Deprecated: Using null as an array offset is deprecated, use an empty string instead in /var/www/vhosts/oaktree.id/blog.oaktree.id.oaktree.id/wp-includes/functions.php on line 1194
Oaktree Blog

7 November 2025

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya

Efisiensi gudang adalah kunci sukses bisnis logistik. Tanpa sistem pengelolaan yang terstruktur, risiko keterlambatan, kesalahan stok, dan kerugian operasional bisa meningkat drastis. Sayangnya, proses manual dalam pencatatan stok sering kali menyebabkan ketidaksesuaian data antara sistem dan kondisi nyata di lapangan. Sehingga dalam mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu mempersiapkan software inventory gudang. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang software inventory gudang meliputi pengertian, manfaat dan cara pengoptimalannya  Apa itu Software Inventory Gudang? Software inventory  gudang adalah sistem digital yang dirancang secara khusus dalam membantu perusahaan untuk mengelola, memantau, dan menganalisis stok barang secara otomatis. Dengan demikian, nantinya setiap pergerakan barang akan tercatat secara real-time.  Walaupun sekilas mirip dengan Warehouse Management System (WMS), software inventory gudang memiliki fungsi yang lebih spesifik. Jika WMS mengatur keseluruhan aktivitas gudang, maka software inventory memastikan data stok selalu akurat dan mudah dipantau.  Sehingga dapat disederhanakan, software inventory adalah “otak” dari manajemen stok di gudang. Sebab, adanya sistem ini akan membantu perusahaan dalam mengetahui kondisi barang sesuai real-time tanpa harus mengecek manual. Mengapa Perusahaan Logistik Menggunakan Software Inventory Gudang  Dalam meningkatkan efisiensi operasional, software inventory gudang sering digunakan. Berikut adalah manfaat lain dari penggunaan software inventory gudang: 1. Meningkatkan Efisiensi Operasional  Software inventory gudang akan bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini dikarenakan sistem akan memangkas waktu kerja dengan optimal mulai dari penerimaan barang hingga pengiriman dapat diotomatiskan dengan sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, tim gudang dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada strategis yang lebih bernilai. 2. Meningkatkan Akurasi yang Lebih Tinggi  Menggunakan software inventory gudang juga akan membantu dalam meningkatkan akurasi yang lebih tinggi. Sebab, setiap pergerakan barang akan tercatat secara otomatis di dalam sistem yang terintegrasi mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman.  Karena akurasi data yang lebih tinggi inilah yang mendorong efisiensi kerja dan pengambilan keputusan yang lebih tepat di seluruh lini operasional. 3. Meningkatkan Transparansi Data  Karena semua aktivitas operasional tercatat dalam sistem yang terintegrasi, maka software inventory gudang memungkinkan peningkatan transparansi data di seluruh proses kerja.  Dengan begitu, pihak yang berkepentingan akan mudah dalam mengakses informasi yang sama secara cepat dan akurat melalui data yang telah diinput. 4. Mendukung Skalabilitas Bisnis  Karena software ini bersifat digital, maka proses pengembangannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis. Dengan demikian, software inventory gudang mampu memberikan skalabilitas bisnis. Dengan demikian, software ini akan memberikan stabilitas yang tinggi bagi perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan operasional. Apa Saja Teknik dalam Inventory Gudang  Mengelola stok bukan hanya mencatat barang yang masuk dan keluar. Berikut adalah teknik inventory gudang yang dapat mendukung seperti:  1. FIFO (First In, First Out) Salah satu teknik yang sering digunakan adalah FIFO (First In, First Out), sesuai namanya teknik ini akan mengatur agar barang yang pertama masuk menjadi barang yang pertama dikeluarkan. Sehingga nantinya stok tetap berputar dengan baik dan risiko barang rusak atau kedaluwarsa dapat diminimalkan. 