Oaktree Blog

Kapan Waktu Terbaik untuk Impor Barang dari China

Daftar Isi

Bagikan:

Kapan Waktu Terbaik untuk Impor Barang dari China

Perdagangan internasional tentunya menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi modern. Bagi banyak pelaku usaha di Indonesia, impor barang dari China adalah langkah strategis untuk mendapatkan harga kompetitif, variasi produk yang luas, dan kualitas yang terjamin. 

Namun, di balik peluang besar ini, ada tantangan yang sering terlewat yaitu dalam menentukan waktu yang tepat untuk impor.  Berikut adalah pembahasan lebih detail bagaimana menentukan waktu terbaik impor dari China.

Mengapa Timing Penting dalam Impor dari China?

Menentukan waktu impor bukan sekadar soal kapan barang dibutuhkan. Ada banyak faktor eksternal yang mempengaruhi seperti: 

1. Musim Liburan di China

Sebelum Anda mengimpor barang dari China, pastikan Anda memahami siklus liburan yang berlaku di sana. Sebab, beberapa pabrik biasanya menghentikan aktivitas produksi secara total selama periode liburan besar. 

Misalnya, Tahun Baru Imlek yang berlangsung setiap awal tahun membuat sebagian besar pabrik tutup hingga 2–3 minggu. Akibatnya, proses produksi dan pengiriman barang terhenti, sehingga importir yang tidak mengantisipasi bisa mengalami kekosongan stok. 

Selain Imlek, ada juga libur nasional lain seperti Golden Week di bulan Oktober. Pada periode ini, aktivitas ekspor-impor lambat karena banyak perusahaan tutup. Akibatnya, kapasitas kontainer terbatas dan harga freight naik.  

2. Peak Season Logistik

Selanjutnya agar proses pengiriman berjalan dengan lancar maka Anda perlu memahami dinamika peak season dalam industri logistik. 

Peak season biasanya terjadi menjelang akhir tahun, terutama pada bulan November hingga Desember, ketika permintaan global meningkat karena kebutuhan liburan dan belanja besar-besaran.

Pada periode ini, kapasitas kontainer sering kali penuh, biaya freight melonjak, dan waktu tunggu pengiriman menjadi lebih lama.  

3. Kurs Mata Uang

Kegiatan impor barang tentunya mengharapkan terjadi keuntungan yang maksimal bagi pelaku usaha. Namun, keuntungan tersebut sangat dipengaruhi oleh fluktuasi kurs mata uang, khususnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. 

Karena sebagian besar transaksi internasional menggunakan dolar, perubahan kecil dalam kurs bisa berdampak besar pada harga barang dan biaya logistik.  

Misalnya, ketika rupiah melemah terhadap dolar, biaya impor otomatis meningkat. Barang yang sebelumnya terlihat murah bisa menjadi lebih mahal, sehingga margin keuntungan menurun.

 

4. Regulasi yang Adaptif

Setiap negara tentunya memiliki regulasi tersendiri, tak terkecuali di Indonesia. Dalam kegiatan impor, regulasi ini berfungsi sebagai pagar hukum sekaligus pedoman agar aktivitas perdagangan internasional berjalan sesuai aturan. 

Mulai dari ketentuan bea masuk, pajak impor, hingga prosedur dokumen kepabeanan, semuanya harus dipahami dengan baik oleh pelaku usaha. 

Baca juga  Tips Praktis Bayar Biaya Freight Forwarder dari China

Waktu Terbaik untuk Impor Barang dari China

Lantas dengan adanya faktor yang mempengaruhi, tentunya akan menimbulkan pertanyaan seperti: “Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk melakukan impor barang dari China agar biaya lebih efisien dan barang tiba tepat waktu?”  Berikut adalah rekomendasi  waktu terbaik: 

1. Pasca Tahun Baru Imlek  

Setelah libur panjang, pabrik kembali beroperasi penuh. Harga cenderung stabil, dan kapasitas produksi meningkat. Ini saat yang tepat untuk melakukan restock agar tidak kehabisan stok di pasar lokal.  

2. Low Season (Mei–Agustus)  

Pada periode ini, permintaan global menurun sehingga biaya freight lebih rendah. Kapasitas kontainer lebih longgar, sehingga peluang mendapatkan slot pengiriman lebih besar.  

3. Awal Kuartal (Januari–Maret, September–Oktober)  

Banyak perusahaan melakukan restock di awal kuartal, namun belum masuk peak season. Harga relatif stabil, dan risiko keterlambatan lebih kecil dibanding akhir tahun. 

Timing bukan hanya berarti menentukan kapan barang dibutuhkan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu membaca siklus pasar, memahami regulasi, dan mengantisipasi tantangan logistik.  Dalam konteks impor dari China, faktor seperti musim liburan, peak season, fluktuasi kurs, hingga regulasi adaptif menjadi penentu utama keberhasilan.  

Kesimpulan

Namun tentunya, semua strategi ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sistem yang efisien. Mengelola dokumen impor secara manual sering kali menimbulkan risiko: data tercecer, human error, hingga keterlambatan administrasi. 

Oleh karena itu, Oaktree hadir sebagai software freight forwarding yang dapat membantu Anda dalam mengelola seluruh dokumen melalui satu dashboard yang terintegrasi.  Tidak sekedar pengelolaan dokumen, tetapi software ini dapat terintegrasi secara seamless dengan accurate online 

Tidak sekedar pengelolaan dokumen, tetapi software ini dapat terintegrasi secara seamless dengan Accurate Online. Sehingga seluruh proses impor tidak hanya efisien dari sisi logistik, tetapi juga sinkron dengan pencatatan akuntansi bisnis Anda. 

Tertarik untuk menggunakan Oaktree? Yuk hubungi kami sekarang dan dapatkan demo secara gratis.

 

Bagikan:

Software-Freight-Forwarding
Picture of Oaktree
Oaktree

Membahas seputar Freight Forwarding, EMKL, EMKU, PPJK, Logistik & Distribusi

Semua Postingan
Berjalan sendiri itu cukup melelahkan
Mulai bersama Oaktree!

Dapatkan potongan harga menarik dari kami!
Sales: 081268881603

Scroll to Top