Oaktree.id – Kelancaran arus logistik di Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka, kini menghadapi tantangan serius. Ketua DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Bangka, Eko Supriyadi, secara tegas mendesak pemerintah untuk segera melakukan pengerukan alur pelayaran pelabuhan tersebut. Situasi ini krusial karena draft (kedalaman alur) yang hanya tersisa 3,2 Lws membuat kapal-kapal berkapasitas 3.000 GT tidak dapat beroperasi secara optimal. Akibatnya, kapal-kapal tersebut terpaksa menunggu air pasang untuk dapat berlayar, sebuah kondisi yang jelas menghambat efisiensi operasional.
Keterlambatan ini tentu berdampak langsung pada rantai pasok dan biaya logistik. Di Oaktree.id, kami memahami betapa pentingnya alur pelayaran yang lancar untuk menunjang bisnis freight forwarding. Keterlambatan seperti ini bisa menimbulkan biaya tambahan, penundaan pengiriman, dan ketidakpastian jadwal bagi para pelaku usaha.
Menurut keterangan Eko Supriyadi saat dihubungi Ocean Week beberapa waktu lalu, permasalahan ini telah dibahas dalam pertemuan terakhir antara pihak terkait. Harapannya, pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah pendangkalan ini. Pengerukan alur pelayaran bukan hanya tentang memudahkan kapal untuk masuk dan keluar pelabuhan, tetapi juga merupakan investasi penting untuk menjaga daya saing logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah Bangka.
Kami di Oaktree.id senantiasa mendukung upaya-upaya yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas logistik di Indonesia. Semoga pengerukan Pelabuhan Pangkal Balam dapat segera terwujud, demi kelancaran pergerakan barang dan mendukung aktivitas ekspor-impor yang lebih baik.