2. LIFO (Last In, First Out) Berbeda dengan FIFO, metode LIFO akan mengutamakan barang yang terakhir masuk untuk dikeluarkan terlebih dahulu. Teknik ini umumnya digunakan untuk produk non-perishable atau tahan lama, seperti bahan bangunan atau komponen industri.  Melalui teknik ini nantinya agar barang lama tetap tersimpan sebagai cadangan strategis atau untuk kebutuhan jangka panjang. 3. ABC Analysis  Selanjutnya terdapat teknik yang berfokus pada pengelompokan barang berdasarkan nilai dan tingkat pergerakannya. Misal saja Barang kategori A memiliki nilai tinggi dan perputaran cepat, B bernilai sedang, sementara C bernilai rendah dan jarang digunakan. Dengan demikian metode ini, manajemen gudang dapat menentukan prioritas pengawasan dan pengisian ulang stok berdasarkan kontribusi tiap kategori terhadap profit. 4. Just In Time (JIT) Metode JIT bertujuan untuk menjaga agar stok barang selalu dalam jumlah minimal saat hanya ada saat dibutuhkan. Teknik ini biasanya dilakukan untuk  membantu menekan biaya penyimpanan dan menghindari kelebihan stok.  Namun perlu diketahui,  metode ini membutuhkan koordinasi yang sangat baik antara pemasok, gudang, dan tim operasional agar tidak terjadi kekurangan barang. 5. Cross-Docking  Teknik Cross-Docking memungkinkan barang langsung dikirim dari pemasok ke pelanggan tanpa perlu disimpan lama di gudang.  Barang hanya transit sebentar untuk pengecekan dan pengelompokan. Sistem ini efektif untuk perusahaan logistik dengan volume pengiriman tinggi karena dapat mempercepat distribusi dan mengurangi biaya penyimpanan. Tips Mudah Mengelola Barang dengan Sistem Inventory Gudang  Mengelola barang di gudang bukan sekadar mencatat stok tetapi bagaimana agar alur keluar-masuk barang berjalan secara efisien. Berikut adalah cara mengoptimalkan sistem inventory pada gudang: 1. Tentukan Parameter Stok Minimum dan Maksimum  Setiap jenis barang sebaiknya memiliki batas stok minimum dan maksimum. Sebab, melalui peraturan ini nantinya akan membantu dalam memberitahukan jumlah stok yang menipis atau melebihi kapasitas.  Selain itu, adanya parameter ini juga membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan efisiensi penyimpanan. 2. Gunakan Barcode atau SKU  Agar memudahkan pencatatan, Anda dapat menerapkan kode unik atau SKU yang dilengkapi dengan barcode. Sehingga, nantinya saat proses pencatatan staff gudang, akan memindai barang dengan lebih cepat.  3. Lakukan Stock Opname  Walaupun sistem inventory bekerja otomatis, stock opname harus tetap dilakukan secara berkala. Sehingga nantinya dapat membantu dalam memastikan kesesuaian stock antara sistem dengan kondisi real-time di gudang. 4. Integrasikan Data Inventory dengan Sistem Lainnya Anda dapat memaksimalkan kinerja software inventory gudang dengan cara mengintegrasikannya bersama sistem lain, seperti pembelian (procurement), penjualan (sales order), keuangan (accounting), dan freight forwarder system. Melalui proses integrasi ini memungkinkan setiap divisi akan dapat mengakses stok secara real-time tanpa adanya perbedaan informasi dengan divisi lain.  Oaktree: Bantu Optimalkan Pengiriman Logistik  Software inventory gudang adalah proses yang digunakan oleh perusahaan dalam mengelola, memantau, dan menganalisis stok barang secara otomatis. Sehingga, penggunaan sistem ini  akan membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi.   Tidak sampai disitu saja, dalam memastikan kelancaran proses pengiriman,  software ini dapat diintegrasikan dengan sistem freight forwarder. Melalui integrasi tersebut, data pergerakan barang dari gudang hingga tahap distribusi akan tersinkronisasi secara real-time. Itu berarti, ketika barang keluar dari gudang, status pengiriman langsung tercatat di sistem logistik tanpa perlu input manual. Ingin gudang dan pengiriman Anda bekerja lebih efisien? Anda dapat menggunakan Oaktreee sebagai software freight forwarder yang menawarkan solusi Warehouse Management System (WMS) yang terintegrasi. Sehingga, nantinya stok, pengiriman, ataupun laporan dapat terkelola dengan satu sistem yang cerdas. Yuk coba oaktree hari ini dan temukan

