Oaktree Blog

Logistik

TMS (Transport Management System), Kapan Bisnis Anda Butuh

TMS (Transport Management System), Kapan Bisnis Anda Butuh?

Blog Oaktree – Di era persaingan bisnis yang ketat, kecepatan dan efisiensi pengiriman barang bukan lagi nilai tambah, melainkan sebuah keharusan. Namun, mengelola armada, rute, dan pengiriman secara manual adalah pekerjaan rumit yang rentan kesalahan dan membengkakkan biaya. Inilah mengapa banyak perusahaan beralih ke Transport Management System (TMS). Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu TMS, tanda-tanda kapan bisnis Anda mutlak membutuhkannya, dan bagaimana software seperti Oaktree.id dapat menjadi solusi tuntas untuk mengoptimalkan seluruh operasi transportasi Anda. Apa Itu Transport Management System (TMS)? Secara sederhana, Transport Management System (TMS) adalah sebuah platform perangkat lunak (software) yang dirancang khusus untuk mengelola, mengotomatisasi, dan mengoptimalkan seluruh proses logistik dan transportasi barang. Anggaplah TMS sebagai “pusat kendali” atau “otak” dari operasi pengiriman Anda. Alih-alih menggunakan spreadsheet, WhatsApp, dan telepon untuk melacak pengemudi dan armada, TMS mengintegrasikan semuanya dalam satu dashboard. Fungsi utamanya mencakup tiga pilar: Perencanaan (Planning): Menentukan rute paling efisien, memilih armada yang tepat, dan mengonsolidasikan pengiriman untuk menghemat biaya. Pelaksanaan (Execution): Mengelola pengiriman harian, melacak armada secara real-time, berkomunikasi dengan pengemudi, dan menangani administrasi seperti surat jalan. Optimalisasi (Optimization): Menganalisis data kinerja, memantau biaya (seperti bahan bakar dan pemeliharaan), dan memberikan laporan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Kapan Bisnis Anda Membutuhkan TMS? Banyak bisnis, terutama yang sedang berkembang, sering tidak menyadari bahwa masalah logistik mereka sebenarnya adalah “sinyal” bahwa mereka sudah sangat membutuhkan TMS. Jika Anda mengalami salah satu dari 5 kondisi ini, saatnya mempertimbangkan implementasi TMS: 1. Biaya Transportasi Membengkak dan Tidak Terkontrol Apakah biaya bahan bakar Anda terus naik? Apakah Anda sering membayar uang lembur untuk pengemudi atau biaya tol yang tidak perlu? TMS membantu merencanakan rute terpendek dan paling efisien (route optimization) untuk menekan biaya bahan bakar dan waktu tempuh secara signifikan. 2. Pelanggan Terus Bertanya, “Barang Saya Sudah di Mana?” Keluhan pelanggan terbesar dalam logistik adalah ketidakpastian. Jika tim customer service Anda menghabiskan waktu hanya untuk menelepon pengemudi dan mencari tahu status pengiriman, Anda butuh TMS. Sistem ini menyediakan pelacakan real-time yang bisa dibagikan ke pelanggan. 3. Proses Manual yang Memakan Waktu (Spreadsheet & Kertas) Jika admin logistik Anda masih menginput data surat jalan (POD – Proof of Delivery) secara manual, menyusun jadwal di Excel, dan merekap biaya pengiriman berhari-hari, Anda membuang waktu yang berharga. TMS mengotomatisasi semua proses administrasi ini. 4. Sulit Melacak Kinerja Armada dan Pengemudi Armada mana yang paling sering bermasalah? Pengemudi mana yang paling produktif? Rute mana yang paling sering terlambat? Tanpa data, Anda tidak bisa mengambil keputusan. TMS menyediakan dashboard analitik untuk mengukur Key Performance Indicators (KPI) logistik Anda. 5. Pengelolaan Proof of Delivery (POD) Berantakan Surat jalan fisik sering hilang, rusak, atau baru kembali ke kantor berminggu-minggu setelah barang terkirim. Ini menunda proses penagihan (invoice) ke pelanggan. TMS modern menyediakan fitur e-POD, di mana pengemudi bisa langsung mengunggah foto bukti terima barang lewat aplikasi. Solusi Tuntas dengan TMS dari Oaktree.id Menjawab semua tantangan di atas, Oaktree.id hadir sebagai penyedia software ERP (Enterprise Resource Planning) yang terintegrasi, dengan modul Transport Management System (TMS) yang kuat dan dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis di Indonesia. Berbeda dengan TMS biasa yang berdiri sendiri, TMS Oaktree.id terhubung langsung dengan sistem lain seperti Warehouse Management System (WMS) dan Keuangan (Finance). Ini menciptakan alur kerja yang mulus dari pemesanan hingga penagihan. Inilah bagaimana fitur Oaktree.id menjawab masalah Anda: 1. Optimasi Rute dan Penjadwalan Otomatis Lupakan penjadwalan manual. TMS Oaktree.id secara otomatis merencanakan rute pengiriman terbaik berdasarkan lokasi, kapasitas armada, dan jadwal prioritas. Hasilnya adalah penghematan biaya bahan bakar dan pengiriman yang lebih cepat. 2. Pelacakan GPS Real-Time dan Visibilitas Penuh Fitur live tracking memungkinkan Anda memantau lokasi pasti setiap armada Anda kapan saja. Ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga memungkinkan Anda memberikan estimasi waktu kedatangan (ETA) yang akurat kepada pelanggan. 3. Manajemen Armada (Fleet Management) TMS Oaktree.id membantu Anda melacak semua aset armada. Anda dapat menjadwalkan pengingat otomatis untuk servis, perpanjangan STNK, atau penggantian oli, memastikan armada Anda selalu dalam kondisi prima dan mengurangi risiko kerusakan di jalan. 4. Bukti Pengiriman Digital (e-POD) Ucapkan selamat tinggal pada surat jalan kertas. Pengemudi dapat menggunakan aplikasi seluler untuk mengambil foto bukti terima, tanda tangan digital pelanggan, dan langsung mengunggahnya ke sistem. Tim keuangan bisa segera memproses tagihan tanpa menunggu dokumen fisik kembali. 5. Dashboard Analitik dan Laporan Komprehensif Dapatkan laporan instan mengenai biaya per kilometer, tingkat keterisian truk (utilisasi), persentase pengiriman tepat waktu, dan kinerja setiap pengemudi. Data ini sangat penting untuk terus meningkatkan efisiensi operasi Anda. Transport Management System (TMS) bukan lagi kemewahan, tetapi kebutuhan vital untuk bisnis yang bergantung pada distribusi dan logistik. Jika Anda masih bergulat dengan biaya tinggi, proses manual, dan keluhan pelanggan, itu tandanya Anda sudah harus beralih. Dengan solusi terintegrasi seperti Oaktree.id, Anda tidak hanya mendapatkan software pelacakan, tetapi partner strategis untuk mengubah departemen logistik Anda dari cost center (pusat biaya) menjadi competitive advantage (keunggulan kompetitif). Siap mentransformasi manajemen transportasi Anda menjadi lebih efisien, transparan, dan hemat biaya? Hubungi Oaktree.id hari ini untuk konsultasi gratis dan temukan bagaimana solusi TMS kami dapat diadaptasi untuk kebutuhan unik bisnis Anda.

