Oaktree Blog

Kubikasi Kontainer: Pengertian dan Penjelasannya

kubikasi-kontainer

Kubikasi kontainer – Kubikasi kontainer saat ini menjadi metode yang digunakan untuk menghitung volume dari kargo. Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk mengetahui cara menghitung kubikasi agar Anda tahu cara menghitung biaya transportasi.

Pengiriman kargo terutama untuk impor menggunakan penghitungan dari volume barang yang dikirim. Berikut adalah penjelasan mengenai penghitungan kubikasi.

Pengertian Kubikasi Kontainer

Apabila perusahaan Anda ingin membeli barang secara impor terutama dalam jumlah banyak, Anda harus tahu apa itu kubikasi. Kubikasi barang diperuntukan untuk menghitung biaya pengiriman.

Biasanya dalam pengiriman jarak jauh, banyak orang yang memilih pengiriman dengan mode LCL atau Less Container Load. Biaya pengiriman LCL dihitung menggunakan CBM atau freight ton.

Baca juga  Fasilitas Logistik adalah : Pengertian dan Jenisnya

CBM sendiri adalah singkatan dari Cubic Meter merupakan satuan yang digunakan untuk menghitung volume kargo. Sedangkan metric ton adalah pengukuran berat kargo. 1 MT sama dengan 1000 kg.

Penghitungan biaya pengiriman dengan metode freight ton atau revenue ton disebut juga w/m atau weight measurement. Cara ini menentukan apakah pengiriman cargo dihitung menurut berat atau volumenya. Biasanya biaya pengiriman menggunakan yang lebih besar di antara CBM atau metric ton.

Baca Juga : Customs Clearance adalah: Definisi dan Tahapannya

Cara Menghitung Kubikasi Kargo

Cara menghitung kubikasi kargo cukup dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi kargo. Misal suatu barang mempunyai ukuran 3 x 2 x 1 m, kubikasnya adalah 6 CBM.

Ada tiga jenis kargo pengiriman barang, yaitu darat, laut, dan udara. Semuanya mempunyai satuan perhitungan yang berbeda karena perbedaan cara pengiriman. Untuk pengiriman kargo darat dan laut, perhitungan dalam kubikasi biasanya digunakan untuk pengiriman dengan jumlah yang besar. Ada juga penghitungan menggunakan berat volume barang.

Baca juga  Aturan Mudik 2023 di Pelabuhan Merak - Bakauheni

Perhitungan Kargo Darat dan Laut

Berat volume berbeda dengan berat aktual atau berat sebenarnya. Contohnya barang yang akan dikirim memiliki berat aktual 35 kg. Barang memiliki dimensi 50 x 50 x 50 cm3. Satuan kargo darat dan laut adalah 4.000. Maka berat volume barang tersebut adalah (50 x 50 x 50)/4.000 = 31,25 kg volume. Berat aktual di atas berat volume, tetapi yang digunakan untuk perhitungan adalah berat volume.

Sedangkan perhitungan dengan kubikasi menggunakan satuan per 1.000.000. Misalnya, kargo berukuran 200 x 200 x 200 cm3 maka perhitungan kubikasinya adalah (200 x 200 x 200)/1.000.000 = 8 M3.

Baca juga  Porl of Lading : Dokumen Yang Harus Anda Ketahui

Perhitungan Kargo Udara

Untuk penghitungan kargo udara biasanya menggunakan kubikasi hanya untuk pengiriman barang dalam ukuran dan jumlah besar. Satuan yang digunakan untuk menghitung kargo udara jelas berbeda dengan kargo darat dan laut. Biaya yang dikeluarkan kargo udara pun lebih mahal, namun barang lebih cepat sampai di alamat Anda.

Untuk melakukan penghitungan berat volume kargo udara, satuan yang digunakan adalah 6.000. Contohnya misal barang berukuran 50 x 50 x 50 cm3 maka berat volumenya adalah (50 x 50 x 50)/6.000 = 20,83 kg volume.

Berat volume inilah yang digunakan untuk perhitungan walaupun berat aktualnya jauh di atas itu, misalnya 50 kg.

Baca Juga : eService INSW : Cara Mengetahui Tarif HS Code

Software Freight Forwarding

Oaktree memberikan kemudahan proses ekspor impor dengan softwarenya.

Segera hubungi customer service kami untuk berkonsultasi mengenai biaya pengiriman dan penghitungan kubikasi kontainer kargo Anda.

Bagikan artikel ini ke

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Layanan paling populer di Indonesia untuk bisnis
EMKL EMKU Logistik Distribusi |