Software Inventory Gudang: Pengertian, Manfaat dan Tekniknya Read More »

Panduan Lengkap Cara Menghitung Pajak Fright Forwarder (convert.io)

Panduan Lengkap Cara Menghitung Pajak Fright Forwarder

Dalam menciptakan rantai logistik global yang efisien, bisnis freight forwarding memegang peran penting sebagai penghubung antara produsen, pemasok, dan pelanggan di berbagai negara. Sebab, setiap pengiriman yang dilakukan bukan sekedar perpindahan barang saja, tetapi juga soal dokumen seperti biaya pajak. Namun, sering kali pajak dalam freight forwading mendapatkan tantangan tersendiri. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai pajak freight forwarding meliputi pengertian, manfaat, dan jenisnya.   Apa itu Pajak Fright Forwarder? Pajak freight forwarding adalah ketentuan perpajakan yang dikenakan atas jasa pengurusan transportasi/pengiriman barang yang dilakukan oleh forwarder. Biasanya pajak pada Fright Forwarder (FF) ini akan mencakup pengaturan dokumen, koordinasi carrier/trucking/pergudangan, hingga billing kepada klien. Sehingga, dapat disederhanakan bahwa pajak ini mencakup keseluruhan kewajiban perpajakan yang timbul dari aktivitas pengelolaan pengiriman barang, baik secara langusng maupun tidak langsung. Itu artinya, dalam proses logistik biasanya akan terdapat pajak yang mungkin saja timbul seperti PPN atau PPh. Aturan pajak FF ini telah diatur dalam regulasi yang berlaku di Indonesia. Berikut adalah aturan yang mengaturnya:   Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, sebagai dasar regulasi utama pengaturan pengenaan barang dan jasa kena pajak pertambahan nilai, salah satunya jasa freight forwarding. UU No. 36 Tahun 2008, sebagai regulasi utama dasar pengenaan pajak penghasilan, salah satunya dari jasa freight forwarding. Peraturan Menteri Keuangan No.  141/PMK.03/2015, yang menjadi cuan pemotongan PPh Pasal 23 untuk jasa freight forwarding yang dihitung dari nilai jasa yang dibayarkan. PMK No. 71/PMK.03/2022, yang mengatur jenis jasa dikenai PPN dengan tarif tertentu, termasuk jasa pengurusan transportasi yang di dalamnya ada biaya pengiriman. PMK No. 11 Tahun 2025, yang mengatur penetapan tarif PPN khusus untuk jasa freight forwarding terbaru.   Mengapa Freight Forwarder Perlu Memahami Perpajakan    Dalam bisnis logistik, nilai transaksi bisa besar dan melibatkan banyak invoice serta vendor. Sebab, ketika terdapat kesalahan dalam perpajakan bisa saja membuat rekonsiliasi menjadi berantakan atau yang lebih parah saat audit dan menemukan selisih akan menimbulkan sanksi. Selain itu dengan memahami perpajak maka forwarder akan mendapatkan manfaat seperti:   1. Menjaga Margin Keuntungan Dengan FF memahami pajak, pemisahan fee (jasa FF) dan reimbursable/disbursement (biaya pihak ketiga yang diteruskan apa adanya) menjadi jelas. Dengan demikian, adanya perpajakan sangat krusial dalam freight forwarder karena menentukan seberapa besar pendapatan yang benar-benar menjadi keuntungan perusahaan.     2. Melancarkan Cashflow Tak hanya itu saja, ketika perusahaan freight forwarder memahami perpajakan maka cashflow akan menjadi lebih lancar dan terprediksi. Dengan mengetahui kapan waktu penerbitan e-Faktur, saat terutang PPN, maupun kapan klien melakukan pemotongan PPh 23, perusahaan dapat mengatur arus kas masuk dan keluar secara lebih efisien.  Bukti potong pajak yang cepat diterima juga bisa segera dikreditkan dalam pelaporan, sehingga tidak menumpuk menjadi piutang pajak.   3. Menjamin Kepatuhan Dokumen Yang tidak kalah penting, melalui pemahaman pajak perusahaan freight forwarder bisa menjaga rantai dokumen tetap utuh dan bisa ditelusuri. Itu artinya setiap transaksi akan memiliki rekam jejak yang rapi mulai dari SO, job order, hingga e-faktur.  