TMS (Transport Management System), Kapan Bisnis Anda Butuh? Read More »

Memahami Beda Freight Forwarding vs Shipping Line dan Perannya

Beda Freight Forwarding vs Shipping Line dan Pahami Perannya

Blog Oaktree – Dalam dunia perdagangan internasional, proses pengiriman barang (logistik) adalah tulang punggung yang menentukan kesuksesan bisnis. Dua istilah yang sering ditemui adalah freight forwarding dan shipping line. Banyak yang mengira keduanya sama, padahal memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat berbeda. Memahami perbedaan mendasar antara freight forwarder dan shipping line adalah langkah kritis untuk memilih mitra logistik yang tepat, menghemat biaya, dan menghindari risiko penundaan. Lalu, mana yang harus Anda pilih? Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaannya dan memperkenalkan solusi untuk mengoptimalkan kerja sama Anda dengan mereka, yaitu Software Freight Forwarding dari Oaktree.id. Memahami Peran Shipping Line vs Freight Forwarder Bayangkan proses pengiriman barang dari Jakarta ke Amsterdam. Shipping line dan freight forwarder adalah dua pemain dalam rantai yang sama dengan peran berbeda. Apa Itu Shipping Line? (Pemilik Kapal) Shipping Line adalah perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan kapal-kapal kargo (container vessels) untuk mengangkut barang melalui laut. Mereka adalah “pemilik jalur laut”. Fokus Utama: Mengangkut barang dari Pelabuhan A ke Pelabuhan B. Layanan Inti: Menyediakan slot container (20ft, 40ft, dll) di kapal mereka. Analogi: Seperti maskapai penerbangan (Garuda, Lion Air) yang menyediakan kursi untuk penumpang dan kargo dari satu bandara ke bandara lain. Mereka tidak mengurusi penjemputan penumpang dari rumah atau pengantaran ke tujuan akhir. Contoh Perusahaan Shipping Line: Maersk, CMA CGM, MSC, COSCO, Evergreen. Apa Itu Freight Forwarder? (Manajer Logistik Anda) Freight Forwarder adalah perusahaan yang bertindak sebagai perantara atau manajer logistik bagi Anda (shipper). Mereka TIDAK memiliki kapal, tetapi mereka mengorganisir seluruh proses pengiriman dari awal hingga akhir. Fokus Utama: Mengatur dan mengkoordinasi seluruh perjalanan barang Anda (door-to-door atau port-to-port). Layanan Inti: Sebagai “one-stop solution”, layanan mereka mencakup: Penjemputan barang dari gudang Anda. Penanganan bea cukai (customs clearance) ekspor dan impor. Penyimpanan di gudang (warehousing). Pengurusan asuransi kargo. Booking slot kapal ke berbagai shipping line pilihan. Pengurusan dokumen (Bill of Lading, COO, dll). Pengantaran barang hingga ke gudang penerima. Analogi: Freight forwarder seperti tour travel agent. Anda ingin liburan ke Amsterdam. Travel agent yang akan mengurusi tiket pesawat (seperti booking ke shipping line), hotel, tur, asuransi perjalanan, dan transfer bandara. Anda hanya berurusan dengan satu pihak saja. Tabel Perbandingan Freight Forwarder vs Shipping Line Aspek Freight Forwarder Shipping Line Peran Perantara / Manajer Logistik Operator / Pemilik Kapal Kepemilikan Aset Umumnya tidak memiliki kapal/truk Memiliki kapal-kapal kargo Layanan Door-to-Door, lengkap (customs, dokumen, dll) Port-to-Port Fleksibilitas Rute Sangat fleksibel, bisa kombinasikan banyak carrier Tetap, sesuai jadwal dan rute mereka Harga Nilai tambah dari layanan komprehensif; seringkali bisa nego Harga ocean freight yang kompetitif Klien Utama Perusahaan/individu yang butuh solusi logistik lengkap Freight Forwarder, Perusahaan Besar dengan volume tinggi Kelebihan & Kekurangan Freight Forwarding dan Shipping Line Kelebihan Freight Forwarding Kemudahan: Satu kontak untuk semua kebutuhan. Keahlian: Memiliki ahli bea cukai dan dokumen. Fleksibilitas: Bisa menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda. Menghemat Waktu: Anda fokus pada bisnis inti, logistik ditangani ahli. Kekurangan Freight Forwarding Biaya jasa (fee) ditambahkan di atas biaya pengiriman aktual. Cocok Untuk: Sebagian besar pelaku usaha, terutama UMKM dan perusahaan yang tidak memiliki departemen logistik internal. Ideal untuk yang pertama kali ekspor-impor atau menginginkan proses yang tanpa repot. Kelebihan Shipping Line: Potensi Harga Lebih Murah untuk volume sangat besar (jika nego langsung). Komunikasi langsung dengan operator kapal. Kekurangan Shipping Line: Ribet: Anda harus mengurus sendiri semua hal di luar pengapalan: truing, customs, dokumen, dll. Membutuhkan pengetahuan logistik dan kepabeanan yang mendalam. Tidak fleksibel untuk layanan door-to-door. Cocok Untuk: Perusahaan logistik besar atau freight forwarder itu sendiri, atau perusahaan manufaktur dengan volume kontainer yang sangat tinggi dan sudah memiliki tim logistik andal di internal. Freight Forwarder adalah Pilihan Tepat untuk Efisiensi Bagi kebanyakan pelaku bisnis, freight forwarder adalah pilihan yang lebih praktis dan efisien. Mereka menyederhanakan kompleksitas logistik global, mengurangi stres, dan seringkali justru bisa menghemat biaya secara keseluruhan berkat jaringan dan keahlian mereka. Namun, kerja sama dengan freight forwarder yang baik perlu didukung oleh manajemen dan komunikasi yang efektif. Di sinilah teknologi berperan penting. Tingkatkan Kolaborasi dengan Software Freight Forwarding Oaktree.id Baik Anda sebagai shipper (pengirim barang) maupun sebagai freight forwarder itu sendiri, mengelola proses logistik yang rumit membutuhkan alat yang tepat. Software Freight Forwarding dari Oaktree.id hadir sebagai solusi all-in-one untuk mengotomasi dan menyederhanakan operasional logistik. Bagaimana Oaktree.id Membantu Anda? Kemudahan Request Quotation (RFQ): Sebagai shipper, Anda bisa meminta dan membandingkan penawaran harga dari multiple forwarder dengan mudah melalui sistem terintegrasi. Manajemen Dokumen Terpusat: Kelola semua dokumen penting (Bill of Lading, Invoice, Packing List, COO) dalam satu platform. Tidak ada lagi dokumen hilang atau tertukar. Tracking Barang Real-Time: Pantau pergerakan barang Anda 24/7 secara real-time, dari penjemputan hingga pengantaran. Transparansi yang meningkatkan kepercayaan. Otomasi Proses Berulang: Software ini mengotomasi pembuatan invoice, job order, dan pemberitahuan status, mengurangi kesalahan manual dan menghemat waktu yang signifikan. Dashboard Analytics: Dapatkan laporan dan insight kinerja logistik Anda untuk pengambilan keputusan yang lebih data-driven. Dengan menggunakan Oaktree.id, baik Anda sebagai pemilik barang maupun freight forwarder dapat bekerja sama dengan lebih sinergis, transparan, dan efisien. Pilih yang Tepat, Kelola dengan Teknologi Memilih antara freight forwarder dan shipping line bergantung pada skala, kompleksitas, dan keahlian internal bisnis Anda. Untuk sebagian besar scenario, freight forwarder adalah pilihan yang lebih cerdas. Dan untuk memaksimalkan kerja sama dengan freight forwarder pilihan Anda, gunakan Software Freight Forwarding Oaktree.id sebagai tulang punggung operasional logistik bisnis Anda. Efisiensi, transparansi, dan pertumbuhan bisnis Anda akan terasa perbedaannya. Siap mengoptimalkan proses logistik ekspor-impor Anda? Kunjungi Oaktree.id sekarang juga dan jadwalkan demo gratis untuk melihat langsung bagaimana software kami dapat mentransformasi manajemen supply chain bisnis Anda.

