Oaktree.id – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Barat baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Acara penting ini menjadi forum strategis bagi para pelaku usaha logistik di wilayah tersebut untuk mendiskusikan tantangan dan peluang ke depan. Salah satu poin utama yang disorot adalah perkembangan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yang diperkirakan akan membawa perubahan signifikan pada lanskap industri logistik. Selain itu, revitalisasi alat transportasi dan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur juga menjadi topik hangat, mengingat pentingnya efisiensi dan modernisasi dalam proses bongkar muat.
Perubahan KBLI 2025 dapat memengaruhi berbagai aspek operasional, mulai dari perizinan hingga klasifikasi bisnis. ALFI Sumbar berupaya untuk memastikan anggotanya siap beradaptasi dan memanfaatkan potensi baru yang muncul dari revisi ini. Di sisi lain, upaya revitalisasi alat di Teluk Bayur sangat krusial. Peningkatan kualitas dan kuantitas alat berat serta teknologi penunjang lainnya akan berdampak langsung pada kecepatan dan efektivitas layanan logistik, yang pada akhirnya dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing.
Dalam konteks ini, Oaktree.id terus berkomitmen untuk mendukung pelaku industri logistik melalui solusi teknologi yang inovatif. Memahami dinamika seperti perubahan regulasi KBLI dan kebutuhan modernisasi infrastruktur adalah kunci. Sistem manajemen logistik yang terintegrasi, seperti yang ditawarkan Oaktree.id, dapat membantu perusahaan mengelola operasional mereka dengan lebih efisien, memastikan kepatuhan terhadap regulasi baru, dan merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat.