Jenis Pajak Freight Forwarder Dalam penerapannya, jasa freight forwarding akan dikenakan beberapa jenis pajak sesuai dengan transaksi yang dilakukan. Berikut adalah jenisnya: 1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN berlaku atas penyerahan jasa freight forwarding yang dilakukan di dalam daerah pabean Indonesia. Namun, tidak semua biaya menjadi objek PPN. Bila freight forwarder bertindak sebagai principal, seluruh nilai penyerahan jasa yang ditagihkan ke klien merupakan dasar pengenaan pajak.  Sebaliknya, bila hanya sebagai agent, PPN hanya dikenakan atas fee jasa saja. Contoh sederhana: Biaya jasa forwarding: Rp10.000.000 Biaya trucking (reimbursable): Rp5.000.000 → Dasar PPN hanya Rp10.000.000 (bukan total Rp15.000.000). Selain itu, PPN masukan dari vendor seperti trucking atau pergudangan dapat dikreditkan selama faktur pajaknya sesuai dan nama NPWP-nya sama. 2. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 Klien biasanya wajib memotong PPh 23 atas jasa freight forwarding dengan tarif sesuai peraturan terbaru. Pemotongan dilakukan pada saat pembayaran atau saat terutang penghasilan.  Bukti potong ini menjadi piutang pajak bagi perusahaan freight forwarding dan akan dikreditkan saat pelaporan SPT tahunan. Jika klien berasal dari luar negeri dan tidak memiliki NPWP Indonesia, maka berlaku PPh 26, dengan tarif sesuai ketentuan pajak internasional atau perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty) bila ada. 3. Pajak Lain yang Terkait Kadang, freight forwarder juga berurusan dengan biaya pihak ketiga seperti asuransi, fumigasi, stuffing, dan storage. Untuk biaya semacam ini, penting memastikan siapa yang menerbitkan faktur pajak: apakah vendor langsung ke klien, atau melalui freight forwarder sebagai penyalur.  Kesalahan menentukan hal ini bisa membuat laporan pajak tidak sinkron antara faktur keluaran dan masukan. Contoh Perhitungan Pajak Fright Forwarder  Untuk membantu Anda dalam memahaminya, pada artikel ini juga dilengkapi dengan contoh perhitungan pajak. Berikut adalah contoh perhitungannya: 1. Contoh Perhitungan PPN Jasa Freight Forwarding PT Maju Mundur memberikan jasa freight forwarding kepada PT ABC dengan nilai tagihan sebesar Rp20.000.000 (sudah termasuk biaya transportasi).   Langkah Perhitungan: 1. Tentukan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) DPP untuk jasa freight forwarding adalah 10% dari nilai tagihan. DPP = 10% x Rp20.000.000 = Rp2.000.000. 2. Hitung PPN Terutang Tarif PPN yang berlaku saat ini 11%. PPN = 11% x DPP = 11% x Rp2.000.000 = Rp220.000. 3. Atau gunakan tarif efektif Tarif  efektif PPN jasa freight forwarding adalah 1,1% dari nilai tagihan. PPN = 1,1% x Rp20.000.000 = Rp220.000. B. Contoh Perhitungan PPh 23 Jasa Freight Forwarding PT ABC memberikan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) kepada PT CBA dengan nilai tagihan Rp800.000.000. 1. Perhitungan PPh 23: = Nilai Bruto x Tarif PPh 23 = Rp800.000.000 x 2% = Rp1.6000.000 Jadi, PT CBA  wajib memotong PPh 23 sebesar Rp1.600.000 dari pembayaran kepada PT ABC dan menyetorkan ke kas negara. Dengan catatan  PT ABC harus menerbitkan bukti potong PPh 23 kepada PT CBA  sebagai bukti pemotongan pajak. Checklist Dokumen Pajak Agar dapat membantu dalam proses audit nantinya, perusahaan fright forwarder harus dapat menyiapkan dokumen berikut ini:  Quotation dan kontrak kerja sama Job order dan cost sheet Invoice vendor pihak ketiga e-Faktur keluaran dan masukan Bukti potong PPh 23/26 Bukti bayar dan rekonsiliasi SPT Memahami perpajakan dalam freight forwarder sangatlah krusial. Sebab, akan mencakup pengaturan dokumen, koordinasi, hingga penagihan. Regulasi di Indonesia, seperti UU PPN dan PPh, serta Peraturan Menteri Keuangan, mengatur jenis pajak ini. Tak hanya itu pemahaman perpajakan juga