Beda Freight Forwarding vs Shipping Line dan Pahami Perannya Read More »

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya

Efisiensi gudang adalah kunci sukses bisnis logistik. Tanpa sistem pengelolaan yang terstruktur, risiko keterlambatan, kesalahan stok, dan kerugian operasional bisa meningkat drastis. Sayangnya, proses manual dalam pencatatan stok sering kali menyebabkan ketidaksesuaian data antara sistem dan kondisi nyata di lapangan. Sehingga dalam mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu mempersiapkan software inventory gudang. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang software inventory gudang meliputi pengertian, manfaat dan cara pengoptimalannya  Apa itu Software Inventory Gudang? Software inventory  gudang adalah sistem digital yang dirancang secara khusus dalam membantu perusahaan untuk mengelola, memantau, dan menganalisis stok barang secara otomatis. Dengan demikian, nantinya setiap pergerakan barang akan tercatat secara real-time.  Walaupun sekilas mirip dengan Warehouse Management System (WMS), software inventory gudang memiliki fungsi yang lebih spesifik. Jika WMS mengatur keseluruhan aktivitas gudang, maka software inventory memastikan data stok selalu akurat dan mudah dipantau.  Sehingga dapat disederhanakan, software inventory adalah “otak” dari manajemen stok di gudang. Sebab, adanya sistem ini akan membantu perusahaan dalam mengetahui kondisi barang sesuai real-time tanpa harus mengecek manual. Mengapa Perusahaan Logistik Menggunakan Software Inventory Gudang  Dalam meningkatkan efisiensi operasional, software inventory gudang sering digunakan. Berikut adalah manfaat lain dari penggunaan software inventory gudang: 1. Meningkatkan Efisiensi Operasional  Software inventory gudang akan bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini dikarenakan sistem akan memangkas waktu kerja dengan optimal mulai dari penerimaan barang hingga pengiriman dapat diotomatiskan dengan sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, tim gudang dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada strategis yang lebih bernilai. 2. Meningkatkan Akurasi yang Lebih Tinggi  Menggunakan software inventory gudang juga akan membantu dalam meningkatkan akurasi yang lebih tinggi. Sebab, setiap pergerakan barang akan tercatat secara otomatis di dalam sistem yang terintegrasi mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman.  Karena akurasi data yang lebih tinggi inilah yang mendorong efisiensi kerja dan pengambilan keputusan yang lebih tepat di seluruh lini operasional. 3. Meningkatkan Transparansi Data  Karena semua aktivitas operasional tercatat dalam sistem yang terintegrasi, maka software inventory gudang memungkinkan peningkatan transparansi data di seluruh proses kerja.  Dengan begitu, pihak yang berkepentingan akan mudah dalam mengakses informasi yang sama secara cepat dan akurat melalui data yang telah diinput. 4. Mendukung Skalabilitas Bisnis  Karena software ini bersifat digital, maka proses pengembangannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis. Dengan demikian, software inventory gudang mampu memberikan skalabilitas bisnis. Dengan demikian, software ini akan memberikan stabilitas yang tinggi bagi perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan operasional. Apa Saja Teknik dalam Inventory Gudang  Mengelola stok bukan hanya mencatat barang yang masuk dan keluar. Berikut adalah teknik inventory gudang yang dapat mendukung seperti:  1. FIFO (First In, First Out) Salah satu teknik yang sering digunakan adalah FIFO (First In, First Out), sesuai namanya teknik ini akan mengatur agar barang yang pertama masuk menjadi barang yang pertama dikeluarkan. Sehingga nantinya stok tetap berputar dengan baik dan risiko barang rusak atau kedaluwarsa dapat diminimalkan. 2. LIFO (Last In, First Out) Berbeda dengan FIFO, metode LIFO akan mengutamakan barang yang terakhir masuk untuk dikeluarkan terlebih dahulu. Teknik ini umumnya digunakan untuk produk non-perishable atau tahan lama, seperti bahan bangunan atau komponen industri.  Melalui teknik ini nantinya agar barang lama tetap tersimpan sebagai cadangan strategis atau untuk kebutuhan jangka panjang. 3. ABC Analysis  Selanjutnya terdapat teknik yang berfokus pada pengelompokan barang berdasarkan nilai dan tingkat pergerakannya. Misal saja Barang kategori A memiliki nilai tinggi dan perputaran cepat, B bernilai sedang, sementara C bernilai rendah dan jarang digunakan. Dengan demikian metode ini, manajemen gudang dapat menentukan prioritas pengawasan dan pengisian ulang stok berdasarkan kontribusi tiap kategori terhadap profit. 4. Just In Time (JIT) Metode JIT bertujuan untuk menjaga agar stok barang selalu dalam jumlah minimal saat hanya ada saat dibutuhkan. Teknik ini biasanya dilakukan untuk  membantu menekan biaya penyimpanan dan menghindari kelebihan stok.  Namun perlu diketahui,  metode ini membutuhkan koordinasi yang sangat baik antara pemasok, gudang, dan tim operasional agar tidak terjadi kekurangan barang. 5. Cross-Docking  Teknik Cross-Docking memungkinkan barang langsung dikirim dari pemasok ke pelanggan tanpa perlu disimpan lama di gudang.  Barang hanya transit sebentar untuk pengecekan dan pengelompokan. Sistem ini efektif untuk perusahaan logistik dengan volume pengiriman tinggi karena dapat mempercepat distribusi dan mengurangi biaya penyimpanan. Tips Mudah Mengelola Barang dengan Sistem Inventory Gudang  Mengelola barang di gudang bukan sekadar mencatat stok tetapi bagaimana agar alur keluar-masuk barang berjalan secara efisien. Berikut adalah cara mengoptimalkan sistem inventory pada gudang: 1. Tentukan Parameter Stok Minimum dan Maksimum  Setiap jenis barang sebaiknya memiliki batas stok minimum dan maksimum. Sebab, melalui peraturan ini nantinya akan membantu dalam memberitahukan jumlah stok yang menipis atau melebihi kapasitas.  Selain itu, adanya parameter ini juga membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan efisiensi penyimpanan. 2. Gunakan Barcode atau SKU  Agar memudahkan pencatatan, Anda dapat menerapkan kode unik atau SKU yang dilengkapi dengan barcode. Sehingga, nantinya saat proses pencatatan staff gudang, akan memindai barang dengan lebih cepat.  3. Lakukan Stock Opname  Walaupun sistem inventory bekerja otomatis, stock opname harus tetap dilakukan secara berkala. Sehingga nantinya dapat membantu dalam memastikan kesesuaian stock antara sistem dengan kondisi real-time di gudang. 4. Integrasikan Data Inventory dengan Sistem Lainnya Anda dapat memaksimalkan kinerja software inventory gudang dengan cara mengintegrasikannya bersama sistem lain, seperti pembelian (procurement), penjualan (sales order), keuangan (accounting), dan freight forwarder system. Melalui proses integrasi ini memungkinkan setiap divisi akan dapat mengakses stok secara real-time tanpa adanya perbedaan informasi dengan divisi lain.  Oaktree: Bantu Optimalkan Pengiriman Logistik  Software inventory gudang adalah proses yang digunakan oleh perusahaan dalam mengelola, memantau, dan menganalisis stok barang secara otomatis. Sehingga, penggunaan sistem ini  akan membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi.   Tidak sampai disitu saja, dalam memastikan kelancaran proses pengiriman,  software ini dapat diintegrasikan dengan sistem freight forwarder. Melalui integrasi tersebut, data pergerakan barang dari gudang hingga tahap distribusi akan tersinkronisasi secara real-time. Itu berarti, ketika barang keluar dari gudang, status pengiriman langsung tercatat di sistem logistik tanpa perlu input manual. Ingin gudang dan pengiriman Anda bekerja lebih efisien? Anda dapat menggunakan Oaktreee sebagai software freight forwarder yang menawarkan solusi Warehouse Management System (WMS) yang terintegrasi. Sehingga, nantinya stok, pengiriman, ataupun laporan dapat terkelola dengan satu sistem yang cerdas. Yuk coba oaktree hari ini dan temukan

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya Read More »

