Oaktree.id – Keterlambatan operasional kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, akhirnya menemui titik terang. PT Pelni Cabang Palu melalui Kepala Cabangnya, Christian Moreys Ngl, memberikan penjelasan terkait belum beroperasinya kapal tersebut. Alasan utamanya adalah belum terpenuhinya sejumlah persyaratan teknis yang krusial.
Keputusan ini diungkapkan saat massa Aliansi Masyarakat Donggala Bangkit menggelar unjuk rasa di Pelabuhan Donggala. Ratusan warga yang hadir menyuarakan aspirasi mereka terkait situasi ini.
Bagi industri logistik, kelancaran operasional pelabuhan dan transportasi laut merupakan urat nadi distribusi barang. Keterlambatan operasional kapal seperti ini, meskipun bersifat teknis, dapat menimbulkan dampak berantai pada rantai pasok. Penundaan pengiriman, potensi peningkatan biaya, dan ketidakpastian jadwal adalah beberapa hal yang patut diwaspadai.
Di Oaktree, kami memahami betapa pentingnya visibilitas dan efisiensi dalam setiap tahapan logistik. Dengan platform perangkat lunak freight forwarding yang kami sediakan, pelaku usaha dapat memantau pergerakan kargo secara real-time, mengelola dokumen, dan mengantisipasi potensi hambatan. Pengalaman seperti yang dihadapi Pelni di Pelabuhan Donggala ini menegaskan kembali perlunya kesiapan teknis dan infrastruktur yang memadai untuk memastikan kelancaran arus logistik.
Kita berharap persoalan teknis di Pelabuhan Donggala dapat segera terselesaikan sehingga aktivitas pelayaran kembali normal, mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Tengah.