Panduan Lengkap Cara Menghitung Pajak Fright Forwarder Read More »

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda

Blog Oaktree – Menjalankan bisnis EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) di era digital ini ibarat mengemudikan kapal besar di tengah badai data. Ada job order, Bill of Lading (B/L), invoice, packing list, biaya trucking, customs, belum lagi melacak status kontainer dan kargo. Mengandalkan Excel atau tumpukan kertas bukan lagi pilihan. Itu resep pasti untuk human error, kerja lambat, dan kehilangan profit. Bisnis Anda butuh sistem, sebuah software yang dirancang khusus untuk menangani kerumitan bisnis EMKL. Tapi, jangan asal pilih. Pastikan software incaran Anda memiliki 10 fitur wajib berikut ini. 10 Fitur Wajib Software untuk Bisnis EMKL Memilih software yang tepat adalah investasi. Pastikan investasi Anda tidak sia-sia dengan memeriksa 10 fitur krusial ini. 1. Manajemen Job Order (Sales Order) yang Terpusat Ini adalah jantung operasional Anda. Software yang baik harus bisa mencatat job order (domestik, impor, atau ekspor) secara detail. Dari data pengirim, penerima, detail muatan, hingga instruksi khusus, semuanya harus terekam di satu tempat. 2. Pelacakan Laba Rugi per Job (Job Costing) Inilah fitur penentu cuan atau boncos. Anda harus bisa melacak semua pendapatan (revenue) dan biaya (cost) untuk setiap nomor job order. Berapa biaya trucking? Biaya handling pelabuhan? Biaya dokumen? Software harus bisa menghitung profitabilitas per job secara real-time. 3. Manajemen Dokumen Digital (E-Document) Bisnis EMKL adalah bisnis dokumen. Software Anda wajib punya fitur untuk meng-upload, menyimpan, dan mengelola semua dokumen terkait (B/L, P.O, Shipping Instruction, Invoice, dll.) dalam satu job order. Ini menghentikan mimpi buruk mencari dokumen di tumpukan arsip. 4. Pelacakan Status & Kargo (Real-time Tracking) Klien pasti akan bertanya, “Barang saya sudah di mana?” Software yang ideal harus memiliki fitur untuk memperbarui status perjalanan kargo, mulai dari dijemput, dimuat ke kapal, hingga tiba di tujuan. 5. Modul Penagihan (Billing) yang Terintegrasi Setelah job selesai, penagihan harus cepat dan akurat. Fitur ini harus bisa menarik data langsung dari Job Costing (biaya yang sudah ditalangi) dan Sales Order (harga yang disepakati) untuk membuat invoice secara otomatis. Tidak ada lagi drama salah ketik atau biaya terlewat. 6. Modul Akuntansi (General Ledger) yang Utuh Ini adalah pembeda antara software “biasa” dengan software “bisnis”. Saat invoice terbit, sistem harus otomatis menjurnalnya ke Piutang. Saat biaya dibayar, otomatis masuk ke Hutang atau Kas. Anda butuh laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi) yang terintegrasi, bukan software operasional yang terpisah dari akuntansi. 