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda

Blog Oaktree – Menjalankan bisnis EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) di era digital ini ibarat mengemudikan kapal besar di tengah badai data. Ada job order, Bill of Lading (B/L), invoice, packing list, biaya trucking, customs, belum lagi melacak status kontainer dan kargo. Mengandalkan Excel atau tumpukan kertas bukan lagi pilihan. Itu resep pasti untuk human error, kerja lambat, dan kehilangan profit. Bisnis Anda butuh sistem, sebuah software yang dirancang khusus untuk menangani kerumitan bisnis EMKL. Tapi, jangan asal pilih. Pastikan software incaran Anda memiliki 10 fitur wajib berikut ini. 10 Fitur Wajib Software untuk Bisnis EMKL Memilih software yang tepat adalah investasi. Pastikan investasi Anda tidak sia-sia dengan memeriksa 10 fitur krusial ini. 1. Manajemen Job Order (Sales Order) yang Terpusat Ini adalah jantung operasional Anda. Software yang baik harus bisa mencatat job order (domestik, impor, atau ekspor) secara detail. Dari data pengirim, penerima, detail muatan, hingga instruksi khusus, semuanya harus terekam di satu tempat. 2. Pelacakan Laba Rugi per Job (Job Costing) Inilah fitur penentu cuan atau boncos. Anda harus bisa melacak semua pendapatan (revenue) dan biaya (cost) untuk setiap nomor job order. Berapa biaya trucking? Biaya handling pelabuhan? Biaya dokumen? Software harus bisa menghitung profitabilitas per job secara real-time. 3. Manajemen Dokumen Digital (E-Document) Bisnis EMKL adalah bisnis dokumen. Software Anda wajib punya fitur untuk meng-upload, menyimpan, dan mengelola semua dokumen terkait (B/L, P.O, Shipping Instruction, Invoice, dll.) dalam satu job order. Ini menghentikan mimpi buruk mencari dokumen di tumpukan arsip. 4. Pelacakan Status & Kargo (Real-time Tracking) Klien pasti akan bertanya, “Barang saya sudah di mana?” Software yang ideal harus memiliki fitur untuk memperbarui status perjalanan kargo, mulai dari dijemput, dimuat ke kapal, hingga tiba di tujuan. 5. Modul Penagihan (Billing) yang Terintegrasi Setelah job selesai, penagihan harus cepat dan akurat. Fitur ini harus bisa menarik data langsung dari Job Costing (biaya yang sudah ditalangi) dan Sales Order (harga yang disepakati) untuk membuat invoice secara otomatis. Tidak ada lagi drama salah ketik atau biaya terlewat. 6. Modul Akuntansi (General Ledger) yang Utuh Ini adalah pembeda antara software “biasa” dengan software “bisnis”. Saat invoice terbit, sistem harus otomatis menjurnalnya ke Piutang. Saat biaya dibayar, otomatis masuk ke Hutang atau Kas. Anda butuh laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi) yang terintegrasi, bukan software operasional yang terpisah dari akuntansi. 7. Manajemen Operasi Transportasi (Trucking/Armada) Jika Anda juga mengelola armada truk sendiri, fitur ini penting. Software harus bisa mengatur jadwal truk, mencatat biaya operasional (solar, uang jalan supir), dan melacak efisiensi penggunaan armada. 8. Manajemen Kontainer (Container Monitoring) Fitur vital untuk melacak pergerakan kontainer. Kapan kontainer diambil dari depo? Kapan harus dikembalikan? Berapa lama masa free time? Fitur ini membantu Anda menghindari biaya demurrage dan detention yang mahal. 9. Laporan Analitik & Bisnis Intelijen Data operasional Anda adalah tambang emas. Software yang baik harus menyediakan dashboard dan laporan analitik. Misalnya: Siapa klien paling profitabel? Rute mana yang paling sering bermasalah? Berapa rata-rata waktu penyelesaian job? 10. Portal Pelanggan (Customer Portal) Ini adalah nilai tambah yang luar biasa. Berikan klien Anda akses login untuk melihat status pengiriman mereka, mengunduh dokumen, dan melihat riwayat invoice. Ini mengurangi panggilan telepon ke customer service Anda dan meningkatkan profesionalisme. Bingung Mencari Itu Semua? Solusi Software Bisnis EMKL Ada di Oaktree.id Melihat daftar 10 fitur di atas mungkin terdengar rumit dan mahal. Anda mungkin berpikir harus membeli software terpisah untuk operasional, akuntansi, dan tracking. Tidak perlu. Solusi untuk semua kebutuhan tersebut ada pada Oaktree.id. Oaktree.id adalah Enterprise Resource Planning (ERP) yang dirancang khusus untuk industri logistik Indonesia, termasuk bisnis EMKL. Mengapa Oaktree.id adalah pilihan yang tepat? Spesifik EMKL: Oaktree.id dibangun berdasarkan best practice dan pain point nyata bisnis EMKL di Indonesia. Semua dalam Satu (All-in-One): Ke-10 fitur wajib di atas—mulai dari Job Order, Job Costing, Akuntansi terintegrasi, hingga Tracking—sudah menjadi satu kesatuan utuh dalam Oaktree.id. Visibilitas Penuh: Anda mendapatkan visibilitas 360 derajat terhadap bisnis Anda, dari operasional di lapangan hingga kesehatan finansial di laporan laba rugi. Otomatisasi: Mengurangi pekerjaan manual, mempercepat proses billing, dan meminimalkan human error yang merugikan. Jangan biarkan bisnis EMKL Anda terjebak dalam kerumitan manual. Digitalisasi adalah keharusan untuk bertahan dan berkembang. Saat memilih software, jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan 10 fitur kunci di atas tersedia. Dan jika Anda mencari solusi yang sudah terbukti dan terintegrasi penuh untuk mengelola bisnis EMKL Anda, Oaktree.id adalah jawabannya.

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda Read More »

