Oaktree.id – Situasi menarik terjadi di dunia pelayaran internasional, di mana tiga perusahaan pelayaran terbesar asal Taiwan melaporkan penurunan pendapatan signifikan pada tahun 2025. Fenomena ini, seperti dilaporkan oleh Journal of Commerce New York, disebabkan oleh penurunan tarif angkutan barang yang berimbas langsung pada profitabilitas mereka. Evergreen Marine, salah satu raksasa pelayaran, mencatat pendapatan turun 18 persen menjadi US$12 miliar dari hampir US$15 miliar pada tahun sebelumnya. Yang Ming juga melaporkan penurunan yang serupa, menunjukkan tren yang lebih luas di industri ini.
Penurunan tarif angkutan barang ini seringkali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, penurunan biaya dapat menguntungkan bagi pemilik barang dan bisnis yang bergantung pada pengiriman internasional, karena menurunkan biaya operasional mereka. Namun, di sisi lain, seperti yang terlihat pada kasus pelayaran Taiwan ini, penurunan tarif dapat menggerus pendapatan perusahaan logistik itu sendiri.
Bagi pelaku bisnis logistik, termasuk para pemilik barang yang mengandalkan jasa freight forwarding, tren seperti ini menjadi pengingat pentingnya efisiensi dan strategi manajemen biaya yang cerdas. Di Oaktree.id, kami memahami tantangan ini. Perangkat lunak freight forwarding kami dirancang untuk membantu para profesional logistik mengoptimalkan setiap aspek operasional, mulai dari pelacakan pengiriman, manajemen kargo, hingga analisis biaya. Dengan visibilitas yang lebih baik dan proses yang terotomatisasi, bisnis dapat menavigasi fluktuasi pasar seperti penurunan tarif angkutan barang dengan lebih efektif, memastikan profitabilitas tetap terjaga di tengah dinamika industri.
