Oaktree.id – Pasti menjengkelkan ketika angka stok di laporan keuangan tak sesuai dengan jumlah fisik di gudang. Selisih hasil stock opname ini bukan sekadar angka, tapi sinyal adanya masalah di alur pengelolaan gudang yang berpotensi menggerogoti profit. Mulai dari kesalahan pencatatan, alur barang yang berantakan, hingga kehilangan barang yang luput dari pantauan, semua bisa jadi biang keladinya. Seringkali, fokus langsung tertuju pada staf gudang, padahal akar permasalahan seringkali lebih dalam dari itu.
Perlu dipahami, selisih stok ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari kesalahan administratif seperti salah input data saat penerimaan atau pengeluaran barang, hingga masalah operasional di lapangan. Barang rusak atau kedaluwarsa yang tidak segera di-record, pengiriman barang yang salah alamat, atau bahkan potensi pencurian yang tidak terdeteksi. Semua ini menciptakan ketidaksesuaian antara catatan dan realita di gudang.
Mengatasi selisih stock opname membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Pertama, lakukan audit mendalam terhadap seluruh proses yang berkaitan dengan inventaris. Identifikasi titik-titik rawan kesalahan, mulai dari proses penerimaan barang, penyimpanan, pengambilan barang (picking), hingga pengiriman. Libatkan tim gudang dalam proses ini untuk mendapatkan perspektif yang lebih utuh dan temukan akar masalah yang sebenarnya.
Solusi efektif seringkali datang dari penerapan teknologi yang tepat. Sistem manajemen inventaris yang terintegrasi, misalnya, dapat meminimalkan kesalahan pencatatan secara manual. Dengan software yang andal, setiap pergerakan barang tercatat secara otomatis dan real-time, mempermudah pelacakan dan mengurangi potensi selisih. Integrasi dengan sistem lain, seperti yang ditawarkan oleh Oaktree.id, bisa menjadi kunci untuk menyelaraskan data inventaris dengan proses logistik secara keseluruhan.
Selain itu, perbaiki prosedur operasional standar (SOP) di gudang. Pastikan setiap staf memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mengikuti alur kerja yang telah ditetapkan. Pelatihan rutin juga penting untuk menjaga kualitas kerja dan kesadaran akan pentingnya akurasi data inventaris. Dengan langkah-langkah ini, selisih stok bukan lagi momok yang menakutkan, melainkan masalah yang dapat diatasi secara sistematis.