Langkah Efisien Dalam Proses Aktivitas Manajemen Gudang

Langkah Efisien Dalam Proses Aktivitas Manajemen Gudang

Dalam rantai pasok modern, gudang bukan sekadar tempat menyimpan barang. Sebab, bagi freight forwarder, gudang menjadi pusat kendali arus logistik mulai dari penerimaan hingga pengiriman.  Dengan demikian, kualitas manajemen gudang akan langsung mempengaruhi akurasi stok, kecepatan pemenuhan pesanan, dan biaya operasional.  Proses Aktivitas Gudang  Dengan adanya proses aktivitas pergudangan yang baik dan terstruktur, maka akan membantu dalam menciptakan kontrol yang jelas. Berikut adalah 9 Proses aktivitas gudang yang perlu diketahui:  1. Receiving (Penerimaan Barang) Proses utama dalam aktivitas pergudangan adalah penerimaan barang. Hal ini karena digunakan untuk memastikan bahwa barang yang masuk  telah sesuai dengan permintaan.  Biasanya, staff gudang akan melakukan verifikasi menyeluruh mulai dari jumlah barang, spesifikasi, hingga kondisi dokumen seperti invoice dan purchase order telah sesuai. Perlu diketahui, jika barang tidak sesuai atau mengalami kerusakan harus segera dilaporkan.  2. Putaway (Penempatan Barang) Setelah barang telah diterima, maka akan dilanjutkan untuk diletakan pada lokasi penyimpanan yang sesuai. Sebab, penempatan barang yang sesuai, bisa jadi barang yang tersimpan tidak dapat ditemukan dengan cepat. Terlebih lagi bagi perusahaan yang memiliki gudang, tentunya memerlukan sistem penyimpanan yang efisien dan struktur dalam mendukung kelancaran proses pengiriman barang yang tepat waktu.   3. Storage (Penyimpanan)  Proses penyimpanan sangatlah krusial, sebab disinilah barang akan disimpan dalam waktu lama. Dengan demikian tanpanya pengelolaan yang efektif akan berakibat barang tidak ditemukan, memperpanjang waktu pengambilan barang, maupun tempat penyimpanan menjadi penuh.  Sehingga agar proses penyimpanan menjadi efektif, staff gudang apat mengatur barang yang akan disimpan berdasarkan kategori khusus atau bahkan karakteristiknya seperti jenis barang, ukuran, berat, dan perputaran barang. 4. Inventory Control (Pengendalian Persediaan)  Walaupun barang telah disimpan dengan baik, sehingga staff gudang akan melakukan proses pemeriksaan rutin terkait stok fisik untuk memastikan antara data dengan jumlah barang yang ada.  Sebab, proses ini akan membantu dalam proses stabilitas dan akurasi stok barang yang disimpan. 5. Order Processing (Pemrosesan Pesanan) Proses selanjutnya dalam aktivitas pergudangan adalah pemrosesan pesanan, sebab di tahap inilah sistem menghubungkan  dengan permintaan pelanggan, ketersediaan inventori, kapasitas operasional gudang, hingga jadwal/layanan carrier.  Sehingga nantinya setiap pesanan akan tervalidasi, teralokasi, dan siap untuk dieksekusi sesuai dengan tujuan. 6. Packing (Pengemasan) Agar barang tetap aman hingga sampai tujuan, maka proses packing (pengemasan) sangatlah penting. Sehingga, staff gudang harus memahami bagaimana setiap barang dikemas dengan bahan serta teknik yang sesuai, agar tidak mengalami kerusakan fisik. Perlu diingat, dalam proses ini nantinya barang yang telah dipacking akan dilabeli otomatis (misalnya AWB, atau jenis, tujuan) sehingga meminimalkan kesalahan pengiriman.  7. Shipping (Pengiriman) Pengiriman adalah proses dalam menghubungkan gudang dengan pelanggan. Pada proses aktivitas gudang, shipping akan mencakup konsolidasi pesanan, penjadwalan dock, hingga pemuatan ke kendaraan. Adanya proses ini, akan membantu dalam meningkatkan ketepatan dalam pemberangkatan paket dengan moda transportasi yang sesuai.  8. Returns Handling (Penanganan Return) Walaupun proses ini tidak selalu ada, penanganan retur tetaplah krusial karena berkaitan langsung dengan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, staff gudang perlu memahami prosedur penanganan barang retur dengan tepat, cepat, dan sesuai standar perusahaan. Tantangan Umum dalam Manajemen Gudang Dengan banyaknya proses aktivitas dalam manajemen gudang juga menghadapi tantangan umum. Berikut adalah tantanganya:  1. Ketidaktepatan Data Stok Salah satu masalah paling umum adalah perbedaan antara data stok di sistem dan jumlah fisik di gudang. Ketidaktepatan ini biasanya terjadi akibat pencatatan manual, keterlambatan pembaruan data, atau kesalahan input.  Dampaknya adalah keterlambatan pemenuhan pesanan dan meningkatnya risiko overstock maupun understock. 2. Kesalahan dalam Proses Picking dan Packing Aktivitas pengambilan dan pengemasan barang sering kali menjadi sumber kesalahan terbesar di gudang. Tanpa sistem validasi, staf dapat salah mengambil barang (mis-pick) atau salah mengemas produk, yang mengakibatkan retur pelanggan dan kerugian biaya pengiriman ulang. 3. Kurangnya Integrasi Sistem Tantangan terbesar dalam manajemen gudang tersebut adalah tidak adanya integrasi yang efisien antara Warehouse Management System (WMS), Transport Management System (TMS), dan dokumen pengiriman seperti AWB, manifest, atau packing list.  ‘ Sehingga, dengan tantangan tersebut seringkali membuat proses administrasi lambat dan memperbesar risiko kesalahan dokumen.  4. Kurangnya Visibilitas dan Pelacakan Barang Secara Real-Time Tanpa sistem pelacakan yang terintegrasi, sulit bagi staff gudang untuk mengetahui posisi barang secara akurat di setiap tahap. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan pelanggan tentang status pengiriman dan memperlambat pengambilan keputusan. Oaktree.id: Solusi Digital Untuk Freight Forwarder Yang Terintegrasi dengan Warehouse Management System.   Manajemen gudang yang baik tidak hanya soal penyimpanan, tapi tentang bagaimana setiap proses menjadi lebih efisien. Sebab, dalam proses aktivitas gudang tentunya akan melewati berbagai macam tahapan mulai penerimaan hingga return handling. Jika Anda adalah freight forwarder yang ingin mengoptimalkan seluruh aktivitas pergudangan dengan sistem otomatis dan akurat, kini saatnya beralih ke solusi digital oaktree.id. Sebab software ini rancang untuk mampu mengoptimalkan proses logistik dan distribusi. Yang menarik software ini juga telah terintegrasi dengan warehouse management system yang memiliki fitur: Integrasi otomatis antara dokumen pengiriman, stok, dan order pelanggan. Tracking real-time dari inbound hingga outbound. Manajemen multi-gudang dan multi-klien (3PL Mode). Optimasi rute picking dan slotting otomatis. Masih mau disulitkan dengan manajemen gudang yang banyak prosesnya? Yuk gunakan Oaktree sekarang untuk mengefisiensikan manajemen gudang dan pengiriman.   

Langkah Efisien Dalam Proses Aktivitas Manajemen Gudang Read More »

Solusi Manajemen Keuangan EMKL yang Struktur dengan Ini!

Solusi Manajemen Keuangan EMKL yang Struktur dengan Ini!

Blog Oaktree – Bisnis EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) memiliki kompleksitas keuangan yang unik. Setiap job order melibatkan banyak biaya ad-hoc (biaya pelabuhan, trucking, biaya bongkar muat), dan margin keuntungan ditentukan sejak awal, yaitu di tahap Quotation (Penawaran Harga). Kesalahan kecil dalam menghitung biaya awal atau keterlambatan penerbitan Invoice dapat mengancam arus kas dan profitabilitas. Oleh karena itu, Manajemen Keuangan EMKL yang terstruktur, mulai dari job order hingga penyusunan Laporan Laba Rugi, adalah kunci keberlanjutan bisnis. Untuk mengatasi kerumitan ini, perusahaan modern beralih ke solusi terintegrasi. Oaktree.id hadir sebagai Software Freight Forwarding dan Software EMKL terpopuler di Indonesia yang menjamin akurasi dan efisiensi di setiap langkah. Siklus Kritis Manajemen Keuangan EMKL Manajemen keuangan dalam industri EMKL harus mampu melacak setiap biaya dan pendapatan yang terkait dengan sebuah Jobfile (order pengiriman). Siklus ini terdiri dari tiga tahap krusial: 1. Tahap Pre-Order: Quotation yang Akurat Ini adalah titik awal penentuan margin. Quotation yang diberikan kepada pelanggan harus mencakup perhitungan yang cermat, termasuk: Estimasi Biaya (Cost Estimation): Memperkirakan semua biaya operasional yang akan timbul (trucking, biaya stevedoring, depo container, dan lain-lain). Harga Pokok Penjualan (HPP) Awal: Menentukan HPP per job order untuk menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap memberikan margin yang sehat. Reimbursement Biaya: Mengidentifikasi biaya-biaya yang nantinya akan ditagihkan kembali (reimburse) kepada pelanggan. Tantangan: Sistem manual sering gagal memperbarui biaya variabel, menyebabkan quotation tidak akurat dan berujung pada kerugian tak terduga. 2. Tahap Operasional: Kontrol Biaya dan Transaksi Selama proses pengiriman, berbagai biaya dikeluarkan (Kas Keluar) dan perlu dicatat, termasuk Cash Advance atau uang muka untuk operasional di lapangan. Akurasi di tahap ini penting untuk: Pencatatan Biaya Reimbursement: Memastikan semua biaya yang dikeluarkan atas nama pelanggan tercatat dengan baik dan siap ditagihkan. Pengendalian Cash Advance: Memonitor penggunaan uang muka oleh tim operasional dan memastikan adanya pertanggungjawaban (rekapitulasi). 3. Tahap Pasca-Order: Invoice & Laporan Laba Rugi Tahap puncak dari manajemen keuangan adalah penagihan dan pelaporan: Penerbitan Invoice: Menerbitkan Invoice berdasarkan biaya operasional yang sebenarnya (actual cost) dan harga jual yang disepakati, termasuk semua biaya reimbursement. Laporan Laba Rugi per Jobfile: Menganalisis pendapatan (dari invoice) dikurangi biaya operasional dan biaya reimbursement untuk mengetahui laba/rugi bersih spesifik dari setiap pengiriman. Ini adalah laporan terpenting untuk evaluasi performa bisnis EMKL. Solusi Software EMKL Terintegrasi untuk Jobfile Management Mengelola kompleksitas siklus keuangan di atas tanpa software khusus hampir mustahil. Oaktree.id, sebagai Software Freight Forwarding dan EMKL yang powerful, dirancang khusus untuk mengintegrasikan operasional dan keuangan dalam satu platform. Fitur Oaktree.id yang Mendukung Manajemen Keuangan EMKL   Fitur Utama Oaktree.id Manfaat bagi Manajemen Keuangan EMKL Jobfile Management Seluruh informasi order (Quotation, Biaya, Invoice) terpusat dalam satu Jobfile, memastikan data konsisten dari awal hingga akhir. Cost to Cost / Margin Analysis Secara otomatis menghitung HPP aktual dan membandingkannya dengan pendapatan, sehingga Anda bisa melihat margin profit per pengiriman secara real-time. Manajemen Quotation Memungkinkan pembuatan estimasi biaya yang cepat dan akurat, serta memonitor status penawaran yang sudah terkirim ke klien. Cash Advance & Reimbursement Mengelola uang muka, melacak pengeluaran di lapangan, dan memudahkan analisis biaya reimbursement yang belum tertagih. Sistem Akuntansi Terpadu Semua transaksi (kas masuk, kas keluar, piutang, hutang) otomatis menjadi jurnal, mempermudah penutupan buku dan penyusunan Laporan Laba Rugi. Laporan Komprehensif Menyediakan Laporan Laba Rugi per Job Order secara instan, memberikan pandangan mendalam tentang profitabilitas.   Transformasi Bisnis EMKL Anda Penguasaan Manajemen Keuangan EMKL adalah pembeda antara perusahaan yang sekadar bertahan dan perusahaan yang berkembang pesat. Dengan mengintegrasikan seluruh alur operasional dan keuangan dari Quotation hingga Laporan Laba Rugi Anda mendapatkan kontrol penuh dan kemampuan analisis yang tajam. Jangan biarkan kesalahan perhitungan biaya atau keterlambatan invoice menggerogoti profit Anda. Tingkatkan efisiensi dan akurasi bisnis logistik Anda. Pilih Oaktree.id, software yang memahami kompleksitas bisnis EMKL Anda. Siap memiliki Jobfile Management dan Laporan Laba Rugi yang akurat? Kunjungi Oaktree.id sekarang dan minta demo gratis untuk melihat bagaimana software EMKL #1 di Indonesia ini dapat merevolusi manajemen keuangan perusahaan Anda!

