Oaktree.id – Perkembangan terbaru mengenai penolakan terhadap perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi sorotan penting bagi para pelaku usaha di sektor distribusi, freight forwarding, EMKL, dan EMKU.
Dampak Negatif Perubahan KBLI Terhadap Bisnis Lokal
Menurut laporan dari Kaltengpos.jawapos.com, ALFI Kalteng secara tegas menolak perubahan KBLI yang dinilai dapat memberikan ancaman signifikan terhadap usaha-usaha logistik lokal. Kekhawatiran utama terletak pada potensi hilangnya daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ini akibat regulasi yang baru.

Potensi Kenaikan Biaya Logistik yang Mengkhawatirkan
Selain ancaman terhadap kelangsungan bisnis lokal, perubahan KBLI ini juga diprediksi akan memicu lonjakan biaya logistik. Peningkatan biaya operasional dan potensi hambatan birokrasi yang timbul dari klasifikasi usaha yang baru dikhawatirkan akan berimbas pada efisiensi rantai pasok secara keseluruhan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi Sobat Oaktree yang mengandalkan kelancaran dan efektivitas biaya dalam setiap pengiriman.
Seruan untuk Tinjauan Ulang Regulasi
Penolakan dari ALFI Kalteng ini menegaskan pentingnya evaluasi mendalam terhadap setiap perubahan regulasi yang berdampak pada sektor logistik. Diharapkan agar pemerintah mempertimbangkan kembali dampaknya terhadap ekosistem bisnis yang ada, terutama bagi para pelaku usaha lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Kolaborasi dan dialog antara regulator dan pelaku industri logistik menjadi kunci untuk menciptakan kebijakan yang berpihak dan mendukung pertumbuhan sektor ini.
🚀 Optimalkan Sistem Logistik & Freight Forwarding Anda!
Kelola operasional EMKL, EMKU, Distribusi, hingga Manajemen Gudang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi dengan software ERP Logistik dari Oaktree.id.






