk akal. Gabungkan metode yang sesuai, periksa kondisi fisik secara berkala, lalu gunakan hasil pengukuran untuk menyesuaikan stok agar ketersediaan dan biaya tetap seimbang.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di halaman oaktree.id.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di halaman software logistik.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di halaman software freight forwarding.

Poin Penting

  • Tujuan manajemen persediaan adalah menjaga ketersediaan barang sambil menyeimbangkan biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan risiko stockout.
  • FIFO dan FEFO mengatur urutan pengeluaran barang, sedangkan analisis ABC membantu menentukan prioritas pengendalian.
  • Titik pemesanan ulang dihitung dari pemakaian selama lead time ditambah stok pengaman.
  • Akurasi stok perlu diuji dengan mencocokkan catatan transaksi dan stok fisik, bukan hanya melihat saldo sistem.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan stok pengaman dan titik pemesanan ulang?

Stok pengaman adalah cadangan untuk menghadapi perubahan permintaan atau keterlambatan pasokan. Titik pemesanan ulang adalah batas stok yang menjadi sinyal untuk memesan kembali, dan perhitungannya mencakup kebutuhan selama lead time serta stok pengaman.

Bagaimana cara mengurangi stok berlebih dan kehabisan barang?

Tinjau pola pemakaian, lead time pemasok, dan batas pemesanan secara berkala. Pisahkan barang berdasarkan nilai, kecepatan gerak, dan masa simpannya agar keputusan pembelian tidak hanya didasarkan pada perkiraan umum.

Indikator apa yang digunakan untuk mengukur kinerja persediaan?

Indikator yang dapat digunakan meliputi akurasi stok, frekuensi stockout, perputaran persediaan, dan jumlah barang usang atau mendekati kedaluwarsa. Baca indikator tersebut bersama-sama karena stok yang tercatat akurat belum tentu cukup untuk memenuhi permintaan.

Seberapa sering perusahaan perlu melakukan pemeriksaan stok fisik?

Frekuensinya sebaiknya ditentukan berdasarkan nilai, pergerakan, risiko, dan karakter barang. Barang bernilai tinggi atau cepat bergerak dapat diperiksa lebih sering, sementara pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk membandingkan catatan dengan kondisi aktual.

Metode apa yang cocok untuk barang yang memiliki masa kedaluwarsa?

FEFO cocok untuk barang yang memiliki tanggal kedaluwarsa karena barang dengan masa kedaluwarsa terdekat dikeluarkan lebih dahulu. Penerapannya perlu didukung pencatatan tanggal kedaluwarsa dan pemeriksaan kondisi barang.

Kelola operasional logistik dalam satu platform

Jobfile, keuangan, CRM, reporting, dan integrasi CEISA untuk EMKL, EMKU, PPJK, dan distribusi. Coba demo Oaktree gratis.

Minta Demo via WhatsApp Lihat Fitur Oaktree

Bagikan:

Demo gratis Oaktree

Butuh software untuk bisnis freight forwarding?

Lihat langsung bagaimana Oaktree membantu operasional jobfile, cost, dan tracking shipment Anda.

  • Manajemen jobfile dan tracking shipment
  • Cost-to-cost dan integrasi Accurate
  • Multi-branch dan tanda tangan digital surat jalan
Jadwalkan Demo Gratis Gratis, tanpa komitmen
Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Gratis

Demo Oaktree Gratis

Kelola jobfile, cost, dan tracking shipment dalam satu software.

Minta Demo Oaktree Freight Forwarding Software
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top