Solusi Manajemen Keuangan EMKL yang Struktur dengan Ini! Read More »

Revolusi Layanan Pelanggan dengan Portal Klien Logistik

Revolusi Layanan Pelanggan dengan Portal Klien Logistik

Blog Oaktree – Di era digital yang serba cepat, ekspektasi pelanggan telah berevolusi. Dalam industri logistik, pelanggan (baik B2B maupun B2C) tidak lagi cukup hanya dengan janji “barang akan sampai”. Mereka menuntut transparansi total, kendali penuh, dan informasi real-time, persis seperti yang mereka alami di platform e-commerce. Banyak perusahaan logistik dan 3PL (Third-Party Logistics) masih terjebak dalam operasional manual. Tim customer service (CS) menghabiskan 80% waktunya untuk menjawab pertanyaan yang sama berulang kali: “Barang saya sudah di mana?” “Bisa kirimkan Proof of Delivery (POD)?” “Status pesanan saya bagaimana?” Model reaktif ini tidak hanya boros secara operasional, tetapi juga menciptakan pengalaman pelanggan yang frustrasi dan ketinggalan zaman. Solusinya bukanlah menambah jumlah staf CS, melainkan mengadopsi teknologi: Portal Klien Logistik Terintegrasi. Apa Itu Portal Klien Logistik? Portal Klien Logistik adalah sebuah dashboard web atau aplikasi mobile terpusat yang aman, di mana pelanggan Anda dapat login untuk mengelola seluruh interaksi logistik mereka dengan perusahaan Anda. Ini adalah “jendela” digital yang memberi mereka akses 24/7 ke data yang relevan dengan pengiriman mereka, tanpa perlu mengangkat telepon atau mengirim email. Mengapa Portal Klien adalah Keharusan, Bukan Pilihan Mengimplementasikan portal klien bukanlah sekadar “gimmick” teknologi; ini adalah langkah strategis fundamental untuk meningkatkan layanan pelanggan secara drastis. 1. Memberdayakan Pelanggan dengan Self-Service 24/7 Pelanggan Anda tidak ingin menunggu jam kerja Anda untuk mendapatkan jawaban. Portal klien mengubah model layanan dari “menunggu” menjadi “swalayan” (self-service). Download Dokumen Mandiri: Klien dapat mengunduh dokumen krusial seperti Proof of Delivery (POD), invoice, dan Bill of Lading (BOL) kapan saja mereka butuhkan. Booking Order Mandiri: Klien dapat membuat pesanan pengiriman baru (order entry) langsung melalui portal, lengkap dengan validasi alamat dan layanan, mengurangi risiko human error dari entri data manual oleh tim Anda. 2. Mengurangi Panggilan “WISMO” (Where Is My Order?) Pertanyaan “Di Mana Pesanan Saya?” (WISMO) adalah pemboros waktu terbesar bagi tim CS logistik. Portal klien yang terintegrasi menyediakan visibilitas real-time. Pelanggan dapat melacak status pengiriman mereka secara langsung, mulai dari picking di gudang, dalam perjalanan, hingga status terkirim. 3. Membebaskan Tim CS untuk Fokus pada Masalah Bernilai Tinggi Ketika pelanggan dapat menyelesaikan 90% pertanyaan mereka secara mandiri, tim CS Anda akhirnya memiliki waktu. Mereka bisa beralih dari sekadar “operator pelacak” menjadi pemecah masalah proaktif. Mereka bisa fokus menangani kasus-kasus kompleks, mengelola eskalasi, atau bahkan membangun hubungan strategis dengan klien utama. 4. Akurasi Data dan Satu Sumber Kebenaran Ketika pesanan dimasukkan klien melalui portal, data tersebut langsung masuk ke sistem inti Anda (TMS atau WMS). Ini menghilangkan proses re-keying (pengetikan ulang) data dari email atau telepon, yang sangat rentan terhadap kesalahan. Portal memastikan bahwa apa yang dilihat klien adalah data yang sama dengan yang dilihat oleh tim operasional Anda. Kunci Sukses “Terintegrasi” adalah Segalanya Memiliki portal klien saja tidak cukup jika datanya tidak real-time. Portal yang datanya harus di-update manual oleh admin setiap malam sama buruknya dengan tidak memilikinya. Keajaiban terjadi ketika portal tersebut terintegrasi penuh dengan sistem operasional inti Anda: Integrasi WMS (Warehouse Management System): Saat barang di-scan masuk atau keluar gudang, status di portal klien langsung ter-update. Integrasi TMS (Transportation Management System): Saat pengemudi meng-update status pengiriman via aplikasi mobile-nya, klien Anda langsung melihat pembaruan tracking di portal mereka. Solusi End-to-End dengan Oaktree.id Di sinilah letak pentingnya memilih mitra teknologi yang tepat. Anda tidak bisa hanya membeli “portal” yang terisolasi. Anda membutuhkan ekosistem logistik yang terintegrasi penuh. Oaktree.id adalah penyedia solusi supply chain terdepan yang memahami kebutuhan integrasi ini. Oaktree tidak hanya menawarkan WMS dan TMS yang canggih, tetapi juga memastikan bahwa semua data dari sistem tersebut terhubung langsung ke Portal Klien yang powerful. Bagaimana Oaktree.id Mengubah Layanan Pelanggan Anda: Ekosistem Terpadu: Oaktree.id menyediakan TMS (Transportation Management System) dan WMS (Warehouse Management System) sebagai satu kesatuan. Data mengalir mulus dari gudang ke armada pengiriman. Portal Klien sebagai Jendela Data Live: Portal Klien yang disediakan Oaktree.id bukanlah aplikasi terpisah. Ini adalah interface yang langsung menarik data live dari WMS dan TMS Anda. Klien Anda melihat apa yang Anda lihat, pada detik yang sama. Transparansi dari Gudang ke Tujuan: Klien dapat melacak status pesanan mulai dari proses inbound di gudang (dikelola oleh Oaktree WMS), proses picking, hingga pengiriman last-mile (dikelola oleh Oaktree TMS). Profesionalisme dan Kepercayaan: Dengan memberikan klien Anda dashboard profesional dari Oaktree.id, Anda tidak hanya menjual jasa logistik; Anda menjual kepercayaan, transparansi, dan kemitraan teknologi. Di pasar logistik yang kompetitif, layanan pelanggan adalah pembeda utama. Berhenti membiarkan tim Anda terkubur dalam panggilan dan email administratif. Tingkatkan layanan Anda dengan memberdayakan pelanggan. Berikan mereka kendali, transparansi, dan akses self-service melalui portal klien yang terintegrasi penuh. Solusi dari Oaktree.id memungkinkan Anda beralih dari pusat panggilan yang reaktif menjadi mitra logistik digital yang proaktif dan tepercaya.

