Oaktree.id – Kelancaran distribusi pangan di Provinsi Maluku Utara tampaknya masih menghadapi kendala signifikan. Perum Bulog Cabang Ternate mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur pergudangan menjadi tantangan utama dalam memastikan ketersediaan pangan, terutama mengingat kondisi geografis kepulauan dan daerah terpencil yang mendominasi wilayah ini.
Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasy, mengemukakan bahwa saat ini Bulog hanya mengoperasikan dua kompleks pergudangan. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar, mengingat kebutuhan penyimpanan yang besar untuk menjaga pasokan tetap aman dan stabil di seluruh penjuru Maluku Utara.
Keterbatasan gudang ini berpotensi memperlambat proses distribusi dan meningkatkan biaya logistik, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga pangan bagi masyarakat. Fenomena ini kembali menyoroti pentingnya investasi dalam infrastruktur logistik yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di daerah-daerah dengan karakteristik geografis yang unik seperti Maluku Utara.
Di Oaktree.id, kami memahami betul kompleksitas tantangan logistik yang dihadapi berbagai sektor, termasuk distribusi pangan. Dengan solusi freight forwarding software yang inovatif, kami berupaya membantu perusahaan mengoptimalkan rantai pasok mereka, mulai dari perencanaan hingga pengiriman, demi efisiensi dan efektivitas biaya.
