Oaktree.id – Lonjakan arus logistik di akhir tahun 2025 hingga awal 2026 membawa tantangan tersendiri. Keterlambatan waktu sandar kapal dan proses bongkar muat di sejumlah pelabuhan kini menjadi sorotan. Bayangkan, kapal-kapal yang sudah tiba harus menunggu hingga 5-6 hari hanya untuk dapat merapat dan memulai aktivitas bongkar muat barang. Situasi ini tentu berdampak langsung pada biaya operasional logistik yang semakin membengkak.
Indikasi awal menunjukkan bahwa masalah ini dipicu oleh kendala operasional di pelabuhan, terutama terkait peralatan bongkar muat yang sering mengalami kerusakan. Akibatnya, produktivitas menurun drastis, menciptakan bottleneck dalam rantai pasok.
Di Oaktree.id, kami memahami betapa krusialnya efisiensi waktu dalam setiap tahapan logistik. Keterlambatan seperti ini tidak hanya mengerek biaya, tetapi juga berisiko mengganggu jadwal pengiriman dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, memiliki sistem yang terintegrasi dan transparan, seperti yang ditawarkan oleh platform Freight Forwarding Software Oaktree, menjadi semakin penting. Dengan visibilitas penuh atas setiap pergerakan, pelaku logistik dapat mengantisipasi potensi penundaan dan mencari solusi alternatif untuk meminimalkan dampak negatif.