Revolusi Layanan Pelanggan dengan Portal Klien Logistik Read More »

Memahami Stuffing Dalam Istilah Logistik

Memahami Stuffing Dalam Istilah Logistik

Kunci utama dalam efisiensi dan kelancaran pengiriman adalah proses stuffing container. Sebab, proses ini langsung mempengaruhi bagaimana barang ditata dalam kontainer untuk mengoptimalkan penggunaan ruang, mengurangi biaya transportasi, dan meminimalkan risiko kerusakan barang selama pengiriman. Dengan demikian, nantinya proses ini akan membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. Artikel ini akan membahas tentang stuffing container pada logistik lebih detail.  Apa itu Stuffing? Pada dasarnya, stuffing sering ditemukan pada istilah logistik, terutama dalam konteks pengiriman barang. Sehingga, stuffing dapat diartikan sebagai proses pengemasan dan penataan barang pada kontainer atau ruang transportasi sebelum pengiriman.  Biasanya, proses stuffing pada logistik dilakukan untuk metode pengiriman dengan menggunakan kontainer, baik untuk pengiriman via laut, udara, atau darat. Yang nantinya membantu dalam mengoptimalkan ruangan yang tersedia pada kontainer agar barang dapat tertata dengan rapi dan mengurangi pemborosan ruangan yang dapat meningkatkan pengiriman barang. Jadi, dapat disederhanakan bahwa stuffing adalah proses pengemasan dan penataan barang dalam kontainer atau ruang transportasi sebelum pengiriman.    Mengapa Stuffing Digunakan Dalam Logistik?   Stuffing sangat penting dalam logistik karena dapat berdampak langsung pada biaya pengiriman dan efisiensi penggunaan ruang. Selain itu, berikut beberapa alasan mengapa stuffing digunakan:   1. Efisiensi Biaya Dengan menata barang dengan baik, perusahaan dapat mengurangi jumlah kontainer atau ruang pengiriman yang dibutuhkan, sehingga mengurangi biaya transportasi. 2. Penghematan Ruang Stuffing yang efektif memungkinkan penggunaan ruang maksimal dalam kontainer, yang berarti lebih banyak barang dapat dikirim dalam satu pengiriman. 3. Mengurangi Kerusakan Barang Teknik stuffing yang tepat juga membantu mengurangi risiko kerusakan barang selama pengiriman dengan memastikan barang tertata dengan aman dan stabil.   Apa Saja Dokumen yang Dibutuhkan saat Stuffing? Tak hanya sekedar menata barang agar saja, tetapi dalam menjaga kelancaran pengiriman barang sangat diperlukan dokumen-dokumen seperti:  Bill of Lading (B/L): Dokumen ini berfungsi sebagai bukti pengiriman dan juga kontrak antara pengirim dan penerima barang. B/L mencantumkan detail barang, pengirim, dan penerima, serta kondisi barang saat dimuat. Packing List: Merupakan daftar yang merinci barang yang dimuat dalam kontainer, termasuk jumlah, deskripsi barang, dan berat. Commercial Invoice: Dokumen ini mencatat nilai barang dan digunakan untuk tujuan bea cukai. Biasanya dilampirkan dalam proses stuffing untuk memastikan barang yang dikirim sesuai dengan ketentuan dan regulasi. Oaktree.id: Bantu Optimalkan Sistem Logistik Stuffing adalah proses yang sangat penting dalam logistik untuk memastikan pengiriman barang yang efisien dan tepat waktu. Dengan teknik ini perusahaan dapat menghemat biaya, karena adanya pengoptimalan ruang, dan mengurangi resiko kerusakan barang. Jika Anda ingin beralih dari sistem manual ke sistem digital untuk memenuhi kebutuhan logistik, penggunaan software freight forwarder dari oak tree menjadi solusi yang tepat. Hal itu, karena software ini telat dilengkapi berbagai macam modul yang dapat mempermudah pengelolaan stuffing mulai dari perencanaan hingga sistem pelakan. Masih mau dibuat bingung dalam mengelola proses logistik? Yuk gunakan oaktree.id yang siap membantu Anda dalam pengoptimalan logistik dan distribusi.   

Memahami Stuffing Dalam Istilah Logistik Read More »

