Dalam mengelola industri e-commerce tentunya akan ada tantangan terbesar yaitu biaya logistik. Biaya ini sering kali menjadi faktor penentu apakah sebuah bisnis online bisa bertahan dan berkembang, atau justru kehilangan daya saing.
Sehingga,tidak sedikit e-commerce yang merasa sudah optimal dalam penjualan produk, namun tetap terhambat oleh tingginya biaya pengiriman dan distribusi. Akibatnya, harga produk menjadi kurang kompetitif karena adanya tambahan ongkos kirim.
Mengapa Biaya Logistik Menjadi Tantangan Utama dalam Bisnis E-Commerce
Biaya logistik mencakup seluruh proses dari gudang hingga ke tangan konsumen. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi biaya logistik bagi e-commerce:
1. Last- Mile Delivery
Last-mile delivery (pengiriman dari pusat distribusi ke konsumen akhir) sering kali menjadi komponen biaya terbesar dalam logistik e-commerce. Ini karena pengiriman terakhir biasanya melibatkan jarak yang lebih pendek, tetapi dengan biaya yang lebih tinggi, terutama jika pengiriman dilakukan ke area yang terpencil atau padat.
2. Volume Pesanan
Volume pesanan yang tinggi dapat menguntungkan karena memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya per unit melalui skala ekonomi. Namun, jika volume pesanan tidak stabil, biaya logistik bisa meningkat karena kurangnya optimisasi dalam pengiriman atau pengelolaan inventori.
3. Jarak Distribusi
Selanjutnya, jarak distribusi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi, terutama dalam meningkatkan biaya logistik. Sebab, semakin jauh jarak distribusi, semakin tinggi biaya transportasi yang dikeluarkan.
4. Sistem Gudang
Pengelolaan gudang yang efisien sangat penting dalam mengurangi biaya logistik. Penggunaan sistem manajemen gudang (WMS) dan teknologi otomatisasi dapat mempercepat pengambilan, pengepakan, dan pengiriman barang. Namun, pengelolaan gudang yang buruk atau tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan ruang, tenaga kerja, dan waktu, yang pada akhirnya meningkatkan biaya.
5. Fluktuasi Permintaan
E-commerce sering menghadapi fluktuasi permintaan yang signifikan, terutama pada musim tertentu seperti festival belanja atau hari libur. Fluktuasi permintaan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam perencanaan pengadaan dan pengelolaan inventori.
Bagaimana Strategi Optimasi Biaya Logistik untuk Bisnis E-Commerce
Karena terdapat berbagai faktor alasan yang mendukung pentingnya optimasi biaya logistik, pemilik bisnis e-commerce perlu memahami bahwa logistik bukan hanya sekedar aktivitas pengiriman barang tetapi proses ini merupakan fondasi dalam menentukan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan daya saing bisnis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat digunakan dalam mengoptimasi biaya logistik dalam bisnis e-commerce:
1. Integrasikan Teknologi Pendukung
Dalam upaya mengoptimalkan biaya logistik, pemilik bisnis e-commerce dapat mengintegrasikan dengan teknologi pendukung seperti warehouse management system maupun transportasi management system. Hal ini sangatlah berguna memantau alur pengiriman, rute pengiriman atau bahkan stok barang.
2. Negosiasi dengan Penyedia Jasa Logistik
Langkah selanjutnya, Anda dapat bernegosiasi dengan penyedia jasa logistik. Harapannya e-commerce dapat mendapatkan harga yang affordable terhadap volume pengiriman yang tinggi. Selain itu, pihak e-commerce juga wajib untuk Menjalin hubungan jangka panjang dengan penyedia jasa logistik atau memilih jasa pengiriman yang lebih efisien dapat membantu mengurangi biaya secara signifikan.
3. Memanfaatkan Data Analitik
Data analitik adalah kunci dalam optimasi logistik, terutama ketika jasa e-commerce perlu menghadapi tantangan pengelolaan inventori, pengiriman, dan pengembalian barang. Dengan memanfaatkan data analitik, bisnis dapat membuat keputusan yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis bukti.
4. Mengotomasi Proses Logistik
Otomatisasi dalam logistik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dan mempercepat alur proses. Biasanya akan menggunakan teknologi yang berguna dalam mengotomatisasikan tugas-tugas yang memakan waktu dan meningkatkan efisiensi.
Kesimpulan
Tantangan terbesar bagi bisnis e-commerce tentunya biaya logistik. Biaya ini bukan hanya sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan faktor penentu keberlanjutan bisnis. Sebab, jika ongkos logistik membengkak, margin keuntungan perusahaan akan semakin tergerus.
Namun, perlu diketahui untuk mengoptimalkan budget logistik tentunya perlu ada strategi optimasi yang tepat. Optimasi ini bukan hanya soal efisiensi internal, tetapi juga soal membangun kepercayaan konsumen melalui transparansi biaya dan keandalan pengiriman.
Pada akhirnya, keberhasilan e-commerce modern ditentukan oleh kemampuan mengelola logistik secara cerdas. Disinilah peran oaktree sebagai software freight forwarder yang mampu memberikan solusi untuk mengintegrasi seluruh proses pengiriman makin efisien.
Jika Anda pelaku e-commerce dan ingin mengoptimalkan pengelolaan pengiriman, hubungi Oaktree hari ini dan dapatkan demonya secara gratis.