7. Manajemen Operasi Transportasi (Trucking/Armada) Jika Anda juga mengelola armada truk sendiri, fitur ini penting. Software harus bisa mengatur jadwal truk, mencatat biaya operasional (solar, uang jalan supir), dan melacak efisiensi penggunaan armada. 8. Manajemen Kontainer (Container Monitoring) Fitur vital untuk melacak pergerakan kontainer. Kapan kontainer diambil dari depo? Kapan harus dikembalikan? Berapa lama masa free time? Fitur ini membantu Anda menghindari biaya demurrage dan detention yang mahal. 9. Laporan Analitik & Bisnis Intelijen Data operasional Anda adalah tambang emas. Software yang baik harus menyediakan dashboard dan laporan analitik. Misalnya: Siapa klien paling profitabel? Rute mana yang paling sering bermasalah? Berapa rata-rata waktu penyelesaian job? 10. Portal Pelanggan (Customer Portal) Ini adalah nilai tambah yang luar biasa. Berikan klien Anda akses login untuk melihat status pengiriman mereka, mengunduh dokumen, dan melihat riwayat invoice. Ini mengurangi panggilan telepon ke customer service Anda dan meningkatkan profesionalisme. Bingung Mencari Itu Semua? Solusi Software Bisnis EMKL Ada di Oaktree.id Melihat daftar 10 fitur di atas mungkin terdengar rumit dan mahal. Anda mungkin berpikir harus membeli software terpisah untuk operasional, akuntansi, dan tracking. Tidak perlu. Solusi untuk semua kebutuhan tersebut ada pada Oaktree.id. Oaktree.id adalah Enterprise Resource Planning (ERP) yang dirancang khusus untuk industri logistik Indonesia, termasuk bisnis EMKL. Mengapa Oaktree.id adalah pilihan yang tepat? Spesifik EMKL: Oaktree.id dibangun berdasarkan best practice dan pain point nyata bisnis EMKL di Indonesia. Semua dalam Satu (All-in-One): Ke-10 fitur wajib di atas—mulai dari Job Order, Job Costing, Akuntansi terintegrasi, hingga Tracking—sudah menjadi satu kesatuan utuh dalam Oaktree.id. Visibilitas Penuh: Anda mendapatkan visibilitas 360 derajat terhadap bisnis Anda, dari operasional di lapangan hingga kesehatan finansial di laporan laba rugi. Otomatisasi: Mengurangi pekerjaan manual, mempercepat proses billing, dan meminimalkan human error yang merugikan. Jangan biarkan bisnis EMKL Anda terjebak dalam kerumitan manual. Digitalisasi adalah keharusan untuk bertahan dan berkembang. Saat memilih software, jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan 10 fitur kunci di atas tersedia. Dan jika Anda mencari solusi yang sudah terbukti dan terintegrasi penuh untuk mengelola bisnis EMKL Anda, Oaktree.id adalah jawabannya.

10 Fitur yang Wajib Ada di Software Bisnis EMKL Anda Read More »

Scroll to Top