Shipment Monitoring, Lacak Kontainer dari Pelabuhan Asal ke Tujuan

Shipment Monitoring, Lacak Kontainer dari Pelabuhan Asal ke Tujuan

Blog Oaktree – “Di mana posisi kontainer saya sekarang?” Pertanyaan ini adalah sumber kecemasan bagi banyak pemilik bisnis, importir, dan eksportir. Ketidakpastian dalam rantai pasok global dapat menyebabkan keterlambatan, penumpukan biaya, dan yang terburuk, ketidakpuasan pelanggan. Di sinilah shipment monitoring atau pemantauan pengiriman memegang peranan vital. Artikel ini adalah panduan lengkap Anda untuk memahami cara melacak kontainer secara efektif, mulai dari proses manual hingga solusi digital modern yang memberikan visibilitas penuh dari pelabuhan asal (port of origin) hingga pelabuhan tujuan (port of destination). Mengapa Shipment Monitoring Krusial di Era Digital? Shipment monitoring bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan strategis. Dengan pemantauan yang tepat, Anda mendapatkan kendali penuh atas logistik Anda. Meningkatkan Visibilitas & Transparansi: Anda tahu persis di mana aset Anda berada setiap saat. Ini memungkinkan perencanaan yang lebih baik untuk proses selanjutnya, seperti customs clearance dan pengiriman darat. Manajemen Risiko Proaktif: Apakah ada potensi keterlambatan karena cuaca buruk atau kepadatan di pelabuhan? Dengan pemantauan real-time, Anda bisa mendapatkan peringatan dini dan segera menyusun rencana darurat. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Memberikan informasi pelacakan yang akurat dan up-to-date kepada pelanggan akan membangun kepercayaan dan meningkatkan loyalitas mereka. Efisiensi Biaya: Dengan mengetahui perkiraan waktu kedatangan (ETA) yang akurat, Anda dapat menghindari biaya tak terduga seperti demurrage dan detention. Tantangan Pelacakan Kontainer Secara Manual Banyak perusahaan masih mengandalkan cara-cara tradisional untuk melacak kontainer, yang sering kali tidak efisien. Informasi Terfragmentasi: Anda harus membuka banyak situs web maskapai pelayaran (shipping line) yang berbeda, memasukkan nomor B/L atau kontainer satu per satu. Keterlambatan Update: Informasi yang ditampilkan sering kali tidak real-time. Status “In Transit” bisa berarti banyak hal, tanpa detail yang spesifik. Beban Kerja Administratif: Tim Anda menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari hanya untuk mengecek status dan membuat laporan manual untuk manajemen atau pelanggan. Tahapan Kunci dalam Melacak Kontainer (Port-to-Port Journey) Memahami perjalanan sebuah kontainer akan membantu Anda mengetahui titik-titik krusial yang perlu dipantau. Tahapan Deskripsi Informasi Penting 1. Booking Confirmation Pesanan Anda dikonfirmasi oleh maskapai pelayaran. Nomor Booking, Jadwal Kapal, ETD & ETA. 2. Container Gate-Out Kontainer kosong diambil dari depo dan menuju lokasi muat. Tanggal & Waktu Pengambilan. 3. Arrived at Port of Loading Kontainer tiba di pelabuhan asal dan menunggu dimuat ke kapal. Tanggal & Waktu Tiba di Pelabuhan. 4. Loaded on Vessel Kontainer berhasil dimuat ke atas kapal yang telah dijadwalkan. Konfirmasi Muat, Nama Kapal, Nomor Voyage. 5. Vessel Departure Kapal berangkat dari pelabuhan asal (ETD – Estimated Time of Departure). Tanggal Keberangkatan Aktual. 6. In-Transit Kapal dalam perjalanan. Bisa termasuk pemberhentian di transshipment port. Update posisi kapal secara berkala. 7. Arrived at Port of Discharge Kapal tiba di pelabuhan tujuan (ETA – Estimated Time of Arrival). Tanggal Kedatangan Aktual. 8. Discharged from Vessel Kontainer diturunkan dari kapal dan ditempatkan di container yard. Konfirmasi Bongkar. 9. Customs Clearance Proses kepabeanan untuk izin masuk barang. Status Clearance (misal: Jalur Merah/Hijau). 10. Gate-Out for Delivery Kontainer keluar dari pelabuhan untuk diantar ke tujuan akhir. Tanggal & Waktu Keluar Pelabuhan. Solusi Modern Otomatisasi Pelacakan dengan Oaktree.id Bayangkan jika Anda bisa memantau semua tahapan di atas dari satu dasbor tunggal, tanpa perlu membuka puluhan tab browser. Inilah yang ditawarkan oleh software freight forwarding modern seperti Oaktree.id. Oaktree.id mengubah proses pelacakan yang rumit menjadi aktivitas yang sederhana dan terpusat. Dasbor Pelacakan Terpusat: Lacak semua pengiriman Anda dari berbagai maskapai pelayaran dalam satu platform. Cukup masukkan nomor B/L atau kontainer, sistem akan menarik data secara otomatis. Update Status Real-Time: Dapatkan notifikasi otomatis untuk setiap pencapaian tahap kunci, mulai dari kapal berangkat, tiba, hingga kontainer selesai dibongkar. Customer Portal: Berikan akses kepada pelanggan Anda untuk melacak pengiriman mereka sendiri. Ini mengurangi pertanyaan berulang dan meningkatkan transparansi layanan Anda. Visibilitas Prediktif: Dengan data yang terkumpul, sistem dapat memberikan ETA yang lebih akurat, membantu Anda merencanakan operasional dengan lebih presisi. Dengan Oaktree.id, Anda tidak lagi reaktif, melainkan proaktif. Anda memiliki data untuk membuat keputusan cepat dan menjaga kelancaran rantai pasok.   FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Shipment Monitoring   Apa perbedaan ETA dan ETD? ETD (Estimated Time of Departure): Perkiraan waktu kapal berangkat dari pelabuhan asal. ETA (Estimated Time of Arrival): Perkiraan waktu kapal tiba di pelabuhan tujuan. Keduanya bisa berubah tergantung kondisi di lapangan. Bisakah saya melacak kontainer hanya dengan nama kapal? Umumnya tidak bisa. Anda memerlukan nomor identifikasi unik seperti Nomor Kontainer (contoh: TGHU1234567) atau Nomor Bill of Lading (B/L) untuk pelacakan yang akurat. Apa itu transshipment? Transshipment adalah proses di mana kontainer dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain di sebuah pelabuhan perantara sebelum mencapai tujuan akhir. Ini adalah titik kritis yang perlu dipantau karena berisiko menambah durasi pengiriman. Di tengah kompleksitas logistik global, shipment monitoring yang efektif adalah kunci untuk menjaga daya saing. Meninggalkan cara manual dan beralih ke platform terintegrasi seperti Oaktree.id akan memberikan visibilitas, kontrol, dan efisiensi yang Anda butuhkan. Ambil alih kendali penuh atas rantai pasok Anda dan ubah ketidakpastian menjadi keunggulan kompetitif.

Shipment Monitoring, Lacak Kontainer dari Pelabuhan Asal ke Tujuan Read More »

Digitalisasi Freight Forwarding, 5 Proses Bisa Diotomatisasi

Digitalisasi Freight Forwarding, 5 Proses Bisa Diotomatisasi

Blog Oaktree – Industri freight forwarding dikenal dengan kompleksitasnya yang tinggi. Mulai dari koordinasi dengan berbagai pihak, pengelolaan dokumen yang berlapis, hingga memastikan pengiriman tepat waktu. Di tengah tuntutan kecepatan dan efisiensi, proses manual tidak lagi memadai. Kesalahan kecil dalam entri data atau keterlambatan komunikasi dapat menyebabkan kerugian besar. Digitalisasi freight forwarding bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan dan berkembang. Dengan mengotomatisasi proses inti, perusahaan freight forwarding dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memberikan layanan yang lebih transparan kepada pelanggan. Lalu, dari mana harus memulai? Berikut adalah lima proses krusial dalam bisnis freight forwarding yang bisa dan seharusnya Anda otomatisasi sekarang. Perbandingan Proses Manual vs Otomatis dengan Oaktree.id   Proses Cara Manual (Tradisional) Solusi Otomatis dengan Oaktree.id 1. Quotation Menghubungi vendor satu per satu, menghitung manual di Excel, rentan salah hitung. Rate vendor tersimpan di sistem, kalkulasi biaya & profit otomatis, penawaran profesional siap dalam hitungan menit. 2. Booking Entri data ulang dari email/telepon ke sistem internal, risiko human error tinggi. Quotation yang disetujui otomatis menjadi job order, tidak ada entri data ganda. 3. Tracking Staf harus proaktif mengecek status ke maskapai & memberikan update manual ke pelanggan. Pelacakan real-time terintegrasi. Pelanggan bisa memantau sendiri via portal khusus. 4. Dokumentasi Membuat B/L, AWB, Invoice dengan copy-paste antar dokumen, memakan waktu & tidak konsisten. Semua dokumen (B/L, Invoice, dll.) dibuat otomatis dari data job order dengan sekali klik. 5. Penagihan & Laporan Tim keuangan merekap job satu per satu untuk membuat invoice. Laporan laba rugi dibuat akhir bulan. Invoice dibuat otomatis setelah pengiriman selesai. Laporan laba rugi per job bisa dilihat kapan saja. Solusi dari Oaktree.id Freight Forwarding Software Mengotomatisasi kelima proses di atas mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya tidak. Anda tidak perlu membangun sistem dari nol. Solusi seperti Oaktree.id hadir sebagai platform all-in-one yang dirancang khusus untuk industri freight forwarding di Indonesia. Oaktree.id adalah software berbasis cloud yang membantu Anda digitalisasi seluruh alur kerja freight forwarding, mulai dari penjualan hingga laporan keuangan. Manajemen Penawaran & Penjualan: Buat dan kirim penawaran harga profesional dengan cepat. Operasional Terpusat: Ubah penawaran menjadi job order secara otomatis dan kelola semua pengiriman (darat, laut, udara) dalam satu dasbor. Pelacakan Real-Time: Berikan visibilitas penuh kepada tim internal dan pelanggan mengenai status pengiriman. Keuangan Terintegrasi: Proses penagihan menjadi lebih cepat dan akurat. Pantau laba rugi setiap pengiriman dengan mudah. Dengan beralih ke sistem terintegrasi seperti Oaktree.id, Anda tidak hanya menghemat waktu dan biaya operasional, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, terukur, dan siap bersaing di era digital. Kesimpulan: Jangan biarkan proses manual menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Mulailah identifikasi proses mana yang paling memakan waktu dan otomatisasi sekarang juga. Transformasi digital adalah kunci untuk efisiensi, profitabilitas, dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

Digitalisasi Freight Forwarding, 5 Proses Bisa Diotomatisasi Read More »

Scroll to Top